
"bagaimana? sudah enggak merasa mual lagi?".Tanya Alex sembari mengelus dan menepuk-nepuk punggung Keira yang dijawab Keira dengan sebuah anggukan.
"ini salahmu. Kau menciumku bersamaan dengan air liur Serigala". Ucap Keira yang masih kesal setelah mengetahuinya.
"hehe. Maaf,yah. Lalu bagaimana dengan tongkatmu ini? kau tidak mau memakainya? ".
Tanya Alex yang melihat gadis itu berjalan tertatih-tatih sewaktu-waktu sementara Alexlah yang memegang tongkat jalannya.
"tidak. Untukmu saja sebagai benda keberuntunganmu. Lagi pula, aku'kan sudah bilang bahwa aku mau belajar tanpa tongkat karena kakiku ini bukannya patah". Ucap Keira yang sedang memberi alasan agar tidak timbul pertanyaan di lain hari tentang mengapa ia tidak pakai tongkat sedangkan kakinya tidak ada apa-apa.
Sementara itu...
"bagaimana bisa kalian membiarkan Alex keluar dari hotel!? kalian tahu bahwa malam ini adalah malam bulan purnama!".
"maafkan kami tuan, kami tidak menyadari bahwa dia pergi dari hotel tanpa sepengetahuan kami. Penciuman kami tidak dapat mendeteksi keberadaannya". Ucap salah satu penjaga werewolf yang menerima kemarahan dari Hara saat ia menyadari bahwa Alex pergi meninggalkan hotel".
"bulan purnama telah berlalu. kami akan mencarinya papa". Kata Tania yang mengajukan dirinya dan Cio untuk mencari Alex sehingga emosi Hara mulai reda dan tidak marah.
"Baiklah, nak. Papa juga berharap ia tidak melihat transformasi Kei-".
"Hara, lihat itu". Tunjuk Antonia Sehingga mereka mengarahkan pandangan mereka ke arah yang ditunjuk oleh Antonia. Mereka melihat Alex telah kembali bersama dengan Keira.
" lain kali kau Jangan bertindak nekad, Alex".
Kata Keira.
"lain kali kau harus memberitahuku kemana kau pergi".
"Hei, apakah aku harus melapor kepadamu kemana aku pergi !?".
"sudah pasti. Aku mengkhawatirkan dirimu. Aku tidak mau kau kenapa-napa. Bagaimana jika Serigala-serigala itu menemukanmu dan menyerangmu dan saat itu aku terlambat untuk menolongmu".
Lah, seharusnya aku yang berkata begitu. Sudah untung aku menyelamatkannya dari Serigala-serigala itu, tapi dia malah tetap saja bawel.
kedua orang itu memasuki aula hotel yang disambut oleh Antonia yang mengkhawatirkan keadaan Alex juga Hara, Tania dan Cio.
" Syukurlah kau tidak apa-apa, nak".
"aku tidak apa-apa, bibi. aku...".
"Nak Alex, seharusnya kau tidak melanggar peraturan yang berlaku di sini demi keamananmu. Bagaimana jika sesuatu terjadi padamu!?".Ucap Hara yang memarahi Alex atas ketidakpatuhannya terhadap satu peraturan yang sudah tertanam lama di Lamiya untuk para turis. Sedangkan penduduk sudah pasti mematuhinya karena mereka tahu bahwa mereka tinggal di pulau yang terdapat makhluk buas yang muncul di malam hari.
Sebuah kemarahan bercampur kekhawatiran dan kepedulian pertama kalinya dirasakan oleh Alex yang seumur hidupnya saat Hara memarahinya.
Ini sungguh aneh... Paman Hara yang bukan siapa-siapaku memarahiku tapi, aku merasa senang saat ia memarahiku. Dibalik marahnya, aku dapat merasakan perasaan khawatir dan kepedulian didalamnya.
Seperti seorang ayah kepada anaknya... dia memarahiku bagaikan aku seperti anaknya.
Jujur saja...
Cio dan Elias beruntung memiliki ayah dan ibu seperti mereka.
Tidak sepertiku...
Mungkin tergantung pada keberuntungan anak-anak yang telahir kedunia sehingga mereka mendapatkan cinta dan kasih sayang dari orang tua yang sangat baik dan penyayang.
Khususnya... Seorang ayah...
"hei, papa. Kalau mau marahin anak orang lihat-lihat dulu, dong. Mau menangis tuh anak orang". Tania mengomeli Hara saat ia melihat mata kiri Alex mulai berkaca-kaca.
"eh? 💦 maaf,ya nak Alex. Paman tidak bermaksud untuk-".
"tidak... paman tidak bersalah, Paman sudah benar memarahiku. Hanya saja... aku memikirkan Keira yang aku pikir berada di luar sana dan sendirian dimana hewan buas bisa menyakitinya".
"hei, Alex. Kau tidak perlu khawatir dengan Keira. Dia bisa menjaga dirinya sendiri di hutan".
"apa Cio!? bagaimana bisa kau mengatakan bahwa Keira akan baik-baik saja di hutan itu dengan hewan buas seperti Serigala yang akan menerkamnya hidup-hidup!?".
Ucap Alex yang tidak menyangka bahwa Cio bisa berkata begitu dengan entengnya mengatakan bahwa Keira pasti akan baik-baik saja.
Ah... jika saja Alex tahu bahwa Keira adalah seorang Werewolf, mungkin dia tidak akan marah Apalagi jika ia tahu bahwa Keiralah yang menolongnya dari serigala liar itu karena Serigala-serigala itu mengenali dan tunduk kepadanya sebagai putri dan Alpha.
"tentu saja karena di-". Cio segera menghentikan ucapannya karena ia menyadari bahwa tanpa sadar ia hampir saja mengekspose siapa Keira.
"di... apa?". Tanya Alex dengan rasa curiga karena ia merasa bahwa Cio tahu sesuatu.
"di...dia ini'kan tinggal di hutan sudah lama. Ia sendiri sudah tahu tentang cara melindungi dirinya sendiri, Alex. Makanya dia diijinkan bebas keluar malam-malam dari hotel".
"oh...".
Tapi... mengapa rasanya ada makna lain dari sambungan "di" itu?.
"Oh, ini karena ada Serigala yang mencoba untuk menyerangku tadi sehingga aku dibuat terjatuh karenanya".
"apa nak!? kau baru saja di...".
"aku tidak apa-apa, bibi. Aku tidak terluka. Untunglah ada tongkat Keira ini. apalagi..."
Serigala salju itu muncul menyelamatkanku...
Jika tidak... mungkin aku sudah...
"Alex, sebaiknya kau ke kamar saja dan beristirahatlah. Kau pasti lelah".
"bagaimana denganmu, Kei?".
"aku akan menyusul".
"hm... baiklah".Alex berjalan pergi menuju ke lift dan saat itu, Keira teringat akan sesuatu.
"Alex". Panggil Keira sehingga Alex menoleh ke belakang.
"apakah kau ada meneleponku tadi?".
"meneleponmu?. Tentu saja tidak, aku tidak tahu berapa nomor ponselmu. Aku tidak sempat bertanya. Ada apa?".
" Ng... tidak apa-apa".
Benar juga. Jika bukan Alex... lalu siapa? Mungkinkah hanya telepon salah sambung atau semacamnya?. Sudahlah, mengapa aku harus memikirkannya.
"Selamat malam semuanya". Kata Alex setelah ia masuk ke dalam lift .
"Selamat malam, Alex!". Ucap keluarga Rhyes itu bersamaan dengan menutupnya pintu lift dan Langsung membawa Alex pergi.
"kau harus berhati-hati dalam berbicara, Cio. Kau hampir membongkar siapa kita".
"Maafkan aku, Keira. Aku keceplosan. Tapi, apakah benar bahwa yang menyerang Alex adalah were-".
"bukan werewolf. Yang menyerang Alex hanyalah Serigala biasa saja".
"begitu rupanya. Tapi syukurlah kau datang disaat yang tepat, nak. Karena kejadian ini, kita harus memperketat keamanan".
"benar sekali, paman. Kita tidak ingin kejadian seperti Alex akan terulang kembali ".
"tepat sekali".
Setelah pembicaraan itu, Hara dan Antonia kembali ke ruangan mereka. Begitu juga dengan Cio sehingga tinggal dua gadis itu yang sedang berjalan ditaman setelah bulan purnama dan bintang tertutup oleh awan.
"Tapi Keira, tumben sekali kau keluar di malam bulan purnama ini". Kata Tania.
"oh, ini karena bulu serigala ku rontok dan aku tidak ingin Alex menjadi curiga makanya aku keluar dan bertransformasi. Selain itu aku melihat bintang-bintang dan hehe...".
"dan "hehe" apa?".
"hehenya itu adalah... aku mencari sinyal karena sudah beberapa hari ini aku tidak menelepon kakak".
"lah...".
"dan Tania..".
"yah?".
"apakah orang suruhanmu sudah menemukannya?".
"belum. Terakhir kali aku mendapatkan kabarnya, ia masih belum membuahkan hasil. Kau tahu bahwa perlu berhari-hari ke tempat itu walaupun kita belari secara melesat apalagi Sangat Sulit jika kita tidak tahu siapa yang diawasi lebih detail".
"kau benar, Tania... andai saja kita punya petunjuk lebih detail lagi tentang siapa yang memberikan bubuk Wolf's Bane ke vampire itu. Aku tidak mau sampai dia menggunakannya untuk melawan bangsa kita. Apalagi jika Oerloom sampai tahu bahwa Wolf's Bane tumbuh ditempat itu".
"Tapi kau tidak perlu khawatir, karena gunung itu dijaga oleh kaum Phanter dan... oh! bagaimana jika kita berpusat kepada vampire yang Pernah kau temui itu?".
"aku juga berpikir begitu tapi, dia hanya sekali saja muncul di hadapanku. Aku tidak tahu apa dan kapan akan bertemu lagi. Ditambah lagi, kemampuannya untuk menyembunyikan aroma dan keberadaannya dari Indra kita".
"kau benar. Karena itulah aku meminta Bastian untuk semakin memperketat dan waspada terhadap vampire itu yang bisa saja menyusup ke wilayah kita".
" aku harap wilayah Utara akan baik-baik saja dengan ketidakberadaanku disana, Tania. Seharusnya aku membelah diriku untuk melindungi wilayahku".Ucap Keira dengan nada khawatir akan keadaan wilayah Utara.
"Jangan khawatir, Keira. Kau percaya saja dengan Bastian dan para prajurit bangsa Utara bahwa mereka akan menjaga tempat itu dengan baik. Kita juga mendapat bantuan dari kerajaan untuk membantu melindungi tempat itu Bahkan, para vampir tidak tahu bahwa kita berada disini".
"...kau benar... aku harap begitu...".