
Di Aurora…
"Baiklah, rapat hari kita akan akhiri sampai disini dulu". Ucap Lestat diruang rapat yang dihadiri oleh beberapa bangsa Werewolf yang memiliki status yang penting dalam bangsa Werewolf. Termasuk Hara diantaranya mengingat dia adalah perdana menteri dan kaki Tangan Lestat, juga Madoc ada disana.
Setelah rapat yang dibahas hari itu selesai, beberapa orang itu keluar satu persatu dari ruangan rapat hingga tinggal Lestat, Hara dan Madoc.
"Bagaimana perkembangan putriku disekolah manusia, James? apa dia baik-baik saja?.
Apa tidak ada manusia yang mengganggu sampai membully dirinya'kan?".
"yang mulia putri baik-baik saja disana Baginda.
disana dia telah beradaptasi disana dan tidak ada manusia yang mengganggunya walaupun dia tidak dekat atau berteman dengan manusia disana".
Tentu saja Tuan putri tidak diganggu karena anak-anak sombong disekolah itu takut dan tidak berani terhadap Alex, simanusia angkuh itu. Batin Madoc yang tidak sesuai dengan ucapannya.
"Kudengar anak itu, dekat dengan seorang anak laki-laki disana. Apakah betul dia anak yang baik seperti yang dikatakan oleh Hara?". Tanya Lestat meminta pendapat dari Madoc karena dia guru di SMA Fallen.
Andai saja aku bisa mengatakan bagaimana manusia itu dulu memperlakukan yang mulia putri tapi Tuan Hara malah melarangku mengatakannya hanya karena merasa dia anak yang cocok untuk yang mulia putri. Batin Madoc melirik ke arah Hara yang berdiri di samping Lestat dan Hara memberikan kode untuk Madoc agar Madoc tidak mengatakan seluruhnya karena sejujurnya, Hara takut Lestat tidak akan menyukai Alex yang pernah mengganggu Keira sebelumnya.
Insting sang ayah, jika Lestat tahu riwayat Alex yang pernah mengganggu dan membuat Keira menjalani Sekolah seperti neraka sudah pasti Lestat akan keras dan tidak menyukai bahkan memberikan Alex sebuah kesempatan untuk menjalin hubungan dengan Keira tidak peduli Alex adalah pasangan sejati Keira atau tidak, tanpa memandang pengorbanan Alex yang telah menyelamatkan Keira dari bahaya.
"Dia baik baginda".Jawab Madoc.
"hanya baik?".
"sebenarnya… sungguh baginda, selain dia baik, dia juga anak malang yang tumbuh tanpa kasih sayang orang tua sehingga ia menjadi anak penyendiri dan kesepian bahkan sebagai pewaris Fallen Group, dia tidak terbuka kepada siapapun". Lestat menghela nafas sambil memeriksa berkas setelah mendengar pendapat dari Madoc, tidak tahu apakah ia menyukai atau tidak mendengar pendapat dari Madoc.
"apakah orang tuanya begitu sibuk sambil tidak menyadari bahwa anak mereka sendiri kesepian dan kurang kasih sayang?". Tanyanya sambil melihat berkas itu dan mendatanganinya.
"Anda tahu seperti apa manusia bernama Harold. Saya sudah pernah cerita tentang dia dulu'kan?".Ucap Hara.
"Harold? hm, Fallen Group. Aku baru sadar sekarang,Apakah dia anak manusia yang ingin menjodohkan putranya dengan putrimu tapi kau tolak waktu itu?".
"yah yang mulia".Jawab Hara sehingga Lestat menghentikan aktivitasnya lalu melirik ke arah Hara.
"Manusia itu, apakah harta lebih penting baginya daripada perasaan anaknya sendiri?.
bagaimana dia bisa begi- ah, seharusnya aku tahu jika seorang suami yang memperlakukan istrinya dengan buruk, mana mungkin bisa menyayangi anak-anaknya.
Anak malang itu mendapat seorang ayah yang tidak baik dan mendapat seorang ibu yang hanya terbaring di ranjang selama bertahun-tahun tanpa tahu apa yang dijalani anak-anaknya.
Setidaknya, ibunya bisa lari dari kenyataan bahwa dia memiliki suami Yang buruk dan membuatnya tidak lebih dari burung dalam sangkar. Aku rasa dialam bawah sadarnya, dia sudah menyerah untuk kembali sadar.
Atau mungkin jiwanya sudah lama tiada terbebas dari kehidupan yang menjeratnya meninggalkan tubuh lemah yang hanya ditangisi anak-anaknya tapi tidak dipedulikan oleh suaminya sendiri". Ucap Lestat mengingat ia mendengar keburukan Harold walaupun tidak dipublikasikan karena uang telah menutupi sifat buruknya dari kebenaran.
"aku… sebagai seorang ayah khawatir apakah anak itu akan seperti ayahnya atau tidak…
dari tiga anak, aku hanya punya satu putri dan putriku adalah duniaku. Jika kesedihan melanda dirinya, duniaku seakan runtuh…
aku tidak akan pernah lupa Betapa hancurnya hatinya setelah putramu tiada.
Hatiku sangat sedih dan sakit, ia adalah pelita hatiku dan kesedihannya telah menggelapkan hidupku…
Aku akan melakukan apapun untuknya demi mendapatkan senyuman kembali walaupun harus mengorbankan segalanya".
"Yang mulia… aku yakin manusia itu adalah anak yang baik. Nilai-nilai dari ibunya pasti tertanam dalam benak anak itu.
Selain itu, tumbuh melihat seperti apa ayahnya selama ini dan bagaimana cara ayahnya memperlakukan ibunya dan dia juga saudara-saudaranya, tidakkah akan menumbuhkan s
rasa benci di dalam anak itu kepada ayahnya?.
ditambah lagi ayahnya telah merebut penglihatan salah satu matanya dan juga ibunya, sudah pasti ia tidak akan bisa memaafkan ayahnya itu dengan menjadi anak yang tidak akan menjadi seperti ayahnya.
dan kurasa Harold tahu ketiga anaknya membenci dirinya tapi, apakah ia peduli dan memikirkan perbuatannya selama ini kepada buah hatinya sendiri dengan menjadikan objek pertukaran dalam pernikahan demi bisnis?.
saya rasa tidak".Sinis Hara saat menyebut nama Harold.
"Orang serakah, tidak akan menyadari apa yang lebih berharga dari pada harta. Hanya saat kehilanganlah ia baru menyadari bahwa keluarga lebih berharga daripada harta…
Mengapa ibu anak itu tidak dari awal keluar dari pernikahan yang tidak sehat dengan lelaki yang tidak baik?
apakah dasar cinta yang membuatnya bertahan
dari derita yang dibawa laki-laki itu kepadanya?
apakah harapan yang tidak pasti menjadi keyakinannya bahwa suaminya akan berubah suatu hari?
ataukah kesabaran menghadapi suami yang terus meyakiti fisik dan psikis?
kau tahu Hara, Madoc, para wanita yang mengalami ketidakbahagiaan dalam pernikahan itu bukanlah kesabaran yang dibutuhkan tapi kesadaran bahwa pernikahan mereka tidak pantas untuk dipertahankan.
Sebagai seorang laki-laki, aku tahu perselingkuhan, pengkhianatan, dan penindasan yang dilakukan terhadap laki-laki terhadap istri merupakan perbuatan yang tidak bisa untuk dimaafkan bahkan tidak pantas untuk diberi kesempatan karena… sekali mereka melakukannya maka pasti akan mereka lakukan itu lagi.
Aku harap para istri tahu akan hal itu sehingga lebih baik berpisah dan menjalani hidupku yang baru dengan pengganti yang lebih baik daripada terus berada di pernikahan yang tidak pantas untuk dipertahankan.
Ibu anak itu terlambat untuk menyadari semua itu demi anak-anaknya sehingga disaat ia akan pergi, sudah terlambat baginya sehingga ia tertidur dengan alat-alat medis yang menunjang hidupnya dan menorehkan luka yang membekas pada putranya itu .".Ucap Lestat lirih memandangi langit-langit ruangan dengan bola mata indigonya dan kedua orang itu terdiam mendengar ucapan Lestat.
"Syukurlah Istri-istri mendapatkan suami yang baik seperti kita. Mereka wanita yang kuat, hebat, dan menjalani hidup bahagia dengan suami yang sangat mencintai mereka seperti kita ini bahkan mendapatkan anak-anak yang sangat manis dan baik berkat memiliki orang tua yang Saling mencintai seperti aku dan Lyora, kau dan Antonia".
Yang mulia… Batin Hara dan ia juga mengakui bahwa, walaupun Boing-boing Antonia rata dan tukang ngomel jika ia pulang terlambat, ia mencintai istrinya itu dan Antonia selalu bahagia bersama dengan dirinya sehingga ia bersyukur karena Moon Goddes Telah memberinya seorang Mate seperti Antonia.
"eh? ngomong-ngomong yang mulia, darimana anda tahu bahwa Alex kehilangan salah satu matanya?".Tanya Hara penasaran karena menyadari Lestat menyebutkan kekurangan yang ada pada diri Alex padahal Hara tidak menceritakan tentang kekurangan yang ada pada Alex Sama sekali.
Lestat menyunggingkan senyumnya lalu menoleh ke arah Hara yang penasaran lalu ia menyerahkan sebuah majalah tentang orang-orang kaya berpengaruh dengan Alex sebagai cover majalah depan dan tiga lembar kertas ke Hara.
"I-ini".
"bukan hanya kalian yang menyelidiki Anak itu. Kalian tahu'kan putra tertuaku sangat sayang kepada putriku. Bahkan terlalu sayang sehingga ia tidak menyangka bahwa anak itu dekat dengan Keira sehingga Leo mencari tahu secara mendetail tentang anak yang bernama Alex itu lalu menyerahkan apa yang dia dapatkan kepadaku.
Bahkan berkat putrimu Tania yang sedang datang kerumah Keira saat itu, Leo jadi tahu bahwa anak itu pernah membully Keira disekolah miliknya itu apalagi anak itu juga datang kerumah Keira".
Ah! dasar anak mulut ember. Tapi kapan Tania dan Alex bertemu dengan Leo di rumah Keira?. Pikir Hara.
"kau pasti bertanya-tanya dalam pikiranmu bagaimana mereka bisa bertemu dengan Leo?".
Tebak Lestat.
"ng…😅 bagaimana ya?".Tanya Hara lalu Lestat pun mengingatkan tentang kejadian penyerangan vampire dibawah naungan keluarga Dasper menyerang dihari memperingati kematian Elias saat itu dimana Samuel, anak Kendrick betarung melawan Tania, anak Hara yang berakhir pada kalahnya Samuel ditangan Tania.
Tapi Baik Hara maupun Lestat tidak ada yang tahu tentang apa yang dikatakan oleh Samuel terakhir kalinya sebelum mati kepada Tania Sehingga Tania mulai menyelidiki secara diam-diam.
"kau tidak mengatakan apapun kepadaku tentang bagaimana perlakuan mereka terhadap anak-anakku, bahkan kurasa James tidak bisa mengatakannya kepadaku karenamu, ya'kan James?".
"maaf hamba baginda".Ucap Madoc.
"maaf saya Baginda. Saya tidak mengatakan semuanya karena saya bisa melihat anak itu merupakan anak yang baik dibalik sifat dinginnya.
dia menyadari kesalahannya dan minta maaf kepada yang mulia putri. Dia juga sudah dua kali menyelamatkan nyawa yang mulia putri yang terancam bahaya, sehingga tidak ada salahnya jika memberi kesempatan kepada Alex untuk menjalin hubungan dengan putri Baginda".
"…entahlah … sungguh, aku merasa bimbang dengan anak itu berhubungan dengan putriku.
Apalagi aku tidak bisa ikut campur jika putriku menyayangi anak itu. Mendengar dirimu tentang anak itu, aku yakin dia anak yang baik tapi, apakah dia tahu bahwa gadis yang dia cintai bukanlah seorang manusia biasa?".
"sementara ini dia tidak tahu baginda".Jawab Madoc.
"…Begitu yah… kalau begitu aku hanya bisa memperhatikan hubungan mereka saja dari jauh.
Kalian berdua, pantau mereka dengan baik. juga pastikan putriku tetap aman, keluarga Dasper pasti akan mengincarnya setelah apa yang telah aku lakukan pada salah satu anak dari keluarga Dasper".Titah Lestat sembari bangkit dari kursinya.
"Baik yang mulia!".
"bagus, aku mau pergi dulu".
"yang mulia mau kemana?".Tanya Hara saat Lestat beranjak keluar dari ruang rapat.
"Ada deh. Jangan ikut aku, aku akan baik-baik saja".