The Hot Blood Of Saga

The Hot Blood Of Saga
Chapter 176 : Belly Fat



Silvana bertanya-tanya tentang tujuan sesungguhnya dari vampir yang di hadapannya itu karena ucapannya yang barusan telah membuat Silvana penasaran.


"sebenarnya, apa tujuanmu senior Keitha?".


Tanya Silvana sekali lagi. Keitha mendesah, ia mulai berpikir sejenak untuk mengetahui apakah ia harus mengatakannya atau tidak, sehingga sebuah keputusan telah diambilnya.


Sementara itu…


"ah… aku kenyang 😁😋". Sambil mengelus-elus perutnya yang buncit seperti wanita yang sedang hamil anak kembar 6 berusia 9 bulan, Tania akhirnya kenyang dengan perasaan puas dan Daniel alias Danny bernafas lega akhirnya Tania selesai makan Tania walaupun menghabiskan 130 makanan pembuka, 355 makanan utama dan 506 makanan penutup sehingga membuat para pelayan menjadi capek bolak-balik mengantar makanan untuknya begitu juga dengan para koki yang kecapean karena memasak begitu banyak untuk 1 orang.


"sudah kenyang?". Danny hanya untuk memastikan apakah Tania benar-benar sudah kenyang atau menambah lagi dan Tania menjawab dengan sebuah anggukan betapa kenyangnya dia dengan perasaan puas.


"ayo kita pergi". Mereka berdua beranjak pergi dari ruangan VIP menuju kasir. sambil Danny sedang menunggu kasir yang sedang menghitung tagihan makanan yang harus dibayar sampai struk pembayaran memanjang sampai ke lantai, Tania menunggu sambil mengelus perutnya dan orang-orang yang makan di situ ketika melihat perutnya mulai berpikiran negatif mengingat seragam yang dikenakannya dan perutnya membesar sehingga terjadi ghibah-gibahan.


"hei, kau lihat gadis berseragam sekolah SMA Fallen itu?. sungguh tidak disangka masih muda malah hamil diluar nikah udah begitu mengapa sekolah elit itu mau menerima seorang murid yang menjadi aib bagi sekolah dan keluarga". Bisik salah satu pengunjung yang tak tahu kebenarannya tapi mulai menggibah orang lain seperti ibarat jangan memandang buku dari sampulnya melainkan dari sinopsisnya.


"iya, sungguh memalukan banget. orang tuanya pasti malu anak yang menjadi beban keluarga apalagi yang dilakukannya merusak reputasi dan kehormatan keluarganya". Bisik temannya yang juga ikut menggibahinya.


CK, dasar tukang gosip. inilah salah satu racun yang merusak moral manusia karena bisanya menggibah orang tanpa tahu faktanya.ckckck. dalam pikirannya, Tania tentu saja kesal karena indra pendengaran yang tajam setelah mendengar percakapan kedua wanita 30-an yang dari pakaiannya mewah dan perhiasan mahal yang melekat ditubuh mereka bisa ditebak mereka adalah tipe orang yang suka menghambur-menghamburkan uang suami mereka mengingat ada cincin kawin yang melekat di jari manis mereka.


sehingga, ketika Danny sedang menunggu total tagihan makanan yang untungnya dompetnya tidak terlalu menjerit karena ia membayar dengan Black Card, Tania berjalan menghampiri mereka dengan perutnya yang berguncang naik turun seperti Boing-boing.


"hei tante-tante tak bermoral, daripada berbicara dibelakang orang mengapa tidak mengatakan saja secara langsung di depan orang lain, hah?". Ucap Tania secara ketus kepada dua wanita itu.


"hei, apa yang kau bicarakan ?bisa sopan gak sih pada orang yang lebih tua?". Wanita yang pertama itu tidak terima dengan perkataan yang dilontarkan oleh seorang gadis yang masih dibawah umur.


"iya nih. Apa kedua orang tuamu tidak mengajarkan sopan santun kepada orang yang lebih tua hah?". Wanita kedua itu juga tidak terima dengan perkataan Tania.


"hei, tentu saja orang tuaku mengajarkan sopan santun kepada orang yang lebih tua.


Tapi mereka tidak mengajarkan sopan santun kepada orang yang suka membicarakan tentang orang lain dibelakang orang lain.


Selain itu, daripada sibuk menggibahi orang lain, lebih baik kalian raut wajah kalian saja deh.


kalian tidak sadar ya ada keriput di sudut mata kalian?.


aku rasa perawatan yang kalian lakukan tidak berlangsung lama ya.


ingat lho, sekarang ini lagi musim pelakor lho.


lebih baik kalian rawat wajah kalian lebih baik lagi daripada suami kalian nanti direbut pelakor, gak bisa hambur-hamburkan uang suami lagi dong". Ucap Tania dengan sebuah ejekan yang sindiran pedas yang terkandung di dalam kata-katanya dan Tania sukses membuat wajah kedua wanita itu menjadi merah karena marah dan tersinggung sangat.


"dasar anak ingusan kurang ajar!". kedua wanita itu berdiri sambil memukul meja karena sangat tersinggung dengan ucapan Tania barusan si dengan Tania tidak menunjukkan rasa bersalah karena telah menyinggung kan dua wanita itu yang telah menggibahinya dibelakangnya.


"anak kurang ajar!. kamu sendiri tidak mengaca, masih anak sekolah udah hamil duluan pula.


wajahmu mau ditaruh di mana di hadapan orang tuamu, hah?!.


ngaca dong!. dasar aib keluarga. Gadis murahan ".


huh? kedua manusia ini pikir aku sedang hamil?.🤰


*dasar wanita-wanita gobl*k. kaya harta tapi miskin ilmu. mereka pikir perutku buncit begini karena lagi hamil?. Perutku buncit karena banyak makan tahu*.


mereka gakbisa bedakan yah yang mana yang perutnya buncit karena banyak makan mana yang perutnya buncit karena hamil.


ckckck beg0 bangetlah mereka ini.


tapi aku sungguh sakit hati banget saat dibilang aib keluarga. Kurasa kata-kataku kurang pedas ternyata.


Tania diam saja mendengar hinaan kedua wanita itu yang diawali dengan kesalahpahaman tapi bukan berarti dia tidak membalas.


"haha, kalian menghina karena kalian berdua sendiri iri padaku karena hamil anak dari tunanganku tersayang setelah satu kali buat sedangkan kalian sendiri sampai sekarang masih belum ada sampai sekarang.


idih, jadi kasihan deh tapi mau gimana lagi. Uda sombong, penggila harta, dan kerjanya memandang orang sebelah mata gak punya tampang keibuan sih.


apalagi mengingat suami kalian pasti butuh seorang pewaris, bagaimana perasaan mereka berdua saat menyadari bahwa istri mereka yang mereka limpakan harta malah tidak bisa mewujudkan keinginannya untuk menjadi seorang ayah". Tania membalas kata-kata mereka dengan sangat menusuk perasaan kedua manusia itu.


dan Ucapan Tania barusan didapat dari hasil pengamatan penampilan kedua orang itu dan indra pendengaran yang tajam dan dari pendengarannya, Tania bisa mendengar percakapan mereka berdua yang sedang membahas kekayaan suami, saling memuji perhiasan yang dipakai, menggunjing kan teman mereka yang lain yang suami mereka tidak sekaya suami mereka berdua.


tapi tidak satupun yang dari percakapan mereka menyangkut soal anak ataupun membahas keinginan untuk memiliki anak sehingga hasil pemikiran Tania diketahui bahwa sampai sekarang mereka berdua belum dikaruniai anak.


dan ia menggunakan kelemahan mereka untuk menusuk perasaan mereka.


dan hasilnya?.


ia berhasil dan mereka berdua sangat tersinggung dan sakit hati karena sesungguhnya, mereka berdua masih ingin menikmati kemewahan dunia bukan menikmati indahnya menjadi seorang ibu dan bagi kedua wanita itu, anak hanya bisa menyusahkan saja.


"memangnya kenapa kalau belum? kami ini masih ingin menikmati kemewahan dunia ini tahu. Jangan sok ikut campur deh".


"iya benar. Lagipula kami berdua ini masih muda dan cantik, pastinya masih punya waktu".


"yah kalian punya waktu, tapi sampai kapan? Anda berdua sudah kepala tiga lho usianya.


apalagi kalian memangnya tahu kalian hidup sampai kapan?.


waktu tidak bisa ditebak kapan masa hidup sebuah makhluk hidup bakalan expired seperti micin yang punya batas kadaluarsa.


Selagi masih punya kesempatan sebelum terlambat, jalani kehidupan kalian dengan baik.


Siapa tahu, kalian pasti akan merasa bahagia saat menjalani hidup diantara keluarga kecil kalian yang terdiri dari suami dan bayi yang mungil dan lucu.


Siapa tahu kalian akan menikmati rasanya menjadi seorang ibu.


Siapa tahu kalian yang tidak disukai oleh banyak orang karena sifat buruk kalian berubah menjadi menyukai kalian karena kalian sudah berubah menjadi yang lebih baik.


tidakkah hidup ini indah jika cinta dan kasih sayang lebih diutamakan dibandingkan harta dan uang?.


Uang dan harta bukanlah sesuatu yang bisa dibawa mati apalagi harta tidaklah akan selamanya bertahan karena suatu hari pasti, jika kalian beranggapan bahwa kalian berada diatas awan pasti akan jatuh juga pada akhirnya". Tania telah memberikan sebuah nasehat penting dalam kehidupan yang sukses membuat kedua wanita itu bungkam ketika mendengarkan nasihatnya yang bertujuan agar kedua manusia itu bisa hidup denganmu lebih baik.


Lah, kenapa aku malah memberi nasehat kepada mereka ini ya ?🤔. Biasanya aku akan menyelesaikannya dengan cara yang biasa aku lakukan pada Britney dan teman-temannya.


Hm, mungkin karena aku kekenyangan kali ya sampai otakku pun jadi kayak gini. Pikir Tania ketika baru menyadari bahwa ia memberikan sebuah nasehat seperti itu kepada orang lain yang membuatnya jengkel dan tersinggung.


Biasanya dia akan menghajar orang itu seperti yang dia lakukan kepada Britney dan gengknya.


Mengingat ia tahu bahwa dia tidak sesadis seperti Silvana tapi ia tidak sebaik Keira.


Ia tipe gadis yang diam-diam barbar, bukanlah gadis yang baik Budi.


Akan tetapi…


karena nasehatnya itu, kedua wanita itu terdiam. Mereka terpaku pada Ucapan Tania seakan mereka mulai berpikir bahwa yang dikatakan oleh Tania ada benarnya.


"eh? kemana gadis itu?".Tanya salah satu wanita itu saat menyadari bahwa Tania sudah tidak ada lagi dihadapan mereka.


"Kau dari mana?".Tanya Danny ketika ia baru selesai membayar namun Tania sudah tidak ada disebelahnya.


"ada deh. Ngomong-ngomong, terima kasih karena mentraktirku makan siang ya. Enak banget disini😋".


"haha, iya sama-sama 😅". Ucap Danny sambil menyembunyikan struk pembayaran yang memanjang sampai ke lantai. Bisa ditebak berapa banyak yang harus dibayar olehnya ketika mengajak seorang Werewolf untuk makan.


Untungnya Danny kaya dan memiliki black card sehingga ia tidak masalah untuk membayar tagihan makanan yang dimakan Tania karena sesungguhnya, mengajak seorang gadis seperti Tania untuk makan membutuhkan modal besar.


"Tidak ada yang ketinggalan?".Tanya Danny dan dijawab Tania dengan gelengan kepala dan mereka pun melangkah pergi tapi Tania berhenti ketika….


"bukankah itu…".