The Hot Blood Of Saga

The Hot Blood Of Saga
Chapter 72 : A Sad Ending Two Past Love



"gundah? siapa bilang bahwa hatiku sedang gundah?". Keira mencoba menyangkal interogasi Silvana bahwa hatinya sedang gundah dan berkecamuk.


Namun Silvana tahu bahwa apa yang diucapkan Keira lain dengan ekspresi wajahnya.


"jangan berbohong Keira. Kita bertiga sudah lama bersahabat sehingga aku tahu bahwa kau pasti sedang gundah di dalam hatimu".


Keira menghela nafasnya. Ia menatap Manik-manik mata abu-abu Silvana seakan ia berkata bahwa dia benar, Keira benar merasakan perasaan yang gundah dalam hatinya.


aku tahu bahwa secara perlahan kau memiliki perasaan terhadap Alex walaupun kau belum mengakui kenyataan itu, Keira. dan yang menyebabkan hatimu gundah Karena dirimu berada diantara Elias dan Alex.


Cinta di masa lalu dan sekarang...


aku pernah merasakannya


namun berbeda nasib...


Cintamu dengan cinta masa lalu berakhir dengan kematian.


sedangan aku...


cintaku dengan masa lalu berakhir dengan penghianatan.


"aku tidak tahu dengan perasaan sekarang ini, Silva... banyak orang-orang didekatku menghiburku dan memintaku untuk Move on tapi, ini sangat tidak semudah yang dikatakan mereka".


"tapi aku yakin kau pasti bisa".


"kau tidak mengerti. Melepaskan kepergian Elias dan move on sangat sulit kulakukan... ini seperti mencoba melepaskan foto-foto Elias di dinding namun tanganku... terasa berat dan bergetar saat melakukannya. Dan saat aku melakukannya...".


"yah?".


"semua kenangan-kenangan indah yang kualami bersama Elias muncul satu-persatu seakan yang kulihat sangat nyata dan merasa Elias masih hidup bahkan... aku merasa melihat Elias berdiri di depanku. Raut wajahnya terlihat sedih seakan ia berkata "Keira, mengapa kau melupakanku...? apakah kau sudah tidak mencintaiku lagi?". Aku tidak sanggup melakukannya dan Alex...".


"Alex? ada apa dengan Alex?".


"Alex... bagaimana dengan Alex? aku bisa melihat kesungguhannya padaku walaupun dia tidak tahu siapa aku sebenarnya.


Apa yang dilakukannya selama ini membuat sebuah perasaan yang kurasakan terhadap Elias juga tumbuh seiring waktu dihatiku dan ia melakukan apapun sebagai bentuk kepedulian dan cintanya padaku dan aku ingin menjalani kisah cintaku dengannya akan tetapi...


Mengapa kisah cintaku begitu rumit, Silva...?". Ucap Keira Dengan perasaan kesedihan begitu dalam tergambar di wajahnya mengingat kehidupan percintaannya.


"Cinta... siapa bilang bahwa cinta yang dijalankan semua makhluk kehidupan ini mulus seperti air yang mengalir?.


Banyak makhluk hidup seperti kita, manusia bahkan Vampire menjalani kisah cinta yang rumit dan penuh perjuangan seperti mendaki tebing tinggi yang sangat curam dengan menghindari penghalang yang ada.


dalam kisah cinta, sudah pasti ada pengujian, ada juga penghalang. dalam pengujian, cinta akan menguji kesetiaan pasangan dan kepercayaan pasangan satu sama lain dari segala hasutan dan kebohongan.


sedangkan penghalang dalam cinta sudah Pasti dikarenakan kasta, orang tua, perbedaan, dan masih banyak lagi.


Namun, dua hal yang membuat sebuah kisah cinta pada seorang pasangan berakhir adalah penghianatan dan kematian.


Perbedaan Alex dan dirimu dalam kisah cinta ini karenakan kalian beda dunia dan beda dalam hal lainnya tapi kisah cinta kalian layak untuk diperjuangkan dan walaupun ada sesuatu yang dapat membuat kalian terpisah, takdir cinta pasti akan menyatukan kalian dan perbedaan dunia kau dan dia menjadi tidak berarti dan kalian tidak akan terpisahkan. Yang kau lakukan sekarang adalah mengikuti kata hatimu".


"bagaimana dengan Elias...?" Tanya Keira dengan air mata membasahi pipinya Setelah mendengarkan Silvana.


"Aku yakin... dimanapun Elias berada, ia pasti ingin dirimu bahagia. Disana Elias pasti sangat sedih melihatmu seperti ini. Kau harus ingat Keira... walaupun dia telah tiada dia akan tetap dihatimu sebagai belahan jiwamu" Ucap Silvana sembari menghibur Keira.


Keira bersyukur memiliki sahabat seperti Tania dan Silvana yang selalu ada untuknya bahkan disaat ia sedang sedih dan gundah seperti sekarang ini, Silvana menghibur dirinya.


"aku melihat hubunganmu dengan Noah begitu baik. Apakah dia tahu siapa kau?".


"tidak tapi suatu saat akan aku beritahu padanya. Aku harap hubungan kami akan selalu baik seperti ini". Ucap Silvana sembari tersenyum seakan tanpa beban dalam hidupnya.


"mengenai keluarga Dasper... apakah kau masih teringat dan masih ada perasaan dengan Emery?". Tanya Keira dengan perasaan tidak enak hati terhadap Silvana karena Silvana dan salah satu dari ketiga putra Kendrick Dasper bernama Emery mempunyai sebuah kisah.


"Emery... perasaanku terhadapnya sudah tidak ada lagi. Hubungan yang berusia sembilan bulan dengannya tidak berarti lagi bagiku. Saat ia mengkhianatiku di malam kematian Elias... bersama dengan pengkhianatannya, cintaku padanya sudah tiada lagi.


Aku sudah membuangnya dari hatiku, yang tersisa sekarang hanyalah kebencian kepada vampire itu.


Padahal, aku mengira bahwa cinta seorang Werewolf dengan vampire akan berakhir bahagia dan kedua bangsa supernatural yang bermusuhan akan melihat cinta kami sehingga mereka tidak akan ada lagi permusuhan seperti novel-novel yang kubaca


Namun... ternyata aku salah...


Aku lupa bahwa buku-buku yang kubaca tentang cinta werewolf dan vampire adalah fiksi sedangkan yang kita alami adalah kenyataan...".


"ini bukan salahmu, Silva... kita harus ingat bahwa bangsa Vampire tidak dapat dipercaya. Mereka makhluk yang sangat licik. Aku yakin Emery bepura-pura bahwa ia punya perasaan terhadapmu. Syukurlah Noah hadir dalam kehidupanmu".


"kau benar Keira dan aku harap Noah benar-benar cinta sejatiku. Hidupku sudah mengenal penghianatan yang dimulai oleh ayahku menghianati ibuku dengan sangat buruk. Lalu Emery mengkhianatiku dengan tujuan memanfaatkanku demi bangsanya...


Jika hubunganku dengan Noah bermasalah juga... mungkin aku akan mengatakan bahwa aku membenci kata cinta. Buat apa ada cinta jika yang diberikan cinta adalah luka...?".


"Silvana.....". Keira terdiam saat mendengar ucapan Silvana sembari tersenyum walaupun ia juga menyimpan luka bahkan Keira berpikir kematian kekasih yang dicintai lebih baik daripada penghianatan kekasih yang dicintai.


Jika kekasih yang dicintai berakhir dengan tiada, setidaknya kebersamaan dan kenangan yang indah bersama kekasih saat masih hidup tetap dikenang dan sang kekasih tetap dihati sebagai bentuk penghargaan karena mengisi kehidupan dengan kebahagiaan dan sangat berarti.


Walaupun, butuh waktu cinta baru itu tumbuh dan hadir pada seseorang yang Kehilangan kekasihnya untuk selamanya.


dan jika kekasih yang dicintai berakhir dengan penghianatan... pada saat itu juga, baik pikiran dan hati langsung melupakan kenangan yang indah dan membahagiakan saat masih bersama lalu berganti dengan memori menyakitkan tentang bagaimana cinta itu berakhir dan menimbulkan luka di hati.


jika hati sudah terluka, akan membutuhkan waktu yang lama untuk sembuh hingga pada saat itulah hati akan menerima cinta yang baru.


Namun terkadang, luka masa lalu bisa kembali hadir disaat hati yang telah tergores luka masih dalam penyembuhan.


pada saat itu...


hati dan pikiran saling melawan dalam tubuh.


satu sisi akan mengingatkannya dengan penghianatan sang kekasih.


dan satu sisi lain akan mengingatkannya bahwa seseorang perlu diberi kesempatan Kedua.


...yang menjadi pertanyaan... siapa yang akan didengar? ...


...Hati? ataukah pikiran?...


Dan jika seandainya diminta untuk memilih sebuah akhir dari kisah cinta dari dua pilihan itu, mana yang akan dipilih...?