The Hot Blood Of Saga

The Hot Blood Of Saga
Chapter 31 : In Black Hill



(Flashback.....)


Sepuluh tahun yang lalu...


"nah Keira,kau senang kan jalan-jalan bersama kakak?". Tanya Leo kepada gadis kecil berusia enam tahun itu yang dia gendong di punggungnya.


"senang banget,kakak apalagi saat kakak menggendongku,hihi. Tapi, ada yang mau Kutanyakan kepadamu,kak".


"apa itu?"


"kakak, kita sudah melihat-lihat seisi pulau ini tapi, aku penasaran dengan tempat yang kakak lewati itu. Mengapa kakak melewatinya?".


"bukit hitam itu merupakan tempat terlarang bagi siapapun yang memasukinya".


"siapapun? maksudnya manusia?".


"bukan cuma manusia, werewolf dan vampire tidak boleh masuk kedalam tempat itu".


"mengapa?".


"tempat itu memang biasa saja saat siang hari.Tempat pohon-pohon mati dan tanah yang tandus akan tetapi saat malam, tempat itu menjadi berbeda. Tempat itu menjadi berkabut, tanah yang kering dan tandus berubah menjadi tanah gambut dan Pohon-pohon yang mati ada yang menjadi hidup dan mengerikan. jika tidak waspada makan pohon itu akan melahap siapapun yang datang".


"tapi pohon-pohon seperti itu pastinya punya kelemahan'kan?".


"ada.Mereka takut dengan api namun api juga memanggil sesuatu yang lebih mengerikan".


"sesuatu mengerikan seperti apa kakak?".


"dihutan itu ada sebuah makhluk yang mengerikan yang selalu muncul di malam hari. Tidak ada yang tahu berapa jumlah mereka namun makhluk itu sangat berbahaya. Ia akan muncul jika siapapun menyalahkan api dan memakan mereka.bahkan makhluk-makhluk itu bisa merasakan keberadaan kita dari nafas kita karena mereka adalah makhluk yang tidak punya nafas tapi kita bisa tahu keberadaan mereka dari suara detak jantung.Semakin jelas terdengar suara detak jantung maka makhluk itu sangat dekat ".


"apakah kita tidak bisa membunuhnya,kakak?".Tanya Keira dan Leo memberinya jawaban berupa gelengan kepala yang berarti tidak.


"Jangankan kita, Vampire atau manusia sekalipun tidak akan bisa membunuhnya karena saat kita atau vampire memasuki tempat itu, maka kemampuan atau kekuatan yang dimiliki kita atau mereka tidak akan berfungsi untuk sementara".


"kalau sementara hilangnya, kapan yang akan memasuki tempat itu itu mendapatkan kemampuan atau kekuatannya kembali?".


"yang memasukinya akan mendapatkan kemampuan dan kekuatannya itu jika dia keluar dari tempat itu hidup-hidup".


"hidup-hidup? apakah pernah yang masuk ke tempat itu pernah keluar dari tempat itu hidup-hidup".


" pernah satu orang dari bangsa kita tapi aku tidak tahu siapa orang itu. Walaupun begitu,


Ingatlah Keira... bukit itu tempat yang berbahaya bagi kita, bagi manusia, bahkan bagi vampir saat malam hari.Tempat itu sangatlah terkutuknya. Berjanjilah padaku untuk tidak memasuki tempat itu,Keira".


(Flashback end....)


Berjanjilah padaku untuk tidak memasuki tempat itu,Keira...


Ucapan Leo sepuluh tahun yang lalu masih terngiang-ngiang di dalam kepala Keira.Gadis itu tahu akan bahaya tempat yang akan dia masuki namun dia tidak punya pilihan lain.


Maafkan aku kakak... aku melanggar janji padamu untuk tidak memasuki tempat ini namun aku harus melakukannya...


hidupnya dalam bahaya dan aku harus menyelamatkannya sebelum terlambat...


Untunglah Keira membawa lampu lentera yang. biasa dipakai untuk pergi Camping. setelah menyalahkan lampu itu, Perlahan gadis itu mulai melangkahkan kakinya memasuki tempat terlarang itu tanpa dia ketahui makhluk hidup seperti apa yang menunggunya.


Di hotel...


PLAAAK!


Sebuah tamparan melayang ke pipi Cio. Semua terkejut dan terdiam saat Antonia memukul putranya atas dibuat oleh Putranya.


''mama tidak menyangka bagaimana bisa kau tega membuat Alex terperangkap di bukit hitam!? kau tahu bahwa tempat itu sangat berbahaya bagi siapapun. Apakah kau tidak berpikir bahwa karenamu kau membuat Alex dalam bahaya !? jika Keira mencari Alex disana, tidakkah kau membuat Keira dalam bahaya!?".


Air mata mengalir deras dari mata Antonia. Saat melihat ibunya menangis, Cio menjadi sangat bersalah kepada tiga orang apalagi dia memiliki perasaan terhadap Keira dan secara tidak langsung dia membuat Keira dalam bahaya sehingga dia semakin merasa bersalah.


"Tenanglah dirimu, sayang. Aku yakin mereka berdua akan baik-baik saja karena aku percaya mereka akan keluar dengan selamat karena Keira adalah Alpha yang pintar dan kuat".Ucap Hara berusaha menenangkan istrinya yang sedang menangis dalam pelukannya.


"Aku berharap begitu, Hara. Aku tidak mau terjadi suatu Pada mereka".


Tok tok tok


"masuklah, Sil". kata Tania yang sudah menyadari bahwa dibalik pintu, Silvana berdiri mengetuk pintu dan Silvana masuk kedalam dan bergabung dengan mereka.


"Bagaimana dengan kedua temannya Alex, Silvana?".


"jangan khawatir, paman. Aku sudah menggunakan kemampuan dìochuimhnich ku pada Danny dan Noah sehingga mereka berdua mengira Alex sedang tidur dan tidak mau makan hingga akhirnya mereka memilih untuk tidur".


"terima kasih Silvana. dengan begitu, kedua temannya tidak akan khawatir dulu malam ini dan nekat pergi kesana"


" Terima kasih bibi. Tetapi bagaimana dengan Dion? dia sedang ada dikamar".


"Dion tidak boleh tahu akan hal ini. Kita tidak boleh membuat dia khawatir dan panik sehingga dia bisa berbuat nekat kesana".


Keempat werewolf itu sedang khawatir memikirkan nasib Keira dan Alex namun tidak ada satupun yang melihat Cio yang merasa bersalah atas apa yang dilakukannya seakan ayahnya, ibunya, saudarinya bahkan temannya menyalahkannya atas apa yang diperbuatnya.


Maafkan aku, Kak Elias.... aku tahu dimanapun kau berada, kau pasti melihatnya dan marah padaku atas apa yang akulakukan. akibat kecemburuan dan keegoisanku, aku telah membuat Keira dalam bahaya.


Ini salahku....


maafkan aku, Keira.....


Disaat mereka mengkhawatirkan keadaan Keira dan Alex juga Dion menyesal, Keira sedang berjalan cepat layaknya manusia biasa didalam hutan terlarang itu dengan stik lampu dari fosfor (glow stik) sambil memperhatikan sekitarnya karena dia tidak tahu seperti apa dan kapan makhluk penghuni hutan bukit hitam akan muncul ditambah lagi, dia tidak tahu mana pohon yang benar-benar mati dan mana yang pohon yang berpura-pura mati.


Tempat ini memang menyeramkan. Aku harap kau baik-baik saja, Alex.


Keira terus berjalan cepat hingga dirinya berhenti melangkah saat dirinya mendengar sebuah suara dari sesuatu yang merangkak yang tidak jauh darinya. Seketika Keira refleks bersembunyi di sebuah kulit pohon besar yang telah terpisah dari batang pohon yang tumbang.Selagi dirinya bersembunyi, Keira mengintip dan Keira dapat melihat wujud makhluk dibalik kabut dan cahaya bulan purnama.


Astaga! makhluk apa itu!??? Keira terkejut melihat sesosok makhluk yang mengerikan. fisik makhluk itu berbentuk seperti kerangka manusia💀 dengan bola mata dari api, makhluk itu dapat berjalan tegak namun mereka dapat belari dengan cepat dengan merangkak seperti makhluk Gollum yang pernah dia lihat di televisi, dan makhluk itu memiliki tinggi badan dari Lima sampai enam meter dari tinggi manusia dan makhluk itu kemungkinan berwarna hitam atau mungkin karena kabut dan cahaya bulan purnama telah menampilkan siluet makhluk itu.


Gadis itu bersembunyi dan menahan nafas saat mendengar suara detak jantungnya yang mulai berdegup kencang yang berarti makhluk itu mulai mendekat. dia terus menahan nafas dan tidak berani melihat dibalik tempat dia bersembunyi hingga suara detak jantungnya mulai hampir tidak terdengar yang berarti makhluk hidup itu sudah pergi.


aku rasa makhluk tadi sudah pergi.Fiuh syukurlah... Keira bernafas lega. Ia kembali bernafas dan mulai belari secara berhati-hati sambil menghindari sulur-sulur pohon yang mencoba menangkapnya hingga sebuah sulur berhasil menangkap kakinya sehingga Keira terjatuh dan sulur itu menariknya.


Tidak! aku harus membebaskan diriku. Waktuku terbatas.Keira mencoba melepaskan diri dari jeratan sulur dengan kedua tangannya karena dia tidak punya banyak waktu dan juga Keira dapat melihat pohon pemilik sulur yang menjerat dirinya.Pohon itu memiliki ukiran mata yang menyala dan senyum yang mengerikan akan tetapi Keira tidak takut.


seandainya saja kekuatan dan kemampuanku sebagai werewolf berguna di sini, mungkin aku tidak akan mengalami kondisi seperti ini. Tidak ada pilihan lain selain menggunakannya daripada aku dimakan pohon ini.


"terima ini!".


Keira mengeluarkan sebuah pemantik api dari saku jaket kulitnya dan membakar sulur yang menjerat kakinya. Untunglah Keira membawa sebuah pemantik milik Lurch untuk berjaga-jaga. Saat dirinya terbebas dari sulur itu, Keira tidak menyangka bahwa api dari sulur yang menjeratnya merambat layaknya sumbu dinamit dan akhirnya membakar pohon itu.


Pohon itu berteriak kesakitan saat api membakarnya sedangkan Keira langsung berlari Sejauh Mungkin dari pohon yang terbakar karena dia tahu monster itu akan datang dan benar saja Beberapa makhluk yang dilihat Keira berkumpul dan mulai melahap pohon itu tanpa merasakan rasa terbakar saat menyentuh pohon itu dan untunglah Keira sudah lari duluan.Jika tidak, mungkin kisah Keira akan berakhir saat itu juga.


Alex, dimana kau ? aku tidak bisa memanggil namamu karena takut monster-monster itu akan mengetahui keberadaanku dan membahayakan kita. Aku tidak bisa menggunakan Hexagon dan Luminos sementara ini.


Apa yang dipikirkan Keira memang benar. dia tidak akan bisa menggunakan kemampuannya karena dia berada di bukit hitam dan ia bisa lakukan hanya belari dan berlari demi hidupnya demi mencari Alex. dia terus berlari bahkan melompati sebuah parit yang lumayan besar dan berhasil menyeberang hingga dia kembali bersembunyi disebuah akar pohon yang besar dan menahan nafas saat jantungnya kembali berdegup kencang yang berarti makhluk hidup itu berada di dekatnya.


Jaraknya pendek untuk kesana dan aku yakin makhluk itu juga berjalan di dekatku menuju kesana. Aku harus berhati-hati dan untunglah dia berjalan tegak sehingga mempermudahku untuk belari dan bersembunyi darinya.


Ucap Keira dalam hati saat memperhatikan jalan di depannya terdapat beberapa akar pohon liar besar yang masing-masing jarak 2 sampai 3 meter dan Keira harus berhati-hati untuk menuju ke sana.


Keira berdiam diri dan menunggu makhluk itu yang berdiri saja dari tadi hingga tidak lama kemudian, dia melihat makhluk hidup itu mulai bergerak.


sekarang!


Keira mulai belari secepat dia bisa layaknya manusia biasa hingga dia tepat kembali bersembunyi sambil menahan nafas saat makhluk hidup berhenti dan melihat kiri dan kanan seakan dia merasa sesuatu atau seseorang mengikutinya.


begitulah yang dilakukan Keira. Saat dia berhenti, Keira dengan waktu yang tepat, dia bersembunyi di akar pohon besar yang lain dan menahan nafas. Keira terus melakukannya hingga tidak terasa ia melakukan bersembunyi saat makhluk itu berhenti sebanyak enam kali hingga akhirnya makhluk ke arah yang lain tepat Keira merasa mulai lelah.


hosh...hosh... syukurlah dia sudah pergi tapi aku harus pergi mana sekarang?.


Rasa lelah belari mulai dirasakannya pertama kalinya. Keira ingin istirahat namun dia tidak punya banyak waktu untuk istirahat karena dia harus menemukan Alex. Keira pergi belari di jalan yang lurus. Dalam perjalanannya dia banyak belari, menaiki beberapa tanjakan dan turun diturunan Hingga dia melihat sebuah jembatan dari kayu yang lapuk dan makhluk hidup berada di bawah jembatan dan untungnya makhluk itu lumayan jauh darinya. segera Keira belari secepat mungkin dan tentu saja suara berdecit dari kayu itu membuat makhluk itu mendengarnya dan belari kearah suara tetapi untungnya Keira sudah keburu pergi dari sana.


aku berada di sini terus berlari dan bersembunyi namun aku tidak melihat Alex. Aku takut berpikir bahwa dia sudah tewas disini.


Oh Moon goddess.... bantulah aku untuk menemukannya.


Keira berhenti belari. Gadis itu lihat semua pari yang besar dan dalam di hadapannya dengan sepapan kayu tua menjadi alat untuk menyeberang. dan diseberangnya, Keira Melihat makhluk itu berdiri di depan pohon dan untungnya makhluk itu tidak melihat Keira.


dia tidak menyadari keberadaanku namun aku harus pergi ke seberang sana. Apa yang harus aku lakukan sekarang?. Pikir Keira. Keira berpikir keras untuk menyeberang tanpa diketahui olehnya terlebih lagi dia harus cepat karena suara gemuruh dilangit pertanda hujan terdengar jelas dan bulan purnama masih terlihat jelas.


Pikir Keira... pikir! . disaat Keira berpikir, dia melihat didekatnya ada sebuah batu berukuran besar namun bisa dia angkat. Sebuah ide muncul di kepalanya.


aha! aku tahu apa yang harus aku lakukan.


Keira mengambil batu itu kemudian dia melempar batu itu kedalam air sejauh mungkin dan usahnya berhasil. Makhluk itu mendengar dan melompat turun ke Parit mencari ada suara. Saat melihatnya turun, segera Keira belari secepat mungkin menyeberang dan berhasil lalu Keira pun terus belari.


"untunglah aku...".


Graaaauuuuuh!!!


Keira terhenti dan terkejut saat makhluk itu entah dari mana ia melompat dari pohon dan berdiri dihadapan Keira untuk mengejutkannya hingga Keira terkejut dan jatuh.


"Astaga!". Keira dapat melihat wajah makhluk itu secara dekat. Wajah seperti tengkorak manusia dengan bola mata api 🔥 membuat Keira merasa takut untuk pertama kalinya. Ia tidak merasakan jantungnya yang berdetak kencang karena dirinya teralihkan memikirkan Alex dan lengah. Menahan nafas rasanya terlambat untuknya sekarang.


Graaaauuuuuh!!! Suara makhluk itu cukup membuat Keira merinding dan membuatnya tidak bersuara.Lalu, yang terjadi sekarang, makhluk itu dengan ringannya mencabut sebuah pohon dengan tangannya yang besar dan bertulang tanpa kulit sekecil apapun menutup tubuh makhluk itu yang terdiri dari rangka lalu, tidak diduga ia melempar pohon itu tepat ke arah Keira.


"Kyaaaaaa!".


BRUUUK!


Untunglah Keira, secara refleks menghindar dari serangan monster itu.Segera Keira bangkit dan berlari demi nyawanya. Monster itu tidak tinggal diam dan langsung mengejarnya secara merangkak Seperti Gollum.


oh tidak ! dia mengejarku!


makhluk itu terus mengejarnya dan melempar baik bebatuan maupun batang pohon disekitarnya ke arah Keira dan yang bisa dia lakukan hanyalah belari dan menghindari sesuatu yang melayang ke arahnya dan menghindari sulur-sulur pohon yang mencoba untuk menangkapnya.


ada satu cara untuk lepas dari kejaran makhluk ini.


Sekali lagi, Keira mengeluarkan pemantik dari saku jaket kulitnya dan langsung melemparkannya ke salah satu pohon yang mencoba menangkapnya dan.....


BOOOOOMM!!!


Makhluk itu berhenti mengejar Keira saat melihat sebuah pohon yang terbakar dan menghampirinya.


Sedangkan Keira? dia menghilang di dalam kabut karena tanpa disadari saat Keira melemparkan pemantik itu, terdapat sebuah lubang di depannya yang tertutup oleh kabut dan dia.....