
Sekali lagi mereka berdua kembali diam. Tapi kali ini Alex menatapnya dengan perasaan aura gelap disekelilingnya sedangkan Keira mengalihkan pandangannya ke arah lain karena jujur saja, ia tidak berani menatap mata kiri Alex yang sedang menatap tajam dirinya.
Mengapa tidak?. Ia mendapatkan tatapan mata itu semenjak Alex menemukan sesuatu yang tidak pernah dia sangka.
(Sebelumnya...)
Ini sungguh gila. Kakak macam apa yang memberikan adiknya barang-barang seperti ini untuk membuat adiknya aman?.
Yang ada dia malah bunuh orang.
apakah kakaknya tidak kasihan pada Keira yang membawa beban berat di punggungnya?.
apalagi aku masih ingat bahwa Keira Memiliki cedera di bahu kirinya.Pikir Alex saat ia teringat akan bahu kiri Keira walaupun dia tidak pernah tahu apa yang membuat Keira memiliki bekas luka itu.
Alex kembali memeriksa isi tas yang dibawa oleh Keira tanpa ada larangan sama sekali dari si gadis itu.
Mengapa?
tentu saja karena untungnya Keira tidak tahu kode etik perempuan bahwa laki-laki dilarang memeriksa isi tas perempuan yah... walaupun isinya sungguh tidak terduga.😁✌️
Saat memeriksa isi ransel Keira, ia menemukan jaket sekolah dan rok sekolah. Wajar saja karena Keira pulang pergi naik sepeda motor sehingga Keira selalu pulang pergi memakai celana panjang dan jaket kulitnya.
Tapi...
(Pikiran Keira): Kenapa raut wajahnya kayak kecewa begitu? Mencurigakan banget.😧
(Pikiran Alex): Aish, sayang sekali dia pakai celana panjang. Aku ingin sekali melihat warna apa yang dia pakai.🙄
"Hei, kau sedang memikirkan apa, Alex?"😶
"ah! eng.... tidak memikirkan apa-apa kok. Haha..."😅💦
Alex memasukkan kembali pakaiannya Keira sampai matanya tertuju pada suatu buku yang entah mengapa menimbulkan rasa penasaran pada diri Alex.
Akh! buku itu!!.😨 Keira panik dalam hatinya saat Alex mengeluarkan sebuah buku yang berjudul buku musik dengan gambar biola di cover depan buku.
"Ng... Alex, tolong jangan keluarkan buku itu,yah".😅💦
Alex tidak menjawab namun ia menyadari bahwa ada rasa kegugupan pada Keira saat ia memegang buku itu.
ini sungguh aneh. Kenapa Keira terlihat gugup begitu?. Apalagi, ini sungguh aneh. Ia membawa buku musik tapi ia tidak membawa biola.
Alex membuka lembaran pertama buku itu, bersama dengan itu... hati dan pikiran Keira telah menjerit duluan.
Saat melihat isinya, raut wajah Alex berubah. Ia tidak tahu harus berkata apa pada Keira saat ia melihat dibalik kamuflase sampul buku itu, ternyata ia melihat gambar seorang model laki-laki dewasa sedang menyiram tanaman dengan kondisi bertelanjang dada dan hanya memakai celana dalam putih doang.
Ini gila! bagaimana bisa gadis yang polos, galak, lugu begini... ternyata!.
Alex membalik -balik lembaran majalah itu dan ia melihat laki-laki setengah telanjang dalam bermacam-macam pose setiap ia membalikkan halaman.
"Keira... apa ini?!".
(dan sekarang...)
"Keira, lihat aku".
Aish, jika aku melihatnya, ia pasti akan mencercaku dengan berbagai macam pertanyaan dan akan mengomeliku. Lagipula ini tidak adil! laki-laki bisa lihat model majalah wanita dewasa. Masa perempuan gak bisa sebaliknya.Huh! Memangnya dia ini siapa?. dia ini tidak lebih dari lelaki tukang paksa pacaran.
"gak mau".
"lihat aku....".
"lihat aku!".
"enggak mau!!".
Keira tetap kekeh pada pendiriannya. Mereka Sama-sama keras kepala seperti batu. Disatu sisi Keira tidak mau melihat Alex karena ia yakin dirinya akan diomelin karena ia ketahuan memiliki majalah dewasa.
padahal menurut Keira, Alex tidak berhak mengomeli dirinya.
sedangkan di satu sisi Alex memaksa Keira untuk melihatnya dirinya walaupun tidak ada yang tahu mengapa.
Yang jelas, salah satu dari mereka harus ada yang mengalah atau melunak bukan?.
"Keira.....lihat sini dong".Ucap Alex sembari mendekati Keira..
Ucap Keira secara batin saat mendengar nada suara Alex kali ini terasa melunak. Ia pun akhirnya menoleh dan terkejut saat Alex duduk begitu dekat dengannya. Bahkan tidak ada celah untuknya mundur.
dan saat mereka duduk berdekatan dan Keira menatap wajah Alex yang begitu dekat, ia merasakan jantungnya berdegup kencang karena menatap wajahnya yang diakui memiliki daya tarik yang sensual.
"Ng... aku sudah menoleh ke padamu, kau mau mengatakan apa sekarang?". Tanya Keira berusaha menormalkan nafasnya yang terasa sesak saat Alex menatap dalam dirinya yang terasa seperti ia berada di dalamnya.
"jangan lihat majalah ini. Lihat aku saja".
"eh???!!! ma-mak-sudnya?". Tanya Keira yang berucap secara terbata-bata saat ia mendengar ucapan Alex yang bersuara begitu dalam dan berat.
Alex tersenyum dan menggenggam kedua tangannya lalu meletakkan kedua tangannya Keira tepat di dada Alex.
Otomatis jantung Keira menjadi dag dig dug tidak karuan.
" Lihatlah aku, bukankah kau sudah cukup puas sering melihat anggota tubuh atasku yang tanpa adanya bulu-bulu karena dari majalahmu ini, aku yakin bahwa kau menyukai laki-laki yang memiliki tubuh seperti roti sobek tanpa bulu?".
Ah... sial. Ucapannya tidak bisa membuatku berkata apa-apa.
Walaupun aku..... menyukai... tubuhnya yang... Kyaaaaaa!.
Keira, tenangkan dirimu dulu. Jangan sampai ia mengira bahwa kau ini sama-sama mesumnya seperti dia. Kau sering mengatai dia mesum atau cabul. Jangan sampai ia mengatai dirimu itu mesum. Ucapan dirinya yang lain memperingatkannya untuk tenang dan hati-hati.
tapi dia sudah melihatnya. Tidak akan mungkin embel-embel mesum akan melekat padaku sekarang.😫
Masih belum terlambat. Kau harus bilang padanya bahwa majalah itu milik Tania dan Tania menitipkannya padamu agar tidak ketahuan oleh paman dan bibi dan kau tidak tahu bahwa buku itu adalah majalah dewasa.
maksudmu, melimpahkannya ke Tania dan pura-pura tidak tahu?!. Kau pikir aku akan setega itu menjadikan Tania sebagai kambing hitam?!. Sebagai temannya aku tidak bisa.
"dasar bodoh, seharusnya kau berkata begitu kepada Tania. dia yang memiliki majalah ini dan menitipkannya kepadaku agar tidak ketahuan oleh paman dan bibi. Aku sendiri tidak tahu bahwa buku yang dia titip padaku adalah itu". Ucap Keira yang ternyata ucapannya dengan dirinya sendiri berbeda dengan ucapannya ke Alex.
Tidak disangka ia akan menjadikan Tania sebagai kambing hitam karena majalah itu. Jika Tania sampai tahu, maka ia akan menyadari bahwa persahabatan itu rentan seperti kaca.
"Heh???!😯 oh begitu ternyata. Hahaha".
Aish, dasar sial. Seharusnya aku bertanya dulu kepadanya apakah majalah ini miliknya atau bukan. pikir Alex. Sedangkan di pikiran Keira...
Maaafkan aku Taniaaaa.😭
sudah-sudah. Tidak ada cara lain. Ingatlah Tapi aku akui bahwa Alex memliki tubuh yang bagus, yah. Ingin sekali melihat bawahnya😍
lupakan atas bawah itu!💢. Lagipula, Mengapa kau mengatakan Tania? mengapa tidak Cio atau Silvana?.
hei, Cio itu laki-laki tulen tahu! dan Silvana, cuma di dia yang yang satu-satunya otaknya yang tidak ternodai diantara kalian bertiga yang disebabkan oleh nenek sialan itu.
Maksudmu, Mambayo?.🤔
siapa lagi.😒
(Flashback...)
Sepuluh tahun yang lalu...
"gimana anak-anak, mantap'kan?".Tanya Mambayo yang bertanya kepada kepada Keira dan Tania setelah ia selesai membaca majalah dewasa itu.
Kedua gadis yang berusia enam tahun itu tidak berkata apa-apa saat mereka membaca majalah dewasa pemberian Mambayo kepada dua orang itu hingga akhirnya mereka berdua selesai membaca dalam keadaan yang berbeda.
Keira yang selesai membaca majalah dewasa itu, kedua matanya melotot, pipinya jadi merah seperti tomat dan air liur sedikit keluar dari sudut bibirnya.
Sedangkan Tania yang selesai membaca majalah dewasa itu, kedua matanya melotot, pipinya jadi merah seperti tomat, air liur banyak mengalir dari sudut bibirnya dan darah keluar dari hidungnya.
"bagaimana anak-anak".
"hehehe... mantaaaaaap!!"😆👍 Ujar kedua anak kecil itu.
(Flashback end....)
Kau ingat sekarang?😒
oh, yang itu. Hehehe aku ingat sekarang, apalagi aku ingat kalau Tania waktu itu berakhir dirawat di Aurora karena ia keburu pingsan akibat kurang darah karena mimisannya mengalir seperti air yang mengalir. Paman dan bibi tidak tahu apa yang membuatnya mimisan hehehe.
mengenai Tania, aku jadi teringat bagaimana dengan Twinsbells sekarang?.