The Hot Blood Of Saga

The Hot Blood Of Saga
Chapter 75 : Not Lonely Anymore...



Jam pelajaran sekolah sudah usai. waktu berganti menunjukkan waktunya pulang.Semua murid-murid SMA Fallen keluar dan satu persatu dari mereka telah pergi dengan mobil-mobil pribadi mereka atau telah dijemput oleh mobil supir mereka.


"aish, si Alex benar-benar deh!. Rasanya aku ingin memukulnya dengan palu deh. Gara-gara dia aku didekati bahkan dikejar-kejar dengan murid-murid satu kelas kita seperti idola".


"sabar saja deh. Karena mereka melihatmu sebagai pacar Alex, sudah pasti mereka akan lengket padamu karena gimanapun juga Trinity sangat diidolakan dan digila -gilakan karena mereka seterkenal selebritis. Belum lagi efek yang ditimbulkannya ke Twinsbells. Para pelanggan akan bertambah tiga kali lipat dan Aku bisa membayangkan akan mendengar suara mesin las yang siap menerima uang.Hehe ".Dion tersenyum sendiri membayangkannya


"kau ini benar-benar!πŸ’’ kau masih memikirkan keuntungan".


"ayolah, kau tahu pasang surut dalam bisnis makanan. Hubunganmu dengan Alex akan membuat banyak orang-orang datang dan menyadari betapa enaknya masakan buatanku".


"πŸ’’πŸ’’πŸ’’".


"belum lagi jika mereka tahu hubungan antara Silvana dan Noah". Kata Tania.


"hei Silva, Mengapa kau tidak memberitahu ke mereka juga?".


"Ng... belum saatnya Keira. Kau tahu aku ini seperti apa tapi aku akan memberitahu hubungan kami suatu hari nanti".


Mereka bertiga berjalan mengikuti langkah kaki Keira yang berjalan cepat seakan ia mencoba menghindari Alex yang mungkin bisa datang dari mana saja.


Hingga langkahnya terhenti saat melihat seseorang yang sedang ia hindari malah sedang bersandar di sepeda motor sports nya.


"oh sial".


"ada apa Keira? kenapa kau berhenti?". Tanya Dion.


"lihat, siapa yang baru saja kita bicarakan". Jawab Keira dengan nada dan tatapan mata yang bete-beteah...basi-basi loe.


"halo...sayangku". Ucap Alex sembari memasukkan kedua tangannya kedalam kantong celana hitamnya.


"sayang-sayang! berhentilah memanggilku sayang!". πŸ’’


"ck ck ck Mengapa kau marah sayang? Apakah kau tahu bahwa kau sangat menggemaskan saat kau sedang marah".ucap Alex yang tidak peduli dengan kesalnya Keira malah ia terus menggodanya bahkan mencubit pelan pipi Keira sehingga Keira menepis tangannya dengan kasar.


Alex tahu Keira sangat marah padanya tapi Alex bukanlah orang yang akan menyerah segampang itu sehingga i


tidak ada yang tahu bahwa ia punya sebuah rencana.


" hari ini aku ingin membawa Keira ke suatu tempat sebagai ganti kencan pertama kami yang berakhir berantakan. Bolehkah, Dion?".


Jangan Dion! Bilang padanya untuk tidak mengajakku pergi. Ucap Keira dalam batin. Dion Melihat Keira menggelengkan kepalanya dan dari tatapan matanya, Dion tahu bahwa ia harus menolak permintaan Alex.


ya ampun Kei, kau ingin aku menolak permintaan Alex sedangkan dia ini sungguh menyeramkan jika dia marah.


"Ng...gimana yah. Cafe Twinsbells pasti kur-".


"aku sudah mengirimkan beberapa Orang profesional untuk membantu cafe kalian saat Keira sedang kubawa pergi".πŸ˜‰


"baiklah! silahkan saja bawa dia. Lama pun tidak apa-apa". Kata Dion yang senang hati membiarkan Keira pergi saat Alex memberikan pengganti beberapa orang yang akan membantunya di Twinsbells.


Dion... dasar kau... dasar penghianat!πŸ’’ kau menjual ku!!.


Keira tidak pernah menyangka bahwa ia pertama kalinya dikhianati oleh saudaranya sendiri saat ia berharap Dion akan mencegah Alex mengajaknya pergi. Siapa yang akan menyangka bahwa saudaranya akan memihak Orang yang menyogoknya pergi dengan mengatasnamakan bantuan.


" Hei Dion… Kau jahat". Ucap Keira menatap Dion dengan kesal sedangkan Dion mengalihkan pandangan ke arah lain karena dia juga takut melihat tatapan mata Keira karena ini penghianatan yang pertama kepada Saudarinya sendiri. Padahal Dion mencoba membantu Alex sebisa mungkin untuk meluluhkan hati Keira.


"nah, ayo kita pergi". Alex menarik tangan Keira untuk masuk ke dalam Limosin Alex.


Tapi Keira tidak akan semudah itu ikut.


"tidak! aku tidak mau pergi!". Teriak Keira sembari tangan kirinya berpegangan pada setang kereta sehingga Alex tarik-menarik dengannya.


"ayo ikut!".


"tidak mau! bagaimana dengan sepeda motorku!?".


"aku sudah menyuruh orang untuk membawa sepeda motor mu itu ke cafe kalian!"


" tetap saja aku tidak mau pergiiiii!".


" Mengapa kau sangat keras kepala, Keira!?"


" Mengapa kau sangat memaksa, Alex !?".


di saat kedua orang itu saling tarik-menarik, kedua garis itu hanya melihat pemandangan itu sambil geleng-geleng kepala.


" Kita harus melakukan sesuatu Silvana."


Tania dan Silvana menghampiri mereka berdua. Keira mengira Panglima dan Jenderal nya akan membantunya namun kenyataannya adalah, kedua gadis itu malam melepaskan tangan Keira dari stang sepeda motornya sehingga Keira langsung terdorong ke tubuh Alex yang berada di belakangnya dan dengan Sigap Alex langsung menangkapnya sedangkan Keira tidak menyangka bahwa kedua orang kepercayaannya malah membantu Alex.


" Terima kasih karena sudah membantuku". ucap Alex sambil menggendong Keira langsung ke bahunya dan membawanya pergi .


" sama-sama Alex" ucap kedua gadis itu secara serempak dan melambaikan tangan ke Alex membawa Keira pergi dan Keira yang sedang menatap kesal ketiga orang itu.


" kalian tega!πŸ˜­πŸ’’ siapa yang akan menjaga wilayah nanti?!" teriak Keira secara telepati saat ia sedang meronta di atas bahu Alex.


" jangan khawatir Keira. percayakan saja wilayah pada Panglima dan Jenderal mau ini apa lagi ada bagian dirimu yang menjaga wilayah utara. selamat bersenang-senang"πŸ˜ƒ jawab Tania secara telepati dan kemudian mobil Limo yang membawa Keira dan Alex pergi melaju entah kemana. hanya Alex yang tahu kemana mereka berdua akan pergi.


di dalam mobil...


"hei, Keira". Panggil Alex namun jangankan menyahut, gadis itu memalingkan wajahnya dari Alex dengan raut wajah yang cemberut di wajah Keira seperti seseorang anak yang merajuk Karena tidak dibelikan mainan oleh orangtuanya.


"Keira.....".


Alex memanggil namanya namun tetap saja Keira tidak menggubrisnya sama sekali karena kekesalannya masih ada.


Alex menghela nafas melihatnya.


"ini untukmu".


"eh? coklat?". Tanya Keira saat Alex memberikannya sekotak coklat Almond mahal yang berasal dari toko coklat ternama di Altair.


"kedua kakakku menyarankan aku memberikanmu coklat sebagai bentuk hari dimulainya kita pacaran".


pacaran dari mananya? kau tidak bertanya apa aku mau atau tidak berpacaran denganmu.πŸ˜’


"mengenai Kakak-kakakmu, apakah mereka masih di rumah?".


"tidak sayangnya. Mereka berdua kembali ke luar negeri dan aku kembali sendiri lagi... walaupun ada pelayan-pelayan juga orang-orang yang bekerja di rumahku tapi tetap saja...".


Alex menghentikan ucapannya. Sorot matanya turun kebawah membentuk sebuah rasa kesepian didalamnya. Keira dapat melihat dan merasakan kesepian yang dirasakan Alex Karena Keira pernah mengalami rasanya sendirian dan kesepian.


Saat dia merasa sedih dan kesepian, rasanya mengingatkanku pada keluarga keduaku dulu... aku juga merasakan kesepian itu saat aku bersama keluarga keduaku dulu.


...Papa Tristan......


...Mama Emily......


...Kak Kevin......


tidak terasa sudah Enam tahun aku meninggalkan dan melupakan mereka...


apa peduliku sekarang terhadap mereka?. Mereka tidak pernah memperhatikan dan memperdulikanku bahkan, aku yakin papa Tristan dan mama Emily bahagia karena tidak ada lagi anak yang diinginkan dalam hidup mereka.


"ada apa Keira?".


"eh?".


Pertanyaan Alex membuyarkan pikiran Keira saat Alex melihat ada raut kesedihan terpancar di wajah Keira.


"apakah kau sedih karena aku memaksamu untuk pergi denganku? Aku tidak bermaksud untuk membuatmu sedih jika aku tahu bahwa aku telah membuatmu sedih".


"tidak Alex...aku tidak sedih karena itu. Aku sedih karena aku melihat kau pasti kesepian lagi dirumah...".


Alex tidak menyangka bahwa ia akan mendengar bahwa Keira sedih karena mendengar ucapannya bahwa ia kembali sendiri lagi.


Ia tidak menyangka bahwa Keira turut sedih untuknya dan jika Keira merasa sedih karena memikirkan dirinya, bukankah tanpa Keira sadari ia telah membuka pintu hatinya secara perlahan?.


"Jangan terlalu sedih. Memang benar bahwa aku sendirian lagi tanpa adanya keluargaku bahkan walaupun ada ibuku yang masih terbaring koma di rumah, tanpa mendengar suaranya, aku merasa sendirian tapi sekarang aku tidak sendirian lagi. Kau tahu kenapa?".


"Ng... kenapa?". Alex tersenyum lalu tangan kanannya menggenggam jari jemari tangan kiri Keira lalu mendekat dan berbisik di telinga kiri Keira.


"Karena aku memiliki dirimu, Keira. Kaulah yang membuatku tidak merasakan kesepian dan kesendirian lagi".


Ucapan Alex membuat Keira merasa sesuatu lagi dihatinya. Ia tidak menyangka bahwa Alex tidak merasakan kesepian akan keluarga karena dirinya.


Alex...


sungguh aku tidak tahu dan tidak menyangka bahwa akulah yang tidak membuatmu merasa sendiri dan kesepian lagi...


aku harap kau benar Alex...