The Hot Blood Of Saga

The Hot Blood Of Saga
Chapter 43 : She Everything



"jika kau bertanya kepadaku tentang apakah cintaku dengan sungguh besar atau tidak, sungguh aku tidak tahu. Yang aku tahu, aku sungguh menyadari bahwa dia sangat berarti dalam hidupku ini. dia adalah segalanya".


Sementara itu di ruang Kesehatan....


"nah, sudah selesai". Kata Antonia setelah ia mengperbankan pergelangan kaki kanan Keira yang sebenarnya tidak ada luka sama sekali. Berkat petunjuk dari seorang dokter keluarga Rhyes di hotel, Keira dapat melakukan kepura-puraan bahwa ia masih terluka di hadapan Trinity.


"dengan begitu, mereka tidak akan curiga'kan?".


"tentu saja tidak yang mulia Putri. Selama anda berjalan dengan menggunakan tongkat selama tiga Minggu dan tidak berjalan dengan baik dan normal, sudah pasti para manusia tidak akan ada yang curiga". Kata seorang dokter keluarga Rhyes itu.


"tiga Minggu!?aku tidak menyangka bahwa aku harus berpura-pura bahwa kakiku masih terluka selama itu?". Keira terkejut mendengarnya. Bagaimana tidak? ia harus berpura-pura di hadapan Alex agar ia tidak curiga namun liburan musim panasnya menjadi korban. Keira pertama kalinya menikmati indahnya liburan musim panasnya sebagai seorang pelajar dan ia harus melepaskan indahnya musim panasnya itu hanya gara-gara jebakan beruang sialan yang berusia ratusan tahun itu mengenai kakinya. Padahal kakinya tidak ada luka dan sakit lagi berkat kemampuan penyembuhan dalam gen serigalanya.


"aku tidak menyangka bahwa aku harus mengorbankan liburan musim panasku hanya karena aku tidak ingin Alex curiga dengan penyembuhanku ini. Oh, ini menyebalkan".💨


"tapi nak, kau'kan bisa berjalan seperti biasa selama dia tidak melihatmu'kan?".


"hm.....🤔 paman benar. Setidaknya aku hanya bepura-pura di depannya juga Danny dan Noah. Aku tidak mau mereka memberi tahu dia bahwa aku terlihat seperti orang yang tidak terluka". Ucap Keira sembari bangkit dan menuju ke sebuah tongkat jalan lengan yang dipakai bagi yang cedera kaki. Alat itu sudah dipersiapkan Hara untuknya.



"Keira, kau mau kemana?". Tanya Dion saat Keira berjalan keluar sambil membawa tongkat itu.


"Mengurus masalah". Jawab Keira sambil berlalu.


di kamar Cio...


"Segalanya? kau pasti bergurau. Apa yang membuatmu merasa bahwa dia adalah segalanya bagimu?".


Alex menoleh ke Cio. Sebuah pertanyaan tentang seberartinya gadis itu dilontarkan oleh Cio untuk mengetahui apa yang membuat Keira menjadi segalanya bagi kakaknya dulu bahkan Alex yang menjadi perbedaannya antara dua orang itu dengan dirinya.


"Bagiku, Keira itu seperti rembulan yang selalu Menyinari hatiku yang penuh dengan kegelapan Seperti gelapnya malam hari tanpa cahaya... ".


kata-kata itu! kakak pernah mengatakan itu kepadaku tiga tahun yang lalu. Bagaimana bisa manusia ini mengatakan perumpamaan yang sama dengan kakak....!?. Cio teringat akan kenangannya bersama dengan Elias tiga tahun yang lalu setelah dua tahun lalu Mambayo Mengatakan bahwa Kakaknya dan Keira tidak bisa bersatu karena Elias bukanlah Mate yang sesungguhnya sehingga Cio baru berani mengatakannya kepada Elias setahun setelah ramalan itu.


(Flashback.....)


Setahun yang lalu....


"Kenapa tidak ada satupun yang memberitahukan aku bahwa..... aku dan Keira tidak ditakdirkan untuk bersama!?"Ucap Elias sembari meninju dinding sehingga menimbulkan bekas di dinding tersebut.


"maafkan aku, kakak... Yang mulia Raja Lestat dan papa ingin memberitahumu... bahkan yang mulia ratu Lyora juga mama ingin memberitahu Keira namun aku mencegah mereka untuk memberitahu kepada kalian".


Ucap Cio sembari mencoba menenangkan Elias setelah Cio akhirnya memberitahukan kebenaran itu kepadanya.


Sebenarnya Cio tidak berniat untuk Yang Sejujurnya kepada Ris namun Elias bukanlah laki-laki yang bisa dibodohi. Melihat kegugupan di raut wajah mama dan Papanya selama dua tahun setiap kali Dia menanyakan hasilnya dari Mambayo sehingga ia memaksa adiknya untuk mengatakan Yang Sejujurnya karena Cio berada di tempat itu waktu itu.


"kenapa kau melarang mereka memberitahu kebenaran ini kepada kami, Ci!?".


".....kakak..... kau dan Keira saling mencintai... sebagai seorang adikmu dan sahabatnya, bagaimana bisa aku tega membiarkan yang mulia dan orang tua kita. memberitahu kepada kalian...?".


aku sudah merelakan dia untukmu kakak walaupun... merelakan orang yang disukai kepada saudara sendiri membuat hatiku ini terasa sakit...


"selain itu, ini hanya sebuah ucapan biasa dari seorang nenek tua saja, kakak. Belum tentu terbukti benar".


"tapi nenek tua yang kau maksud itu adalah dukun yang mengabdi pada bangsa kita selama puluhan bahkan ratusan tahun yang lalu dan ramalannya dari moon goddesslah yang selalu terbukti akan kebenarannya. Bagaimana mungkin aku masih menganggap bahwa ucapan Mambayo hanya sebuah kata-kata biasa saja!".


Elias membantah anggapan Cio bahwa ramalan Mambayo tentang Mate yang ditetapkan oleh Moon goddess hanya sebuah perkataan belaka dan mau tidak mau Elias harus menerima kenyataan itu.


"kau mau kemana, kakak?". Tanya Cio ketika ia melihat Elias akan beranjak pergi dari ruang keluarga namun ia mencegahnya pergi seakan dia tahu tujuan si panglima Rhyes itu.


"aku akan menemuinya dan mengatakan kebenaran yang telah ku ketahui darimu. Karena itu, minggirlah Cio".


"yah, katakan saja namun, apakah kau tega menghancurkan kebahagiaannya dan membuat dia berurai air mata saat kau mengatakannya, kakak? lihatlah dia disana". Cio menunjukkan sesuatu kepada Elias melalui jendela. dibalik jendela, Elias dapat melihat Keira, Thania, Silvana, dan Dion sedang menikmati turunnya salju ke bumi. Mereka berempat begitu asyik membuat boneka salju yang berukuran besar.


"kau benar Cio..... bagaimana bisa aku akan mengatakan kepadanya bahwa Moon goddess tidak memilihku menjadi pasangan hidupnya.....? hatinya pasti akan hancur...


aku sangat mencintainya namun setelah mendengarnya darimu membuatku sadar bahwa orang yang ditakdirkan menjadi Matenya memiliki cinta yang lebih besar dariku untuknya".


"tapi... kau akan mengatakannya, kakak?". Tanya Cio yang dijawab Elias dengan gelengan kepala.


"selama ini aku melakukan apapun untuknya agar ia selalu tersenyum dan bahagia. Saat melihat keceriaan di wajahnya, bagaimana bisa aku tega memberitahukan kepadanya sehingga ia berurai air mata karena ucapanku...? hatiku sedih dan sakit jika ia merasa sedih dan menangis.....".


"Kaka...."


"apa kau Cio...? Keira sangat penting dalam hidupku karena bagiku, Keira itu seperti rembulan yang selalu Menyinari hatiku yang penuh dengan kegelapan Seperti gelapnya malam hari tanpa cahaya... aku selalu membantai vampire-vampire liar yang mencoba memasuki kawasan kita selama ini namun dalam hatiku hanyalah terisi kekosongan belaka. Sepanjang hidupku aku tidak pernah tahu atau merasakan apa itu cinta melainkan hasrat untuk membunuh musuh bangsa kita...".


Selama itu juga aku tidak pernah terpikirkan bagaimana rasanya jatuh cinta selain pengabdian ku sebagai panglima dan wakil dari Leo sang Alpha... aku tidak pernah tahu akan itu hingga dia hadir dalam hidupku...


"apa kau tahu bahwa waktu itu pertama kalinya pangeran membawa sang putri pertama kalinya dan memperkenalkanku padanya secara langsung?".


"tidak... aku baru tahu ".


"tidakkah ini lucu, Cio? dulu aku tidak pernah melihatnya secara langsung dan begitu dekat dengannya seperti sekarang saat tuan putri kita masih memakai nama Leoni. Aku tidak memiliki perasaan ini seperti sekarang namun, setelah ia telahir kembali sebagai Keira... tiba-tiba saja perasaan ini muncul bagaikan air yang mengalir... aku bahagia bisa mencintai dan dicintai oleh sang putri yang begitu manis. Orang yang sama walaupun beda nama, tetapi ada sesuatu yang begitu spesial darinya saat kelahiran kembalinya sehingga membuat cinta ini menjadi cinta tanpa alasan..." Ucap Elias sambil memegang dadanya tempat hatinya yang berdetak untuk gadis yang dilihatnya bermain di luar saat turunnya salju. Sedangkan Cio tidak bisa berkata apa-apa melihat Kesedihan Elias.


"ini sungguh tidak adil Cio... kami memiliki perasaan yang sama... saling menyayangi, tetapi mengapa...".


"kakak...". Cio berjalan lalu memegangi bahu Kiri Elias dan dapat melihat betapa sedihnya Elias.


ini benar-benar sungguh tidak adil, kakak... kita menyukai gadis yang sama walaupun kalian berdua tidak mengetahuinya...


Aku telah merelakannya saat ia memberikan hatinya kepadamu walaupun aku merasa sedih cintaku hanya bertepuk sebelah tangan...


Aku ikut bahagia saat melihat kebahagiaan kalian bersama tetapi mengapa Moon goddess tidak mentakdirkanmu bersama...?


ini sungguh tidak adil, kakak...


kita mencintai Keira namun mengapa harus orang lain yang tidak kita ketahui malah ditakdirkan untuk menjadi pasangannya...?


aku tahu dirimu, kakak...


kau adalah laki-laki yang baik dan memiliki perasaan yang tulus padanya namun kenapa Moon goddess tidak mentakdirkanmu bersamanya?


dimana keadilan itu... apakah dewa tidak melihat ketulusan hati kalian...?


"Cio... apapun yang terjadi bahkan walaupun kita tidak berirkar darah, bisakah aku mempercayaimu?".


"tentu saja,kakak. Bukankah kau tahu adik-adikmu ini?".


"Tentu saja aku tahu, Cio". Ucap Elias sembari menatap ke wajah Cio".


"walaupun begitu menyakitkan, aku akan menerima kenyataan ini namun berjanjilah padaku Cio... jika sesuatu terjadi padaku, jangan pernah memberi tahu kenyataan ini kepadanya... aku tidak ingin membuat kesedihannya semakin mendalam. Kau berjanji?".


"...aku berjanji, kakak".


"terima kasih, Cio. Jika sesuatu terjadi padaku tanpa dia ketahui kebenaranan ini, aku yakin perlahan tapi pasti kesedihannya akan menghilang dan aku yakin orang yang ditakdirkan untuk bersama Keira akan melakukan hal yang sama denganku... mencintainya dengan tulus dan menganggap Keira adalah segalanya. Sama atau lebih dariku".


"lalu, apa yang akan kau lakukan sekarang, kakak?".


"yang aku lakukan sekarang adalah memberikan hari-hari yang paling indah dari hari-hari sebelumnya kepadanya agar Keira merasa bahagia sampai waktuku telah habis.


aku yakin orang itu akan memiliki perasaan yang sama denganku kepadanya. Keiraku sayang, aku tahu suatu saat kau akan mengalami kesedihan yang mendalam saat sesuatu terjadi padaku namun aku yakin orang itu akan hadir dan membuatmu kembali ceria, bahagia dan aku rela kau mengganti posisiku di hatimu karena aku... ingin dirimu bahagia "


(Flashback end...)