
Di Twinsbells cafeā¦
''š¶sendiri⦠sendiriku diam⦠diam-diam merayap⦠merayap di dinding kamar mandi⦠lalu nyamuk terbangā¦š¶ terbang menjauh⦠menjauh dari cicak⦠yang sedang merayap di dindingā¦".
"oi, nyanyi kok amburadul begitu nyanyinya Tan?". Tanya Dion Setelah mendengarkan nyanyian Tania yang sangat berbeda dengan lirik lagu yang sebenarnya.
"habis bosan sih. Jadi aku nyanyi asal-asalan saja".
Kedua orang itu benar-benar bosan hari ini sehingga mereka duduk sambil orang-orang yang berjalan dan kendaraan yang melintas di balik jendela cafe yang besar.
Silvana yang baru saja selesai berbicara dengan Noah di ponsel menggelengkan kepalanya karena melihat Wajah Tania dan Dion yang ditekuk. Intinya ekspresi wajah mereka itu seperti seseorang yang kehabisan uang jajan bulanan sehingga harus makan mie instan sampai uang jajan bulanan telah tiba.
''ya ampun kalian ini kenapa wajah kalian berdua begitu?".
''cih, gadis yang punya pacar mana mengerti kegalauan dan kebosanan yang melanda kami''.
Sindir Tania ditambah dengan tatapan mata bete Tania dan Dion kepada Silvana.
''hei, jangan begitu dong. Setidaknya aku punya alasan untuk menghabiskan kuota yang mau kadaluarsa". Ucap Silvana membela dirinya yang dibalas dengan tatapan mata bete campur kesal dari dua orang yang masih sendiri.
Setidaknya Silvana memberikan salah satu alasan mengapa memiliki pacar itu menguntungkan.
''kalian sedang melihat apa?". Tanya Silvana yang juga ikut melihat dibalik jendela.
"biasa. Melihat kehidupan lalu lalang man-".
"hei lihat itu". Tunjuk Dion sehingga ucapan Tania terpotong saat Dion melihat sesuatu. Tania dan Silvana ikut melihat dan seketika mereka menatap aneh kedepan dan Tania bisa mendengar suara yang paling dia benci untuk didengarnya yah walaupun cuma dia yang bisa mendengarkanā¦
BOING BOING BOING BOING BOING BOING
''Wah, itu baru namanya ukuran semangka''. Ucap Dion saat melihat seorang perempuan yang berjalan dengan mantel bulunya namun tatapan mata Dion tertuju pada dada besar wanita itu yang bergoyang saat ia berjalan dengan sepatu bootnya yang berhak tinggi.
''cih, dasar meseum, belum tentu itu asli. Bukankah begitu Tan- lho Tania kemana?". Ucap Silvana yang menyadari bahwa Tania tidak ada lagi disebelah mereka. Dion mengarahkan pandangannya dan menyadari bahwa Tania tidak terlihat.
"hei, pintu cafe terbuka. Mungkinkah dia?". Silvana dan Dion melihat melalui jendela dan tebakannya tepat bahwa Tania berada di luar namun ia tidak ia dan Silvana sangka adalah saat Tania belari kecil menghampiri perempuan itu.
"hei, kakak yang dadanya bergoyang aku mau tanya dong". Ucap Tania bernada keras dengan wajah polosnya menghampiri perempuan itu.
perempuan itu langsung berhenti mendengar suara Tania yang tinggi dan wajahnya menjadi merah karena menyadari bahwa dia yang dimaksud oleh Tania saat melihat beberapa orang sekitar yang berada didekatnya menatap dirinya langsung ke bagian dadanya.
Sedangkan Silvana dan Dion?.
Mereka berdua langsung jungkir balik saat mendengar Tania berkata seperti itu sambil menghampiri perempuan itu.
"dasar idiot. Haruskah ia menghampiri dan berkata seperti itu kepada perempuan itu?"š¢
Gerutu Silvana saat dirinya terbaring di atas lantai bersama dengan Dion.
"apa yang kau harapkan?. dia memang idiot dan tidak waras. Entah menurun dari siapa ketidakwarasnya dan kebodohannya itu, entah dari paman Hara atau bibi Antonia?"š§
disisi lainā¦
''hacooo!!''. Hara dan Antonia mendadak bersin bersamaan saat duduk di luar.
di Twinsbells cafeā¦
''mari kita mengintip apa yang dilakukan olehnya''. Usul Dion. Segera Dion dan Silvana langsung mengintip di balik jendela dan mereka bisa melihat apa yang dilakukan oleh Tania.
"aku mau nanya mewakilkan temanku apakah dada semangkamu ini asli atau tidak?".
"apa!!?".š¢
''Oh sial''.
Silvana dan Dion akan menghadapi krisis saat perempuan itu dengan marah berjalan menuju ke cafe dan mereka tidak tahu harus bagaimana namun ada satu hal yang perlu diketahui bahwa tidak ada satupun diantara mereka bertiga yang teringat akan Keira yang sedang apa Dan dimana dia sekarang.
Sementara itu di Auroraā¦
''Untunglah manusia itu dengan cepat membawa anda kemari segera yang mulia Putri''. Ucap Dr.Jacob saat memeriksa bahu kiri Keira di ruang pemeriksaannya.
''yah. dia mengebut dan melanggar peraturan lalu lintas demi membawaku secepatnya kemari". Ucap Keira yang memperhatikan pintu ruangan itu yang dibaliknya Alex sedang sibuk mondar-mandir di luar memikirkan Keira dan Keira.
"hei, kau". Seseorang memanggil Alex dan Alex langsung bete saat menyadari bahwa James Madoc yang memanggilnya dan ia diam saja saat Madoc berjalan menuju ke arahnya.
"sedang apa kau disini?". Tanya Madoc menatap tajam Alex dan bernada sinis ke Alex.
dan aku bisa mencim keberadaan yang mulia Putri disini? apakah ia datang menemani yang mulia putri yang sedang mengambil Obatnya ke dr. Jacob?. Pikir Madoc saat Indra penciumannya menangkap aroma Keira.
"ini bukan urusanmu guru. Aku tidak akan kemari dan terpaksa melihatmu jika bukan karena demi Keira yang sedang terluka karena dilukai seseorang".
"Apa?!". Mengetahui bahwa Keira terluka membuat James Madoc sangat terkejut. Ia langsung akan masuk namun Alex menarik tangannya mencegah Madoc masuk.
''apa yang kau lakukan? lepaskan tanganku!".
"maaf saja. Akan ku lepaskan tapi aku tidak akan membiarkan bahwa kau harus menemuinya sekarang. dia sedang di obati sama dokternya didalam. Aku saja tidak diperbolehkan untuk masuk dulu".
Itu karena kau berbeda dengan kami sehingga kami tidak mau ambil resiko jika manusia sampai melihat bahwa luka kami selalu cepat sembuh daripada kalian para manusia yang akan membuat identitas kami sebagai werewolf terancam.
tapi aku penasaran dengan apa yang terjadi pada Keira. Apakah bekas lukanya kembali kambuh atau Keira terluka karena hal lain?
selain itu, dimana Tania dan Silvana?.
''bagaimana Keira bisa terluka? jelaskan padaku". Ucap Madoc meminta sebuah penjelasan karena yang terpenting adalah mencari tahu apa dan bagaimana Keira bisa terluka.
Alex melepaskan tangan Madoc dan mulai menceritakan tentang bagaimana ia menemukan Keira dan ia tidak tahu siapa yang menyerang Keira karena dia tidak sempat bertanya lagi kepada Keira. Madoc mendengarkan hingga Alex menceritakan bahwa Keira sempat di tikam di bagian bahu kiri yang merupakan tempat bekas luka lama berada dan rasa sakit yang selalu kambuh setiap tiga bulan.
''kau bilang Keira ditikam di belati?! apakah belati yang menikam Keira terbuat dari perak?".
Tanya Madoc yang dijawab Alex dengan sebuah anggukan kepala.
"dasar brengsek!" Madoc memaki sambil memukul dinding tanpa sadar karena emosi. Alex terkejut saat melihat bekas Madoc memukul dinding dengan marah di dinding.
kuat sekali tapi apakah itu normal?.
selain itu, Mengapa ia sangat marah saat aku membenarkan bahwa belati yang menikam Keira terbuat dari perak asli?
sebenarnya, ada apa ini? mengapa rasanya ada terdapat rahasia yang tidak diketahui?.Pikir Alex saat melihat kemarahan Madoc dan juga saat mengatakan terbuat dari apa belati itu.
Apapun itu, yang jelas telah mengusik pikiran Alex.
________________________________________________
nb: lagu yang dinyanyikan oleh Tania berasal dari arasemen lagu by Cakra