
Ah, sekolah…
tempat menimbah ilmu bagi siapapun yang ingin belajar dengan khasiat menambah ilmu, wawasan menjadi luas, dan menjadi jaminan masa depan.
akan tetapi selain khasiat, sudah pasti ada efek sampingnya seperti ada yang sakit kepala dengan soal-soal pelajaran, beban tugas yang menumpuk, beban otak saat ujian bagi yang belum belajar bahkan yang paling menyebalkan adalah saat seseorang yang nilainya lebih bagus saat mencontek sedangkan yang mati-matian belajar mendapat nilai pas-pasan.
walaupun begitu, bukan berarti sebuah sekolah tidak ada cerita didalamnya.
dalam sekolah pasti ada canda tawa, persahabatan, cinta atau semacamnya.
dan disekolah, setiap murid pastinya harus mematuhi peraturan yang berlaku di dalam sekolah pastinya dan jika ditaati maka sudah pasti bakalan mendapat cap anak baik-baik Dimata para guru.
Sedangkan bagi para murid yang melanggar peraturan atau seringkali melanggar peraturan sudah pasti akan mendapat cap jelek Dimata para guru dan pastinya akan menghadap kepada kepala sekolah untuk kesalahan yang dilakukan oleh murid dan orang tua murid pun disuruh datang untuk masalah yang ditimbulkan oleh murid tersebut.
Namun ada kalanya bukan peraturan sekolah, ada beberapa murid yang menghadap kepada kepala sekolah untuk sesuatu yang tidak disangka-sangka.
Seperti yang terjadi di SMA Fallen…
di kelas 2 IPA-2, sedang ada pelajaran menggambar.
Semua kelihatan normal dan tenang saat guru kesenian menyuruh murid-muridnya di kelas itu menggambar jenis-jenis burung yang ingin mereka gambar.
Para muridnya menggambar dengan tekun dan sunyi bahkan Tania dan Silvana yang sedang berada di kelas itu begitu tekun dalam menorehkan pensil menciptakan sebuah gambar.
Hingga akhirnya pelajaran selesai…
para murid mengumpulkan tugas mereka dan sang guru pun melihat-lihat hasil tugas gambar murid-muridnya.
"oh, Astaga!". mata Sang guru bermake-up tebal dengan lipstik merah tebal terbelalak karena kaget bukan main dengan hasil gambar Tania yang sebenarnya bagus dan indah namun guru itu sangat terkejut hingga wajahnya menjadi merah karena objek gambar yang digambar oleh Tania.
"Tania Rhyes, sekarang pergi menghadap ke kepala sekolah sekarang".
"huh?".😶
Sementara itu di Aurora…
''Selamat tuan Hara, nyonya Antonia sedang mengandung sekarang". Ucap Dr. Jacob memberi sebuah kabar bahagia setelah selesai memeriksa Antonia.
Mendengar kabar itu, Hara Sangat bahagia begitu juga dengan Antonia yang juga bahagia bahwa dirahimnya telah tumbuh lagi benih cintanya dengan Hara suaminya sehingga ia menitikkan air mata.
''sayang, kau mendengarnya, kan?". Ucap Hara sembari menciumi punggung tangan Antonia penuh cinta.
"iya sayang. Aku sangat bahagia karena kita kembali lagi bisa mendengar suara tangis dan tawa bayi dirumah kita dan anak-anak pasti senang mendengar berita ini terutama Cio yang tidak akan menjadi anak bungsu kita lagi melainkan menjadi seorang kakak bagi adiknya nanti dan Tania akan menjadi kakak selain Cio.
Andai saja putra kita Elias masih hidup Hara… pasti ia akan sangat bahagia karena bakalan memiliki adik lagi". Ucap Antonia yang bahagia namun sedih saat mengingat Elias, putranya yang tertua telah tiada.
"Jangan bersedih Antonia…
aku tahu bahwa di atas sana Elias pasti bahagia melihat kita dan tidak mau kita belarut-larut dalam kesedihan". Ucap Hara yang juga merasakan kesedihan yang dirasakan oleh istrinya itu namun ia bersikap tegar demi istrinya Antonia, mengingat Antonia sedang mengandung anak mereka sekarang.
Dengan lembut Hara mengelus bagian perut Antonia karena bahagia yang dia rasakan dan Antonia juga bahagia terlebih lagi melihat Hara yang sangat bahagia.
aku sangat bahagia dan semoga dengan hadirnya anggota keluarga baru kita bisa menjadi pelipur hati Setelah setahun lebih kita bersedih semenjak kematian Elias…Ucap Antonia dalam batinnya.
Ho-how you like that?
You gon' like that, that-that-that-that, that-that-that-that.
"sebentar ya sayang ada telepon". Ucap Hara yang menyadari bahwa ponselnya berdering.
huh? sekolah SMA Fallen?.
apakah Tania telah menghajar tiga gadis manusia menyebalkan itu karena menjelek-jelekkan Keira lagi?.
Huh!. Manusia-manusia itu gak ada jerahnya juga lagipula sudah pasti putriku tidak bersalah lho. Ia tidak mau Keira sampai dijelek-jelekkan oleh mereka yang tidak tahu bahwa Keira adalah kebanggaan bangsa kami. pikir Hara yang sudah menduga apa yang dilakukan oleh Tania di sekolah manusia dan ia membenarkan perbuatannya itu selama tidak sampai menghilangkan nyawa setidaknya.
Ho-how you like that? You gon' like that, that-
PIP
''halo? yah saya sendiri…😑… tunggu, apa?".
beberapa saat kemudian di pakiran SMA Fallen…
''Salam Tuan dan Nyonya". Ucap Madoc memberikan salam menyambut kedatangan Hara dan Antonia yang tidak disangka-sangka Madoc bahwa kali ini Hara membawa Antonia.
"salam James. Bagaimana dengan keadaan mereka?". Tanya Antonia yang penasaran dengan keadaan tiga anak perempuan yang dia sayangi itu di sekolah.
"Yang mulia putri baik-baik saja begitu juga dengan Silvana. Mereka berdua tidak ada mengalami masalah hanya saja nona Tania…''.
"Tania? ada apa? apakah dia baik-baik saja?".
"sayangku, tenanglah sayang. Kau ingat bahwa kau sedang hamil saat ini jadi kau tidak boleh cemas dan khawatir, yah". Ucap Hara mencoba untuk menenangkan Antonia yang khawatir dengan Tania yang mungkin terjadi sesuatu padanya.
"Selamat untuk kehamilan anda nyonya dan nyonya tidak perlu khawatir dengan keadaan nona karena dia baik-baik saja saat saya mencari tahu". Ucap Madoc mengucapkan selamat kepada Antonia sekaligus mengatakan bahwa Tania memang baik-baik saja.
"syukurlah kalau begitu akan tetapi, Mengapa kami dipanggil kemari ?".
"ng… itu…".
Bagaimana caranya aku bisa menjelaskannya?. Pikir James Madoc.
Tidak lama kemudian, Hara dan Antonia tiba di depan pintu kepalah sekolah dan mereka melihat Keira, Silvana dan Dion sedang berdiri di depan pintu masuk ruang kepala sekolah yang terbuat dari mahoni kualitas terbaik.
''anak-anak? kenapa kalian berdiri di sini?". Tanya Antonia saat mereka menghampiri mereka bertiga.
"Ng itu…".
"tuan dan nyonya Rhyes, mari silahkan masuk". Ucap wakil kepala sekolah menyilahkan Mereka berdua masuk sehingga Keira tidak sempat mengatakan alasan mereka bertiga di depan pintu ruang kepala sekolah dan saat mereka masuk dan wakil kepala sekolah mengusir mereka untuk menjauh, Keira dan Silvana berdiri di dekat ruangan itu untuk mendengarkan percakapan antara orang tua Tania dengan sang kepala sekolah.
Untungnya mereka memiliki kemampuan pendengaran Serigala sehingga mereka bisa mendengar lebih baik sedangkan Dion berdiri penasaran dengan apa yang akan didengar oleh Keira dan Silvana mengenai masalah Tania