The Hot Blood Of Saga

The Hot Blood Of Saga
Chapter 34 : Mambayo



"apakah kita sudah sampai?". Tanya Alex yang mengikuti Mabayo kedalam pelosok gua sambil menggendong Keira.


"kita hampir sampai".Ucap Mambayo. Mereka terus berjalan hingga mereka berhenti di sebuah jalan buntu di gua itu.


"hihihi. kita sudah sampai".


"huh? ini jalan buntu. Kau mempermainkaku,ya".


"Dasar anak bodoh. Bagaimana bisa aku sempat-sempatnya mempermainkanmu sedangkan gadis ini dalam kondisi yang mengkhawatirkan. Lagi pula, apa yang dilihat oleh Indra penglihatan belum tentu semuanya benar".


Wanita tua itu membelakangi Alex dan diam. Lalu ia mulai mengetuk-ngetuk lantai dengan tongkatnya sebanyak tiga kali hingga kemudian, Alex dapat merasakan bahwa didalam gua itu dan sekelilingnya bergetar. Alex tidak tahu apa yang terjadi hingga dia Jalan terbentuk itu perlahan-lahan bergeser sedikit demi sedikit.


"Jadi, ini pintu rahasia?".


"benar sekali, manusia".


"kemana tujuan arahnya?".


"ketempat wanita tua ini tinggal. Mari masuk".


"Tapi..."


GRAAAAUUUUUH GRAAAAUUUUUH


"kau dengar itu? sebaiknya kita segera masuk". Kata Mambayo saat mendengar suara makhluk itu. Alex juga mendengar suaranya sehingga dia langsung masuk kedalam tepat saat jantungnya kembali berdegup kencang yang berarti makhluk itu berjalan memasuki sebuah gua tempat mereka berada.


dua sampai tiga makhluk itu memang benar masuk kedalam gua itu dan sampai di jalan buntu tempat Alex dan Mambayo berada.


Untunglah, mereka bertiga masuk kedalam ruangan rahasia itu dan pintu rahasia tertutup lima detik sebelum makhluk itu datang.


"apakah mereka tidak akan menerobos kemari?". Tanya Alex yang berada di sebuah tempat yang nyaman, hangat dari dinginnya hujan dan aman.


"Tentu saja tidak. Aku memberikan mantra penyegelan pada pintu masuk sehingga mereka tidak akan pernah tahu dan bisa kemari. Mereka juga tidak akan mendengar suara kita dari luar saat kita disini".


"Fiuh... untunglah kau datang sehingga kami tertolong. Terima kasih, Mambayo".


"Terima kasihnya nanti saja. Sekarang yang diutamakan adalah menolong putri Lestat sekarang".


"kau benar".


"mari, ikut aku".


Sambil menggendong Keira, Alex mengikuti langkah Mambayo menuju ke sebuah lorong yang disinari dengan cahaya yang berasal dari beberapa obor yang melekat pada sisi-sisi dinding yang Masing-masing obornya dipegangi oleh kerangka tangan-tangan manusia sehingga Alex bergidik ngeri apalagi dia melihat beberapa tengkorak-tengkorak dari beberapa hewan yang dipajang di dinding dan Alex menyadari bahwa lima belas diantaranya adalah tengkorak manusia.


I...ini bukankah Tengkorak manusia!!? tempat apa ini!? siapa sebenarnya nenek tua ini? dia bukan penyihir'kan? haha... mustahil ada penyihir di abad ini. Jangankan penyihir, di dunia ini mana ada vampire atau werewolf juga.


Apa yang dipikirkan Alex jelas sekali salah. Seperti Mambayo, dia bukan penyihir melainkan seorang dukun yang sudah lama ada sejak lima generasi kerajaan werewolf sebelum Lestat, ayah Leo dan Keira hadir di dunia bangsa Serigala sehingga tidak ada seorangpun yang mengetahui berapa umur Mambayo dan Alex juga salah mengira bahwa vampir dan werewolf itu tidak ada padahal kenyataannya adalah sebaliknya dan ia mencintai seseorang gadis tanpa dia tahu bahwa gadis itu sendiri adalah werewolf.


"nah, kita sudah sampai".


mereka sampai di depan sebuah pintu yang besar. Pintu itu terbuka lebar dan Alex dapat melihat sebuah ruangan besar yang terbilang aneh tapi takjub. indah tapi tidak masuk di akal baginya.



ba-bagaimana bisa ada air terjun di ruangan ini??? dan langit-langitnya bukankah seharusnya malam hujan deras? mengapa disini terlihat sore?


"Nah, sebaiknya kau merendam Keira kedalam air terjun itu sekarang bersama dirimu sekarang".


"ka-kau yakin ini akan menyembuhkan Keira?".


"hihihi. Kau pikir aku berbohong? asal dirimu tahu manusia, walaupun kau mengeringkan Keira dengan handuk atau apapun akan percuma saja, selama Air Hujan di bulan purnama tetap melekat padanya atau terminum olehnya walaupun setetes saja, Keira tidak akan pulih bahkan semakin mengancam nyawanya seperti layaknya sebuah racun. dan setiap racun pasti ada penawar dan berendam di air terjun adalah penawarannya".


"benarkah?".


"hei, lakukan Saja yang kuperintahkan sekarang sebelum terlambat".


Alex mengikuti perintah sang dukun itu. Segera dia menceburkan dirinya sendiri bersama dengan Keira ke dalam kolam air terjun itu dan membasahi tubuh mereka di bawah air terjun tanpa memikirkan bagaimana bisa ada sebuah pemandangan air terjun disebuah ruangan yang terletak di bagian gua.


"tunggulah sampai dia sadar sehingga dapat diketahui bahwa pengaruh air hujannya sudah hilang".Kata Mambayo saat Alex membasuh wajah Keira dengan air terjun dan meminumkannya air dari air terjun dengan telapak tangannya


"kau mau kemana?". Tanya Alex saat melihat Mambayo berjalan keluar dari ruangan itu.


"hihihi, tentu saja membuat makan malam, kalian pasti lapar,bukan?".


Memang benar bahwa aku lapar karena belum makan apapun semenjak Cio membawaku ke bukit hitam. Bolu labunya pun belum aku makan sepotong pun 😞. Tapi, mengingat tempat ini, aku ragu dengan apa yang nenek itu masak 😑. Nenek itu benar-benar memasak sesuatu atau jangan-jangan...😨.


"ng..."


"Keira?". Alex mengarahkan pandangannya ke Keira. dia dapat melihat Kelopak mata Keira mulai berkedip-kedip pertanda dia akan bangun sebentar lagi dan juga luka-luka dan darah yang berada di wajah dan tangannya juga menghilang tanpa bekas sama sekali.


Yang dikatakan oleh Mambayo benar. Hanya air dari air terjun yang bisa menyembuhkannya. Luka-lukanya telah sembuh dan aku bisa merasakan kembali nadi dari tanganmu, Keira.


"Keira..... Keira sayang... bangunlah...".Alex terus memanggil namanya sambil menitikkan air matanya sehingga seketika Keira membuka kelopak matanya dan memperlihatkan warna matanya yang kuning dihadapan Alex dan kembali ke warna mata seperti semula.


"Keira".


"Ng... Alex... ini kau?". Tanya Keira yang memastikan bahwa orang yang memangku dan memeluknya benar-benar Alex karena penglihatannya masih terbilang kabur karena baru saja dirinya terbangun.


"ya, Keira. Ini aku, Alex".Jawab Alex sambil tersenyum dan mengelus pipinya. Saat sentuhan punggung tangan Alex yang kuat dan hangat menyentuh pipinya, Keira tahu bahwa yang dialaminya benar-benar nyata dan penglihatannya kali ini semakin lama semakin jelas.


"kita masih hidup?".


"iya, Keira. Kita masih hidup. Keajaiban telah terjadi pada kita berdua".


"Alex...". Keira memeluk Alex dengan erat seakan dia tidak ingin sesuatu terjadi pada Alex lagi yang akan membahayakan nyawa Alex. Alex membalas pelukan Keira dengan pelukan. dia bahagia melihat kondisi Keira sekarang namun rasa penasaran timbul dalam dirinya.


sekilas tadi, aku melihat matanya berubah warna. Apakah hanya perasaanku saja yang melihat warna matanya berubah?.


"oh putri Lestat. Kau sudah sadar rupanya".


"Mambayo?". Keira melepaskan pelukannya saat mendengar suara yang terdengar familiar baginya dan benar saja, dia melihat Mambayo masuk dengan membawa sesuatu.


"senang bertemu denganmu, Mambayo. dan terimakasih telah menolong kami".


"Hihihi. Sama-sama, yang-maksudku nona Keira. Semua ini berkat manusia ini, jika dia tidak masuk kedalam sebuah gua, mungkin saya tidak akan tahu bahwa anda dan manusia ini dalam masalah yang serius".


"Hei, berhenti memanggilku dengan sebutan manusia. aku ini punya nama tahu, memangnya Keira bukan manusia apa?".


gerutu Alex saat Mambayo terus saja memanggil dirinya manusia padahal, kenyataan cuma Alexlah yang satu-satunya manusia tetapi Alex tidak tahu akan hal itu.


" tentu saja aku tahu namun kau seharusnya memaklumi wanita tua ini. di usia yang sangat tuh ini belum tentu wanita tua ini mengingat nama-nama semua orang apalagi Kau adalah orang baru yang pertama kali kutemui".


" Mambayo benar Alex. seharusnya kau memaklumi dirinya yang sudah tua".


apalagi Tidak ada satu pun yang tahu berapa umur Mambayo sebenarnya.


" Aku membawa baju bersih untuk kalian yang aku ambil dari tokoku. setelah membersihkan diri dan berganti pakaian, segeralah datang ke ruang makan. Aku membuat makanan". Kata Mambayo Sambil meletakkan dua pasang baju piyama putih couple di atas sebuah batu.


"terima kasih, Mambayo".


"hihihi. Sama-sama". balas Mambayo sambil berlalu meninggalkan mereka berdua berendam dalam air dengan pakaian yang masih melekat pada mereka.


"Keira, sebaiknya kau berendam disini lebih lama dulu sampai makan malam telah siap,ya supaya benar-benar air hujannya sudah tidak ada yang melekat ditubuhmu".


"Ng... baiklah tapi, kau mau kemana sekarang?". Tanya Keira Saat Alex keluar dari air sehingga dapat terlihat tubuh bagian atas yang atletis di balik kemeja putih yang basah sehingga menimbulkan kesan sensual bagi Keira.


"Aku akan berganti pakaian dan membantu nenek itu".


padahal sebenarnya aku menghampirinya karena aku memiliki beberapa pertanyaan untuknya.


"oh, baiklah. Terserah dirimu saja".


"yah?"


"ada sesuatu di kepalamu".


"dimana?".


"disini".


Cuuuup!!😙


"hei!". Keira terkejut saat Alex tiba-tiba mencium keningnya sehingga wajahnya berubah menjadi merah merona.


"hehe".


huh! dasar Alex. beraninya dia mencuri kesempatan tapi...


Sebuah senyuman terukir diwajah Keira saat memandang Alex pergi sambil membawa pakaian ganti yang diberikan oleh Mambayo.


aku menyukainya...😄


Selagi Keira berendam, Alex yang baru saja berganti pakaian berjalan menuju ke sebuah ruangan yang dia duga adalah dapur karena melihat sebuah asap makanan yang mengepul diudara di sebuah ruangan.


"Permi--heh???". Alex terkejut saat memasuki ruangan dapur. Ia merasa tidak heran melihat dekorasi dapur Mambayo terbilang unik karena dia merasa seperti disebuah ruangan tempat penyihir membuat sebuah ramuan dengan barang-barang yang biasanya digunakan oleh penyihir dalam film yang dilihatnya.


Yang membuat Alex terkejut adalah ia melihat Mambayo sedang mengaduk-aduk sesuatu dengan tongkat ke sebuah cairan berwarna hijau di dalam Cauldron dan Alex bisa mencium bau yang tidak sedap dari isi Cauldron itu.



Astaga, apa yang dimasak nenek tua ini? baunya tidak enak banget. Aku khawatir jika dia menyajikan itu kepada Keira.


Alex berdehem sehingga Mambayo menyadari kehadirannya dan tersenyum padanya sehingga Alex dapat melihat gigi-giginya yang masih lengkap di usianya yang sudah tua.


"eh, nak manusia. Dimana putri Lestat sekarang?".Tanya Mambayo sambil mengaduk-aduk Cauldron yang dianggap Alex baunya yang tidak sedap sama sekali.


"masih berendam. Kau sedang mengaduk-aduk apa di tempat itu?".


"Kale. Aku membuat minuman daun kale,hihhihi".


"oh".


pantas saja baunya tidak enak. Orang bilang minuman dari daun kale memang menyehatkan tapi tidak semua orang yang menyukai minuman itu karena sifatnya yang Langu. Aku pun tidak menyukainya.


"apa kau sudah membuat makan malamnya?".


"itu.Masih dimasak". Mambayo menunjukkan sebuah Cauldron lain yang sedang memasak sesuatu. Alex menuju dan mengarahkan pandangannya kearah yang ditunjukkan oleh Mambayo. dia melihat sebuah kepullan asap yang berasal dari sesuatu yang bewarna putih dalam Cauldron itu.


''hihihi, aku membuat bubur kepiting untuk makan malam".


"oh".


bubur kepiting,ya... aku penasaran darimana dia mendapatkan bahan-bahan untuk membuat ini. aku harap bisa dimakan karena Aku benar-benar lapar. 🤤


"ah, tinggal masukkan Kepitingnya". Kata Mambayo ketika melihat berasnya mulai menjadi bubur. Mambayo berjalan mengambil sebuah ember dan meletakkannya di dekat Cauldron itu. Alex Melihat lima sampai enam ekor kepiting batu yang besar dan masih hidup.


"hei, tunggu dulu". Alex menghentikan Mambayo saat Mambayo akan menuangkan ember berisi enam ekor kepiting besar hidup itu ke dalam Cauldron itu.


"kau benar-benar akan memasukkan kepiting-kepiting hidup itu kedalam ini?".


"tentu saja. Bagaimana bisa sebuah bubur makan bubur kepiting tanpa kepiting".🦀


"bukan begitu caranya mengolah kepiting menjadi makanan".


Alex mengambil ember berisi dan mulai membersihkan kepiting-kepiting dimulai dari memukul kepala kepiting secara terbalik, merebus kepiting lalu membuka cangkang kepiting satu per satu dengan membelah bagian tubuh dan cangkangnya dimulai dari lambung kepiting. 


"hihihi. Kulihat kau begitu telaten melakukan ini. Aku tidak menyangka bahwa anak kaya seperti dirimu bisa melakukan hal seperti ini dengan baik".


"hei, walaupun aku berasal dari keluarga kaya, bukan berarti aku tidak tahu apa-apa tentang mengolah beginian".💢


sebenarnya aku melihat cara mengolah kepiting dari televisi. Tidak ada yang memberitahuku atau mengajariku hal seperti ini di rumah karena dirumah memiliki banyak pelayan dan chef untuk mengolah makanan. Ayah sangat benci jika keluarganya turun ke dapur sedangkan pelayan banyak dirumah.


ibu sampai dimaki-maki ayah karena memasak dan membiarkan kami membantunya.


"bagaimana bisa kau tahu aku adalah anak kaya?".Tanya Alex saat dia mendengar Mambayo mengatakan anak kaya pada dirinya.


"hihihi.tentu saja aku tahu. Siapa yang tidak kenal Alexander Adrian, putra pemilik Fallen Group. Semua orang Altair pasti tahu".


hm... benar juga.


"apa kau tahu cara membersihkan kotoran kepiting, Alex?".


"tentu saja aku tahu. Bahkan aku tahu bagian yang dibersihkan"


"oh ya, apa saja?".


nenek ini apa sedang mengetes pengetahuanku, ya?💢


"aish, bagian dari kepiting yang harus dibersihkan yaitu Usus kepiting bentuknya seperti benang berwarna hitam, Lambung kepiting bentuknya segitiga didekat punggung cangkang lalu Insang kepiting yang bentuknya seperti alis daru baris dan terletak di bagian lambung kepiting, dan terakhir Hati kepiting.Kau puas".


Jangan meremehkan diriku, wanita tua. hehe.


"hohoho, kau benar".


"Tentu saja". Alex bersikap biasa saja tetapi dalam hatinya dia merasa bangga lalu, setelah Alex menyikat cangkang-cangkang kepiting dan membasuhnya, Alex mulai memasukkan potongan-potongan daging kepiting kedalam Cauldron itu dan mengaduknya sehingga aroma kepiting tercium mereka.


"hm... baunya sangat enak".


"haha, tentu saja. Ng... bolehkah aku bertanya sesuatu padamu?".


"tentu saja manusia.Apa yang Ingin kau tanyakan?".


"darimana kau mendapatkan bahan-bahan makanan ini?".


"hihihi...mau tahu?".


"eh....ya".


"jawabannya ialah......".


"ya ya ya".


" pengiriman jasa online, hehehehe". kata Mambayo sambil menunjukkan smartphone miliknya.📱


GUBRAK!


Alex terpelanting saat mendengar jawaban Mambayo. Ia mengira seorang dukun Seperti Mambayo akan mendapatkan bahan makanan dari tempat-tempat yang aneh atau ia bisa saja menyulap sesuatu yang aneh menjadi bahan makanan yang bisa dimakan.


"haha...tentu saja".


wow, siapa sangka seorang nenek bungkuk aneh dan berpakaian aneh juga tinggal di tempat yang aneh dan seram bisa menggunakan sebuah ponsel dengan baik. Jaman sekarang... haha.


"kau punya akun sosial media?".


"akun sosial media? hihihi, tentu saja aku punya. Bahkan aku punya Lima belas ribu pengikut.Hihihi. Mau bergabung".


"haha...".Alex tertawa kosong seakan tidak percaya bahwa Mambayo aktif disosial media dan memiliki lima belas pengikut.Mengalahkan dirinya, seorang anak muda yang memiliki enam ribu pengikut.


yang benar saja.Aku dikalahkan oleh seorang nenek...!?💢