
di bianglala…
"aku rasa bahumu sepertinya sudah sembuh ya?".
"eh?".
"Saat kau melempar bola tadi, kau melemparkannya dengan kuat sampai STAN itu berlubang seakan bahumu baik-baik saja padahal saat itu bahumu masih terluka".Ucap Alex yang teringat saat ia menemukan Keira dalam keadaan bahunya tertusuk dengan belati oleh orang yang tidak dikenal.
"oh! oh ya. Bahuku sudah membaik Sekarang. Kau tidak perlu khawatir lagi". Ucap Keira sambil menggosok bahunya yang pernah terluka itu.
Tapi rasa sakit dibahu ini akan kembali lagi suatu hari nanti. Andai saja rasa sakit itu menghilang selamanya… aku merasa tersiksa saat rasa sakit ini kembali muncul.Batin Keira.
"…tapi entah mengapa rasanya penyembuhanmu terasa cepat mengingat luka yang kau alami merupakan luka dalam?".
"ya… itu karena perawatan dari dr Jacob dan obat yang diberikan berikan membuat lukaku cepat membaik💦".
"tapi…".
"oh ya, ini untukmu 😄".Ucap Keira memberikan Alex sebuah boneka Teddy bear putih besar yang dia menangkan sebelumnya kepada sebagai bentuk hadiah dan bentuk mengganti topik pembicaraan yang dapat menghentikan kecurigaan Alex.
"untukku?".
"ya. Untukmu. Kau telah memberiku banyak hadiah sampai-sampai membuatku kesal karena ulahmu telah membuat cafe menjadi sempit akibat barang-barang yang kau berikan untukku.
Setidaknya aku harus membalas balik memberimu hadiah kan?".
"… jika kau merasa wajib memberiku hadiah sungguh… aku tidak mau".Ucap Alex menolak dan Keira menyadari bahwa dia salah bicara.
"hei, bukan begitu maksudku… maksudku…… aku ingin memberikanmu sebuah hadiah tapi aku tidak tahu apa yang harus aku berikan kepadamu.
Mengingat kau punya segalanya. Sudah pasti kau bisa membeli apapun yang kau inginkan.
Setidaknya…terimalah hadiahku karena aku tahu saat kau main mesin pencapit boneka itu, aku tahu bahwa kau menginginkan salah satu boneka itu tapi keberuntungan tidak berpihak padamu".
"…siapa bilang boneka di mesin pencapit boneka itu untukku. Aku berusaha mendapatkan boneka didalam mesin capit itu untukmu tahu".
"kalau begitu, kau tidak mau terima hadiahku untukmu Alex? aku memenangkannya untukmu Alex. demi dirimu Alex, aku sungguh menghadiahkan boneka lucu ini untukmu".Ucap Keira tulus dan Alex tersenyum tipis saat ia merasa tersentuh bahwa kekasihnya kini memberikan sebuah hadiah untuknya walaupun boneka itu hanya didapat dari hasil permainan dan terkesan tidak mahal dan sederhana tapi Alex sungguh senang karena boneka itu diberikan oleh orang yang dia sayangi.
"… baiklah aku terima".Ucap Alex lalu menerima boneka Teddy bear putih besar itu sehingga Keira menjadi senang.
"maaf ya kalau bonekanya tidak berasal aku beli dan mungkin kau menganggapnya terkesan murah atau gratis".
"jangan begitu. Aku senang sekali menerima hadiah darimu walaupun hadiah itu murahan, bagus atau pungutan sekalipun karena kau memberikannya secara tulus dari hati.
Aku akan menjaga hadiahmu baik-baik". Ucap Alex memeluk boneka itu. Keira tersenyum melihat Alex yang tersenyum seperti anak kecil saat menerima pemberian darinya dan kemudian mereka berdua menikmati pemandangan langit yang akan mulai senja sebentar lagi dan sekitarnya saat bianglala itu mulai berputar.
"cantik…Kau sungguh cantik."puji Alex ketika ia melihat gadis yang tersenyum Itu dalam pantulan senja membuat aura kecantikan Keira dari dalam keluar sehingga Alex bisa melihat kecantikan itu.
"biasa aja tuh". ucap Keira biasa saja saat mendengar pujian dari Alex tapi diam-diam Keira tersenyum karena mendengar pujian itu seakan hatinya merasakan rasa bahagia itu.
"kencan kita kali ini kurasa akan berakhir baik."
"kau benar Alex. aku harap berakhir dengan baik."
hari itu adalah hari yang menggembirakan bagi Keira dan Alex di tempat itu. kedua insan itu benar-benar bahagia menikmati hari-hari mereka di Carnival itu mengingat mereka tidak pernah ke tempat yang memberi warna kebahagiaan untuk masa kecil setiap anak-anak. setidaknya kali ini, setelah dua kencan yang berakhir berantakan kali ini kencan yang ketiga berakhir baik tanpa ada masalah. ya, setidaknya begitu.
sementara itu…
"sekali lagi terima kasih ya Danny karena sudah mengantarkan Tania pulang dan sampaikan salam kami kepada kedua orang tuamu,ya".
"sama-sama paman. aku akan menyampaikan salam kalian kepada kedua orang tuaku". ucap Danny yang akan kembali pulang kerumahnya.
Pasangan itu mengantarkannya sampai depan dengan perasaan baik sedangkan Tania ikut mengantar dengan ekspresi sebal dan wajah yang kelihatan merengut.
Danny bisa melihat ekspresi gadis itu dan ia pun tersenyum geli melihatnya.
"sampai jumpa lagi ya Tania ^^".
"hmp!".
"ada apa nak? kenapa begitu ke Danny?".Tanya Antonia yang tidak mengerti mengapa putrinya bertingkah sebal dan merengut ke Danny.
"ah, mungkin karena aku akan pulang bibi. Tania, aku pasti akan kembali kok besok mengantarmu, ya". Ucap Danny sambil tersenyum.
huh! sok manis.aku tidak peduli kau mau pulang atau pergi kemana. Masa bodoh, aku harap mobilmu kebocoran ban besok. Batin Tania.
Kemudian sebelum Danny pergi, ia pun memeluk Tania sehingga membuat Tania terkejut apalagi kedua orang tuanya.
Wah ini anak, nekat banget di depan orang tuanya lagi. Gerutu Hara dalam pikirannya.
Ooow… What going on???. Pikir Antonia.
"pst, jangan lupa ya. Kau Harus ingat perjanjiannya ya". Bisik Danny secara pelan tanpa menggerakkan bibirnya sama sekali untuk bicara.
"aku tahu💢".
GRRRRR! Menyebalkan! sanggaat menyebalkan Semoga saja hantu pembalut menyerang dia. Biar tahu rasa dia sampai darahnya dihisap oleh mereka.Umpat Tania. Kemudian Danny melepas pelukannya dan tersenyum kepada Tania lalu ia pun mulai masuk kedalam mobilnya.
"Baik paman… bibi… Danny pulang dulu. Daaaah".Ucap Danny dan dia pun akhirnya pergi meninggalkan kediaman keluarga Rhyes mereka bertiga memandangi mobil itu pergi menjauh menuju tujuannya berada.