
disebuah jalan dalam mobil…
Sepanjang perjalanan, baik Alex dan Keira sama-sama diam tanpa kata. Sesekali Alex yang sedang mengemudikan mobilnya melirik ke arah Keira yang sedang manyun bercampur dengan bete bahkan mengacuhkan dirinya dengan memilih menoleh melihat ke jendela.
Alex tidak habis pikir mengapa seorang gadis seperti Keira gampang sekali kesal. Entah karena pengaruh PMS atau tidak, yang jelas membuat Alex harus berpikir keras untuk menghilangkan rasa kekesalan di diri Keira.
Padahal, Alex tidak menyadari bahwa dialah yang menjadi dalang mengapa Keira sering merasa kesal. Entah karena sifat Alex yang suka memaksa atau sifat jeleknya yang lain, siapa yang tahu.
Tidak selamanya para perempuan menyukai semua sisi yang dimiliki oleh laki-laki.
"Jangan cemberut begitu. Aku sangat menyukai senyumanmu, Keira".Bujuk Alex tapi Keira tidak menggubrisnya sama sekali bahkan melipat kedua tangannya di dadanya dan tetap menoleh kesamping memperhatikan pemandangan yang melintas sehingga Alex menghembuskan nafasnya secara kasar.
"aku tidak mengerti mengapa kau merasa kesal kepadaku. Apakah kau kesal karena memaksamu untuk menerima sepeda motor itu?.
Aku tahu bahwa kau merasa kesal tapi… tidakkah aku berhak untuk memberikan sesuatu kepada seseorang yang sangat kusayangi dan berarti bagiku?
kau adalah kekasihku dan kau adalah segalanya bagiku jadi aku ingin memberikan apapun yang bisa kuberikan kepadamu di dunia ini bahkan jiwaku bisa kuberikan kepadamu, Keira…".
Keira menoleh saat mendengar kata-kata Alex. Tidak ada raut wajah yang menunjukkan kekesalan dalam dirinya melainkan rasa yang lain dan sulit diartikan.
"aku bukan kesal tentang sepeda motor itu juga bukan kesal kepadamu, Alex… aku hanya kesal kepada diriku sendiri".Ucap Keira dengan tatapan matanya yang teduh dan memandang lurus kedepan.
"apa yang membuatmu kesal kepada dirimu sendiri?".
"…aku kesal karena kau melakukan segalanya untukku bahkan tidak peduli dengan jiwamu sedangkan aku… aku tidak bisa membalas apa yang telah kau lakukan untukku…
seperti dia…aku tidak sempat membalas pengorbanannya untukku.
Tidakkah aku sangat menyedihkan karena dua lelaki memiliki perasaan untukku dan selalu ada untukku tapi aku…". Keira menutup kedua matanya dan dengan sedihnya kembali teringat akan kejadian dulu dan sekarang saat ia Kehilangan Elias, saat Alex menolong dirinya di hutan hitam dimana monster kerangka malam berada dan saat Alex menolong dirinya di tempat ia terluka karena perbuatan Emery padahal Alex bisa saja diserang oleh vampire lain yang mungkin memperhatikan mereka dan mengetahui tentang Alex.
"aku…lemah…😞"Ucap Keira sedih.
"kau tidak lemah, Keira". Ucap Alex memberhentikan mobilnya di pinggir jalan lalu menggenggam tangan kiri Keira sehingga Keira menoleh dan Alex bisa melihat perasaan sedih dan bulir air mata mulai muncul di pelupuk matanya.
"aku harap aku tiada saja saat itu Alex… aku tidak ingin lagi ada orang lain lagi yang terluka karena aku… aku harap aku tiada saja saat dihutan hitam itu…".
"jangan berkata dan bepikir seperti itu Keira… jika kau tiada saat itu, jika aku tidak ada disana, bagaimana perasaan orang-orang yang menyayangimu?
hati mereka akan hancur terutama kedua orang tuamu bahkan saudara-saudaramu, teman-temanmu apalagi aku…". Alex menggenggam kedua tangan Gadis itu secara erat. Alex tidak tahu mengapa Keira berharap agar Keira tiada
saja namun Alex tahu bahwa jika Keira tiada, maka dialah yang paling hancur hatinya diantara orang-orang yang menyayangi Keira ia tidak tahu bagaimana hatinya menghadapi kenyataan itu. Rasanya ingin mati saja.
"aku tidak bisa dan tidak sanggup jika sampai Kehilangan dirimu, kau separuh hatiku, kau separuh jiwaku…
jika aku sampai Kehilangan dirimu… aku…"
"maafkan aku yang telah membuatmu sedih dengan kata-kataku Alex". Ucap Keira lirih saat melihat kesedihan di wajah Alex dan merasa bersalah karenanya.
Alex menggelengkan kepalanya lalu menghapus air mata Keira yang akan menetes jatuh lalu mencium dahinya dengan lembut sehingga Keira memejamkan matanya sebentar ketika merasakan kecupan lembut di dahinya.
"aku mohon jangan pernah berkata seperti itu lagi. Oke?".
"maukah kau menuruti permintaanku Alex?".
"tentu saja aku berjanji apalagi inilah pertama kalinya kau meminta sesuatu dariku".
"eits, kau jangan berkata seperti itu dulu karena kau tidak tahu apa yang kuinginkan. Bagaimana jika aku memintamu untuk menuruti akan sesuatu hal yang aneh Alex?".
"maka aku akan menepatinya. Aku yakin bahwa hal yang kau minta walaupun aneh sekalipun pasti ada alasannya dan pasti akan bersifat hal baik bagiku jadi aku yakin dan tidak khawatir jika hal yang kau minta bersifat aneh.
Tapi jangan harap aku akan mengabulkan permintaanmu yang ingin putus dariku karena selamanya aku tidak akan mengabulkan permintaanmu itu. Mengerti?".
"eits, aku tidak meminta itu lagipula, memangnya kita Berpacaran?. Aku'kan tidak pernah mengatakan 'ya' kepadamu". Celetuk Keira menggoda Alex.
"Keira!". Keira tertawa saat melihat Alex yang sedang kesal walaupun sebagian yang dikatakan oleh Keira ada benarnya. Ia tidak pernah mengatakan mau menjadi kekasih Alex bahkan Alex tidak bertanya terlebih dahulu kepadanya tapi tahu-tahu Alex telah mengumumkan bahwa ia dan Alex telah menjadi sepasang kekasih.
"kau mau meminta apa padaku?". Tanya Alex dengan nada bete.
"…maukah kau berjanji padaku bahwa kau tidak akan meninggalkanku, Alex?". Tanya Keira lirih sambil menatap Alex secara lekat-lekat.
Alex terdiam dan memandang Keira lama lalu menggenggam tangannya dan mencium punggung tangan gadis itu.
"seharusnya aku yang mengatakannya terlebih dahulu. Yah… aku tidak akan meninggalkanmu, Keira…".
di SMA FALLEN…
Alex memakirkan mobil sportsnya lalu keluar dari mobil bersama dengan Keira setelah Alex membuka pintu mobil untuk Keira.
"jika kau merasa tubuhmu tidak merasa baik, jangan paksakan dirimu dan istirahatlah di UKS".
"Baik Alex (^^)".
Tidak lama kemudian mereka melihat mobil sport milik Danny telah tiba lalu Danny keluar dari mobilnya dan Keira terkejut saat melihat Tania keluar dari mobil itu.
Huh? Tania?? Sejak kapan dia bersama dengan Danny? tidak pernah terpikirkan jika Danny mengantar Tania. Sebenarnya aku ketinggalan apa??. Pikir Keira yang tidak tahu menahu tentang kejadian semalam karena dia tidak berada di tempat kejadian perkara malam itu di kediaman keluarga Nash.
eeeh~h busyet. Keira disini pula. dia pasti bakalan bertanya-tanya mengapa aku naik di mobil milik manusia ini.
aku harus mengatakan apa yah?. aku lupa tentang Keira😓. Aku harus menyeleraskan kebohonganku jika tidak mau sampai ketahuan papa dan mama apalagi dengan guru Madoc.
Pikir Tania membatin.
"Tania". Panggil Keira sambil melambaikan tangannya kearah Tania. Melihat Keira memanggilnya dan melambaikan tangannya, Tania hanya tersenyum kikuk dan membalas lambaian tangannya juga sambil menoleh ke kiri dan kanan untuk memastikan jika tidak ada guru Madoc disekitar mereka.
Kok Tania berasa kikuk begitu?. Pikir Keira saat melihat keanehan Tania.
"ayo kita kesana Tania". Tania mengangguk lalu Danny memegang tangan Tania lalu menuntun Tania menuju kearah Keira dan Alex namun Keira melihat keganjilan lainnya pada Tania saat dituntun oleh Danny.
***kok jalan dia terkangkang begitu?. Macam selakangnya lecet.
oi oi oi Tunggu dulu! Mungkinkah dia dan Danny telah…😓‼️***