
''Aish, berita demo lagi demon lagi. ''. Gerutu Tania yang harus menonton berita yang merupakan hal yang paling ia tidak sukai namun apaboleh buat sebagai peliput lara bagi dirinya yang habis diomelin Antonia dirumah sebelum ke Twinsbells.
''apa boleh buat, selama tidak ada yang peduli dengan nasib buruh mereka akan terus seperti itu mengingat tidak ada yang memperhatikan nasib buruh selama yang diatas mereka selalu mendapatkan kepuasan secara instan. Tapi tumben sekali kau menonton Berita, Tan''
"Apaboleh buat. Naruto habis, Spongebob habis bahkan drama power ranger pun habis, sehingga jadinya aku terpaksa menonton berita deh. Setidaknya lebih baik daripada nonton sinetron yang selalu aja nangis melulu orangnya.
Aish, Mengapa stasiun televisi pelit banget menayangkan kartun dan film anak-anak sih?!. Macam anak-anak paham banget sama berita dan sinetron, huh!". Tania sibuk Menggerutuh dan kesal pada hari ini apalagi
Di Twinsbells cafe, Hari ini pelanggan tidak banyak yang datang, ditambah lagi dengan Tania dan Dion sedang bemuram durja dimana Tania merengut karena harus mendengarkan omelan ibunya yang durasinya sama dengan Naruto tayang sedangkan Dion merengut karena pelanggan yang datang hari ini sedang tidak banyak namun hal yang membuat mereka semakin merengut adalah saat melihat Silvana sedang duduk di sudut meja sambil asyik berteleponan dengan Noah.
Maklum saja, Silvana sudah ada yang punya apalagi Keira sehingga tinggalah mereka berdua yang belum ada yang punya dan pastinya jiwa kesepian mereka sedang meronta didalam tubuh mereka.
''cih, enak yah yang punya pacar''. Gerutu Dion melihat Silvana yang tersenyum-senyum sumringah saat Noah menghubunginya.
''ah tidak juga. Punya pacar juga jadi beban lho''. Ucap Tania mengingat ia memiliki riwayat lima kali pacaran walaupun hanya dalam waktu yang singkat.
''ah. Masa sih?''.
''menurutmu, veteran cinta yang berakhir kandas ini sedang berbohong?''. Tanya Tania membanggakan dirinya sendiri sebagai veteran cinta yang berakhir kandas. Sedangkan Dion menggelengkan kepalanya karena dia sendiri memang tidak punya riwayat berpacaran karena selama ini ia selalu berada di dapur mengingat ia seorang koki.
''kalau boleh tahu, apa yang membuatmu berpikir bahwa pacaran itu bisa menjadi beban?" Tanya Dion dengan rasa penasaran yang dimilikinya. Setidaknya ia menghabiskan beberapa menit berbicara dengan Tania lebih baik daripada menonton berita di televisi yang tergantung di dinding.
"pertama saat pacaran, kau akan sering kehabisan paket kuota dan pulsa, lalu tidurmu suka terganggu saat ponselmu berdering yang ternyata pacarmu yang sedang menghubungi atau mengirim pesan padamu dan pastinya mereka akan selalu bertanya kau sedang apa?, sedang dimana? bersama dengan siapa?.
dan saat membalas pesan atau menjawab panggilannya akan terasa menyenangkan pada awalnya namun kau akan menyadari bahwa kau merasa bosan dengan semua itu bahkan jika kau adalah seorang penggemar game ponsel seperti Among us atau Mobile legend, saat kau sedang asyik bermain game seperti itu mendadak kekasihmu menghubungi dirimu padahal saat itu lagi seru-serunya dan sebentar lagi akan naik ke peringkat legend. Aku tahu karena aku pernah mengalaminya''.
"apakah mantan kekasihmu dulu yang nomor tiga pernah menghubungimu saat main Among us?".
"tidak. Itu terbalik, sebenarnya akulah yang menghubunginya. Mana aku tahu bahwa dia beperan sebagai imposter dan kalah karena saat mau membunuh salah satu crew, aku menghubunginya sehingga crew yang lain melihatnya dan mengvotenya keluar dari kapal".π
"lah, jadi itu yang menyebabkan kau diputusin?".π
"tidak tapi kami putus karena saat main Among us waktu itu lagi, ia menjadi imposter dan membunuh aku duluan. aku mengomel dan melemparkan batu bata ke sel@n&kangannya sambil diriku mengatakan dasar pacar pengkhianat kepadanya''.
Ucap Tania yang teringat akan mantannya yang nomor tiga Bernama Arnold. Laki-laki dari bangsa manusia yang berusia setahun lebih tua dari Tania, dengan bola mata obsidian menghiasi wajahnya yang tampan dan rambutnya yang hitam.
Waktu itu Tania berpacaran dengan Arnold saat berusia sebelas tahun. Waktu itu, mereka berjumpa pertama kalinya di taman dan untuk merayakan hari jadi yang ketiga hari, mereka memutuskan untuk main game Among us di taman. Tepatnya setelah Tania meminta maaf kepada Arnold karena menelepon dirinya yang sedang main Among us dirumah Arnold waktu itu.
Mereka berdua menikmati bermain hingga Tania menyadari crew bewarna merah atas nama Arnold adalah imposter tepat setelah Arnold menghabisi crew bewarna hijau lumut atas nama Tania.
Tania merasa kesal dan sudah pasti ia dan Arnold terlibat cekcok sehingga setelah Tania mengatakannya pengkhianat, dengan kesal Tania langsung melempar sebuah batu bata yang kebetulan berada didekatnya tepat di bagian pisang Arnold itu berada.
Bisa dibayangkan bagaimana rasa nyut-nyutan luar biasa yang dirasakan oleh Arnold sehingga ia beteriak dan jatuh berguling-guling hingga akhirnya tercebur ke dalam kolam ikan.
sehingga Arnold tidak terdengar lagi oleh Tania semenjak itu.
''hei dia tidak mati kan?".π§ Dion merasa khawatir dan merinding bersamaan saat mengetahui dari cerita Tania bahwa Arnold tercebur ke dalam kolam setelah berguling-guling tak karuan karenanya.
"tentu saja dia masih hidup yah walaupun dia langsung mengambang sementara di kolam itu. Kebetulan ada pemancing melihatnya lalu menolongnya dengan cara memancing Arnold".
"menonton ia ditolong sambil makan gummy bears"π
"apa?! kenapa kau tidak menolongnya?! kau kan bisa menolongnya lagipula jika tidak ada orang saat itu bagaimana?!". Dion sungguh kesal dengan sikap apatis yang dilakukan oleh Tania dulu dan merasa kasihan juga pada Arnold karena sebagai laki-laki ia tentu merasakan rasa yang dirasakan oleh Arnold saat pisangnya langsung dilemparin batu bata.
"lah, yang penting dia kan masih hidup yah walaupun dia trauma juga saat melihatku dan kabar yang kudengar darinya, mendadak dia menjadi anak rajin, penurut dan baik Budi bagi orang tuanya. Padahal selama ini dia anak yang malas, pembangkang dan nakal".
Wah, siapa yang akan menyangka bahwa efek samping yang dilakukan oleh Tania dulu akan membuat seseorang yang memiliki sifat yang jelek menjadi baik?. Pikir Dion yah walaupun dia merasa yang dilakukan Tania terbilang cukup ekstrim.
''bahkan aku mengetahui di sosial media bahwa di usianya yang ketujuh belas ia sudah menikah dengan kekasihnya bahkan sudah punya seorang bayi laki-laki sebelum menikah''. Ucap Tania menunjukkan sosial media Arnold ke Dion dan Dion bisa melihat betapa bahagianya Arnold bersama dengan kekasih yang telah menjadi istrinya dan anak mereka hingga Dion memicingkan matanya saat melihat tulisan dibawah foto Arnold bersama istri dan anaknya.
Senangnya aku memiliki istri dan anak walaupun harus menunggu putraku lahir dulu baru menikah.π°π»π€΅π»
Syukurlah kalau My Men Partku masih hidup dan membuatku memiliki anak.π€§
Aku kira setelah mantanku melemparkan batu bata tepat sasaran lima tahun yang lalu, milikku bakalan kenapa-napa tapi syukurlah,hiks...
oi oi oi, jangan bilang bahwa Arnold melakukan hubungan diluar nikah hanya untuk mengetes miliknya masih berfungsi atau tidak π
Pikir Dion lalu tatapannya beralih ke Tania dengan perasaan yang tidak habis pikir dengan ulah Tania lima tahun yang lalu hanya gara-gara game.
Mungkin pelajaran yang dia petik hari ini setelah mendengar cerita Tania adalah : Jangan pernah bermain game yang sama dengan pacarmu.
''kenapa kau menatapku dengan tatapan mata yang aneh itu?".
"ngβ¦ tidak ada apa-apa kok. Haha".π
Mungkin sebaiknya aku diam saja deh. Daripada salah bicara milikku melayang. Ada baiknya jika keluar dari topik pembicaraan hari ini supaya amanπ₯
''oh ya, Ngomong-ngomong, Keira kok lama yah?". Tanya Tania ketika menyadari ketidakhadiran sang Alpha di cafe setelah percakapannya dengan Dion secara tidak melantur.
"iya juga. Padahal dia duluan tadi pergi dari sekolah tapi kokβ¦". Baik Tania maupun Dion sama-sama bingung dimana Keira sekarang.
''mungkinβ¦"π€
"mungkin apa?".π
"mungkin saja telah terjadi sesuatu pada Keira sehingga Keira sedang tidak berdaya sekarang dan pastinya Alex akan datang menolongnya".
Ucap Tania yang menebak sesuatu terjadi pada Keira. Baik Tania dan Dion saling berpandangan laluβ¦
"Bwahaha, mana mungkin Tania. Kau ngada-ngada deh''.π Ucap Dion tertawa mendengar tebakan Tania.
''hahaha iya benar.π dia'kan Alpha, sudah pasti bisa menjaga diri. Selain itu mana mungkin Alex datang menyelamatkan padahal mereka sedang bertengkar sebelumnya''.Ucap Tania.
Mereka berdua tertawa namun tidak ada yang tahu bahwa tebakan Tania benar-benar tepat.