The Hot Blood Of Saga

The Hot Blood Of Saga
Chapter 195 : Elias Shadow II



disaat yang bersamaan…


...Whooos...


...Whooosss…...


"Ng…". Masih dikamar ibunya, Alex terbangun saat merasakan sebuah angin malam yang dingin mengenai tubuhnya.


Dirinya yang tertidur di kursi melihat dan menyadari bahwa terdapat sebuah gorden jendela bekibar tanda jendela kamar ibunya terbuka.


"jendelanya terbuka?. Siapa pelayan yang bertugas di kamar ibuku hari ini?. Sungguh tidak becus dirinya tidak menyadari bahwa jendelanya belum dikunci dengan benar.


Awas saja pelayan itu, besok aku akan memecat dirinya". Ucapnya marah karena keteledoran seseorang apalagi dia tahu bahwa ibunya masih sakit dan angin dingin bisa memperburuk kesehatannya.


Alex bangkit menghampiri gorden jendela yang berkibar karena angin. Niat Alex ingin menutup jendela kamar dan menguncinya agar angin dingin tidak masuk kedalam kamar ibunya yang hangat.


"lho? kok?". Alex mulai heran saat niatnya ingin menutup dan mengunci jendela berubah menjadi keheranan karena Alex melihat bahwa jendela itu tidak terbuka sama sekali melainkan terkunci dengan baik.


Perasaan aneh dan hawa dingin merasuk dalam dirinya. Ia mencoba menepis pikiran tidak-tidak dalam pikirannya walaupun dia bertanya-tanya mengapa bisa ada angin di dalam ruangan tertutup yang tidak mungkin angin bisa masuk ke dalam ruangan itu.


"hei, daripada menuduh seseorang yang tidak bersalah, mendingan kau sebaiknya mencari tahu kebenarannya itu".


...Deg!...


Alex berdiri terpaku. Keringat dingin mulai mengalir dari pelipisnya saat ia mendengar suara seseorang sehingga bulu kuduknya merinding akibat ucapan seseorang yang dia ketahui dan pasti bahwa ada seseorang telah berdiri belakangnya dan rasa takut membuatnya sulit untuk menengok kebelakang ketika ia melihat tidak ada bayangan seseorang dibelakangnya.


"aku benarkan? Alex?".Ucap orang itu.


Dia tahu namaku?!. Pikir Alex.


"Siapa kau?".Tanya Alex mencoba setenang mungkin walaupun sebenarnya dia masih takut untuk melihat kebelakang.


orang itu tersenyum melainkan tersenyum geli ketika menyadari bahwa Alex ternyata takut akan sesuatu dan dia maklum akan ketakutan Alex Karena sesungguhnya dia bukanlah berasal dari golongan makhluk hidup melainkan Astral.


"kenapa kau tidak berbalik saja supaya kau bisa mengetahui diriku, Alex?.


Atau kau sebenarnya tidak lebih dari seorang pengecut sehingga tidak mau menoleh kebelakang sekalipun?.


Hadeh, Kasihan Keira mendapatkan seseorang seperti dirimu".


Keira…?. Bola mata Alex langsung membulat saat dia menyebutkan nama Keira.


"Bagaimana kau tentang Kei-……!!!!!". Alex tidak menyelesaikan kalimatnya saat ketika Alex berbalik badan, ia melihat sosok itu.


Yah, seorang laki-laki sedang tersenyum padanya dengan kulitnya yang memucat dan tubuhnya bersinar apalagi Alex tidak melihat bayangan orang itu di lantai.


Seketika Alex terjatuh kelantai Saking terkejutnya setelah dia meyakini telah melihat seseorang yang dia yakini sebagai penampakan. Setidaknya dia tidak beteriak karena ketakutan melihat penampakan.


"hei, kau hantu yah?. Jika yah, ini belum tanggal 10 Oktober tahu. Kenapa bisa ada hantu nyasar disini?!". Tanya Alex ditengah keterkejutannya sambil menunjuk-nunjuk kearah sosok itu.


"hahaha, iya aku ini hantu dan aku sedang tidak menyasar kok. Asal tahu saja, aku baru saja habis menemui tunanganku". Ucapnya sambil menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal sama sekali.


"tunangan?".


"hm. Dan sekarang aku datang untuk melihat penggantiku yang akan menggantikan diriku untuk menjaganya…".Ucapnya sambil tersenyum tipis dimana ada kebahagiaan dan kesedihan didalam senyumannya itu.


Dan Alex?.


Dia pun mulai bangkit dan memikirkan sesuatu dari Ucapan hantu itu, dari kata 'tunangan' dan 'pengganti' dan kemunculannya di kediamannya hingga ia pun mulai memperhatikan sosok itu yang mulai terasa tidak asing di pikirannya.


Wajah itu…? aku pernah melihatnya.


"entah mengapa kau tidak terasa asing bagiku. Sepertinya aku pernah melihat dirimu".Ucap Alex. Diantara terkejut dan takut , Alex mencoba mengingat sesuatu. Ia mencoba menggali memori yang berada didalam kepalanya.


Alex duduk disofa dan memejamkan matanya untuk menenangkan dirinya agar bisa berfikir siapa dia. Ia berfikir dan berfikir hingga pada akhirnya sebuah memori pernah mendatangi rumah Keira pertama kalinya telah terlintas dalam pikirannya. Seketika ia membuka mata dan langsung bangkit saat dia menyadari siapa dia.


"Yep. Bagaimana kau bisa tahu bahwa aku adalah Elias?". Tanya Elias pura-pura tidak tahu darimana Alex tahu.


"aku pernah melihat fotomu dirumah Keira. Aku pernah melihat fotomu lagi di hotel keluargamu. dan aku tahu bahwa kau adalah… tunangannya". Jawab Alex setelah yakin dia telah benar-benar mengenal Elias.


Elias tersenyum saat Alex telah tahu siapa dirinya sehingga ia pun mulai bisa berbicara dengan orang yang akan mengganti tempatnya di samping Keira.


"tunangan… yah, aku adalah tunangannya. Sungguh ironis… kisahku dan Keira berakhir dengan kematianku". Alex terdiam mendengar pernyataan Elias yang pahit. Ia sedih mendengar bahwa tunangan Keira telah tiada namun dia juga mencintai Keira sehingga mungkin takdir telah memberikannya seorang yang dia jaga dan dia cintai.


"… aku turut berduka untukmu… aku tahu bahwa kau mencintai Keira. dari saudara-saudaramu aku tahu cintamu sebesar cintaku padanya.


Tapi… aku juga mencintainya. Cintaku padanya sangat tulus". Ucap Alex.


"ngomong-ngomong, kenapa kau mendatangiku? apakah kau tidak ingin aku mendekatinya?".Tebak Alex mengingat sosok Arwah yang berada dihadapannya sekarang ini merupakan seseorang yang pernah masuk dalam kisah cinta Keira dan seseorang.


"menurutmu?".


"maaf saja. Aku tidak akan menjauh dari Keira walaupun kau memintanya".


"benarkah?".


"yah. Aku mencintai Keira dan walaupun kau menghantuiku, menggangguku atau apapun agar aku mundur itu tidak akan pernah terjadi.


Aku sangat mencintainya dan aku tidak akan membiarkan hubungan kami berakhir". Jawab Alex tegas. Ia mengira Elias ingin dia dan Keira berpisah. Ia mengira Elias ingin dia menjauh dari tunangannya itu makanya Elias datang menjumpainya sebagai Arwah untuk memperingatkannya. Tapi Alex tidak akan melakukannya karena perasaannya kepada Keira membuatnya berani untuk menerjang halangan yang merintangi hubungan mereka.


"bagaimana dengan ayahmu?. tidakkah kau berfikir bahwa ayahmu adalah penghalang rintangan terbesar dalam hubungan kalian?. Bagaimana jika ia tidak suka dengan Keira?.


Apakah kau akan memutuskan hubungan dengan Keira jika ia sampai memintamu untuk mengakhiri hubungan kalian?". Tanya Elias sambil berkacak pinggang dan mengangkat sebelah alisnya.


"…kambing tua itu?. Aku tidak akan membiarkannya melakukan itu. Keira adalah kebahagiaanku dan aku tidak akan membiarkannya menghancurkan kebahagiaanku.


Cukup ia menghancurkan kebahagiaan masa kecilku. Aku tidak akan membiarkannya". Jawab Alex mengepalkan tangannya saat ia menjawab pertanyaan Elias.


Elias bisa melihat sorot mata kemarahan yang ditujukan untuk ayahnya. Elias bisa mengerti kemarahan itu, sungguh dia merasa kasihan terhadap Alex yang dari luar terlihat dingin tapi dari dalam adalah seseorang yang merasa sedih dan kesepian akibat masa kecil yang membuatnya tidak bahagia.


Sorot mata itu… rasa sedih dan kemarahan itu…


aku pernah melihatnya disorot mata Keira waktu dia masih kecil.


Rasa kesepian…


rasa kesedihan…


rasa kemarahan… kalian berdua memiliki persamaan… tidak merasakan kebahagiaan dimasa kecil sehingga karakter kalian terbentuk seperti ini…


Hanya saja…


Hanya pasangan Keluarga manusia itu saja yang tidak menyayangi Keira dan Keira masih bisa bahagia dari keluarganya yang sesungguhnya sehingga Keira masih memiliki kebaikan dihatinya berkat kasih sayang mereka.


Sedangkan Alex…


Punya ayah tidak berhati nurani.


menganggap anak tidak lebih dari sekedar properti. Bahkan, kekuasaan didunia bisnis lebih diutamakan dan dicintai daripada keluarganya sendiri.


Ibunya? keangkuhan sang ayah menyebabkan ibunya seperti ini.


Saudaranya?. dijauhkan darinya karena Alex lebih kompeten dari dua saudaranya membuat ayahnya tidak ingin kedua anaknya ikut campur dalam kehidupan Alex.


Tidak mengherankan jika Alex tumbuh seperti ini akan tetapi kebaikan dari ibunya masih melekat dilubuk hatinya walaupun kecil.


dan kehadiran Keira dalam hidupnya membuat kebaikan yang tersembunyi dalam hatinya menjadi besar dan kuat.


Aku yakin dia tidak akan memperlakukan Keiraku seperti ayahnya. Bersama kalian akan bahagia. Walaupun ada penghalang, aku yakin kalian akan tetap bersama pada akhirnya, karena kaulah yang terpilih untuknya Alex. Batin Elias memikirkan tentang mereka berdua.