The Hot Blood Of Saga

The Hot Blood Of Saga
Spin Off



Berhubung sang Author sedang mencari ide baru untuk chapter selanjutnya dan memperingati Chapter yang ke 140, mari baca cerita singkat ini sampai chapter yang baru hadir...✌️


************************************************


...When we Still 6 years old three days......


Cio yang masih berusia enam tahun sedang asyik menikmati berjemur di pantai sendirian sambil minum kelapa dari kelapa.


Hingga kemudian Cio mendengar suara gemuruh, ia membuka kacamata hitamnya dan terkejut saat melihat pantai berubah menjadi Tsunami di Depan matanya.


''AAAAAAAHHHHHHHHH!!!".


BYUUUUUUR


Tanpa sempat lari Cio langsung diterjang ombak Tsunami.


dia dapat merasakan air masuk kedalam mulutnya.


Ini aneh, air laut asin tapi kok rasanya seperti...


Cio terbangun dari tidurnya yang ternyata mimpi namun matanya langsung terbelalak karena menyadari bahwa Tania, saudari kembarnya yang tidur di tingkat atas tidur dengan posisi kepala yang menjuntai ke bawah dan mulutnya menganga sehingga air liurnya jatuh dan menggenang tepat di mulut Cio sampai penuh.


dasar kembar, tidak mengherankan jika mereka mulut mereka sama-sama menganga saat sedang tidur.ckckck.


Mengetahui bahwa dimulutnya penuh dengan air liur Tania, segera Cio langsung bangkit dan pergi ke kamar mandi.


"Hoek Hoek Hoek 🤢". Cio memuntahkan air liur Tania itu di wastafel sampai ia tidak bisa membedakan lagi mana air liurnya sendiri dan mana yang air liurnya Tania sehingga ia pun benar-benar memuntahkan cairan itu sampai tuntas.


Setelah itu Cio langsung berkumur-kumur bolak-balik dan membersihkan dalam mulutnya dengan menghabiskan satu pasta gigi baru rasa jeruk dan mengunyahnya hingga Cio pun memuntahkannya kembali. Setidaknya dia masih ada pikiran untuk tidak menelan pasta gigi itu walaupun rasa jeruk merupakan rasa yang enak.


Tidak lama kemudian, Cio keluar dari kamar mandi dan melihat jam sudah menunjukkan pukul setengah enam pagi hingga tatapannya beralih ke Saudarinya yang masih tidur dengan air liur yang terus menerus menetes di lantai.


dasar kembaran brengsek. 💢 gara-gara dia aku jadi mimpi kena Tsunami. Ucap Cio dalam pikirannya sendiri yang masih kesal dengan air liur Tania yang menggenang tepat dimulutnya sehingga mimpi indahnya berubah menjadi mimpi buruk.


masih merasa kesal, Cio menarik tangan Tania sehingga Tania terjatuh kelantai.


''!!!".


GUBRAAAK


''woi, saudara ngeselin, kau ini cari mati yah?!💢". Giliran Tania yang kesal sambil melototkan matanya ke Cio karena menariknya dari tempat tidur tingkat dua sampai ia terjatuh ke lantai sehingga membuatnya terbangun.


Untunglah mereka adalah seorang Werewolf jadi Tania akan baik-baik saja saat jatuh dari tempat tidur tingkat dua, jika tidak mungkin dia akan berakhir di rumah sakit.


"seharusnya aku yang berkata begitu. Kau menumpahkan ileranmu tepat dimulutku sehingga gara-gara kau, aku jadi mimpi buruk. Huh💨''.Ucap Cio yang masih kesal namun masih baik hati membantu Tania berdiri.


"huh, masa?". Tanya Tania memasang tampang bodohnya dipagi hari.


''Ya iyalah, gara-garamu aku jadi mimpi diterjang tsunami, huh".


"lah itu sih belum seberapa. Aku malah mimpi berciuman dengan penguin".


"hei, pagi-pagi jangan ngomongin hal yang aneh-aneh dong. Lagipula penguin mana bisa ciuman, mereka'kan tidak punya bibir😧''.


''lah, kan memang benar kok. Udah begitu, penguinnya berubah Picolo pula sehingga aku dan dia bertarung sampai aku melakukan serangan kameha sehingga Picolo terpental kelangit menuju ke planet Hamek ".Ucap Tania yang menjelaskan tentang mimpinya yang berubah menjadi aneh karena dimimpinya bercampur dengan film Dragon ball yang ditontonnya kemarin.


Tumben mimpinya begini. Ah, mimpi dia kan memang aneh. Kemarin-kemarin dia mimpi disodok badak saat pipis sembarangan, kemarin lagi mimpi menjadi monster daging kornet melawan power puff Girl. dan kemarinya lagi mimpi jadi adonan donat. Tapi ngomong-ngomong, siapa tuh power puff Girl??.Pikir Cio yang mengingat-ingat mimpi Tania yang tidak beres alias aneh sehingga tidak diketahui apakah mimpi yang dialami Tania termasuk mimpi indah atau mimpi buruk


"hei kalian, pagi-pagi kok sudah ribut-ribut sih?. Sampai terdengar banget ke kamar kakak". Ucap Elias yang merasa terganggu tidurnya dipagi hari karena keributan sikembar.


"ini nih Kakak, numpahkan air ludahnya ke mulut Cio💨".


"yah tapi semua ini kan karena ulah kakak sendiri💢".


" tapi tidak perlu sampai menjatuhkanku dari tempat tidurku juga kali💢. Gara-garamu aku tidak bisa melanjutkan mimpiku, padahal pertarunganku dengan Picolo belum selesai''.


Siapa tuh Picolo? 😧. Pikir Elias.


''Sudah-sudah. Jangan ribut lagi. Pergi mandi sana". Ucap Elias menghentikan pertengkaran kecil antara sikembar.


dikamar mandi sikembar…


''Cio, gosok punggungku dong''. Kata Tania dan Cio pun mengosok punggung Tania dengan sabun mengingat ia sebagai adik walaupun beda lima menit saja apalagi mereka berdua mandi dan berendam di bathtub yang sama.


"aah… aah… aah…😆".


"hei, jangan mendesah begitu dong😧". Ucap Cio sambil menghentikan menggosok punggung Tania karena merasa bete saat Tania mengeluarkan suara desahan apalagi ekspresi wajah Tania Seperti gadis mesum padahal dia masih anak-anak.


"hehe, habisnya itu suara yang cocok untuk situasi seperti ini".


"memangnya kita sedang apa?! dasar anak-anak tapi pikirannya udah mesum segala. Ingat umur dong". Ucap Cio mengingatkan padahal dia sendiri juga anak-anak.


"iya iya".ucap Tania sambil memayunkan bibirnya dan kemudian Cio kembali menggosok punggung Tania dengan sabun.


"Kyaa… ah…! pelan-pelan, masih polos nih".Ucap Tania kali ini yang teringat akan kalimat dari film rating 18 yang ditontonnya entah dari mana dan apa judulnya.


"…💢 BISAKAH KAU BERTINGKAH LAKU SEPERTI ANAK-ANAK ENAM TAHUN, HAH?!".Merasa kesal, Cio langsung memasukkan sabun mandi yang dia gunakan untuk menggosok punggung Tania kedalam mulut Tania dan sudah pasti Tania keselek dibuat saudara kembarnya itu sedangkan Cio melanjutkan menggosok punggung Tania Yang sedang tersedak sabun mandi dengan sabun mandi yang baru.


Mengenai Tania yang sedang tersedak?


dia tidak akan mati karena menelan sabun mandi mengingat dia werewolf lagipula bagis juga untuk mencuci pikirannya yang sedang aneh-aneh bukan?.


"Hoek! Rasa mawar". Gerutu Tania setelah memuntahkan sabun mandi dari mulutnya lalu ia berbalik dan menatap Cio dengan tatapan mata yang sangat kesal.


"dasar Saudara gila! kau ingin aku mati,yah!?💢".


"jangan khawatir, nyawamu kan masih tinggal delapan lagi".


"KAU PIKIR AKU INI KUCING APA?!".


dan pagi itu mereka melewati mandi pagi mereka berdua dengan bertengkar dan bertengkar.


"setidaknya aku tidak akan mandi bareng lagi bersamamu saat aku sudah besar nanti, Cio,huh!💨".


"yah baguslah kalau begitu. Aku senang jika sudah besar nanti aku tidak akan mandi bareng lagi bersamamu💨".


Sepuluh tahun kemudian di kamar mandi sikembar…


" Cio, giliranku yah".


"oke". Setelah Tania membersihkan punggung Cio, Giliran Cio menggosok punggung Tania mengingat mereka mandi bersama dan berendam di bathtub yang sama.


"Cio, apakah kau ingat dengan apa yang kita katakan waktu kita masih kecil?".


"hm…🤔Tidak. Bagaimana denganmu?".


"hm…🤔Tidak juga".


...Aish, mereka lupa…...