The Hot Blood Of Saga

The Hot Blood Of Saga
Chapter 82 : Before Nature Calling



Keira membuka pintu toiletnya. dihadapannya, Alex berdiri dengan tatapan mata yang bingung saat melihat Keira. Ia mendapati rambut gadis itu sedikit berantakan dan matanya menatap dirinya dengan tatapan yang dapat diartikan seperti tatapan primitif.


"mengapa kau kemari?".


"justru akulah yang harus bertanya padamu. Mengapa kau ke toilet laki-laki?".


"apa!".Keira menyadari bahwa dia salah masuk toilet saat melihat tanda lambang laki-laki bahwa toilet laki-laki di sebelah kanan sedangkan toilet wanita di sebelah kiri.


dan dia memasuki toilet di sebelah kanan sampai dia memperhatikan sama sekali tanda lambang toilet itu Karena rasa frustasinya menahan godaan Heat dalam dirinya membuatnya tidak memperhatikan ke mana dia masuk.


Keira merasa malu mengetahuinya tapi setidaknya ia tidak terlalu malu karena toilet yang dia masuki berada di ruangan Velvet. Untunglah kelas premier seperti Velvet menyediakan toilet di dalam dan cuma mereka berdua yang berada di dalam ruangan Velvet sehingga ia hanya malu pada satu orang saja.


"eh~hehe๐Ÿ˜… karena kebelet, aku tidak memperhatikan he~he".๐Ÿ’ฆ Ucap Keira yang menyadari kekeliruannnya sembari tangan kanannya menggaruk belakang kepalanya yang tidak gatal sama sekali.


"ya ampun. Lain kali lihat-lihat dulu sebelum masuk". Ucap Alex sambil tersenyum geli melihatnya dan tangan kanannya menyentuh pundak Keira.


Saat mendengar suara Alex dan pundaknya di sentuh oleh tangan Alex. Sebuah sensasi langsung menyengat dalam dirinya sehingga rasanya seperti ada yang terbakar dalam dirinya.


"yuk. kau bisa melewatkan bagian kapalnya terbelah menjadi dua lho".


Ucap Alex sembari menarik tangannya secara lembut. Tapi Keira tidak bergeming.


"Alex..."


"yah?" Alex menoleh ke gadis itu dan ia kembali melihat tatapan mata yang tidak biasa.


Keira memandangi wajah Alex. Walaupun ada ia memakai Eyepatch di mata kanannya, tidak mempengaruhi ketampanan laki-laki itu. Melihat mata kirinya yang berwarna biru seperti es, berhidung mancung dan memiliki bibir yang terlihat empuk ditambah lagi dengan aroma tubuhnya yang terasa menggodanya.


"kau...seperti steak yang lezat namun tidak bisa dimakan sayangnya". Ucap Keira bernada menggoda saat hormon dalam dirinya sudah tidak terbendung lagi karena ia sudah berada di titik tertinggi dalam Heat


"hah?๐Ÿ˜ถ


Tanpa ba-bi-bu, Keira menarik Alex ikut masuk ke dalam toilet, menendang dan mengunci pintu lalu menahan tubuh Alex dengan tubuhnya.


"Ke-Kei, kau Kenapa?". Alex terkejut saat Keira menariknya masuk ke dalam toilet dan mengunci pintu. Jantungnya berdegup kencang saat gadis itu menahan tubuhnya dan tanpa tahu apa yang ada di pikira saat Keira mengunci pintu toilet sehingga mereka berdua yang ada di dalam.


Gulp! mungkinkah dia...


Keira terdiam lalu kedua tangannya melingkar di leher Alex dan kemudian bibirnya mencium bibir Alex yang begitu empuk itu walaupun hanya sekilas.


Saat itulah Alex menyadari bahwa tingkah laku dan tatapan gadis dimaksudkan bahwa ia menginginkan dirinya seperti keinginan seorang lelaki menginginkan seorang wanita.


dan Benar, pengaruh hasratnya yang telah meluap membuatnya menginginkan sentuhan dari seorang Alex, padahal mereka baru setengah hari pacaran. Tapi siapa yang peduli?.


Keira tidak peduli lagi dengan batasan-batasan yang dia pikirkan sebelumnya karena baginya yang terpenting sekarang adalah memuaskan hasrat dalam dirinya walaupun baik Alex maupun Keira belum atau tidak mengetahui bahwa kebutuhan mereka yang paling terbesar adalah sebuah hasrat dalam suatu ikatan yang abadi.


Saat Keira mencium bibir Alex untuk pertama kalinya, ia menunggu apa yang akan terjadi selanjutnya. Apakah Alex membalasnya atau tidak, karena hasratnya menginginkan laki-laki manusia ini.


"Kau sungguh nakal, Keira".๐Ÿ˜‰ Ucap Alex yang tersenyum devil karena ia sangat suka saat Keira menciumnya dan hasrat dalam dirinya terbangun karena ulah Keira yang memancing.


Segera Alex memeluk Keira dengan erat sambil dirinya mencium bibir Keira yang begitu lembut. Sebuah ciuman lapar dan dalam telah ia lakukan kepada Keira dan gadis itu membalas hal yang sama dan ciuman itu berlangsung lama tanpa teringat lagi akan film yang mereka tonton dan tujuan sebenarnya mereka pergi ke bioskop.


Ciuman sepasang kekasih itu berlangsung lama hingga akhirnya secara pelan ciuman mereka berhenti untuk mengumpulkan udara untuk bernafas.


"Woah, hhhhh... tidak kusangka bahwa ciumanmu begitu menggairahkan... Kau pernah melakukan hal seperti ini sebelumnya nya, Alex?".


Mendengar pernyataannya membuat Alex tersenyum geleng-geleng kepala. Lalu, ia mengangkat dan mendudukkan Keira di atas wastafel dan mengelus pipinya dengan punggung tangannya.


"jujur saja... ini pertama kalinya aku memiliki seorang kekasih, maka ini adalah ciuman pertamaku kepada seorang gadis dan aku bahagia karena kau adalah gadis yang membuatku jatuh cinta".


ini sungguh aneh... mendengar kata-katanya membuat hatiku merasa senang seakan aku tahu bahwa ucapannya adalah sebuah kejujuran di dalamnya.


"Ng... mungkin saja karena aku memiliki bakat seperti itu". Ujar Alex sambil dirinya mencium bagian leher Keira tanpa meninggalkan bekas lalu beralih mencium tengkuk lehernya sehingga Keira mendesah lirih dibuatnya.


"kau... sungguh...manis saat mendesah seperti itu". Ujar Alex yang masih mencium bagian lehernya. Gadis itu mencengkeram pelan bahu Alex saat Alex mencium lehernya dan kembali mencium bibir Keira dengan penuh rasa gairah yang tercipta diantara mereka berdua.


tangan kanan Keira menjalar menyentuh bagian dari roti sobek Alex. Saat merasakan sentuhan Lembut dari jari-jemari Keira yang menyentuh dadanya, membuat Alex merasa teransang bukan main.


Saat Keira melakukan itu, tatapan Alex tertuju pada kancing-kancing seragam putih sekolah yang dipakai oleh Keira. Saat melihat itu, timbul keinginannya untuk membuka dan Melihat lagi bukit kembar yang berisi milik Keira setelah sekian lama saat ia pertama kali melihat bukit kembar itu saat di tempat Mambayo di musim panas.


tangannya sudah gatal ingin membuka dan menyentuh namun ia ingin membuka pakaian Keira namun saat akan membuka kancing pakaian seragam sekolah Keira, tiba-tiba saja entah mengapa Alex menghentikan aktivitasnya yang belum sampai ketahap selanjutnya.


huh, mengapa dia berhenti?


"ada apa Alex?". Tanya Keira saat tiba-tiba saja Alex menghentikan apa yang akan dilakukan oleh Alex.


"... tidak ada apa-apa hanya saja...".


"Hanya saja apa?". Tanya Keira dengan rasa penasaran. Alex menatap wajah Keira dan tersenyum melihatnya lalu ia pun menurunkan Keira dan memeluknya.


"hanya saja... tiba-tiba saja... perutku mendadak mulas".๐Ÿ˜ฅ


"hah?!. kok bisa?!".๐Ÿ˜ฆ


"karena saus di hot dog yang kita makan tadi terlalu banyak saus pedas. Jadi... aku...".


Alex langsung belari masuk ke dalam Sekat wc paling ujung sedangkan Keira keluar dari toilet dengan perasaan bete.


ini sungguh payah. Aku mendadak mendapatkan panggilan hasrat sedangkan dia malah mendapatkan panggilan Alam, huh!


tapi, karena panggilan alamnya ini membuat gairah tubuhku menjadi berkurang. Kurasa karena panggilan alam membuatku jadi tidak seperti yang barusan.


"ah, sebaiknya aku hubungi Tania sekarang".


sementara Keira menghubungi balik Tania, Alex berada di dalam toilet untuk melaksanakan panggilan alamnya yang berupa sampah ingin segera dibuang dari usus besarnya.


ini sungguh menyedihkan...lagi enak-enaknya malah berakhir dengan buang air besar.๐Ÿ˜ฅ


Mungkin sekarang Keira tidak berminat lagi untuk melakukan.


Tapi baguslah jika Keira tidak berminat lagi untuk melakukannya. Jujur saja, aku lebih ingin masuk ke dalam zona nyamannya itu di atas tempat tidur daripada di toilet ini.


selain itu...


Alex kembali mengingat momen-momen yang menyenangkan saat bibirnya mencium bibir Keira begitu dalam dan lama. Biasanya ia akan melakukannya secara sekilas saja agar tidak dihajar si pemilik bibir mungil merah muda yang dia cium.


Ia tersenyum sendiri mengingat Keira mencium dirinya untuk pertama kali sehingga membuatnya bahagia walaupun hanya sesaat .


_____________________________________________


Nb:


Maaf yah jika chapter yang ini terasa kurang panas ya๐Ÿ™


Karena Authornya belum nikah jadi...hehe...


kurang terlalu tahu tentang hal yang bersifat panas panas panas....๐Ÿ”ฅ


jreeng jreeng jreeng jreeng๐ŸŽธ


...hehehe...