The Hot Blood Of Saga

The Hot Blood Of Saga
Chapter 105 : The Orign Octopus II



''Wah, jadi temanmu berani bertanya seperti itu kepada laki-laki??".


"ya. Tidak kusangka bahwa ia akan bertanya begitu apalagi dia mengingatkan ke kami untuk bertanya apakah mereka sudah pernah melakukannya ke perempuan lain, jika pernah sudah berapa kali dan apakah memakai pengaman atau tidak, begitulah. Ia meminta kami untuk meminta kami bertanya begitu jika kami memiliki pasangan".🤔


Gila juga gadis itu. Aku tidak tahu apakah Alex sudah ditanya begituan sama Keira atau belum. Silvana belum bertanya mengenai hal sensitif itu kepadaku.


Aku harus menjawab apa jika Silvana bertanya begitu padaku??😨


aku malu menjawabnya di depan seorang gadis apalagi Gadis itu adalah kekasihku sendiri. Walaupun aku bisa menjawab pertanyaan yang lainnya namun mengenai ukuran milikku… bagaimana caranya aku mengatakannya?? Masa aku harus menunjukkannya. Aku ini bukanlah lelaki mesum yang suka main dengan perempuan lain.😵💫


Noah bingung dan pusing dalam dirinya ketika memikirkan suatu saat bahkan mungkin hari ini jika Silvana bertanya kepadanya mengenai hal sensitif terhadap benda miliknya.


"kalau boleh tahu, Mengapa harus bertanya begitu ya?"💦


"hm.. waktu itu, kami lupa bertanya kepadanya tapi nanti akan aku tanyakan kepadanya deh. Aku sangat penasaran juga sih".


''oh, oh yah jadi Temanmu nemukan gurita-gurita itu di cafe?"Tanya Noah yang mengganti topik cerita.


"yup".


"dan disana terdapat sepasang?".


"benar sekali. Kebetulan ternyata kedua gurita itu satu jantan dan satu lagi adalah betina. Waktu itu Tania terus saja menatap dan menatap ke gurita-gurita yang masih kecil itu…".


(Kembali ke Alkisah…)


"mereka imut ya…".


Imut darimananya?. Pikir Silvana.


''ng... kurasa begitu. Kau mau makan gurita?".


Tania membalikkan kepalanya dan melotot tajam. Silvana tidak tahu mengapa Tania melototinya.


''eh, Mengapa kau memelototi diriku?".


" bagaimana bisa kau mengatakan hal sekejam itu kepada makhluk kenyal yang lucu ini?!. Kau sungguh tidak berperasaan, Silva".


Eh?. Kenapa aku yang dimarahi??. Disaat Silvana bingung dengan mengapa Tania mengomeli dirinya, Tania memandangi makhluk hidup itu dengan sebuah pemikiran yang tidak diduga-duga.


tidak lama kemudian…


''ini kartunya, nona''.


''terima kasih".Keira menerima kartu kreditnya dari cahier tersebut lalu beranjak keluar dengan Silvana menunggu dirinya.


"Tania mana?"


"di pakiran. Entah mengapa dia terburu-buru gitu".


Mereka berdua keluar dari cafe itu menuju kepakiran sementara beberapa pelayan di dalam cafe itu terlihat kebingungan disekitar akuarium karena menyadari dua kecil itu telah menghilang dari akuarium. Padahal ada pelanggan yang memesan sup gurita pedas.


di pakiran…


''ayo, cepat naikin sepeda motor kalian''. Gerutu Tania yang gusar melihat kedua sahabatnya itu berjalan lambat menuju ke sepeda motor sport mereka.


''iya sab- eh?".


KUCEK-KUCEK.


Secara tiba-tiba saja Keira mengucek-ngucek kedua matanya saat ia melihat sesuatu yang ganjil pada Tania.


mataku tidak salah lihat'kan?. Kok ada sesuatu yang menonjol di bagian dada Tania?


apakah dada Tania telah tumbuh namun selama ini aku tidak menyadarinya??. Pikir Keira dalam batinnya saat ia benar-benar melihat dua benda terlihat menonjol tepat di bagian dada Tania berada.


''Kei, ayo cepat". Pekik Tania karena sejujurnya, tidak ada yang tahu bahwa dia sedang merasa kegelian namun ia tahan sebisa mungkin


di kediaman Rhyes…


''mama papa. Keira dan Silvana datang berkunjung nih''.


''selamat datang Keira, Silva- eh".


KUCEK-KUCEK


Saat Hara menyambut kedatangan Keira dan Silvana, matanya menangkap sesuatu yang ganjil pada tubuh Tania sehingga Hara tidak menyelesaikan kalimatnya melainkan langsung mengucek kedua matanya.


''aku ke kamar dulu ya". Tania buru-buru pergi menuju ke kamarnya saat Hara baru selesai mengucek kedua matanya yang membuat Hara sendiri bertanya-tanya dalam dirinya.


ini perasaanku saja atau aku memang tidak menyadari akan pertumbuhan putriku sendiri?. Pikir Hara yang melihat ada perubahan pada tubuh putrinya sendiri.


"ma? mama sadar tidak ada sesuatu yang berbeda dengan Tania?".


"entahlah, Elis. Tapi entah mengapa mama merasa ada sesuatu yang menonjol begitu di- sudahlah. Mungkin kita hanya salah lihat saja".


di kamar mandi Kamar Tania dan Cio…


"sebentar ya". Ucap Tania yang berbicara entah dengan siapa. di bathtub, Tania menuangkan sabun mandi cair dan menyalakan air sehingga bathub itu terisi air penuh dengan busa.


"nah, kalian keluarlah". Ucap Tania dan seketika dua makhluk kecil, kenyal dan bertangan delapan keluar dari bawah baju Tania. Awalnya dada Tania yang membesar langsung saja kempes setelah dua makhluk itu keluar dari pakaian Tania dan Langsung menceburkan diri ke bathub yang disiapkan oleh Tania lengkap dengan busa.


''aduh lucunya 😆💕 kalian disini saja ya. Aku beri nama kalian Blop dan Plop ''.😃


Tidak lama kemudian, Tania langsung melesat turun dan berkumpul dengan keluarga dan teman-temannya diruang tamu tepat saat itu Antonia menyajikan kue kering ke atas meja ruang tamu dan Elias sedang asyik memeluk Keira dari samping.


''Wah, kue''. Tania mengambil sebuah satu kue dan memakannya sedangkan Hara, Antonia, Keira dan Elias kembali memperhatikan perubahan tubuh Tania.


Lah, kok kempes???. Pikir keempat orang itu secara serempak saat melihat ukuran dada Tania kembali keukuran yang semula yaitu papan cucian.


Mereka kenapa? kok segitunya memperhatikan Tania sampai ngucek mata bareng begitu?. Pikir Silvana yang satu-satunya tidak memperhatikan bentuk dada Tania sebelumnya sehingga ia tidak tahu sama sekali apa yang terjadi.


''kalian Kenapa?". Tanya Tania yang menyadari bahwa dia diperhatikan oleh mereka berempat.


"ah…tidak ada apa-apa kok. hehe".😅💦 Jawab mereka secara serempak. Mereka tidak mungkin bertanya kepada Tania tentang apa yang mereka lihat di dada Tania karena mereka tahu betapa sensitifnya Tania jika ada yang mengatakan kata dada didalamnya mengingat milik Tania seperti papan cucian.


"ngomong-ngomong, Cio mana ma?".


"Cio sedang latihan tinju di basemen".


di Basemen…


HOSH HOSH HOSH


Cio menyeka keringat yang mengalir di dahinya setelah lama ia memukul samsak di ring tinju.


Sebagai werewolf yang memegang jabatan penting dalam menjaga wilayah Utara, sudah pasti ia terus menerus latihan di waktu yang senggang agar dapat melawan vampire-vampire yang mungkin saja lebih kuat darinya suatu hari sehingga ia lebih banyak menghabiskan waktu memantau dan latihan daripada bersama dengan keluarga dan teman.


'' ah… mandi dulu ah…".Cio naik keluar dari basemen dan saat berjalan menuju ke kamar, ia melihat Keira dan Silvana berada diruang tamu bersama dengan keluarganya dan sedang asyik mengobrol.


Wah, mereka datang ternyata…


aku temui mereka setelah mandi saja deh habis bau keringat nih…🤢


Cio pergi masuk kedalam kamarnya dan mengambil handuk yang tergantung di pintu lemari. Saat masuk ke dalam kamar mandi, ia melihat air penuh busa sabun telah memenuhi bathub.


''dasar kakak. Bukannya dibuang kalo habis mandi".💢


Eh tunggu, emang kakak ada mandi lagi?. Ia kan baru kembali. 🤔


''ah, sudahlah''.💨


Cio menghela nafas, ia pun menjulurkan tangan kanannya ke dalam bathtub untuk meraih penyumbat namun…


NYOT NYOT.


''Eh, apa ini? kok kenyal?." Cio bertanya-tanya pada dirinya sendiri saat akan meraih penyumbat, tangannya telah menyentuh sesuatu benda yang aneh dan saat ia pegang terasa kenyal. Ia tidak menyadari bahwa yang dia pegang adalah salah satu gurita yang dilarikan Tania dari Cafe.


NYOT NYOT


CROOOT


''EH??!. Kok airnya menghitam?!". Cio terkejut saat melihat air mendadak berubah menjadi hitam saat ia memencet sesuatu yang tidak dia ketahui sama sekali sehingga seketika membuat bulu kuduk Cio langsung berdiri.


Ja-jangan bilang kalau ucapan kakak selama ini benar bahwa ada hantu di… ah tidak tidak. Tidak mungkin ada hantu di siang bolong'kan?.😰💦 Cio mencoba menepis pikiran negatifnya bahwa ada makhluk supernatural yang tidak kasat mata di siang hari walaupun ia bertanya-tanya mengapa air di bathub bisa menghitam Secara mendadak sementara itu…


🐙💢💢💢


Merasa kesal saat tangan Cio memegang dan memencet kepala salah satu gurita yang kebetulan bertengger di atas penyumbat bathub, gurita yang satunya lagi langsung berenang dan memeluk tangan kanan Cio yang langsung membuat Cio semakin merinding.


k-kok ada yang me-mem-megang tanganku sih?!!. Ja-jangan-jangan!!!.


dengan sangat panik Cio melepaskan makhluk itu lalu menarik tangannya keluar dari air namun betapa terkejutnya ia melihat sesosok makhluk hidup melekat pada pergelangan tangannya.


"HIIIIIHHY… AAAAAAAHHHHHH!!".😱😱😱


GUBRAK!!.


😵