The Hot Blood Of Saga

The Hot Blood Of Saga
Chapter 162 : When Lies It's Better Than Truth



Hening...


Tania mendengarkan sualan alunan musik yang dimainkan oleh Keira secara digesek dengan judul Somnus, salah satu sountrack terkenal dari Final Fantasy XV.


Tania mendengarkan alunan musik itu namun batinnya Entah mengapa mulai mengusik dirinya. Mungkin setelah kenyataan peringkat kelas dan kenyataan bahwa dia sendiri, membuat batinnya tidak nyaman dan ingin menanyakan sesuatu sebelum memberitahu tentang Danny.


katakan sekarang Tania.


"Apakah kau masih perawan, Kei?".


...NGIK!!...


...JLEEEB...


"apa?!". Keira terkejut dengan Pertanyaan Tania yang menanyakan apakah dia masih perawan atau tidak mengingat ia sering tidur seranjang bersama dengan Alex dan entah bagaimana Tania bisa tahu sehingga Bow (tongkat untuk menggesek biola)nya langsung menyimpang dari senar biola sehingga menimbulkan nada yang aneh dan melesat menancap ke sebuah salah satu drum lain sampai bolong.


"kau gila ya?! aku masih perawan bodoh!. pertanyaan aneh macam apa itu?".


"hm, benarkah?". Tania menatap Keira dengan rasa curiga karena merasa tidak yakin.


"benar💢".


Keira benar-benar merasa kesal dan moodnya bermain biola menjadi tidak bagus karena pertanyaan yang telah dilontarkan oleh Tania kepadanya.


"darimana kau tahu aku dan Alex sering tidur bareng? kau memata-mataiku yah?". Giliran Keira yang balik bertanya karena tidak tahu bagaimana bisa Tania bisa tahu bahwa dia dan Alex sering tidur bareng walaupun tidak melakukan apa-apa dan semua itu Alex yang mulai.


"enak aja. Aku masih punya pekerjaan penting daripada memata-mataimu dan Alex berkencan. Aku tidak sengaja melihat Alex masuk ke dalam kamarmu waktu kita bersama menginap dirumahmu saat mengambil air minum".


(Flashback…)


duh haus… siapa yang akan menyangka bahwa mimpi itu membuatku haus…Keluh Tania dalam batinnya saat masih mengingat mimpinya menjadi Kamen rider. Ia keluar dari kamar menuju ke dapur.


GLUKGLUKGLUK GLUKGLUK GLUK


"aaah… di kulkas apa aja yah?😋". Setelah minum, Tania membuka kulkas untuk melihat makanan apa saja yang ada dikulkas dan didalam kulkas terdapat banyak sekali makanan mengingat Dion selalu menyetok persediaan makanan lebih setiap bulan. Tania sibuk memikirkan apa yang ingin dia makan hingga akhirnya pilihannya jatuh kepada satu ekor ayam utuh yang masih mentah.


"hehehe". Tania mengambil ayam mentah dan keluar dari dapur menuju ke kamarnya namun ditengah perjalanan, langkahnya terhenti saat melihat sesuatu.


Alex?. Mau apa dia masuk ke dalam kamar Keira?. Pikir Tania saat melihat Alex memasuki kamar Keira. Segera ia bersembunyi agar dirinya tidak dilihat oleh Alex.


"hm…🤔". Tania menunggu Alex keluar sambil memakan ayam mentah itu hingga tidak terasa satu jam…


dua jam…


tiga jam… Alex tidak keluar juga dari kamar Keira sehingga Tania yang sudah menghabiskan ayam mentah utuh sejam yang lalu telah menyimpulkan bahwa…


"apa yang aku lakukan? mengapa aku harus menunggu seseorang yang sedang melakukan cocok tanam. Hadeh…".


(Flashback end…)


"jadi…😧 yang kau lihat waktu itu hanyalah melihat Alex masuk ke dalam kamarku tapi kau sudah berasumsi begitu. Ya ampun Tania😧


Seharusnya kau tidak berasumsi seperti itu, bodoh. dia memang masuk kekamarku dan tidur bersamaku tapi kami tidak melakukan apa-apa".


Kecuali hanya memeluk saja sih...


"Lalu, mengapa tadi pagi kulihat bibirmu terlihat merah seperti bengkak?". Tanya Tania seakan ia tidak percaya akan bantahan Keira.


"y-a ya karena tapi pagi sarapan dirumah Alex begitu pedas sehingga bibirku menjadi seperti tadi pagi💦". Jawab Keira berbohong. Ia terpaksa berbohong karena dia tahu pikiran Tania yang suka traveling kemana-mana.


"ooh… sayang sekali".


"ya begi- eh tunggu dulu. Apa maksudmu sayng sekali".


"maksudku, sayang sekali kalian tidak melakukannya. Kasihan Alex, burungnya dianggurin begitu".


Kepala Tania bergetar begitu juga dengan otak didalam kepalanya setelah dengan kesal Keira memukul Kepala Tania dengan Simbal.


"kau ingin mengatakan sesuatu tentang hal itu lagi?💢".Tania yang masih merasakan telinganya berdengung karena Simbal yang dipukul oleh Keira barusan dan agar ia tidak mendapatkan pukulan dari Simbal lagi, Tania langsung menggelengkan kepalanya.


"ayolah, aku hanya bercanda 😅".


"hmp😒".


"😅💦"


"sudahlah. Aku ingin bertanya padamu. Menurutmu, apakah aku harus mengatakan kebenaranannya kepada Alex bahwa aku adalah seorang Werewolf?".


"huh? sebaiknya jangan deh. Kau mau hubunganmu dengan Alex hancur? bagaimana jika dia tidak bisa menerima kenyataan bahwa kekasihnya bukankah manusia seperti mereka?". Tania langsung menolak pendapat Keira karena dia takut jika yang dikatakannya memang tepat apalagi jika Alex tidak bisa menerima Keira sebagai seorang Werewolf, maka Keira pasti akan terjatuh kedalam lubang kesedihan untuk kedua kalinya.


butuh waktu bagi Keira untuk bangkit dari keterpurukan setelah kematian Elias dan Tania sangat bahagia karena Kehadiran Alex telah membuat Keira bangkit namun ketakutan melanda jika sampai kebenaran siapa mereka diketahui oleh Alex dan jika Alex tidak menerima kenyataannya, maka Keira dan bangsanya dalam bahaya.


"tapi aku tega jika membohongi dirinya tentang siapa aku Tania". Ucap Keira yang merasa tidak enak terhadap Alex.


"Keira…


kau pikir kehidupan ini penuh dengan kejujuran?, tentu saja tidak. Mereka bahkan kita ada yang menjalankan hidup mereka dengan kebohongan.


kita semua pasti berbohong. Tidak semua manusia bahkan kita mengatakan kejujuran yang kita sembunyikan, yang ada kita semua terus berbohong dan berbohong.


Jika seseorang mengatakan bahwa kita hidup harus memiliki kejujuran, maka semua itu adalah kebohongan belaka seperti orang tua yang mengatakan kepada anaknya untuk tidak berbohong tetapi saat sang anak mengatakan kebenaran akan suatu kejadiannya mereka tidak percaya padanya atau mereka tidak ingin percaya dan lebih memilih untuk berbohong. Bahkan sang anak tidak tahu jika orang tua Menutupi sebuah kebenaran darinya.


dalam kehidupan ini, manusia pasti memiliki keinginan yang mereka inginkan baik uang, kehormatan ataupun kesempurnaan. Sehingga demi mendapatkan semua keinginan yang ada didunia maka kebenaran tidaklah berarti melainkan kebohongan yang memainkan mereka untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan.


jika kau mengira semua makhluk hidup itu menjalani kehidupan dengan kejujuran, dugaanmu salah. Ada yang menjalankan hidup dengan kebohongan karena mereka tahu bahwa kejujuran… kebenaran… sangat menyakitkan sedangkan kebohongan membuat mereka menjadi aman dan terlindungi baik perasaan maupun dalam hubungan".


"tapi… bukankah berbohong tidak baik?. Jika seseorang terus berbohong baik demi hati itu tidaklah…".


"aku tahu. Membohongi seseorang bahkan yang kita kasihi tidaklah baik tapi ada masanya jika berbohong demi sebuah kebaikan akan menjadi benar.


Kau tidak bisa mengatakannya kepada Alex.


tidak maksudku tidaklah Sekarang.


pada Alex, kau tahu segalanya tentangnya?".


"…tidak. Aku tidak mengetahui segala tentang dirinya baik apa yang dia sukai baik makanan dan segalanya". Keira mengakui bahwa dirinya tidak terlalu tahu mengenai Alex.


"apakah kau memberikan seluruh cintamu kepadanya?".


"…jujur saja… perasaanku…dulu aku hanya mencintainya setengah hati namun sekarang… perlahan-lahan aku…".


"kau takut kehilangannya?".


"…yah… aku takut kehilangannya. Aku sendiri tidak tahu apakah aku sanggup untuk kehilangan orang yang aku sayangi untuk kedua kalinya Tania". Perasaan rasa kehilangan mulai menghantui pikiran Keira, ia takut jika suatu hari nanti rahasia akan terkuak dan Alex tidak bisa menerima siapa dirinya.


"kau tahu bahwa kau takut jika sampai Kehilangannya namun kau berniat untuk mengatakannya kepada Alex?, kau harus memikirkannya dengan baik sebelum mengambil keputusan, Keira".


"jadi maksudmu adalah…".


"yah. Jangan mengatakan siapa dirimu yang sesungguhnya karena kebenaran yang disembunyikan dalam sebuah hubungan akan sangat menyakitkan.


Biarlah kebohongan menjadi kebenaran.


biarlah rahasia tidak terkuak.


Karena perasaan hati lebih penting dibandingkan dengan kebenaran siapa diri kita".Ucap Tania'