
selamat pagi Noah". Sapa Keira saat ia berpapasan dengan Noah namun Noah hanya diam saja dan menatapnya dengan tatapan yang dingin lalu pergi melewati Keira begitu saja.
Ih, tidak sopan. Tapi dia kenapa yah? dia terlihat aneh hari ini. Pikir Keira sedangkan Silvana, dia telah sampai ditempat tujuan.
Saat keluar dari kabut, Silvana dapat melihat desa yang berada di dalam hutan tersebut.
"Selamat datang di desa Wolfblood, Nona".Ucap Pemandu itu sembari menepikan perahu ke tepi.
desa Wolfblood ya…
aku kembali lagi kemari setelah setahun lebih aku meninggalkannya disini. Ucap Silvana dalam hatinya.
Sementara itu di rumah Silvana…
" desa Wolfblood?. Itu desa apa? aku baru tahu ada desa itu". Ucap Dallas saat menyadari bahwa Silvana tidak bersekolah hari ini melainkan pergi ke suatu tempat sehingga ia Bertanya pada Sanse saudara mereka yang saat itu sedang memberi makan Mochi.
"tentu saja kau tidak tahu, kau jarang mendengarkan saat belajar sih". Dallas hanya cengengesan saat Sanse mengatasinya.
"hehehe, beritahu aku yah".
"baiklah.karena kita berasal bangsa serigala, tentu saja kita harus tahu desa itu karena hanya bangsa kita yang tahu tentang desa itu".
"tentu saja tapi kalau boleh tahu, kenapa? apa tempat itu tempat yang spesial?".
"tentu saja tempat itu spesial. desa itu adalah tempat untuk melindungi hasil dari hubungan antara vampir dan werewolf dan kenapa desa itu dinamakan sebagai desa wolfblood, karena jika seorang werewolf dan vampire berhubungan intim, maka anak yang mereka hasilkan disebut dengan Wolfblood
sebagai bentuk perpaduan antara werewolf dan vampir".
"oooh, tapi kenapa bangsa vampir tidak boleh tahu?".
"aish, kau tahu ya?. Bangsa vampir menganggap bangsa kita sebagai budak yang mencoba bebas dari mereka dan mereka tidak menyukai adanya campuran dari bangsa kita.
jika bangsa mereka memiliki keturunan yang juga mengalir darah dari bangsa kita maka disebut sebagai penghinaan untuk bangsa mereka.
mereka menganggap bahwa bangsa kita adalah bangsa yang kotor sehingga bangsa vampir tidak sudi untuk memiliki garis keturunan yang juga berasal dari bangsa kita". Sanse menjelaskan.
"wah, jadi ini seperti ibarat rasis yah?".
"yah. Seperti beberapa manusia putih yang rasis dengan manusia warna yang lain, vampir juga seperti itu".
"tapi kenapa bisa ada desa itu?".
"itu karena saking jijiknya bangsa vampir terhadap Wolfblood maka tidak heran jika mereka membunuh keturunan mereka yang Wolfblood bahkan sebelum lahir jadi tidak heran jika darah daging sendiri dihabisi karena telah melakukan hubungan dengan bangsa kita".
"itu sungguh kejam".
"begitulah… jangan berpikir bahwa hanya bangsa manusia saja yang bersikap rasis.…
untungnya tidak dibangsa kita, yang mulia raja werewolf terdahulu melindungi Anak-anak Wolfblood dengan membuat sebuah desa tersembunyi untuk mereka".
"begitu yah… tapi kenapa raja dulu mau menampung dan melindungi mereka?. Bagaimanapun gen vampir juga ada pada mereka". Dallas yang tidak mengerti kembali bertanya pada Sanse yang sedang mengelap meja dapur.
"… cinta tidak bisa memilih Dallas, bahkan mereka adalah Anak-anak yang tidak berdosa.
Jika bangsa vampir membenci bangsa kita, kenapa Anak-anak hasil hubungan antara vampir dengan werewolf yang menjadi korban?.
Selain itu, para Wolfblood juga membantu bangsa kita bukan? mengingat kita lah bangsa yang menerima dan menjaga mereka dengan baik.
Selain itu, bangsa kita mau saja berdamai dengan bangsa vampir jika mereka memandang kita setara dan baik, bukan memandang kita sebagai budak dan musuh".
"… jadi, itulah mengapa Silvana menitipkan nya di desa Wolfblood, ia tidak ingin kepala keluarga dan Anak-anak Dasper menghabisi makhluk malang itu".
"yah… Sungguh disayangkan, Silvana mengambil langkah itu padahal kita bisa menjaganya juga". Sanse menyayangkan tindakan Silvana saat itu.
"Mungkin iya…".
mungkin juga untuk melindungi sibrengsek itu. Pikir Sanse.
"jadi, para Wolfblood itu, apakah selamanya tetap bersembunyi di tempat itu? ".
"tidak juga, aku dengar saat usia 18 tahun, mereka bisa saja keluar dari sana dan bersama dengan kita dan juga menjaga tempat itu atau menjalani hidup baru luar karena saat usia matang, para vampir tidak bisa mencium ada nya bagian vampir dari Wolfblood, sebenarnya bangsa vampir sangat rugi karena tidak menerima mereka".
"eh? kenapa?".
"karena Wolfblood lebih kuat dari kita bahkan dari bangsa vampir itu sendiri".
.•♫•♬•Sementara itu di desa Wolfblood…•♬•♫•.
Silvana berjalan memasuki desa bersama dengan pemandu itu. sepanjang jalan, Silvana disambut baik oleh para penduduk sepanjang jalan. ia dapat melihat rumah-rumah yang ada sepasang suami istri dan anak mereka. Silvana tersenyum melihat kerhamonisan keluarga itu. Bahkan ada Anak-anak berusia bermain dengan riangnya.
Hatinya terenyuh, saat melihat seorang ibu sedang memeluk dan menggendong seorang anak kecil. Seakan seandainya dia adalah ibu itu, ibu yang memberi kasih sayang tanpa takut akan bahaya yang mengancam sang anak.
"kita sudah sampai nona".Ucap sang pemandu. Langkah mereka terhenti saat ia tiba di sebuah rumah yang dijadikan sebagai panti asuhan, tempat Anak-anak Wolfblood yang kehilangan orang tua mereka.
Silvana ingat ada enam anak perempuan dan enam anak laki-laki di tempat itu termasuk yang telah ia titipkan.
yang mengelola panti asuhan itu adalah seorang wanita werewolf dengan suaminya yang juga seorang Wolfblood. pasangan itu memiliki 3 orang putra yang bekerja di wilayah utara dan Silvana mengenal mereka adalah pasangan yang baik.
Bagaimana Silvana tahu akan hal itu, karena tiga putra pengelolah panti asuhan itu adalah anak buahnya sendiri dan tiga anaknyalah yang menyarankan Silvana untuk meninggalkan yang paling berharga bagi Silvana di tempat ini disaat Silvana bingung bagaimana cara untuk melindungi sesuatu yang paling berarti baginya sekarang dari keluarga Dasper dan Emery.
dan pemandu yang mengantarnya dan menemaninya adalah salah satu tiga putra pasangan itu.
"nona Silvana. Selamat datang". Sang nyonya menyambut Silvana dengan baik begitu juga dengan sang tuan.
"terimakasih karena telah menyambut saya".Ucap Silvana Sopan.
"apakah hadiah itu untuknya?". Tanya si tuan kepada Silvana saat Silvana membawa beberapa bingkisan.
"yah. Saya juga membawa hadiah untuk Anak-anak yang-".
"IBU~UU! ". Silvana tidak menyelesaikan ucapannya. Ia mendadak terdiam saat dari belakang beteriak memanggil ibu.
dalam pikirannya, ia yakin bukan dia yang dipanggil ibu namun hatinya berkata lain apalagi ia mencium aroma tubuh yang sangat familiar baginya.
perlahan Silvana memutar tubuhnya ke asal suara. dihadapannya ia melihat seorang anak laki-laki berusia lima tahun memandangnya dengan air mata yang mengalir.
Walaupun air mata membajiri wajah anak itu, Silvana masih dapat melihat ada kemiripan dengannya. Anak laki-laki itu seperti versi dirinya saat masih kecil.
Ini…aneh. Aku tidak mengenal anak itu akan tetapi…kenapa ia mirip denganku…?.
Selain itu, perasaan apakah ini?. Pikir Silvana saat ia merasakan sebuah ikatan.
"i-ibuuuuu". Anak itu melesat dan langsung memeluk pinggang Silvana sampai kado yang dipegangnya terjatuh karena anak itu langsung menubruk nya.
Anak itu menangis memeluk pinggang Silvana sedangkan Silvana tidak mengerti sama sekali mengapa anak laki-laki itu memanggilnya dengan sebutan ibu sedangkan keluarga itu melihatnya sangat tersentuh.
Melihat kebingungan di raut wajah Silvana, wanita itu memberitahu Silvana.
"nona, mungkin nona merasa bingung namun perlu nona ketahui dia adalah Silver".
"Silver?!". Silvana terkejut mendengar nama anak laki-laki itu.
"yah nona, anak itu adalah anak kandung anda".