
"Jadi, ternyata ayahku berniat menjodohkanku dengan Tania Putri paman Hara?!. Si kambing tua itu!".
"kambing tua?".
"oh, itu ejekanku kepada ayahku. Karena aku benci dia makanya aku memanggilnya dengan sebutan kambing tua"
"oh. Tapi, untunglah tuan Hara menolak mentah-mentah perjodohan itu demi kesepakatan itu. tuan kami tahu bahwa Cinta tidak boleh dipaksakan apalagi menggunakan anak-anak demi keuntungan pribadi orang tua".
"...aku setuju denganmu guru. Lagipula, semua orang menganggap hidupku beruntung karena telahir sebagai putra dari keluarga Adrian. Apalagi aku adalah pewaris kekayaan Fallen Group tapi... dibalik semua itu, ibuku sungguh tidak beruntung memiliki suami seperti kambing tua itu dan aku juga Saudara-saudaraku sungguh tidak beruntung memiliki ayah seperti kambing tua itu".
Alex merenung, Ia tidak menyangka bahwa Mengapa Fallen Group menganggap Aurora adalah musuh karena penolakan Hara atas rencana perjodohan ayahnya.
Ia mengira selama ini karena bisnis karena ia tahu bahwa dalam dunia bisnis sulit mengenal siapa lawan dan siapa yang kawan.
dan suatu ketidakberuntungan ia memiliki sesosok ayah yang berhati dingin, perhatian atau peduli.
"Setidaknya ia menghujanimu dengan segala kemewahan yang ada di dunia ini, Alex".
"hm... kau benar bahwa ia menghujaniku dengan segala kemewahan tapi aku tidak tahu apakah menghujaniku dengan kemewahan merupakan bentuk cintanya kepada anaknya atau...".
"atau apa?"
"atau menutupi kenyataan bahwa ayahku adalah seorang pria yang menomorduakan keluarga kecilnya...".Ucap Alex dengan nada yang lirih dan tersimpan kesedihan di dalamnya.
Alex teringat bagaimana rasanya kesepian saat makan setelah kecelakaan, ia duduk sendirian di meja besar dengan banyak makanan mewah dan pelayan-pelayan sekitarnya yang berdiri dengan tatapan terus kedepan tanpa ada yang memperhatikan atau mengajak dirinya berbicara seakan mereka tidak berani menatap tuan muda mereka yang cacat.
"Alex, sebagai gurumu bolehkah aku bertanya sesuatu padamu?"
"apa yang ingin kau tanyakan padaku, guru?".
Tanya Alex tanpa memandang gurunya yang duduk disofa itu bahkan tanpa menyentuh buburnya sama sekali karena mendengar cerita Madoc membuat Alex Kehilangan selera makan.
"aku tidak bermaksud lancang Tapi... saat aku melihatmu memakai penutup mata di mata kananmu, aku bertanya-tanya apa yang terjadi pada mata kananmu, Alex?".
Mata kiri Alex lansung melotot dan menatap langsung ke Madoc saat Madoc bertanya tentang pertanyaan yang dapat membuat luka lama Alex kembali muncul.
"ah! Kalau tidak mau berbicara tidak apa-apa. Maaf kalau aku sudah-"
"Kecelakaan...".
"hah?".
"Waktu aku masih kecil, mobil yang dimudikan oleh ibuku mengalami kecelakaan yang parah... karena kecelakaan itu, aku kehilangan bola mata kananku dan ibuku terbaring koma Semenjak itu".😞
"maaf Alex karena aku menanyakan hal itu padamu".
"..... tidak apa-apa....."
Lagipula aku hanya menceritakan sebagian kebenarannya padamu. Aku belum bisa menceritakan sebagian kebenaranannya lagi padamu karena hubungan kita hanya sebatas guru dan murid dan aku tidak bisa mempercayai orang lain
Setelah mendengar cerita Alex, mereka berdua kembali diam. Suasana begitu Hening dan canggung dalam ruangan itu. Tidak ada yang mulai bicara lagi seakan mereka kehabisan topik pembicaraan.
Hingga Alex menyadari ada satu orang yang terlupakan olehnya karena terlalu fokus mendengar cerita dari Madoc.
"oh yah. Dimana Keira?".
"oh. Keira sedang di...".
Sementara itu di ruang rapat...
"Apakah paman sudah tahu apa yang menyebabkan lift itu jatuh?".
" Sudah nak Keira. Aku sudah menugaskan beberapa orang menginstevigasi kejadian itu dan hasilnya diketahui bahwa Penyebab lift yang kalian naiki bersama Alex semalam dikarenakan kabel utama dan kabel penyangga yang terlepas". Jawab Hara yang sedang menjelaskan penyebab kejadian semalam kepada Keira.
"begitu rupanya.Bagaimana dengan klem?. Bukankah jika sebuah lift jatuh, lift itu masih dapat tertahan karena klem? mengingat semalam saat Lift itu jatuh, rasanya meluncur begitu saja seperti amblas hingga jatuh kedasar lantai".
"sayangnya, klem yang dimaksud langsung saja patah saat kedua itu terlepas selain itu...".
"selain itu, apa?". Tanya Keira sembari memicingkan matanya
"penyebab lepasnya kabel penyangga karena kabel yang dipasang tidak sesuai dengan ukuran yang seharusnya. Untuk lebih jelasnya, biar dia menjelaskan lebih terperinci". Kata Hara sembari menunjuk asistennya yang menjelaskan secara rinci.
"baik perdana menteri, Hara. Saat diperiksa, seharusnya sebuah kabel penyangga berdiameter 8 mm. Tapi yang terpasang adalah 6 mm dan saat kejadian yang menimpa yang mulia, kabel itu sudah diganti oleh teknisi". Ujar seorang asisten yang menjelaskan tentang kabel yang terhubung dengan Lift itu.
" waktu kami mencari tahu, kami mengetahui bahwa pemilik mall itu memotong anggaran tentang perawatan lift itu sehingga teknisi mengganti kabel penyangga lift yang berukuran 6mm".
"Cih! bagaimana dengan tie rod ? apakah ada di kabel utama?".
"sayangnya tidak ditemukan sama sekali tie rod pada kabel utama lift yang jatuh yang mulia".
"dan teknisi? teknisi dari perusahaan mana yang mereka pakai untuk lift itu?".
" teknisi itu berasal dari perusahaan Garcia Company namun, perusahaan yang bertugas memperbaiki dan merawat lift di mall itu izinnya sudah mati lima tahun yang lalu dan mereka tidak memperpanjang izin itu sama sekali".
"manusia-manusia itu benar-benar..!".
" Jangan khawatir Keira, mereka pihak-pihak yang terkait dengan peristiwa semalam sudah kami gugat di pengadilan dan bukti-bukti yang kami temukan sudah tentu akan membuat mereka berada di balik jeruji".
" bagus paman. Aku juga ingin agar perusahaan Garcia itu ditutup secepat mungkin agar tidak ada manusia-manusia yang menjadi korban saat memakai lift dari jasa Garcia itu".
"baik yang mulia. Perintahmu akan dilaksanakan".
"terima kasih paman".
TOK TOK TOK
Mereka bertiga yang berada dalam ruang rapat itu segera mengarahkan pandangan mereka ke Pintu yang juga terbuat dari kaca seperti dinding yang melingkupi ruang rapat yang juga dari kaca.
Karena ruangan rapat itu baik dinding dan pintu dari kaca, mereka bisa melihat siapa yang mengetuk pintu yang tidak lain adalah James Madoc yang melambaikan tangannya ke tiga orang itu dan Alex yang juga ikut Madoc sambil membawa tiang infus setnya.
"hari ini sudah cukup sampai disini". Kata Hara sembari bangkit bersama Keira sembari menyilahkan Mereka berdua masuk. Saat Madoc dan Alex masuk, Keira menghampiri Alex yang merasa khawatir dengan keadaan Alex.
" Alex, Mengapa kau kemari?. Kau harus istirahat".
"aku sudah merasa baikan, Keira. Aku tidak merasakan panas lagi di tubuhku".
"guru, Mengapa kau membiarkannya keluar dari kamar?".
"maafkan aku tapi dia memaksa".
"nak Alex, sebaiknya nak kembali ke dalam kamar dulu. Demammu sangat tinggi semalam. Kau harus istirahat".
"terima kasih, paman tapi aku sudah merasa baikan dan biarlah aku beristirahat di rumah karena aku yakin kedua saudaraku pasti khawatir karena aku tidak pulang semalaman dan aku memikirkan ibuku".
"baiklah nak Alex. Tapi setelah kau diperiksa oleh dokter kami dahulu untuk memastikan kesehatanmu".
"terima kasih, paman".
"Keira, mengapa kau tidak mengantarkannya balik ke kamarnya?".
"baiklah, paman. ikut aku Alex".Keira mengantar Alex kembali ke dalam kamarnya sedangkan Hara dan Madoc memperhatikan kedua orang itu menghilang setelah memasuki sebuah lift yang pintunya juga transparan.
"perdana menteri Hara... mengapa kau meminta yang mulia Putri mengantar si manusia itu kembali ke kamar? mengapa bukan aku saja?".
"James, aku ingin mereka berdua menjadi dekat. Aku berharap bahwa suatu hari, yang mulia Putri bisa melupakan putraku yang telah tiada dengan hadirnya Alex dikehidupannya".
"tapi aku tidak menyukai kedekatan mereka, tuanku. Terutama dengan pewaris Fallen Group itu".
Hara menoleh ke Madoc. Sungguh tidak disangka bahwa ia terlihat tidak menyukai kedekatan Keira dan Alex.
"mengapa James? bukankah dari ibumu kau tahu bahwa manusia itu adalah mate yang mulia? mengapa kau tidak menyukainya?".
"selama aku menjadi gurunya selama ini, aku tahu bahwa sifatnya sangat berbeda dengan putramu".
"siapa bilang bahwa setiap sifat manusia itu sama James. Yang terpenting itu adalah hati".
"aku tahu namun, apakan tuan tidak melupakan sesuatu?".
"apa?".
"tuan lupa tentang ayah manusia itu. Tuan tahu bagaimana sifat dan tabiat ayahnya, aku khawatir ayah manusia itu akan menjadi penghalang mereka".
"...aku tidak lupa tentang ayahnya itu. Aku harap kali ini, Alexlah yang menang melawan ayahnya jika dia memang mencintai tuan putri dengan sungguh-sungguh...".