The Hot Blood Of Saga

The Hot Blood Of Saga
Chapter 79 : The Velvet II



Deg


Deg Deg


Deg Deg Deg


apa yang akan dia lakukan sekarang?! ah...jika saja aku tidak meninggalkan ranselku di dalam Limosin Alex, aku pasti sudah memukul kepalanya pakai palu. Pikir Keira saat wajah Alex begitu dekat dengan wajahnya dan jarak mereka hanya tiga centimeter.


dan Keira tidak terpikir menggunakan kemampuannya Alex terus menatapnya saat Alex membuatnya terbaring di kasur itu.Tidak ada yang tahu apa yang sedang dipikirkannya dan apa yang akan dilakukannya.


yang jelas, Jantung Keira berdegup kencang dan pipinya bersemu merah merona saat Alex menatap dalam manik-manik matanya membuat salah satu dari dirinya sendiri terbakar dalam pesona laki-laki itu.


"apa yang sedang kau pikirkan, sayang? apakah kau sedang berpikir aku akan melakukan sesuatu padamu mengingat ada banyak kasur dengan selimut, guling dan bantal, dan cuma kita yang berada di kelas ini?". Bisik Alex yang menggoda Keira di telinga kiri Keira.


"!!! apa kau sudah gila?!. Kalau kau macam-macam denganku, aku akan...!".


Cup


"hei!". Keira terkejut saat Alex mencium keningnya lalu ia tersenyum geli menatap wajah Keira yang sedang menatapnya kesal.


"hihihi. Siapa yang ingin macam-macam denganmu".Ucap Alex lalu secara tiba-tiba ia menggendong Keira dan membaringkannya di atas tempat tidur. Keira terkejut dengan apa yang dilakukannya Apalagi saat Alex juga tidur di sebelahnya.


"kau bilang tidak akan macam-macam denganku tapi kenapa kau malah memilih kelas ini?!".


"ssst. Aku memesan tempat ini untuk membuatmu dan aku nyaman saat menonton. Lagi pula aku tidak suka menekuk kakiku". Ucap Alex sambil menyelimuti dirinya sendiri sampai sepinggang lalu ia mulai memesan makanan melalui button service.


"cih,kau ini benar-benar".


"hei, kau mau kemana?". Tanya Alex sambil memegang tangan Keira saat akan beranjak dari sampingnya.


"bukankah kau bilang kau sudah satu ruangan kelas Velvet ini sehingga hanya kita berdua di sini, bukan? Aku mau rebahan di kasur lain saja mengingat banyak kasur kosong disini. Kau disini saja aku mau rebahan disana". Ucap Keira yang ingin ke kasur yang berada ditengah agar ia tidak seranjang dengan Alex yang memiliki akal bulus di kepalanya.


"hei, siapa bilang bahwa kau boleh seenaknya saja pindah menjauh dariku,huh?".


"uwaaah!! Alex! Lepas!". Pinta Keira saat Alex menarik tangannya lalu ia langsung memeluk pinggang Keira sehingga gadis itu kembali berbaring di samping Alex.


"enggak. Kau boleh kemana-mana. Jika kau ingin pindah ke kasur yang lain aku akan ikut denganmu". Pinta Alex yang tidak mau mengalah saat Keira ingin menjauh darinya walaupun hanya berjarak 50 cm.


"Keras kepala banget sih. Lepaskan aku!".


pinta Keira bernada tinggi.


"nggak mau!". Alex tidak mau mengalah.


Kedua orang itu keras kepala dan tidak mau mengalah bahkan yang mengherankan adalah suara mereka cukup terdengar oleh penjaga kelas Velvet yang berada diluar, padahal dinding setiap kelas bioskop dibuat kedap suara.


"hei, kedua anak remaja itu sedang apa sih? suara mereka sampai terdengar kita". tanya penjaga satu.


"entah, Biarkan saja mereka. Mereka bebas melakukan apa yang mereka mau karena cuma Mereka berdua yang berada di dalam ruangan ini. Sungguh menakjubkan bahwa laki-laki itu membayar tiket semua kasur di ruang Velvet". Kata penjaga dua.


"tapi penasaran juga dengan apa yang mereka perbuat sampai dinding kedap suara tidak mampu menyembunyikan suara mereka hehe". mereka berdua mencoba mendengarkan suara kedua anak muda di ruang Velvet dengan menempelkan telinga mereka di pintu masuk ruang masuk Velvet.


"kyaa, jangan sentuh itu!".


"ah! aku tidak seng-"


PLAAAK PLAAAK PLAAAK


"hei, apakah kau mendengar sesuatu?".


"tidak. aku tidak mendengar suara apa-apa lagi setelah mendengar seseorang ditampar begitu".


"hei, kalian berdua sedang ngapain 😧?." Tanya seorang petugas yang sedang memegang nampan besar berisi makanan dan minuman pesanan Alex.


"ah, kami sedang tidak ngapa-ngapain tuh". Kedua penjaga itu bertingkah laku seperti tidak ada apa-apa layaknya seorang penjaga bioskop yang seharusnya.


petugas bagian dari stand makanan tidak ambil pusing dengan kedua penjaga itu. lalu dia masuk ke dalam ruangan velvet.


Wah, mereka berdua ini sedang ngapain? Pasti mereka ini sedang bertengkar, yah?. Pikir petugas itu saat melihat Keira dan Alex berada di satu kasur ddimana ia melihat si gadis duduk menjauh dari si laki-laki dengan keadaan terlihat kesal sambil menyilangkan kedua tangannya sedangkan silaki-laki sedang mengelus pipi kirinya yang terdapat bekas cap tangan bewarna merah dan rambutnya sedikit berantakan.


"permisi, saya mengantarkan pesanan".


"hm, letakkan saja". Ucap Alex dengan nada yang dingin. Petugas itu meletakkan makanan dan minuman yang terdiri dari enam hot dog, dua minuman soda berukuran large dan dua pop corn berukuran besar yang satu rasa caramel dan satu lagi rasa original ke meja di sisi kasur yang ditempati oleh Alex, dan kemudian petugas itu pergi meninggalkan mereka.


dan setelah petugas itu pergi, Keira mengendus makanan yang berasal dari makanan yang diantar petugas bioskop itu. Ia melirik ke makanan dan minuman yang terletak di meja sebelah Alex dan ia menahan air liur karena lapar.


Aish... aku lapar...🤤 aku ingin makanan itu tapi...


Keira Melihat raut wajah Alex yang bete apalagi saat ia melihat Alex sedang mengelus pipi kirinya yang memerah karena ulahnya.


Tepat pada saat itu, Alex melirik ke Keira sehingga tatapan mata mereka bertemu. Dengan segera Keira memalingkan wajahnya tapi Alex mengetahui dimana tatapan Keira barusan.


Hoho... dia pasti pengen makanan ini. Ia tidak tahu bahwa aku memesan makanan ini khusus untuknya, hehe. Aku punya rencana.


Alex mengambil sebuah hot dog itu lalu ia pun menjalankan rencananya.


"eits, nanti dulu. Ada syaratnya". Ucap Alex yang terlihat mengurungkan niatnya untuk memberikan makanan itu yang hampir ditangan Keira.


Kurang ajar. Dia mempermainkan aku rupanya.💢


huh!, ingin sekali aku memakan Alex ini mengingat manusia termasuk dalam rantai makanan .


Jangan Keira. jangan makan dia


lah, Kenapa aku tidak boleh memakan dia?.


Kasihan authornya nanti yang pusing mencari sosok pengganti Alex di cerita ini. Apalagi dia jadi tokoh Kesayangan pembaca sebagai toko utama pria.hehe


huh? benarkah??.


tidak percaya, tanya saja sama mereka.hehe


"hmp! apa syaratnya?".


"ayo, mendekatlah padaku". Ucap Alex sambil menepuk-nepuk bantal disebelahnya dan mengaturnya agar Keira bisa nyaman.


Keira yang pada awalnya tidak mau memenuhi syarat Alex namun perut tidak bisa di ajak kompromi sehingga mau tidak mau dan melawan harga dirinya sendiri, ia perlahan duduk di sebelah Alex dan merebahkan kepalanya di atas bantal dan guling yang telah diatur oleh Alex.


Alex tersenyum puas melihatnya lalu ia pun menyelimuti tubuh Keira dari kaki sampai ke pinggang Sehingga mereka berdua rebahan di kasur yang sama sambil menonton film bioskop yang akan dimulai sebentar lagi.


"nah, seharusnya kau ini menurut dari tadi selayaknya seorang kekasih yang baik". Ucap Alex sembari meletakkan makanan yang sudah dipesan ditengah-tengah kasur dan menyilahkan Keira makan.


"huh! kau menyebalkan" Gerutu Keira sambil mencomot hot dog yang ingin ia makan karena sudah lapar sedangkan Alex hanya tersenyum saja melihatnya.


"kita disini nonton apa?".Tanya Keira sambil memakan hot dognya.


"biar kulihat di pamfletnya dulu. Hm... pertama yang akan tayang hari ini judulnya... ginger snap".


"ginger snap? film apa itu?".


"disini katanya ginger snap adalah film bergenre horor tentang seorang gadis yang berubah menjadi serigala".


"ser-uhuk-uhuk!!".


"hei, pelan-pelan makannya". Ucap Alex Sambil menepuk-nepuk pelan punggung Keira dan memberikannya minuman soda saat gadis itu tersedak.


" Serigala? maksudmu werewolf?".


"yup. Kau tidak perlu takut menonton film ini karena aku ada di sisimu, Keira".


" takut?. hah, Kau pikir aku akan takut menonton film ini?. Yang benar saja, aku ini berani kok".


apalagi kau tidak tahu bahwa werewolf's yang asli ada di sebelahmu. Mana mungkin aku bakalan takut dengan film bertipe fiksi ini.


tidak lama kemudian, lampu di ruang Velvet dimatikan dan berganti dengan cahaya yang berasal dari proyektor yang bertanda bahwa filmnya telah dimulai.


Huh, film ini tidak ada apa-apanya...


Gumam Keira yang tidak takut dengan film yang menceritakan tentang manusia serigala seperti dirinya.


Sepuluh menit kemudian...


"AAAAAAAHHHHHH". Keira berteriak saat melihat film itu. Ia langsung memejamkan matanya dan yang tidak disangka ia langsung naik dan memeluk Alex saking takutnya karena film itu bahkan, makanan dan minuman menjadi tumpah dan berantakan di buatnya


Siapa yang akan menyangka bahwa seorang Werewolf asli juga sebagai Alpha takut dengan film yang menayangkan tentang werewolf. Jika ada yang mengetahui ini, sudah pasti Keira akan malu karena film itu.


sedangkan Alex?.


Ia dengan senang hati memeluk Keira yang sedang membenamkan wajahnya nya diatas dada Alex. Ia memang pintar dalam hal mengambil kesempatan dalam kesempitan


"cup cup, jangan takut sayang. Ini hanya film saja". Ucap Alex dengan lembutnya ia membelai rambut Keira yang panjang itu sembari menenangkan gadis itu.


"film itu menakutkan. Beritahu aku jika filmnya sudah selesai!". Ucap Keira yang tetap membenamkan wajahnya di dada Alex.


"oke". Kata Alex.


Wah, kau ini sungguh menyedihkan. siapa yang akan menyangka bahwa seorang Werewolf ketakutan saat menonton film genre horor tentang werewolf.


habis, seram sih...😰


siang itu, di bioskop kelas Velvet, Alex menonton film itu namun hanya sebagian saja karena ia lebih tertarik dengan Keira yang tertidur dua puluh menit kemudian saat menunggu film horor itu selesai.


dengan pelan-pelan, ia mengangkat tubuh Keira lalu ia pun pindah ke kasur lain yang terletak di sebelah kasur tempat mereka sebelumnya.


Setelah membaringkan Keira yang sedang tertidur itu ke kasur yang lain dan menata bantal, Alex berbaring di sebelahnya lalu menyelimuti tubuh mereka dan memeluknya.


tatapannya sekarang bukan ke film itu lagi, melainkan ke gadis yang sedang tidur nyenyak di sampingnya. Sebuah senyuman terukir diwajah Alex lalu ia membelai lembut pipinya dan memainkan poni rambut Keira dengan jari-jemarinya.


Gadis itu meraskan kenyamanan dalam sentuhan dan dekapannya Alex sehingga secara refleks Keira membalas pelukan Alex dengan pelukan sehingga ada sebuah rasa kebahagiaan terpancar dari wajah Alex karena selama ini ialah yang memeluknya saat tidur namun baru kali ini ia juga dipeluk oleh Keira sehingga ia tertidur dalam kebahagiaan itu dan lupa dimana mereka berada sekarang ini.