
Di Toilet....
"Cuci cuci tangan...shalalala". Tania sedang asyik bersenandung sembari mencuci tangannya di wastafel bersama dengan Keira dan Silvana yang mengapitnya.
"Aku ucapkan selamat untukmu sekali lagi, Silva". Kata Tania sembari menoleh kearah gadis.
"terima-".
"apakah kau sudah yakin Silva?".Tanya Keira.
"kelihatannya kau masih ragu,ya?".
"aku tidak tahu, Silva. Kita tidak akan tahu akhirnya akan kemana. Kita sudah tahu dari dulu Siapa kita dan siapa mereka... ".
"aku mengerti, Keira... Kita tidak akan pernah tahu apakah hati dan Mateku suatu hari nanti adalah orang yang sama atau tidak namun aku percaya bahwa cinta tidak akan kemana".
duh... mereka bicara tapi malah mengabaikanku, huh! . Tania Menggerutuh dalam hati karena kedua sahabatnya itu malah asyik mengobrol tanpa melibatkan dirinya hingga tatapannya tertuju kepada Dada Silvana dibalik bajunya yang transparan sehingga memperlihatkan bikini yang dipakainya untuk renang tadi.
Hm... memang benar, ukuran begitu sudah pasti banyak baju-baju yang manis tidak akan Muat karena ukurannya sedangkan Keira beruntung banget. Ukuran ideal, sudah pasti baju-baju yang manis dan cantik akan muat kepadanya.π
Aish... mengapa bisa-bisanya aku memiliki ukuran yang mirip dengan papan cucian...π₯
sampai kapankah aku akan terus memakai miniset melulu...? hiks. Aku ingin pakai bra seperti perempuan lainnya. Pikir Tania dengan tampang bete.
"Tan, apakah kau sedang memikirkan sesuatu?".Tanya Silvana Setelah ia menangkap Tania sedang memikirkan sesuatu dari wajahnya
"Tidak. Aku tidak memikirkan apa-apa hanya saja...".
"hanya saja apa?".
" kita tidak akan tahu apakah cerita kalian akan membawa kalian menuju pernikahan atau tidak tapi setidaknya kita harus tahu cara membuat bayi kan?".
"Hei, Tania!".
"ayolah Keira. di bangsa kita, melakukannya sebelum nikah adalah hal lumrah saat terjadi Heat. Tapi hanya boleh dilakukan bersama dengan Mate kita sebagai bentuk penyatuan karena kita bangsa yang setia dalam pasangan sehingga tidak ada kata perceraian atau sebagainya". Ucap Tania memberikan penjelasan dengan bangga dengan harapan ia akan dipuji oleh kedua sahabatnya seperti waktu di hotel.
"oh...". ucap Kedua gadis itu secara serempak.
Cih! reaksi kalian dingin banget. π’
"hei, jangan ngambek dong". Kata Silvana saat melihat Tania menjadi ngambek.
"iya Tania. Kami minta maaf, deh".
"hmp! ya yah. Ngomong-ngomong, Silvana enak ya punya pasangan. Pasti enak jalan bareng, maka bareng, bobok bareng...".
"hei, jalan dan makan bareng sudah pasti, tapi tidak sampai ke bobok bareng juga kali. Kita masih terlalu muda untuk sampai ketahap itu".
"Tapi bagaimana dengan Keira? dia dan Alex bobok bareng di satu kamar padahal mereka tidak ada hubungan apa-apa". Kata Tania dengan menjadikan Keira sebagai contohnya.
"Oi, kami ini tidak ada melakukan apa-apa tahu! aku terpaksa harus satu kamar dengannya karena...".
Aku mengabulkan permohonan ketiga Alex dari lima permintaannya. Tapi aku tidak ingin kalian tahu tentang itu.
"karena apa?".Tanya Tania dengan rasa penasaran.
" Karena... ah! sudahlah. Ini semua gara-gara kau Silvana. Jika saja kau tidak menghancurkan pintu kamar Alex, mungkin tidak akan begini".
"hehehe... maaf".
Tapi... Tania ada benarnya. Aku dan Alex... Hubungan kami itu sebenarnya apa...?.
" gurita".π
"ya. Para Trinity sampai tidak bisa berkata apa-apa melihat kita makan banyak sampai perut kita begini". Kata Silvana sembari mengelus perut mereka yang membesar seperti wanita hamil berusia hampir enam belas Minggu karena banyak makan. Bagaimana tidak? masing-masing mereka bertiga menghabiskan sebelas porsi cumi-cumi bakar, tiga puluh porsi ember kerang, juga tiga belas porsi abalone mentega. Mereka terus makan tambah sehingga jumlahnya segitu dan membuat para laki-laki menyadari sisi lain mereka yang tidak feminim itu.
Tapi ini lucu. Meliha Tania, Bukannya dadanya yang menjadi besar tapi malah perutnya yang jadi besar. Hihihi. Ucap Silvana yang tertawa dalam hati.
"seharusnya kau menunggu perutnya kempes dulu tiga menit lagi, lho".
"aku bukan membicarakan makanan tahu!". Tania Protes saat Keira dan Silvana salah mengartikan maksud ucapannya.
"apakah kau ingat, Kei aku pernah bertanya padamu tentang cara membuat bayi?".
"tentu saja aku ingat".
Dan aku juga ingat betapa malunya aku saat bertanya begitu kepada Alex.π
"sebelumnya aku sudah bertanya kepada Danny lho".
"hah!!? kau sudah gila ya!? mengapa kau malah bertanya hal seperti itu kepada temannya Alex!?". Keira tidak menyangka bahwa temannya bertanya tentang hal itu kepada salah satu teman Alex.
"Lagipula, Mengapa tidak kau lihat saja caranya di internet? atau bertanya kepada guru Madoc karena belum mengajarkan sistem reproduksi makhluk hidup saat pelajaran sains.".
"buh! kalau itu ia pasti akan menjelaskannya secara ilmu pengetahuan. Tapi ia tidak akan memberitahukan kita tentang cara... hehe". Seketika wajah Tania menjadi merah membayangkannya. Membuat kedua gadis itu berpikir bahwa dia pasti memiliki pikiran nakal nan jauh disana dalam otaknya.
"lalu, apa hubungannya dengan gurita dan bayi?". π
"begini, Kata Danny...".
(Flasback...)
Sebelumnya...
"begini, sebenarnya ada cara dan macam-macam gaya dan aku tidak tahu bisa menjadikan bayi tetapi yang aku dengar gaya ini membuat mereka bisa menjadi liar".
" benarkah!? gaya apa itu!?". Tanya Tania dengan mata yang berbinar-binar menatap Danny.
"gaya gurita".
"β’β’β’β’β’β’β’β’β’β’β’β’β’β’β’gurita? oh maksudmu hewan laut yang punya Delapan tentakel di kepalanya yang mirip seperti rambut nanas dengan dua tentakel panjang tambahan?".
"Ng... itu cumi-cumi. Bukan Gurita".π
"oh salah ya. Hehe. Oh! maksudnya hewan yang berenang "boing-boing" memiliki beberapa tentakel yang memiliki sungut yang beracun dan rasanya seperti listrik saat terkena ya?".
"itu ubur-ubur". Kata Danny yang kembali mengoreksi jawaban Tania.
kok jauh banget dia berpikir tentang gurita? selain itu, apa maksud dia tentang " boing-boing " itu?. Pikir Danny.
oh saudaraku... Melihat dirimu yang bodoh seperti ini, sudah pasti kakak kita pasti akan menangis di dunia sana. Selain itu, aku rasa laki-laki ini juga sama bodohnya dengan kakakku ini. Mengapa dia harus mengatakannya di depan saudaraku yang polos banget ini!? Ucap Cio secara batin.
" lalu, maksudmu gaya gurita itu seperti apa?".
"seperti ini". Danny menjelaskannya secara berbisik di telinga kanan Tania. Tania itu mendengarkan melalui bisikan itu dan seketika wajahnya menjadi merah seperti terbakar sinar matahari saat mendengar secara terperinci dari Danny yang bisa dibilang bisikan iblis ke seorang gadis yang sangat polos.
( Flashback end... )
"nah jadi begitulah cara- lho? mereka berdua kemana?". Tania tidak menyelesaikan kalimatnya saat menyadari bahwa kedua sahabatnya itu sudah pergi saat ia beteriak panjang lebar yang ternyata kedua gadis itu pergi sambil menutupi wajah mereka yang memerah saat mendengar cerita Tania.
"aku tidak kuat mendengarnya".
"aku juga, Keira. Sumpah, dia ini polos atau bodoh!?".
"saat mendengarnya membuat pikiranku menjadi...@#_]Β’}Γβ¬{#($!@)".