
NDUSS!!
NDUSS!! NDUSS!!
Ng... bau ini...!
Keira membuka kedua matanya saat Indra penciumannya menangkap sesuatu. Dihadapannya, Alex berdiri dihadapannya dengan suasana sejuk dan dedaunan berguguran di sekitar mereka.
Aish...Mau apa lagi dia sekarang?.
"ada apa ?". Tanya Keira dengan memasang wajah yang bete.
Alex tidak menjawab melainkan ia mendekati Keira dan mencondongkan tubuhnya ke Keira lalu membisikkan sesuatu ke telinga kiri Keira.
Keira terdiam mendengarnya saat Alex membisikkan sesuatu kepadanya. Saat Alex menatap wajah Keira lagi, gadis itu diam. Tidak mengangguk, tidak juga menggeleng.
"Ingat, Jangan sampai lupa. Aku akan menunggumu". Ucap Alex sembari membalikkan badannya dan Keira hanya menatap punggungnya yang pergi meninggalkannya sendiri.
Hei, dia ini. Mana mungkin aku akan datang. Apakah aku harus menuruti dia!?
Ucap Keira Secara batin.
Di Cafetaria...
"Sil, apa yang terjadi padanya?". Bisik Keira kepada Silvana yang duduk disebelahnya. Gadis itu memperhatikan Tania yang diam tidak menyentuh makan siangnya ditambah lagi dengan tampang wajah Tania yang terlihat tidak biasa karena ekspresi syok, muram, dan menyedihkan menjadi satu.
"Ng... begini Keira, saat dikelas...".
(Flashback...)
Sebelumnya di kelas 2 IPA-2...
"bukankah sudah dibilang berulang kali bahwa dilarang untuk membawa alat-alat make-up? kau masih saja membawanya. Alat make up ini akan disita dan jangan diulangi lagi, mengerti?".
"baik, guru". Ucap salah satu siswi yang menunduk dan pasrah saat alat kecantikannya disita oleh guru BP.
Walaupun SMA Fallen merupakan sekolah berisi orang kaya, tetap saja sekolah itu tidak luput dari sebuah peraturan untuk tidak membawa barang yang dilarang sekolah selain ponsel dan dompet.
Yah... tapi bagi para murid, sungguh tidak enak menjalani kehidupan sekolah jika tidak melanggar sesuatu di sekolah.
Yang penting, yang harus dimiliki oleh setiap murid yang ingin membawa sesuatu yang terlarang adalah tiga hal, yaitu... keberuntungan hari mengetahui dengan pasti hari inspeksi pemeriksaan yang dilakukan oleh BP seminggu sekali di tanpa ada yang tahu kapan, kelas siapa yang duluan dan jam berapa dan juga pandai menyembunyikannya.
Siswi yang alat riasnya disita merupakan salah satu murid yang tidak beruntung dan yang melihat kejadian itu bersimpati padanya.
Kecuali satu...
diantara murid-murid di kelas 2 IPA-2, hanya satu siswi yang tersenyum seperti iblis saat melihat beberapa siswi tertangkap membawa sesuatu yang 80 % adalah alat riasan.
hahaha... dasar gadis bodoh, hahaha!
Berbeda dengan kalian para gadis, aku yang tidak pernah membawa alat Makeup sudah
pasti akan baik-baik saja, dan moon goddess pasti melindungiku dari inspeksi ini seperti sebelumnya. Hahahaha!!.😈😈😈
Ucap Tania sembari tertawa dalam batinnya.
Jujur saja, apa yang dipikirkannya Sekarang sehingga ia tersenyum bahagia diatas penderitaan orang lain, begitu?. Pikir Silvana yang duduk tidak jauh dari Tania duduk.
Selain itu, apakah mereka tidak tahu bahwa barang-barang yang mengandung kimia itu diusia remaja akan membuat kulit kalian seperti wajah menjadi rusak saat kalian berhenti?
Mengapa kalian tidak memakainya saja saat usia tua? di usia seperti ini, lebih baik alami atau biarkan saja seperti keadaannya.
Seperti aku ini. Memiliki wajah dan kulit yang bagus seperti bayi, selain karena bahan dari alam Karena juga... hihihi, aku adalah seorang Werewolf, bwahahaha!
Tania begitu asyik menyombongkan dirinya dan mencela teman-teman sekelasnya dalam dalam pikirannya padahal dalam hatinya, ia begitu iri kepada para gadis itu yang memakai makeup karena Kenyataannya gadis itu tidak pernah tahu caranya berdandan dan tidak tahu kegunaan alat-alat riasan perempuan seperti gunanya eye shadow ataupun gunanya Toner.
dan ia malu untuk minta diajarkan caranya berdandan pada Antonia, gengsi bertanya kepada Silvana dan tidak bisa mengatakannya kepada Keira karena Keira lebih menyukai bahan dari alam.
Jadi, untuk menghibur dirinya akan kenyataan, yang bisa dia lakukan hanyalah mencela dan mengejek mereka yang menggunakan alat riasan yang menjadi musuh abadinya.
"Tania".
"Saya!". Tania menjawab panggilan guru BP yang sedang memeriksa ranselnya dengan mantap seakan dia adalah murid yang tidak tercela dan yakin guru berusia 42 tahun dengan kacamata merah yang tebal itu tidak mungkin menemukan sesuatu yang terlarang disekolah di dalam ranselnya.
"bisakah kau memberi tahuku, apa ini?". Tanya guru itu sembari menunjukkan sesuatu yang ternyata ia menemukan sesuatu yang terlarang dari yang lainnya.
Ah!!!!😱😱😱
Seketika dunia Tania yang indah terasa runtuh. Rasanya seperti terbang ke langit ketujuh namun mendadak terhempas ke bumi saat dilangit ke lima.
Ia begitu syok dan tidak bisa berkata apa-apa saat guru BP menemukan sebotol obat yang bertuliskan:
Pikir Tania yang tidak menyangka bahwa vitamin yang dibawanya akan menjadi bumerang saat inspeksi.
Ia tidak tahu bahwa obat yang tidak ada hubungannya dengan kesehatan yang bersifat emergency termasuk dalam kategori barang terlarang.
(Flashback end...)
"begitulah ceritanya". Setelah Mendengar cerita Silvana, baik Keira dan Dion merasa kasihan namun mereka ingin tertawa mendengarnya.
"ini semua gara-gara wanita keriput itu!? gara-gara dia, semua orang yang di 2 ipa-2 jadi tahu kalau milikku tidak lebih seperti papan cucian atau talenan!". Ucap Tania dengan kesal sembari membenamkan wajahnya di meja.
Tidak juga. Sebenarnya siapapun dapat melihat betapa ratanya milikmu itu dari pakaian, Tania. Pikir Keira.
Ini salahmu sendiri, Tan. Seharusnya kau tidak membawa obat Lamba itu.. ckckck. 😑 Pikir Silvana.
Hidup sebagai perempuan itu memang rumit,ya. 😑Pikir Dion.
"Hei, aku kira Setelah musim panas, dia akan berpikir secara rasional". Bisik Silvana.
"memang benar tapi ia akan berpikir secara rasional selama tidak ada yang menyebutkan hal-hal yang sensitif terhadapnya seperti...kau tahulah". Bisik Keira sembari menunjuk ke bagian Tubuh atas Tania yang rata itu.
"oh yah, bagaimana denganmu, Keira saat inspeksi mengingat kau membawa...".
"oh tidak perlu khawatir tentang itu, hehe".
(Flashback...)
Sebelumnya di kelas 2 IPA-1...
Guru BP itumemasuki kelas Keira dan Dion terlebih dahulu dan memeriksa tas milik Keira terlebih dahulu sehingga untungnya Tidak ditemukan alat riasan apapun di dalam ranselnya karena Keira bukanlah gadis yang suka dandan dengan Make up dan salep luka cream dari minyak cedar tidak dipermasalahkan karena Keira memang butuh dan ia mencantumkan itu sebelum masuk ke SMA Fallen.
Hingga ia menemukan sebuah buku tipis berjudul buku musik biola dan bercover biola.
Entah mengapa instingnya merasa ragu bahwa apa yang tersampul tidak sama dengan isinya.
"buku musik biola?".
"yah bu. Aku seorang pemain musik biola dan aku juga anggota klub musik,bu". Ucap Keira dengan biasa dan formal namun tidak ada yang tahu bahwa Keira sangat gugup karena di balik buku yang dipegang oleh guru itu, tidaklah sama dengan sampulnya dan sangat mengkhawatirkan jika sampai membuka buku itu.
Wanita itu memegang lama buku itu karena entah mengapa instingnya merasa ragu dengan isi buku itu namun untunglah ia mengembalikan buku itu kedalam ranselnya Keira setelah melihat tas biola milik Keira.
(Flashback end...)
"wah aku tidak menyangka bahwa kau menyembunyikan majalahnya Seperti itu". Tania merasa takjub dengan kejeniusan Keira yang menyembunyikan isi sebuah majalah dibalik buku musik.
"hehehe. Biasa saja".
Sebenarnya... majalah apa yang dimaksud ? Keira tidak pernah menggunakan Makeup apapun yang bersifat kimiawi kecuali yang dibuat dari alam. Mungkinkah... Dion terus berpikir tentang majalah yang dimaksud hingga Tania mulai bertanya padanya.
"bagaimana denganmu, Dion?".
"aku tidak ada masalah karena aku tidak membawa apapun yang terlarang. Hehe. Bagaimana denganmu, Sil?".
"hehehe".
(Flashback...)
dikelas 2 IPA-2, sebelum orang lain datang, Silvana selalu meletakkan barang-barang yang tidak boleh di bawa ke sekolah seperti komik dan make up yang dibawanya ke tempat yang tidak terduga.
Seperti lip gloss di dalam sepatu ketsnya, body lotion di bawah bangku, bahkan yang tidak disangka, ia melompat ke langit-langit dan menempelkan buku komik itu ke langit-langit. Ia tidak tahu kapan akan diadakan inspeksi tapi ia sudah mempersiapkan persembunyian barang-barang itu agar tidak tersita.
"hehehe, tidak akan ada yang menyangka aku akan meletakkannya disana".
(Flashback end...)
"Woah, seharusnya aku ikut melakukannya". kata Tania.
"ssst, kalian lihat siapa yang datang di Arah jam tiga".
Kata Dion sehingga mereka berempat menyudahi perbincangan mereka dan pura-pura menikmati makan siang saat ketiga gadis itu datang. Siapa lagi jika bukan Britney, Violet dan Rachel.
Aish.... menyebalkan banget jika mereka kemari. Ini masih Tiga hari baru masuk sekolah, apakah mereka tidak ada kerjaan lain selain mencela kami?. Pikir Keira yang sudah dapat menebak apa yang akan terjadi.
"Keira". Panggil Tania dengan sebuah senyuman terukir di wajahnya.
"ya?".
"Bolehkah aku menghabisi kecoak-kecoak itu sekarang?". Tanya Tania dengan mempertahankan senyumanya.
hm... haruskah aku berkata "ya" atau.....