The Hot Blood Of Saga

The Hot Blood Of Saga
Chapter 132 : A Pillow Bread



Sementara itu…


"Sial! padahal tinggal sedikit lagi aku akan bisa menghabisi gadis itu tapi sial sekali seseorang sudah membawanya!".Ucap seseorang yang sedang memaki sambil meninju sebuah pohon Maple yang berada didekatnya sehingga menimbulkan bekas kerusakan disekitar dia tinju.


Selain itu… siapa yang laki-laki yang menyerangku sewaktu sang Alpha pingsan?. Dari baunya aku yakin bahwa dia berasal dari bangsa yang sama denganku tapi mengapa dia menyerangku?.


Apakah dia mencoba untuk menolongnya?.


jika benar bukankah itu berarti sebuah pengkhianatan karena menolong salah satu dari bangsa musuh?.


siapapun dia, dia telah membuatku Kehilangan kesempatan untuk membalas dendam dan membuatku tidak sadarkan diri.


Argh! awas saja jika aku bertemu dengan pengkhianat itu. Akan kubalas dia suatu hari nanti.


Tetapi sekarang yang jadi pertanyaan bagiku adalah, siapa yang membawa gadis itu pergi?.


yang jelas aku yakin bukan si pengkhianat bangsa itu namun seseorang dari bangsa manusia.


Pertanyaan adalah siapa manusia itu? apakah manusia itu ada hubungannya dengan gadis itu?.


mengapa yang menyerangku terlihat melindungi dia?.


Seluruh pertanyaan yang dia ajukan kepada dirinya sendiri berputar-putar di pikirannya. Jujur saja, selain dirinya yang belum terlalu pulih dari tidur panjangnya, ia juga benar-benar tidak mengerti tentang siapa yang menyerang dirinya namun ia tahu bahwa yang menyerang dirinya merupakan salah satu dari bangsanya dan yang menyerangnya dan melindungi musuhnya merupakan seorang pengkhianat.


Tatapannya tertuju pada lima titik abu yang terbakar yang berasal dari jasad prajuritnya.


''jangan khawatir, aku akan membalas dendam atas kematian kalian dengan mendapatkan kepalanya. Salah satunya adalah dia''.


Ucap Laki-laki itu menatap tajam kedepan dengan bola matanya yang berubah menjadi merah.


Sementara itu…


''Alex… tolong berhenti di minimarket,yah".


"kenapa Kei? kau haus?". Tanya Alex bernada khawatir ketika melihat keadaan Keira yang terlihat lemah dan menduga Keira mengalami dehidrasi karena teluka.


sambil tersenyum Keira menggelengkan kepalanya sehingga membuat Alex bingung.


"aku bukan haus namun…".


"namun apa Keira?".


"… aku mau membeli pembalut karena aku… sedang datang bulan 😳".


...CKIIIIIITTT!!...


Mendadak Alex langsung mengerem mendadak mobilnya saat mendengar alasan Keira yang masih sempat-sempatnya ingin ke minimarket padahal sedang terluka. Tapi untungnya Alex mengerem mendadak mobilnya tepat di depan minimarket.


Saat mendengar bahwa Keira sedang datang bulan, wajah Alex berubah menjadi merah bahkan wajah Keira ikut berubah menjadi merah karena dia terpaksa harus mengatakan hal sejujurnya kepada Alex, seorang laki-laki yang tidak pernah tahu bahwa perempuan memiliki sebuah siklus yang disebut dengan bulan datang.


Canggung yah, mereka tidak tahu harus berkata apa hingga mereka sadar bahwa mereka tepat berhenti di depan minimarket.


''aku akan memb-".


"aku yang akan pergi membeli pembalut untukmu. Kau tetap di dalam mobil". Ucap Alex sambil memasang kembali sabuk pengaman ke Keira yang sempat dilepas oleh Keira dan Keira dapat melihat betapa merahnya pipi Alex sehingga ia tersenyum geli namun tidak ia tunjukkan.


Sejujurnya aku tidak menyangka bahwa aku, seorang Alex Adrian akan membeli benda itu namun aku tidak bisa membiarkan Keira yang sedang tidak berdaya pergi kesana.


''aku akan segera kembali''. Ucap Alex sambil mencium kening Keira dan keluar dari mobil menuju ke minimarket Sementara Keira melihat Alex pergi masuk kedalam minimarket.


Terima kasih Alex… kau baik.


Seandainya kau tidak menemukanku, entah apa yang akan terjadi padaku…


semua ini gara-gara si baj!ngan itu. Aku tidak menyangka bahwa ia telah bangun dari comanya.


Aku rasa Silvana tidak tahu bahwa dia telah kembali. Aku akan memberitahu dia nanti tapi sebelum itu… Keira memperhatikan luka bekas belati perak di bahu kirinya itu. Ia menyadari bahwa luka dari belati perak itu perlahan mulai sembuh walaupun tidak seluruhnya karena luka lama yang kembali kambuh dan ia masih bisa merasakan rasa sakit dari luka lama itu bahkan lebih sakit saat belati perak telah menusuk di tempat yang ia alami setahun yang lalu namun ia mencoba untuk menahan rasa sakit itu.


Aku berharap bahwa sebelum si brengsek itu juga kembali dalam kehidupanku, aku berharap dr. Jacobs dan Mambayo berhasil menemukan cara untuk menghilangkan rasa sakit ini untuk selamanya. Aku muak harus menderita menahan rasa sakit ini, namun aku tidak akan membiarkan rasa sakit ini menghalangi jalanku untuk membalas dendam untuk Elias yang telah tiada.


Aku akan memastikan bahwa aku akan menghabisinya dan keluarganya walaupun aku harus Kehilangan nyawaku demi orang-orang yang aku sayangi. Aku akan menjadi kuat agar aku tidak akan Kehilangan orang-orang yang aku cintai lagi. Termasuk dia… Ucap Keira secara tekad dalam batinnya dan bola matanya berubah sekilas menjadi kuning menyala.


Sementara itu di Minimarket…


''bagaimana ini?". Alex benar-benar bingung. Sungguh bingung. Mengapa tidak bingung?.


karena dia tidak menyangka bahwa Pembalut wanita itu ada bermacam-macam.


pembalut untuk melahirkan, pembalut siang, pembalut malam, pembalut rasa original, rasa sirih, rasa jahe, pembalut gliter??


duh aku beli yang mana? aku lupa bertanya kepada Keira biasanya dia pakai yang mana?.


sudah begitu, ada yang ukurannya 30, 35, 40 segala lagi. Mana aku tahu ukuran pembalut yang biasa dipakai Keira berapa. Pikir Alex sambil menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal sementara dua sampai tiga siswi SMP yang berada di belakang Alex berbisik-bisik.


''hei, ngapain kakak laki-laki itu celingak-celinguk di area wanita?🚺". 😧Bisik siswi 1 kepada dua temannya.


"mencurigakan,yah". Bisik siswi 2.


"mungkin dia nyari yang untuk itunya tapi malah nyasar di area wanita. Seharusnya dia mencarinya di area laki-laki". Bisik siswi 3.


Ketiga siswi SMP itu berbisik-bisik nyinyir mengenai Alex namun mereka tidak tahu bahwa sepelan apapun bisikan mereka, pasti bakalan terdengar juga di telinga Alex yang sensitif terhadap nyinyiran.


Aish, mereka benar-benar.💢Alex membalikkan badannya dan menatap tajam ke arah mereka.


''hei, bisa diam gak sih?!.💢 memang kenapa kalau laki-laki beli roti bantal, masalah buat kalian?!. Siap-siap saja hidup keluarga kalian bakalan susah!". Bentak Alex sekaligus ada ancaman didalamnya sehingga ketiga siswi SMP itu langsung diam seketika bahkan beberapa pengunjung melihat ke arah mereka. Tidak mau ambil pusing, Alex mengambil satu bungkus pembalut dari segala merek dan jenisnya beserta sesuatu yang dibutuhkan Keira selain pembalut lalu, setelah membayar di kasir dengan kartu kreditnya, segera Alex belari keluar dan masuk kedalam mobilnya.


"ya ampun Alex, kenapa kau membelinya banyak?''. Tanya Keira yang begitu terkejut dengan apa yang dibawa Alex namun Alex tetap diam melainkan sibuk membuka tutup botol air mineral.


''minumlah''. Ucap Alex memberikan air mineral yang sudah dia buka kepada Keira. Keira menerima dan meminumnya sedangkan Alex memastikan apakah pendarahan di bahu kiri Keira sudah berhenti atau belum setelah ia membalutnya dengan syal Khasmirnya dipadu dengan saputangannya. Alex sedikit bernafas lega namun tidak mengurangi rasa khawatirnya dan Keira melihat ke khawatiran itu.


''Aku akan baik-baik saja. Jangan khawatir". Ucap Keira sembari mengelus pipi Alex. Alex meraih tangan itu dan menggenggamnya erat. Ia dapat merasakan getaran di tangan gadis itu, ia tahu bahwa Keira berbohong agar tidak membuatnya semakin khawatir.


"aku akan membawamu segera ke Aurora. Jangan khawatir".