
lho, bukannya itu… senior Keitha?. sama siapa ya?. pikir Tania saat melihat Keitha duduk di bagian outdoor bersama dengan seseorang yang tidak diketahui karena orang itu memakai sebuah jaket Hodie.
dan dia tidak terpikir sekalipun bahwa seseorang itu adalah temannya sendiri, Silvana.
Hm, apa sebaiknya aku menyapanya?. Pikirnya.
Tania akan melangkah menuju meja tempat Keitha dengan tujuan untuk menyapa dirinya akan tetapi langkah Tania terhenti saat seseorang memegang lengannya.
"kau mau kemana? pintu keluar disana". Tanya Danny saat ia melihat Tania akan melangkah ke suatu tempat.
"aku melihat ada senior disini. Jadi aku ingin menyapanya saja". Tania menunjuk ke arah Keitha dan Silvana berada. Danny melihat arah yang ditunjuk oleh Tania dan saat melihat laki-laki yang ditunjuk oleh Tania, membuat Danny cemburu.
"ngapain menyapa orang lain? ayo kita pergi. Kedua orang tuamu pasti sudah kangen padamu". Danny memberikan sebuah alasan untuk menutupi rasa cemburunya karena dia tahu bahwa hubungannya dengan Tania bukan siapa-siapa.
"tapi-".
Danny menarik Tania pergi sehingga ia tidak bisa menyapa Keitha.
Ah… andai saja Danny tidak ikut campur, mungkin Tania akan menyadari bahwa orang yang bersama dengan Keitha adalah Silvana dan pasti ia akan meminta penjelasan terhadap kedua orang itu dan ia juga akan tahu siapa Keitha yang sebenarnya.
Sementara itu…
"…aku akan mengatakannya kepadamu tapi berjanjilah padaku bahwa setelah mendengarkan ceritaku, jangan pernah kau mengatakannya kepada Keira. tidak, lebih tepatnya di tunggu lah di waktu yang tepat untuk memberi tahu apa yang telah kau ketahui dariku tapi tidak sekarang. Setidaknya, sampai aku siap mengatakannya".
"apa? mengapa? sebenarnya kenapa dia tidak boleh tahu sekarang??. Apa kau Memiliki tujuan terhadapnya".Curiga Silvana. Keitha tersenyum tipis saat Silvana meragukan dirinya tapi ia mengerti bahwa seorang kata-kata dari seorangmusuh Sulit untuk dipercaya daripada kata-kata dari seorang teman.
yang bisa dia lakukan hanyalah berharap agar gadis itu mau mempercayainya setelah mendengarkan penjelasan darinya.
"…aku takut dia akan menjauhiku. apalagi saat pangeran kalian akan membuat dia semakin membenci diriku mengingat ia sangat dekat dan mendengarkan dirinya".
"Huh?. Tentu saja ia akan mendengarkan pangeran Leo karena dia adalah kakak satu-satunya dan sebagai seorang kakak, Leo pasti juga menginginkan hal terbaik untuk adiknya termasuk dengan keselamatannya.
"bukan dia saja yang memikirkan hal yang terbaik untuk Keira dan keselamatannya! aku juga sama!". Keitha berbicara dengan nada meninggi saat Silvana mengatakan bahwa Leo adalah kakak satu-satunya Keira sehingga Silvana semakin bertanya-tanya.
"kenapa kau marah? bukankah dari dulu memang benar bahwa Keira merupakan adik dari Leo?. mengapa kau tidak senang?".
"…yah… yang kau katakan memang benar akan tetapi…tidak semuanya adalah kebenaran". ucap Keitha setelah nadanya mulai mereda.
"apa yang tidak semuanya benar?. Ucapanmu membuatku bertanya-tanya. Jelaskan padaku!".
"… Leo bukanlah kakak laki-laki Keira satu-satunya. Dia Memiliki seorang kakak laki-laki lain yang berasal dari bangsa manusia.
Bisa dibilang, kakak pengganti dari keluarga pengganti agar dia telahir kembali dan usianya saat ini seusia dengan Leo
dimana, saat Keira telahir kembali ke dunia ini, ia juga memiliki seorang kakak laki-laki'kan?".
...DEG!...
Apa?!. bagaimana bisa dia tahu akan informasi itu. Tidak banyak yang tahu akan rahasia Kelahiran Keira dan itu hanya bangsa kami yang mengetahui hal itu.
Darimana dia bisa tahu?.
Selain itu, apa hubungannya Antara dia dan pangeran Leo?.
Sebenarnya, ada apa ini?.
"sepertinya dari raut wajahmu, aku bisa menebak bahwa kau bertanya-tanya dalam pikiranmu tentang apa maksud dari kata-kataku".
"beritahu aku apa hubungan antara kau dan dia".Silvana meminta Jawaban terhadap apa yang diucapkan oleh Keitha tanpa peduli dengan makanannya yang sudah dingin dan ice cream strawberrynya yang telah mencair dan tidak dingin lagi.
"hm, aku adalah mata-mata yang bekerja Untuk pangeran kalian di keluarga Oerloom. dalam mencapai balas dendamku terhadap keluarga Vampire itu, aku menjadi mata-matanya dan memberitahu pergerakan tentang mereka". Jawab Keitha yang sukses membuat Silvana terdiam saat ia mengetahui bahwa Keitha telah bekerja sama dengan Leo tanpa siapapun yang tahu bahkan ia ragu jika Keira tahu akan kesepakatan antara kakaknya dengan sang vampire yang telah menjadi seorang siswa di sekolah mereka.
Jika Keira tahu, maka tidak mungkin Keira sibuk bertanya kepada guru mereka bahkan kedua orang tua Tania yang jawabannya adalah nihil.
Jujur saja, Tidak terbesit sama sekali dipikirannya bahwa saudara sang putri tahu sesuatu bahkan tidak menyangka bahwa Leo akan menjadikan seorang vampire menjadi mata-mata.
yang jadi pertanyaan yang mengusik pikiran Silvana adalah… kesepakatan apa antara Leo dan Keitha sehingga Keitha percaya dan mau menjadi mata-matanya.
Karena, jika hanya dendam saja, belum tentu menjadi alasan utama karena percakapan antara dia dan Keitha telah membawa nama Keira didalamnya. Sudah pasti ada suatu rahasia yang tidak diketahui siapapun selain dua orang laki-laki yang telah menjalin kesepakatan walaupun mereka berasal dari bangsa yang saling bermusuhan.
"dengar, senior Keitha… jujur saja. Aku tidak tahu akan hal ini bahkan aku ragu jika Keira tahu akan kesepakatan antara kakaknya dengan sang vampire yang ternyata adalah kau selama ini.
Tapi… ada satu hal yang mengganggu pikiranku dari percakapan ini. Kesepakatan apa yang kalian jalin? apa keuntunganmu yang akan kau dapat dengan kesepakatan ini karena aku ragu bahwa menghabisi keluarga Oerloom menjadi tujuan utama dan keuntungan darimu karena bagaimanapun juga, walaupun mereka tiada atau tidak kau akan tetap menjadi seorang vampire untuk selamanya.
Seperti seorang Werewolf yang tidak bisa kembali menjadi manusia biasa, kau tidak akan pernah bisa kembali menjadi manusia.
Ini adalah anugerah sekaligus kutukan yang harus dijalani untuk selamanya sampai kematian menjemput kita semua.
atau mengakhiri hidup yang kita jalani jika sudah tidak sanggup lagi untuk menjalani kehidupan sebagai makhluk supernatural. Kau tahu, menjalani hidup abadi tanpa menua tapi harus melihat manusia yang kita sayangi tiada atau menjalani hidup lama sendirian. Tidakkah itu sangat menyakitkan?".
"…yah. Kau memang benar tentang itu. Mau bagaimana lagi, inilah takdir yang harus kita jalani. Kau tahu, beberapa dari mereka beruntung memiliki takdir hidup yang lebih baik tapi ada beberapa dari mereka memiliki takdir hidup yang kejam.
Tidakkah hidup ini tidak adil. Mengapa setiap makhluk hidup tidak semuanya bisa hidup dengan baik dan sejahtera?". Ucap Keitha sambil memandang ke samping dimana di seberang jalan cafe terdapat seseorang wanita lusuh dengan putranya sedang duduk dijalan sambil meminta-minta uang receh kepada orang yang lewat untuk bisa makan dan Silvana juga melihat pemandangan yang miris itu.
"kau tahu. Jika saja keserakahan dan keegoisan tidak ada pada diri manusia, mungkin hidup manusia pasti akan tenang dan damai. Tidak akan ada yang mengalami kelaparan karena tidak punya makanan dan kedinginan karena tidak punya tempat tinggal untuk bertahan dari dingin dan basah.
anak-anak pasti punya kenangan masa kecil yang indah. Kesehatan dan pendidikan akan terjamin
Tapi, apakah orang yang sibuk memperkaya diri sendiri mau mendengarkan kata-kataku?. Orang kaya yang hartanya hasil merampas uang rakyat yang miskin tidak akan peduli dengan kesejahteraan dan hak-hak orang miskin.
Mengenai setiap manusia punya hak untuk bisa makan, belajar dan sehat, aku rasa mereka yang diatas lupa akan hak itu".Ucap Silvana yang begitu iba terhadap apa yang dilihatnya sekarang ini hingga pandangannya kembali mengarah ke arah Keitha mengingat ia masih memiliki urusan terhadap Keitha bukan dengan manusia yang dilihatnya sekarang.
"Senior Keitha, jika kau ingin aku percaya padamu Sekarang beritahu aku kesepakatan apa yang kau miliki dengan pangeran Leo dan bagaimana kau bisa tahu bahwa dulu Keira memiliki seorang kakak laki-laki yang berasal dari bangsa manusia?".
Keitha mengarahkan pandangannya ke arah Silvana dan menyunggingkan senyumnya di sudut bibirnya lalu menatap wajah Silvana yang meminta Jawaban.
"bagaimana aku bisa tahu tentang itu?. Karena aku adalah dia".
"apa!!?".