
"enam tahun yang lalu, ayahmu Harold Adrian datang menemui tuan kami, Hara Rhyes...".
(Flashback...)
Enam tahun yang lalu di Aurora...
"Selamat datang di kantorku, tuan Adrian. Silahkan duduk". Hara menyilahkan Harold duduk walaupun dia tidak tahu dan curiga dengan kedatangan pemilik tahta Fallen Group.
Mengapa Hara mencurigai Harold? karena ia sudah banyak mendengar sepak terjangnya Fallen Group yang menghancurkan beberapa perusahaan bahkan merebut paksa perusahaan-perusahaan lainnya.
Harold adalah seorang pebisnis yang hebat dan menjadi Ceo saat usianya menginjak dua puluh tahun dan Fallen Group menjadi lebih ternama daripada generasi sebelumnya.
Tapi, selain ambisius... ia juga dingin, kejam, memandang rendah orang kelas bawah dan baginya, ia tidak akan pernah puas sebelum mencapai puncak.
Jika dihitung dari ia menjadi pewaris sampai sekarang ini, Harold Sudah membuat 1500 perusahaan-perusahaan Seperti properti dan lainnya gulung tikar sehingga ia banyak membuat kehidupa keluarga yang memiliki perusahaan-perusahaan yang gulung tikar itu hancur, begitu juga dengan pegawai-pegawai yang bekerja di perusahaan yang hancur itu.
dan Harold tidak peduli dengan apa yang akan terjadi pada orang-orang yang hidupnya dia hancurkan.
Padahal, ia bisa sajamemancing banyak musuh yang dendam dengannya karena menghancurkan hidup mereka.
dan Jika ada bisnis yang diinginkannya, ia pasti akan mati-matian untuk mendapatkannya walaupun dengan berbagai cara bahkan ia menggunakan anak-anaknya demi memenuhi ambisinya.
Karena itulah, Hara harus waspada apalagi ada sesuatu yang membuatnya dari awal tidak menyukai Harold.
"Terima kasih atas keramahtamahan anda tuan, Rhyes".
"Wah, sungguh tidak kusangka bahwa seseorang yang berkuasa di Fallen Group datang kemari. Apakah anda mau minum sesuatu, tuan Adrian?". Tanya Hara sesopan mungkin dalam rama tamahnya walaupun ia sungguh merasa tidak nyaman dengan kehadirannya.
" terima kasih tapi tidak perlu sungkan. Saya ingin membuat kesepakatan dengan anda tuan Rhyes".
"kesepakatan? kesepakatan apa yang anda maksud?".
"Kesepakatan untuk bekerja sama dengan perusahaan anda. Apakah anda tahu jika Fallen Group dan Aurora bersatu, maka perusahaan kita akan semakin kuat dan maju. Tidak akan ada yang bisa melawan kita dalam dunia kelas atas". Ucap Harold sembari menyilangkan kakinya dan sebuah maksud tersembunyi dibalik senyumanya.
"hm, kedengarannya menarik. Tapi aku tahu bahwa kau pasti ada sebuah syarat untuk mempersatukan perusahaan kita'kan? ".
"wah, kau sudah menduganya ternyata. Aku punya seorang putra bungsu yang usianya setahun lebih tua dengan putri tunggalmu".
"wah, tidak kusangka bahwa kau tahu bahwa diantara tiga anakku, aku punya seorang putri tunggal. Tapi, apa hubungannya putriku dengan putramu?".
"tentu saja aku tahu bahwa kau punya seorang putri diantara tiga anakmu walaupun aku tidak mengetahui siapa namanya dan seperti apa dia".
"hah. Informanmu pasti sangat payah". Ejek Hara namun ia tidak suka cara Harold mencari tahu tentangnya.
" mungkin saja atau mungkin kau sengaja menutupi keberadaan mereka".
"itu karena aku menghargai privasi anak-anak sehingga aku merahasiakan keberadaan mereka. Kau tahu kehidupan kita sebagai pebisnis seperti selebritis. Para paparazi akan gila-gilaan mencari berita tentang kita walaupun baik atau buruk. Dan media seperti itu pasti akan mengganngu kehidupan anak-anak yang ingin menjalani masa kecil yang indah dan ceria. Bahkan aku lebih tidak menyukai orang-orang yang penjilat dan ada maunya disekitar keluargaku yang kusayang".
Ucapan Hara yang bersifat sindiran Secara tidak langsung membuat Harold merasa kesal karena ucapan Hara menusuk hatinya yang keras seperti batu.
"ah, tapi kau belum memberi tahuku apa hubungan putriku dengan putramu dalam kesepakatan kerjasama yang kau katakan ini?".
"hm, aku ingin menjodohkan putraku dengan putrimu. Dan saat putraku lulus kuliah, aku ingin menikahkan mereka sebagai bentuk kesepakatan kita.Gimana?".
Penawaran Harold membuat Hara terdiam. Demi kerja sama dalam bisnis, Harold rela menukar putranya yang paling bungsu untuk bisa menikahi putrinya.
Cih! demi mendapatkan Aurora, kau rela menjual anakmu yang paling bungsu kepadaku. Jangan kira aku akan menyetujui ini dengan mengorbankan kebahagiaan putriku. Kami bangsa Werewolf sangat berbeda denganmu, manusia. dan sungguh, apa yang kau lakukan sekarang demi ambisimu sungguh perbuatan yang rendah.
" bagaimana dengan kebahagiaan putramu?. tidakkah Kau terlalu cepat memutuskan masa depannya dengan siapa? siapa tahu putramu mendapatkan pasangan sejatinya suatu hari nanti. Kau harus bertanya tentang ini kepadanya suatu hari nanti."
" Kau sungguh aneh tuan Rhyes. Kau mengatakan bahwa aku terlalu cepat memutuskan masa depan putraku tapi kau harus tahu bahwa masa depan anak ada ditangan kita sebagai orang tua. Mengapa aku harus memikirkan kebahagiaan putraku itu kalau apa yang kulakukan pasti akan diterimanya juga sebagai anak. Dan aku tidak akan membiarkan anak-anakku memilih pasangan mereka sendiri karena aku tahu aku tidak akan menyukai pilihan mereka".
"maksudmu, kau yang berhak memilih pasangan hidup mereka?"
"tentu saja. Sebagai anak-anak, mereka harus patuh pada orang tua bukan?".
Tidakkah Kau terlalu kejam memaksa kehendak yang kau inginkan Kepada Mereka dengan mengasnamakan kepatuhan?.
apakah kau tidak peduli dengan kebahagiaan ketiga anak-anakmu?.
Sebagai orang tua, haruskah kita memaksa kehendak kita kepada anak-anak demi keuntungan pribadi dengan mengatasnamakan kepatuhan?
dan bila pilihan orang tua ternyata salah dan menyebabkan rumah tangga si anak hancur, siapa yang harus disalahkan?.
apakah orang tua akan mengakui dan menyesal atas pilihan mereka yang salah?.
Sebagai orang tua... kebahagiaan anak-anakku lebih berarti daripada apapun di dunia ini. Ketiga buah hatiku adalah segalanya bagiku.
Aku tidak tahu dengan pendapat orang tua yang lain tapi aku tidak akan memaksa dan menentukan masa depan anak-anak ku yang tidak mereka inginkan dan terpaksa menjalankannya
Bagiku, cinta dan kasih sayang yang diberikan kepada anak-anak dengan benar pasti akan membuat anak-anaknya menjalani hidup yang baik dan benar juga membuat orang tua bangga.
" menurutmu, kitakah yang menentukan masa depan mereka demi keuntungan pribadi kita?" Tanya Hara setelah bertanya-tanya dalam pikirannya.
"tentu saja. Kita membesarkan Mereka, memberikan nutrisi yang bagus, memberikan pendidikan yang terbaik bahkan memberikan apapun yang diinginkan. Tidakkah mereka sebagai anak-anak harus membalas budi baik kepada kita sebagai orang tua"
"bagaimana dengan cinta dan kasih sayang?"
"masa bodoh dengan cinta dan kasih sayang. Kedua hal itu tidak berarti melainkan ambisi dan ketidakpuasan yang lebih berarti".
"begitu rupanya. Kalau begitu, aku menolak tawaranmu tuan Adrian".
Penolakan dari Hara tentang kesepakatan mereka membuat Harold Terkejut. Ia tidak menyangka bahwa seorang Rhyes, menolak kesempatan yang sangat langkah yang bisa membuat Aurora dan Fallen Group tidak terkalahkan dalam dunia bisnis.
"apa?! mengapa kau menolak kesepakatan ini?!". Harold bertanya-tanya dan ia merasa tidak terima dengan penolakan Hara.
"Jujur saja, tawaranmu sangat menarik namun jika mengorbankan kebahagiaan putriku dengan menjodohkannya dengan putramu tanpa keinginannya... maaf saja, aku tidak bisa menerima ini. Kau boleh saja tidak peduli dengan kebahagiaan anak-anakmu, tapi aku sangat peduli dengan kebahagiaan anak-anakku lagipula...".
Aku tidak sudi bekerjasama dengan manusia seperti dirimu. Apalagi jika dia sampai tahu bahwa ia memasuki sarang werewolf...
"lagi pula apa?!".
" tidak seharusnya kau menentukan masa depan anakmu demi keuntungan pribadimu, tuan Adrian. Kau merasa masa bodoh dengan cinta dan kasih sayang tapi, jika tidak ada kedua hal itu, tidakkah sebuah rumah tangga akan berakhir dengan ketidakbahagiaan Seperti yang dirasakan oleh istrimu yang rapuh?".
BRAAAK!!!
"LANCANG SEKALI KAU!". Dengan marah karena tersinggung, Harold bangkit dari tempat duduknya yang empuk dan memukul meja kerja Hara. Hara bersikap tenang sedari awal walaupun dia merasa emosi sejak mendengar ucapan-ucapan yang dilontarkan oleh Harold.
"maafkan atas ucapanku, tuan Adrian. Aku hanya mendengar dari berita simpang siur dalam dunia bisnis. Aku tidak tahu apakah Berita itu benar atau tidak tapi...". Ucapan Hara berhenti. Ia memicingkan matanya menatap tajam ke arah Harold yang wajahnya terlihat kesal.
"melihat raut wajahmu bahkan ucapanmu membuatku sadar bahwa berita itu benar. Apalagi jika melihatmu, sudah pasti anak-anakmu mengikuti dirimu. Membuatku yakin bahwa aku tidak akan mau berkerja sama denganmu apalagi dalam perjodohan. Asal kau tahu saja, putriku bukan barang"
"kau akan menyesal atas penolakan yang kau berikan padaku". Dengan marah, Harold bersama dengan asistennya pergi meninggalkan ruang kerja Hara dan pergi meninggalkan gedung yang membuatnya merasa terhina walaupun Hara tidak menghina Harold yang memiliki ego yang tinggi.
( Flashback end...)