The Hot Blood Of Saga

The Hot Blood Of Saga
Chapter 154 : Truth



...BLEETAAK!!...


"Adaoww!😫".


"hei, kenapa kau memukul kepala saudaramu? Kau tidak kasihan dengannya yang sedang hilang ingatan?".Tanya Danny saat Cio menjitak kepala Tania sehingga Tania meringis karenanya dan Cio pun pasti merasakannya juga.


"hei, dia ini pura-pura bodoh 😒"Ucap Cio memberi tahu Danny.


"hei, apa maksudmu dia pura-pura?".


"tanya saja sendiri. Lagipula aku tahu kau berbohong kepada kami semua bahwa bukan kepalanya yang kena bola tapi itunya. Jika tidak bohong, seharusnya aku juga merasakannya dikepala, bukan di iniku".


"ah…itu😅💦…".


"alah…kukira aktingku tidak akan ketahuan, tapi tidak kusangka bahwa kembaranku sendiri bisa tahu juga". Ucap Tania menghembuskan nafas kasar.


"Jadi kau bohong?! kenapa? bahkan kau sempat-sempatnya meledek ibumu sendiri dan aku?


kau telah membuatku bersalah walaupun kau sendiri yang melakukannya".Ucap Danny.


Tania melirik sebal kepada Danny karena dia masih mengingat kenangan enam tahun yang lalu dimana cintanya berakhir singkat.


"ei, aku punya alasan tahu. Lagipula tidak setiap hari aku meledek ibuku dan lagipula, bukankah kau yang memancing rasa kekesalanku?".


"sudah-sudah. Ceritakan kenapa kau bepura-pura walaupun akhirnya kau ketahuan olehku karena aktingmu sangat payah".


"hei, gini-gini aku pernah ikut drama teater tahu".


"yah, kau pernah tapi kau beperan sebagai batu dalam drama saat itu dan kau tahu bahwa dalam peran sebagai batu sudah pastinya tidak bergerak alias tidak ada dialog".


"💢".


"sudah-sudah. Sebaiknya kau bercerita mengapa kau bepura-pura Tania". Ucap Danny menengahi mereka. Kedua laki-laki itu saling berpandangan menatap ke arah Tania dengan tatapan introgasi sehingga mau tidak mau ia harus mengatakannya.


"aku akan mengatakannya namun berjanjilah padaku bahwa kalian tidak akan mengatakan kepada siapapun. Janji?".


"…janji. Kami berjanji". Danny dan Cio serempak mengatakannya sehingga Tania setengah bernafas lega karenanya.


"…baiklah. Begini… sebenarnya aku sedang menyelidiki seorang vampire yang telah masuk dan membaur disekolah SMA Fallen".


"apa?!". Kedua laki-laki itu terkejut apalagi dengan Danny karena dia tidak menyangka bahwa tempat dia bersekolah bersama dengan kedua temannya telah ada vampire yang menjadi seorang murid dan ia tidak tahu siapa dan berapa jumlah mereka.


"jadi… di-di SMA Fallen ada…".


"yah. Sudah pasti ada, sesuai permintaan Keira aku menginstevigasi saat kedua anak sekolah itu tewas dibunuh oleh vampire yang pernah Keira temui dan sebuah pertanyaan terbesit di dalam pikiranku".


"dua siswa??! kapan kejadiannya? mengapa tidak ada yang tahu tentang hal itu?".


"kejadiannya saat Alex menyatakan perang melawan Keira setelah Keira mempermalukan dirinya dihadapan kalian saat itu dan kenapa kalian tidak ada yang tahu baik melihat atau mendengar mereka dikarenakan Aurora telah menutupinya agar tidak terjadi kepanikan disekolah kalian dan yang mengurus kejadian itu adalah guru kami dari kecil, James Madoc".


"James Madoc?!? berarti dia…".


"yah Danny, dia adalah seorang Werewolf seperti kami". Danny terdiam, ia tidak tahu harus berkata apa setelah ia tahu siapa guru yang selama ini mengajar kepada mereka selama beberapa bulan terakhir ini apalagi saat ia tahu tentang ada vampire sebagai murid dan sudah ada korban sudah pasti membuatnya pusing, setidaknya ia lega ketika ia tahu bahwa Aurora telah menyelesaikannya jika tidak akan ada kegemparan di sekolah milik keluarga Adrian, bayangkan reaksi Harold dan Alex jika mereka tahu bahwa ada korban di sekolah mereka.


"hihihi. Kau ini, sudah tahu mereka makhluk yang mengerikan, tapi kau masih saja menyebut mereka sebagai arwah pembalut😂".Ucap Tania saat mengingat enam tahun yang lalu dimana mereka tertawa karena masih sempat-sempatnya mengejek sang vampire waktu itu walaupun mereka berdua dalam keadaan bahaya.


Danny yang melihat Tania tertawa telah membentuk sebuah senyuman di bibirnya walaupun sekilas saat Tania menoleh kepadanya tapi Cio sempat melihat senyuman itu.


eh? tunggu, dia tidak… ah Cio, jangan berpikiran tidak-tidak. Mungkin saja aku salah lihat.Pikir Cio dalam batinnya karena sejujurnya entah mengapa ada rasa yang tidak suka saat tidak sengaja melihat senyuman Danny itu.


Mungkin karena riwayat Tania yang telah memiliki lima mantan membuatnya Khawatir dengan Saudarinya atau mungkin saja karena selama ini mereka selalu menghabiskan waktu bersama layaknya orang pacaran membuatnya merasa tidak rela seakan takut waktu kebersamaan mereka akan berkurang atau menghilang.


Tapi,siapa yang tahu?


apa yang dipikirkan oleh Cio hanya Cio yang tahu.


"arwah pembalut 😧??".


"yah Cio. dulu aku pernah cerita bukan bahwa enam tahun yang lalu aku sedang mengalami nasib yang apes saat Karena ada anak manusia menyebalkan telah membuatku menjadi ikut-ikutan korban penculikan. Saat itu kami tertawa karena ejekannya yang menyebut vampire itu adalah perwujudan dari arwah pembalut yang semasa hidupnya di buang kedalam WC".


Siapa yang kau maksud anak manusia yang menyebalkan?💢. Gerutu Danny dalam batinnya.


"oh, aku ingat. Bahkan aku ingat bahwa anak itu yang menjadi perusak hubunganmu dengan Ray. Apakah dia orangnya?". Tunjuk Cio ke Danny setelah ia ingat akan cerita itu.


"yep".


"dasar jahat. dasar perusak hubungan orang. dasar…gak tahu lagi mau bilang apa". Ucap Cio kesal pada Danny tapi ia tidak tahu cerita lain dari kisah enam tahun yang lalu lagi pula cerita itu hanya kisah cinta anak-anak polos Korban drama serial dewasa.


"aku tidak tahu bahwa aku yang akan jadi perusak hubungan orang. Saat itu yang aku ingat dia melemparku dengan termos". Ucap Cio membela dirinya sendiri karena dia benar-benar tidak tahu bahwa dia jadi perusak hubungan anak-anak orang.


"sudahlah Cio. Aku tidak mau memperbesarnya lagi. Lagipula kalian masih ingin bertanya lagi padaku enggak?".


"yah. Aku ingin tahu, Mengapa kau tidak bertanya saja Kepada guru, kakak?".


"itulah dia. dari yang kudengar dari Keira, guru Madoc bungkam dan tidak tahu sama sekali namun ia mencurigai ada sesuatu yang disembunyikan oleh guru apalagi saat vampire itu melawan Keira, mengapa ia tidak menghabisi Keira saat Keira dibuatnya lemah?


bukankah itu kesempatan bagus baginya untuk menghabisi nyawa seorang Alpha Utara sekaligus putri yang mulia Lestat?".


Ucapan Tania telah membuat Cio berpikir bahwa ia merasa sungguh aneh jika seorang vampire tidak menghabisi nyawa salah satu orang terkuat di bangsa mereka sehingga ia pun ingin mencari tahu lagi.


"kau benar kakak. Sungguh sangat aneh".


"lalu aku mengutus salah satu prajurit kita ke gunung Utara yang ditinggali oleh bangsa Panther untuk mencari tahu siapa yang mengambil Wolf Bane itu mengingat bangsa Vampire tidak bisa mendapatkan tanaman itu apalagi dengan bangsa Panther benci dengan bangsa Vampire dan kau tahu bahwa bangsa Panther bersekutu dengan bangsa kita sehingga kitalah yang bisa datang dan pergi ke gunung itu dan bisa mengambil tanaman itu.


Kau tahu apa artinya ini Cio?".


"…!! oh! ada bangsa kita yang telah mengkhianati bangsa kita sendiri dan memberikan tanaman itu kepada vampire itu?!".


"dugaanmu tepat Cio. Aku menunggu namun sudah lama aku tidak mendapatkan kabarnya dari musim panas yang lalu sehingga aku melacak apa yang terjadi pada utusanku.


Hingga aku tahu apa yang terjadi".


"apa yang terjadi kakak?".


"dia ditahan di penjara, Cio".