
di Wilayah Utara…
"lapor jendral! sampai sekarang ini tidak ditemukannya kehadiran vampire dan musuh-musuh lain''.Ucap Sanse melaporkan hasil patroli mereka kepada Silvana secara formal tanpa memandang status persaudaraan.
"bagus kalau begitu Sanse. Pantau terus dan laporkan kepadaku jika merasa ada sesuatu yang janggal dalam pengawasan kalian."
"Baik Jendral".
"sekarang kalian bisa pergi".Ucap Silvana setelah menerima laporan dan Sanse serta beberapa perwakilan prajurit Utara yang telah berubah kembali menjadi serigala pergi menyebar ke seluruh wilayah Utara sehingga Silvana sendiri di titik pusat wilayah Utara.
hm, mungkin sebaiknya aku melaporkan kepada Keira dan Tania bahwa keadaan disini masih dalam situasi aman. Pikir Silvana sambil merogoh kantong dalam jaket kulitnya untuk meraih smartphone miliknya.
WUUUSSH
''!!!".
Eh?!. barusan apa yang… Pikir Silvana saat merasakan ada sesuatu yang berada didekatnya saat merasakan angin yang berhembus disekitarnya secara sekilas.
Instingku baik pendengaran dan penciuman tidak mendeteksi apa-apa namun aku merasakan sesuatu. Pikir Silvana. Seketika ia mulai berfokus pada penglihatannya secara tajam saat baik pendengaran dan penciumannya tidak mendeteksi sesuatu namun insting Serigalanya merasakan ada sesuatu yang aneh.
Silvana terus memperhatikan sekitarnya hingga langkahnya terhenti saat melihat sebuah jejak sepatu dan mengikutinya walaupun tidak seluruhnya terlihat.
''jejak sepatunya sampai disini…
aku yakin bahwa jejak ini bukanlah milik bangsa kami. Ini berarti ada penyusup dan aku yakin bahwa penyusup ini bukanlah penyusup sembarangan mengingat ia tidak bisa dirasakan kehadirannya.
ini berarti bukan sekali ini saja penyusup itu datang kemari. Berarti bisa saja penyusup itu adalah…''.
"seorang vampir menurutmu?". Ucap Seseorang berjubah tudung hitam yang berdiri dibelakang Silvana disaat Silvana sedang fokus mengamati jejak kaki. Silvana langsung berbalik dan berdiri saat menyadari bahwa ada seseorang dibelakangnya.
"siapa kau?! Jawab sekarang sebelum aku akan menyerangmu". Ancam Silvana tepat saat bola matanya berubah menjadi bola mata serigala.
"tenanglah. Aku adalah Vampire dan ak- Ukh!". Laki-laki itu meringis menahan sakit saat Silvana langsung meninju perutnya saat ia belum menyelesaikan kata-katanya.
Silvana meninju perut vampire itu, ia merasa sakit namun ia bisa menahannya dan langsung mengelak saat Silvana melayangkan tinju ke arah wajahnya namun karena mengelak membuat tudung kepalanya tersingkap kebelakang sehingga bola matanya membuat saking terkejutnya melihat siapa vampire itu saat cahaya bulan sabit bersinar mengenai wajah vampire.
"KAU!!".
Sementara itu…
"bibi yakin??!".
"benar lho Dion. Sewaktu kalian datang ke Lamiya bersama dengan ketiga teman kalian yang manusia, ia menghampiri kami saat kalian pergi ke kamar masing-masing dan mengungkapkan bahwa kedua orangtuanya adalah seorang wacther dan dia pun tahu siapa kita. Bahkan ia pun juga seorang Watcher nak.
Bibi kira kalian sudah mengetahuinya". Ucap Antonia yang tidak pernah tahu bahwa selain dirinya dan Hara, tidak ada yang mengetahui bahwa salah satu dari Trinity yang bersama dengan mereka liburan ke pulau lamiya adalah seorang Watcher.
kalau dia adalah seorang Watcher, itu berarti bahwa dia tahu siapa Keira dan yang lainnya selama ini.
Tapi pertanyaan adalah siapa?.
tapi aku tahu bahwa diantara mereka bertiga, aku yakin bahwa Alex bukanlah seorang Watcher karena aku pernah mendengar bahwa
ia memiliki kedua orang tua yang tidak harmonis apalagi ibu Alex dikabarkan koma sedangkan ayah Alex berada di luar negeri selama ini jadi sudah pasti tidak mungkin apalagi yang mengadakan acara pesta ini adalah pasutri yang sangat harmonis seperti mommy Daddy dan Paman Bibi.
Itu berarti antara Danny dan Noah kalau begitu.
Tapi jika Noah, dia pasti akan mengatakannya dari awal kepada Silvana dan Silvana pasti sudah lama akan mengatakannya kepada kami karena telah mengetahuinya.
Itu berarti…
" Dion, kau sedang memikirkan apa?". Tanya Cio menghampiri Dion sambil menepuk pundak Dion karena Dion tidak mendengar saat dipanggil oleh Cio.
"oh hai Cio. Dimana paman dan Tania?".
''tuh".Cio menunjuk ke arah mereka berada dan Cio bisa melihat Tania dan Hara sedang makan prasmanan sepuasnya dimeja tamu VIP. Ia dapat melihat ayah dan putrinya sedang melahap prasmanan yang dibawakan oleh pelayan berulang kali Seperti orang yang tidak makan selama seminggu.
"tambah lagi!". Seru Tania memerintahkan kepada pelayan untuk membawakan iga bakar tanpa peduli pandangan sekitar Orang saat mulut dan tangannya berlepotan karena iga bakarnya. Yah, Tania tidak peduli dengan pandangan orang-orang yang melihat mereka berdua makan karena baginya, tujuan mereka datang kan memang hanya untuk makan doang dan tidak terasa sudah tiga belas piring menumpuk di meja mereka dari saat mereka mulai makan setelah datang.
Mereka menatap kedua orang itu hingga Hara Menata mereka balik secara dingin sehingga mereka langsung mengalihkan pandangan mereka ke arah lain seakan Hara berkata ''apa lihat-lihat, tidak pernah melihat orang makan, yah?" dengan tatapan yang dingin dan mereka langsung mengalihkan pandangan mereka ke arah lain karena aura yang ditimbulkannya membuat mereka menjadi sesak dan takut.
ditambah lagi dengan Kenyataan bahwa Hara bukanlah orang sembarangan di dunia bisnis sehingga mereka tidak berani untuk mengolok olok atau berbicara dibelakangnya.
"nggak ada apa-apa. duh Nak, mulutmu berlepotan nih". Ucap Hara dan langsung menyeka mulut Tania dengan serbet dan Tania merasa senang layaknya anak tiga tahun yang baru belajar makan sendiri, sudah pasti berlepotan.
"aduh papa, orang-orang akan mengatakan bahwa aku adalah sugar babymu nanti, bukan putrimu". Ucap Tania bercanda saat Hara mengelap mulut Tania yang berlepotan saus barbeque.
''huh? sugar baby?? maksudnya bayi bermandikan gula??". Tanya Hara yang sejujurnya tidak tahu menahu arti bahasa yang digunakan anak muda sekarang.
"ng… lupakan saja". Ucap Tania yang merasa bercandanya tidak berarti saat ayahnya sendiri tidak tahu maksud dari Sugar Baby. Sugar Baby saja Hara tidak tahu artinya apa apalagi sugar Daddy.
dan Tidak lama kemudian Antonia dan Kedua anak laki-laki tampan itu menghampiri mereka berdua dan duduk di satu meja bundar itu dan karena Dion berada di tengah-tengah antara Tania dan Cio bisa membuatnya memberitahukan informasi yang dia ketahui dari Antonia terutama pada Tania.
"aku mau mengatakan sesuatu pada kalian berdua bahwa ternyata yang sedang merayakan ulang tahun pernikahan mereka adalah manusia yang mengetahui bahwa Werewolf itu ada dan tahu bahwa kalian adalah salah satu diantara".Bisik Dion.
"huh? maksudmu Watcher?!". Bisik Cio sambil memasukkan potongan daging di mulutnya.
"yah, dan kita sendiri tidak menyadari bahwa pasangan itu memiliki anak yang tahu siapa kalian dan ikut bersama dengan kita berlibur ke pulau lamiya".
"!!! Uhuk-uhuk!".Tania dan Cio langsung tersedak mengetahui informasi yang diberikan oleh Cio kepada mereka sehingga sikembar langsung minum untuk melancarkan kerongkongan mereka yang telah terhambat jalannya.
"anak-anak, jika makan jangan ada yang berbicara". Ucap Antonia mengingatkan.
"baik". Ucap mereka bertiga serempak.
"dan kau sayang, kau harus menjaga wibawamu saat makan didepan orang lain karena kau termasuk salah satu pemimpin Perusahaan terpandang". Ucap Antonia mengingatkan sambil melirik ke arah Hara.
"hmp! iya deh. Oh ya, kenapa kau tidak makan sayang?".
"aku akan makan nanti, kehamilan kali ini telah membuatku tidak berselera untuk makan".
"sayang, walaupun begitu…kau harus tetap makan demi calon anak-anak kita yang lucu nanti. Aku suapi yah".
"baiklah suamiku". Ucap Antonia yang senang saat Hara menyuapi dirinya dan Hara sangat senang saat menyuapi makan Antonia dengan sayang.
"eh? anak-anak? sebenarnya berapa anak yang mama kandung?". Tanya Tania dengan ekspresi bingung saat Hara mengatakan 'anak-anak'. Bahkan Cio dan Dion juga bingung.
"hehe. anak-anak, kalian akan menjadi kakak dari lima adik". Ucap Hara dan Antonia secara bersamaan memberitahu sebagian kabar yang seharusnya dari awal mereka mengatakannya kepada Tania.
Tania dan Cio tidak menyangka dengan apa yang mereka dengar saat mengetahui bahwa bukan satu adik saja yang akan mereka miliki delapan bulan lagi, tapi lima adik sekaligus.
"uwoww, selamat yah paman bibi". Ucap Dion memberi selamat dengan tulus.
"terima kasih sayang". Ucap Antonia.
"uwoww, Tania sungguh tidak menyangka. Ternyata papa tokcer banget, setelah tiga hari bulan lalu sampai peng@man yang papa pakai bocor karena malas ganti bisa membuat lima adik sekaligus di dalam perut mama.
Apalagi mama, walaupun dada mama kecil banget, tapi bisa mengandung lebih dari satu anak". Ucap Tania yang dikata-katanya terselip pujian, sindiran dan kata-kata yang tidak cocok untuk dikatakannya mengingat dia adalah perempuan.
Hara dan Antonia diam karena senang bercampur dengan kesal saat mendengar ucapan selamat dari putri tunggal mereka sehingga pipi mereka menjadi merah karena tomat.
terima kasih atas ucapanmu nak walaupun papa merasa kau tidak cocok jika kau yang mengatakannya apalagi sentilan darimu.
Selain itu, dari mana anak ini tahu tentang diriku yang malas mengganti itu sampai bocor?. Apakah putriku masih kesal dengan ucapanku waktu dia masih kecil bahwa ia dan saudaranya tercipta tidak sengaja gara-gara yang kupakai waktu itu bocor?. Pikir Hara.
aku senang namun aku sebal mendengarnya nak apalagi saat kau mengatakannya dengan ekspresi wajah yang polos begitu.
Memang mama akui dada mama kecil sehingga kau menurun dari mama namun mau gimana lagi, nenekmu sisilah turunan yang kedelapan sih. Pikir Antonia yang teringat akan boing-boing milik ibunya dulu beukuran seperti kacang polong.
Mungkin inilah yang namanya istilah tujuh turunan karena dulu perempuan dikeluarga Antonia memiliki boing-boing besar selama tujuh turunan hingga akhirnya saat keturunan kedelapan yang dimulai dari nenek Tania…
(yah, hanya Author dan pembaca yang tahu).
"Nak, kau tidak ingin mengatakan sesuatu?". Tanya Hara kepada Cio yang sedang asyik makan.
"hm… tidak ada pa, Sudah diwakilkan oleh Kakak selain itu, Cio mau bertanya siapa nama pasangan yang mengadakan acara ini?". Tanya Cio yang masih fokus pada informasi yang ingin dia ketahui tentang siapa yang dimaksud oleh Dion walaupun dia bisa tahu bahwa orang itu adalah Salah satu dari sahabat Alex.
"oh, itu…".
"para tamu yang terhormat, mari menyambut Tuan dan Nyonya Nash" Ucap seorang Host menghentikan ucapan Hara sehingga semua mata bahkan Tania, Cio dan Dion juga tertuju ke sebuah tangga besar dimana mereka dapat melihat pasutri yang merupakan tuan dan nyonya acara namun mereka terbelalak saat melihat seorang anak laki-laki berusia tujuh belas tahun yang berdiri di samping ibunya.
"hah! dia!!".