
"Kau puas Sekarang?!". Keira mendengus kesal sedangkan Alex hanya diam saja saat memeluk Keira tapi dalam hatinya ia sungguh senang.
Bagaimana tidak?. Terjebak di lift yang jatuh bersama dengan gadis yang dia sukai, mendapatkan perhatian dari gadis yang disukai bahkan memeluk gadis yang disukai membuat Alex Merasa bahagia. Semoga saja ia tidak melakukan hal yang aneh-aneh yang disebut dengan kesempatan dalam kesempitan.
Alex memeluk Keira dan memperhatikan Keira yang sedang menatap lurus ke langit-langit.Tidak diketahui apa yang sedang dipikirkannya.
"apakah kau saat itu sedang bekerja di cafe makanya kau telat?". Tanya Alex saat menyadari bahwa pakaian yang dikenakan Keira sama yang dipakai oleh teman-temannya Keira saat ia pertama kalinya ia datang ke cafe itu.
"hm...25% begitu".
"25 %? bagaimana dengan 75%?".
"50% karena kedatangan kedua kakakmu".
"apa!? kakak-kakakku datang kesana!?".
Dasar Kakak-kakakku yang menyebalkan?!. Jadi mereka berdua yang membuat Keira datang terlambat ?!.
"aku tidak tahu bahwa kau ternyata punya sepasang kakak".
"Lah, jadi selama ini kau tidak tahu bahwa aku adalah anak bungsu dan punya sepasang kakak?. Kau ini gadis gua,yah sampai gak tahu begitu".
"enak saja! siapa yang kau sebut gadis gua?!". Keira menoleh dan kedua matanya melotot ke Alex, lalu...
BLEETAAK!.
"Adaow! sakit tahu. Aku ini demam, malah kau jitak!". Alex meringis sakit di kepalanya saat Keira menjitak kepalanya.
"Makanya, jangan mengejek. Aku tidak tahu karena... aku bukanlah seseorang yang hobi Melihat-lihat sosmed. Bagiku buat apa, setiap hari meng-update status, buat begini, buat bahkan kita tidak tahu apakah foto profil mereka benar-benar asli atau tidak karena jika tidak hati-hati maka kita dapat tertipu. Aku punya satu namun aku tidak tahu apa yang harus aku tulis distatus, yang aku lakukan hanyalah menatap kosong dan bermain game saja di sosmed". Ucap Keira menjelaskan tentang pendapatnya mengenai dunia sosial media.
"Lupakan saja tentang sosmed. Saat kedua kakakku itu datang ke tempatmu Bekerja, mereka mengatakan apa padamu?".
"hm... mereka sibuk memuji-muji diriku lalu... mereka berdua menceritakan masa kecilmu".
"mereka mengatakan apa?!".
"hihihi. Aku baru tahu bahwa kau ternyata waktu masih kecil sampai enam setengah tahun kau masih memakai popok".
Dasar mereka berdua. Beraninya mereka menceritakan hal yang memalukan itu. Awas saja mereka nanti.😫
"lalu, mereka pernah cerita bahwa saat kau berumur empat tahun, kau salah mengira alat kontrasepsi itu balon dan kau menjadikan alat pengaman itu sebagai balon.Hahaha".
AAAAAAAHHHHHH! 😨dasar kakak-kakak sialan! mereka mengatakan itu kepada Keira. Awas saja mereka💢
"lalu, mereka juga cerita bahwa-"
"cukup! aku tahu keseluruhan apa yang dikatakan mereka padamu. Tapi kau jangan percaya dengan cerita mereka. Semua yang mereka bilang itu bohong".💦
"benarkah?".
Tapi, rasanya kedua saudaranya jujur deh. Apalagi jika melihat raut wajah Alex, sudah pasti yang mereka katakan itu benar.
"Sebaiknya lupakan saja yang aku tanyakan kepadamu barusan. Sekarang, sisa persenannya tadi apa yang membuatmu terlambat".
"oh. yang 25% lagi, dikarenakan...hehe. Aku makan donat krim di cafe tanpa teringat dirimu".
"dasar. Karena makanan kau melupakanku".
"hehe".
"kalau kupikir lagi, kau ini selalu makan banyak,yah"
"yah begitulah. Kau yakin masih menyukaiku walaupun kau tahu aku makan banyak hingga bisa-bisa aku menghabiskan isi dompetmu"😉
" jika demi dirimu, aku rela menghabiskan berapa banyak uangku untukmu yang hobi makan tapi hati-hati. Bisa-bisa perutmu ini akan berbentuk seperti guci karena banyak makan".
Ucap Alex dengan gemasnya ia mencubit pelan perut Keira yang langsing itu.
"Hei, jangan mengejekku. Menyebalkan, sana tidur".Ucap Keira seraya membalikkan badannya dari Alex.
"aku belum bisa tidur makanya aku mengajakmu cerita. Maka dari itu, lihat aku dong".
Jika saja ia tidak sakit, aku pasti sudah malas
meladeni dirinya ini.
Mau tidak mau terpaksa ia membalikkan badannya dengan bete sehingga sekali lagi mereka saling tatap menatap.
"Kau ini. Kau ingin diceritakan tentang apa?".
"Cinta pertamamu Elias...".
Ucapan Alex membuat Keira terdiam. Tatapannya beralih ke langit-langit agar Alex tidak tahu betapa sedihnya dia melaui matanya.
"apa yang ingin kau tahu tentang dirinya?".
"dia itu... seperti apa?".
"... dia baik, penyayang, lemah lembut kepadaku. Dia selalu menjagaku dari apapun".
"lalu?".
"dia juga pencemburu tapi lucunya, dia tidak cemburu saat aku dekat dengan laki-laki lain karena ia percaya padaku namun ia cemburu pada kakakku, Leo".
"Leo? kau punya saudara laki-laki lain?".
"yup. Leo adalah kakak yang sangat menyayangiku. Ia selalu ingin bersamaku mulai jalan bareng, bobok bareng, pokoknya yang biasa dilakukan oleh kakak laki-laki ke adik perempuannya".Ucap Keira yang tersenyum saat mengingat kenangan masa lalu.
"Kenapa dia cemburu pada saudaramu itu?".
"hingga semuanya berubah semenjak kepergiannya...".
"Kei...". Saat melihat raut wajah Keira yang sedang sedih, membuat Alex merasa sedih dan menyesal telah bertanya tentang Elias karena pertanyaanya telah membuka kesedihan lama Keira.
"apakah kau tahu mengapa sekarang ini aku menempuh pendidikan secara formal disekolahmu?".
"mengapa?"
"aku melakukannya demi permintaan terakhir Elias. Ia ingin aku merasakan pengalaman bersekolah walaupun hanya setahun atau dua tahun. Ia ingin aku menempuh pendidikan formal dimana aku bisa bersosialisasi dengan orang lain... memiliki teman yang lain, dan memiliki kenangan yang indah di sekolah. Aku menuruti permintaannya tapi aku menyadari bahwa dia salah...".
"apa yang membuatmu berpikir bahwa dia salah karena memintamu untuk menempuh pendidikan formal?".
Keira menatap ke langit-langit. Ia terdiam sebentar hingga dia mulai kembali berbicara.
"aku tidak bisa bersosialisasi dengan mereka yang sibuk memamerkan kekayaan orang tua mereka, yang angkuh dan merendahkan orang lain yang berada di bawah.
Aku juga tidak bisa berteman dengan mereka yang disekolah itu karena mereka golongan keempat".
"Keempat?".
"apa kau tahu bahwa di dunia pertemanan ada enam jenis golongan.
gol.1: Teman sejati,
gol.2: Teman biasa,
gol.3: Teman tapi mesra
gol.4: Teman yang memandang status,
gol.5: Teman penjilat, dan
gol.6: Teman yang ada maunya.
disekolahmu, Mereka termasuk golongan keempat tapi bisa juga termasuk golongan ke lima dan enam dan aku tidak mau memiliki teman dengan orang yang seperti itu. Karena itulah, aku merasa sendirian...
tapi entahlah... apakah aku yang selektif dalam memilih teman atau mungkin... aku berada disekolah yang salah karena ada seseorang yang pernah berkata padaku bahwa sekolahmu Seperti neraka...".
Ucapan Keira Secara tidak langsung telah menyidir Alex yang merupakan keluarga pemilik sekolah itu sehingga hati Alex merasa sakit dibuatnya Karena Alex menyadari bahwa apa yang dilakukannya selama ini telah membuat sekolah itu menjadi neraka bagi siapapun yang menentang dirinya. Ia teringat dengan apa yang dilakukannya saat ia menginjak pendidikan Playground di sekolah Fallen sampai ia menginjak pendidikan SMA.
"aku teringat saat aku menyelamatkan siswa yang mau bunuh diri karena penindasanmu sehingga aku tidak ingin bersekolah di SMA Fallen namun takdir telah membawaku ke sekolah itu.
Aku Juga Ingat dengan penindasanmu terhadapku waktu itu dengan harapan aku akan menyerah. Dan yah, aku ingin menyerah dan pergi meninggalkan sekolah itu namun tidak aku lakukan karena aku tidak mau kalah darimu yang ingin aku kalah. setidaknya aku beruntung karena Tania dan Silvana juga Dion selalu bersamaku".
"aku benar-benar menyesal dan meminta maaf kepadamu, Keira. Dulu aku benci padamu karena kau berani melawanku padahal akulah yang menguasai sekolah itu. Sehingga murid-murid SMA Fallen menindasmu atas perintahku. Tapi semuanya telah berubah karenamu".
"apa yang aku lakukan? bukankah yang kulakukan padamu hanya membanting dirimu waktu itu".
"aku tahu namun, apakah kau tahu bahwa saat menindasmu, aku merasakan sesuatu yang aneh dihatiku. Sesuatu yang tidak pernah aku rasa-".
"sssst!". Ucapan Alex tidak selesai saat tiba-tiba saja Keira mendengar sesuatu. Alex sangat bingung dengan Keira yang tiba-tiba saja menutup mulutnya dan memintanya untuk diam.
Aku rasa aku mendengar suara...
Keira langsung bangkit dan berdiri. tatapannya tertuju pada langit-langit lift. Alex juga bangkit dan berdiri walaupun dia tidak mengerti.
Kami sudah sampai. Kami berada di depan pintu lift basemen sekarang.
Bagus. Terima kasih dan, apakah kau sudah beritahu mereka bahwa ada seorang manusia disini?. Tanya Keira pada dirinya yang lain secara telepati.
Jangan khawatir. Mereka tahu.
Ucap Keira yang lain. Di depan pintu lift basemen, Keira yang lain itu langsung membuka pintu lift itu dengan kedua tangannya dan melakukannya sendiri. Ia terus membuka paksa pintu itu hingga akhirnya benar-benar terbuka.
"Keira apa kau mendengarnya?".
"tentu saja. Bantuan telah datang. Kita harus mundur". Segera Alex dan Keira berjalan mundur sampai kesudut lift saat mendengar suara yang berasal dari pintu lift yang dibuka paksa.
Sementara itu, setelah pintu lift terbuka, Keira melempar tiga buah glow stik untuk melihat seberapa jauh jarak mereka.
"Tidak terlalu jauh dari kita berada. Aku serahkan kepada kalian, aku harus kembali ke tubuh utamaku agar manusia itu tidak merasa aneh dan curiga".
"Baik yang mulia". Ucap Beberapa Orang bersetelan jas hitam layaknya pengawal itu secara serempak.
Setelah ia kembali ke tubuh utamanya, dua dari enam orang itu langsung terjun kebawah sehingga menimbulkan bekas jejak penyok di langit-langit.
"suara apa itu barusan?! mengapa Langit-langitnya jadi begitu?".
"ah, mungkin ada sesuatu yang jatuh kurasa"
Mereka ini bagaimana sih? bukankah sudah kubilang untuk hati-hati?!. 😒
Sementara itu...
" seharusnya kita pakai tali saja tadi. Saat kita mendarat, aku lupa bahwa ada manusia selain tuan putri".
"manusia itu pasti bakalan curiga sekarang Melihat bekas penyok ini".
"kita lupakan saja masalah itu. Kita harus menolong tuan putri sekarang". Ucap laki-laki itu yang membuat lubang di bagian langit-langit lift dengan laser.
Setelah melubangi dengan bentuk persegi yang cukup dilewati oleh kedua orang yang terjebak itu, potongan lift itu jatuh ke lantai lift dan orang itu langsung turun ke bawah untuk memastikan keadaan mereka.
Saat orang itu masuk kedalam, Keira dan Alex mengenali orang itu dan Keira senang melihatnya.
"ah, guru Madoc".
"Halo, anak-anak. Aku datang". Ucap Madoc.