The Hot Blood Of Saga

The Hot Blood Of Saga
Chapter 8 : A Teacher and Story' a Little Girl



Keira baru keluar dari toilet perempuan. sekarang dia telah memakai seragam sekolahnya secara lengkap Setelah dia mengganti celana panjangnya dengan rok seragam sekolah. Dia berjalan menuju koridor Sekolah di mana seseorang telah menunggu dirinya dan dia mencium aroma tubuh orang itu memiliki bau yang dia kenal yang dia ketahui orang itu berada di pihaknya.


"salam yang mulia...".


"SST... jangan memberi hormat padaku disini. Aku tidak mau ada manusia yang melihatnya".


"maaf yang mulia... karena saat melihatmu di sini membuatku tidak sabar ingin memberi hormat kepadamu".


"kalau begitu berdirilah. Kau tidak perlu melakukan ini karena bagaimanapun juga kau adalah guruku yang mengajariku, guru madoc".Kata Keira kepada seorang guru laki-laki muda yang ternyata adalah guru yang Keira,Dion, Tania dan Silvana secara privat.


James Madoc...


dari luar dia memang terlihat berusia 25 tahun namun umur dia sebenarnya adalah 365 tahun dan umur itu masih umur muda dibangsanya dan ia, dia adalah seorang were Wolf yang tinggal dan beradaptasi di kota dan pengetahuannya tentang manusia ia bagikan kepada bangsanya. Untuk itulah yang dia menjadi pengajar di kerajaan sejak Leo masih kecil. Memberikan pengetahuan yang yang dibutuhkan bagi anak-anak raja dan ratu werewolf.


Selain itu,dia juga anggota dari The Aurora sehingga dia dapat membantu bangsa werewolf dan memantau bangsa vampire di kota.


mengenai tentang The Aurora....


semua orang mengenal The Aurora adalah perusahaan terkemuka yang terkenal akan sistem keamanan dan pengawalan yang terbaik dan memiliki 356 cabang di luar negeri dengan pusatnya di kota Altair.tetapi dibaliknya,The Aurora sebenarnyamerupakan tempat untuk perlindungan bangsa werewolf dimana mereka mencegah rahasia werewolf tidak diketahui oleh manusia.Jika ada manusia yang mengetahui ada werewolf disekitarnya maka The Aurora akan bertindak.Para pekerja di perusahaan itu bahkan para pengawal sudah pasti mereka adalah werewolf dan tidak hanya itu, beberapa werewolf dari The Aurora juga bekerja diantara manusia dan tersebar luas seperti penjaga, dokter atau guru untuk membantu mereka beradaptasi, menjaga, memantau dan mengawasi terutama musuh bebuyutan mereka, bangsa Vampire. mereka tahu bahwa bangsa itu itu juga menyusup dan tersebar di antara manusia dan akan melakukan apapun untuk melawan mereka dan hidup para manusia dapat terancam karena adanya predator penghisap darah dan dapat mengubah manusia menjadi bagian dari tentara mereka untuk melawan bangsa werewolf.Maka untuk itulah The Aurora hadir sejak 500 tahun dibawa naungan sang Raja dan Para pengikut setianya yang menjalankan dari generasi ke generasi seperti dikota Altair di pimpin olehHara Rhyes, ayah Tania Rhyes juga ayah Elias dan Cio Rhyes.


Di Taman Sekolah...


"sejak kapan guru mengajar di sini? aku baru mengetahui hal ini ".


mungkin inilah alasan mengapa aku diminta bersekolah di sini.Karena guru Madoc juga bekerja disini.


"sudah lama.Mungkin tiga tahun yang lalu.Mengenai itu,aku sebagai guru yang mengajarimu dari kecil mengucapkan selamat karena yang mulia akhirnya mau bersekolah".Kata Madoc.


Dia senang akhirnya murid kesayangannya mau memilih pendidikan secara formal.Sebenarnya dia senang waktu itu saat Keira lebih menuntut ilmu darinya daripada dia disekolahkan tetapi terbesit dalam hatinya bahwa Keira berhak mendapatkan ilmu pengetahuan yang lebih baik dan luas.


James ingat pertama kali dia bertemu dengan reinkarnasi putri raja dan ratu werewolf. saat itu Keira masih berusia Tiga hari dan dia ditugaskan saat itu untuk melindunginya dari jauh.saat melihatnya.


dia Sungguh menakjubkan.Membuat para Werewolf jatuh hati padanya saat melihatnya. Andai saja Orang tua manusianya berpikiran sama dengannya.


saat melihat orang tua sekarang, Jujur saja. Ia sangat marah melihat mereka mengabaikan putri mereka.


ingin sekali dia mencabik-cabik mereka dan segera membawa Keira kepada orangtuanya dahulu agar Keira dapat merasakan kembali cinta dan kasih sayang dari orang tuanya yang terdahulu,yang begitu mencintainya hingga mereka terpisahkan karena manusia yang membunuh Lily, putri terdahulu dan telahir kembali menjadi Keira. Tetapi dia harus menunggu sampai Keira berusia 5 Tahun untuk melihat takdir apakah putri raja akan tetap menjadi manusia atau menjadi bagian dari mereka.


dan Takdir memutuskan... Takdir juga yang membuatnya menjadi Guru Keira.Dengan segenap hati dia mengajari Keira tentang pengetahuan yang dimilikinya walaupun dia merasa Keira berhak mendapatkan ilmu pengetahuan yang lebih luas dari yang dia ketahui.


"guru... aku bersekolah demi memenuhi permintaan terakhir Elias... tidak lebih".


dengan nada yang sedih,dia merasa ingin menangis saat menyebut Namanya sedangkan guru merasa tidak enak karena telah membuka luka di hati Keira.


"maafkan Aku... aku tidak bermaksud..."


Keira menggelengkan kepalanya dan berusaha untuk tersenyum walau di hatinya ingin menangis dan berteriak sekeras mungkin.


"guru tidak bersalah. lagipula aku hanya satu setengah tahun disini karena aku kelas 2. semua pengetahuan yang kudapat berkat dirimu, guru.jasamu tidak akan pernah kulupakan".


James Madoc tersentuh dan tersenyum mendengarnya. Dia merasa baru Kemarin Keira berusia 5 tahun saat membawanya ke raja dan ratu.


muridku tersayang... rasanya baru kemarin kau berusia 5 tahun saat aku membawamu ke ayah dan ibumu. .. sejak kapan kau menjadi sedewasa ini...? Tuan Muda Elias pasti bangga terhadamu di atas sana.


"oh iya. Disini Guru mengajar pelajaran apa?dan di kelas berapa guru mengajar ?". tanya Keira dengan penasaran.


"Hmmm... sebenarnya aku memang guru disini tetapi aku tidak mengajar di kelas yang banyak muridnya".


"dimana kau mengajar?".


"aku bagian dari guru Khusus untuk mengajar anak pemilik sekolah ini dan temannya".


"Apa!?".


Keira Terkejut dan beranjak dari bangku taman.Ia tidak menyangka Gurunya mengajari tiga manusia yang tidak dia duga.Keira bersyukur tidak satu Kelas dengan mereka karena mereka belajar di ruangan khusus untuk mereka tetapi dari sekian guru kenapa harus gurunya yang menjadi guru mereka.sama saja James Madoc sengaja dilemparkan ke sarang iblis.


"maksud guru bukan...".


"ya. aku mengajari Ketiga anak laki-laki bernama Trinity".


oh tidak... mengapa harus guruku yang menjadi guru mereka?? Apa Mereka yang meletakkannya di sana sudah tidak waras?!


siapa yang meletakkan Guruku disana? apakah The Aurora???


Di ruangan Trinity...


"Selamat pagi Tuan muda".


"Selamat pagi.".kata Danny dan Noah secara bersahutan namun cuek.Sedangkan Alex tidak menjawab. dia lebih suka memainkan ponselnya.


ya ampun... lihat ke tiga manusia ini. angkuh dan tidak hormat. yang mulia pangeran dan putri juga tuan muda Dion saja tidak angkuh dan menghormatiku walapun status mereka lebih tinggi.


James menggerutu tetapi dia harus bersabar. para guru mengatakan dia beruntung bisa dipilih menjadi salah satu dari enam guru untuk mengajar Trinity.


gaji mengajari mereka lebih besar daripada guru mengajar di kelas biasa di sekolah ini.


Mereka bilang aku beruntung bisa mengajari mereka terutama sang pewaris saat aku masuk ke sekolah ini. keberuntungan dari mananya? ini kesialan bagiku.aku lebih menyukai mengajar pangeran dan putri dan lainnya di bangsaku. gaji disini sebagai guru mereka tiga kali lipat dari guru lainnya disini padahal gaji guru disekolah ini lebih besar daripada sekolah lainnya.


"bisakah kau mulai pelajarannya".kata Noah.


"baiklah.kita mulai pelajarannya.buka sejarah halaman 25".kata James sambil membuka bukunya yang bersampul coklat.


padahal aku tidak membutuhkan gaji dari sekolah ini sebenarnya. aku digaji 6 kali lipat saat mengajar anak-anak yang mulia raja dan ratu dan memiliki pemasukan dari The Aurora padahal mengajar anak-anak agar mendapatkan ilmu lebih penting bagiku tetapi ya sudahlah.lagi pula aku selalu menyumbangkan seluruh gaji di sekolah ini untuk manusia yang membutuhkan dan Yayasan perlindungan hewan dan juga aku ada misi dibalik mengajar si pewaris dan temannya.mengenai si pewaris...


James menyipitkan kedua matanya di balik kacamatanya saat melihat Alex masih bermain ponsel sambil meletakkan kedua kakinya di atas meja buatan Mahoni dengan ada sebuah tulisan di sudut kiri meja bertuliskan namanya.Alex.


lihatlah si tuan muda manusia ini. tidak sopan. Tidakkah orang tuamu mengajarimu untuk bersikap sopan saat seorang guru menerangkan pelajarannya.


"ada apa?".


tanya Alex menatapnya dingin.ia mengetahui bahwa James memperhatikannya.Danny dan Noah juga memperhatikannya saat tatapan Alex tertuju padanya.


wah...dia peka juga ternyata. Aku harus berhati-hati.dia ini terkenal tukang pecat orang bila dia tidak menyukainya. Aku tidak boleh membuat dia tidak menyukaiku atau misiku tidak berjalan dengan lancar karena ini. aku bahkan tidak bisa melihat murid kesayanganku jika ini terjadi.


"tidak apa-apa tuan muda.mungkin tuan muda bosan dengan pelajaran yang saya bawakan atau mungkin tuan sudah mendengarnya".


"kurasa begitu".


dia jujur juga... apa yang harus kulakukan untuk menarik perhatiannya?aku tahu.


"bagaimana kalau kita membaca buku ini?".


sambil menutup bukunya, dia mengeluarkan tiga buah buku cerita. Ia memberikan tiga buah tipis itu kemereka bertiga.saat Alex mendapatkan buku itu, dia membaca judulnya dan melupakan smartphonenya itu.


"harga yang dibayar orang tua karena mengabaikan anak yang membutuhkan kasih sayang mereka?".


"ya.cerita anak -anak yang terbilang sedih dan lebih Cocok untuk orang tua namun cerita ini laris terjual dan menjadi buku terbaik. orang tua yang membacanya akan menyadari betapa pentingnya memberikan cinta dan kasih sayang pada anaknya. karena saya sudah pernah melihatnya akan aku bacakan".


mungkin lebih baik menjadi guru bahasa daripada sejarah tetapi ini demi menarik minatnya.mereka tidak akan . menyangka bahwa cerita ini memang cerita nyata namun ada bagian yang dibuat fiksi agar pembaca tidak penasaran apa yang terjadi selanjutnya pada si anak.


"dulu, disebuah rumah besar,tinggallah sepasang suami istri dan putra putri mereka. orang luar mengira mereka keluarga bahagia namun mereka tidak tahu bahwa si putri tidak bahagia..."


(story' begins...)


saat si gadis kecil masih bayi.Si bayi mengira saat dia lahir dia akan mendapatkan kasih sayang tetapi ternyata tidak... saat si bayi menangis,sang ibu memilih pergi bersama para teman perempuannya daripada menyusuinya atau melihat apa ada yang salah dengan si bayi.sang ayah lebih memilih pergi ke luar menuju ke pesta sahabatnya. yang melakukan apa yang dibutuhkannya adalah sang pengasuh.sang bayi tidak pernah diijinkan keluar oleh orang tuanya. Mereka tidak pernah melihatnya, menggendongnya ataupun memberikan kasih sayang padanya seakan dia anak yang terabaikan.Tiga tahun berlalu,saat itu dia sudah bisa berjalan dan berbicara,ia berlari menghampiri ibunya yang saat itu ditaman sedang membaca novel


Cinta.


"ibu,ayo bermain denganku".si gadis kecil itu mengajak ibunya bermain sambil membawa boneka Teddynya.


"pergilah! jangan menggangguku.bermain sana sama pengasuh".


sang ibu dengan kasarnya menyuruh anaknya pergi.ia merasa terusik Putrinya mengganggunya membaca tanpa melihat betapa sedihnya putrinya itu.


tidakkah kau melihat aku sudah bisa berbicara dan berjalan dengan baik...


Dengan perasaan sedih,ia meninggalkan ibunya itu. ia pergi menuju ke ruang keluarga.Bagus.dia melihat ayahnya sedang tidak bekerja.ayahnya sedang asyik menonton pertandingan bola.


mungkin ayah mau bermain denganku..


Gadis kecil itu berlari menghampiri ayahnya tanpa berhati-hati sehingga dia tersandung dan jatuh. ia mengira ayahnya akan segera berlari menghampirinya karena khawatir tetapi dia salah....


ayahnya tidak bergeming sama sekali.seakan tidak menyadari putrinya terjatuh.gadis itu berdiri dan membawa boneka Teddynya lalu menghampiri ayahnya.


"ayah, bermainlah denganku".


"ayah sedang sibuk.berhenti menggangguku".


kata sang ayah yang merasa terganggu dengan kehadiran putrinya.


"ayah... aku jatuh".


gadis kecil itu berharap sang ayah akan simpati dan khawatir padanya Tetapi malah sebaliknya.


"Seharusnya Kau berhati-hati kau Bagaimana sih.pergi sana".


dengan perasaan sedih gadis kecil itu keluar dari ruang keluarga memasuki kamarnya. kamar itu terasa besar baginya Namun semua itu tidak berarti karena tidak ada kehangatan di dalamnya. air mata mengalir di pipinya.


aku... tidak bermaksud mengganggu kalian.


aku hanya ingin kasih sayang kalian saja...apa aku salah mengharapkan itu...?


esoknya,dia memasuki kamar orang tuanya. dia melihat ibunya sedang merias diri di meja rias. dia menghampiri ibunya sambil membawa bunga yang telah dia rangkai menjadi sebuah mahkota bunga.


"Ibu aku membuatkan kan ini khusus Untukmu Ibu".


gadis kecil itu menunjukkan mahkota bunga itu di belakang ibunya dengan harapan ibunya mau berbalik dan melihat karya yang dibuat khusus untuk dirinya.


" Letakkan saja di meja itu".


"tapi kau bahkan tidak melihatnya".


ucap gadis kecil itu karena ibunya tidak melihat karya yang dia lihat untuknya. dia mengikuti perintah ibunya dengan meletakkan karya buatannya itu di atas meja dan pergi keluar dari kamarnya.


aku harap kau melihatnya,ibu...


tidak lama kemudian, gadis kecil itu memasuki ruangan kerja ayahnya. dia melihat ayahnya sedang bekerja saat itu dan menghampirinya.


"ayah, lihat yang kubuatkan untukmu". kata gadis kecil itu sambil menunjukkan coklat panas yang dia buat untuk ayahnya karena hari ini di luar hujan dan pastinya dingin baginya.


"letakkan di sana. aku akan minumnya nanti. sekarang keluar dan biarkan ayah bekerja". kata sang Ayah tanpa melihat wajah gadis kecil itu. gadis kecil itu mengikuti perintah ayahnya namun dia membuka pintunya sedikit untuk melihat apakah ayahnya akan meminum coklat panas buat yang dirinya. dia berharap ayahnya selesai bekerja sebelum coklat panas menjadi dingin. tidak lama kemudian, pria itu selesai mengerjakan dokumen-dokumen itu. dan dia akan segera keluar dari ruangan itu dan melihat coklat panas buatan si gadis kecil itu di atas meja. gadis kecil itu mengira ayahnya akan meminum coklat panas buatannya tetapi ia salah. ayahnya tidak meminumnya melainkan membuangnya langsung ke tong sampah. gadis kecil itu segera bersembunyi saat ayahnya akan keluar dari ruangan. dengan perasaan sedih dia keluar dari persembunyiannya dan melihat ayahnya pergi meninggalkan rasa sedih dan kecewa di hati gadis kecil itu.


ayah... Seburuk itukah minuman yang ku buat khusus untukmu...? kau bahkan tidak mencicipinya...


gadis itu begitu sedih melihat kelakuan orang tuanya. ya pergi ke kamar orang tuanya dengan berharap ibunya benda-benda melihat hasil karyanya ternyata tidak, sang Ibu tidak ada di kamar namanya dan menemukan rangkaian bunga yang dia buat telah rusak karena Terinjak oleh sebuah sepatu dan membuat hati gadis kecil itu begitu sedih.


ibu... Seburuk itukah rangkaian bunga yang aku buat untukmu...? Aku tidak tahu apakah kau sudah melihatnya...


hari-hari telah berlalu. Sekarang dia sudah berusia 4 tahun. gadis kecil itu membuat sebuah gambar berisi dia dengan ayah ibu dan kakak laki-lakinya. Iya berharap ayah dan ibunya akan menyukainya. dia berlari menuju ke kamar orang tuanya Walaupun dia tidak peduli para pelayan dan pengasuh memintanya agar jangan lari-lari agar dia tidak terjatuh. yang terbesit dalam pikiran nya hanyalah melihat wajah bahagia pada raut wajah orang tuanya dan bangga terhadapnya. dia akan memasuki kamar itu namun tidak terjadi melainkan mengintip keluar karena melihat orang tuanya sedang bertengkar.


"Aku muak padamu. Seharusnya aku tidak menikah denganmu!. seharusnya Kita sudah bercerai jika saja aku tidak hamil anak kedua waktu itu".kata Sang ibu.


"seharusnya kau menggugurkannya sejak awal.Kau tahu aku tidak menginginkan anak lagi".kata sang ayah yang menyalahkan sang ibu.


"aku ingin menggugurkannya waktu itu tetapi Putra kita ingin adik perempuannya lahir".


mereka kembali bertengkar. sedangkan si gadis kecil sudah tidak ada di depan pintu melainkan hanya gambarnya yang dia buat terletak di lantai depan pintu kamar orang tuanya. sang gadis kecil itu itu ternyata sudah berada di sebuah taman dan menangis di bangku taman itu.


Apa salahku hingga kalian tidak menginginkan aku dan mengabaikan aku...? aku hanya anak-anak... ini bukan salahku terlahir di keluarga seperti ini... semua ini Ini salah orang dewasa yang membuat anak seperti ku lahir di dunia ini... aku hanya lahir.... hanya lahir...


saat ia berusia 5 tahun... orang tuanya memberikan pesta yang meriah untuknya walaupun orang tuanya tidak mengundang tamu satupun.


"Selamat ulang tahun untukmu. Ini hadiah dari ayah dan ibumu".


"dan Ini hadiah dari kakak untukmu".


gadis kecil itu menerima kedua Hadiah itu dari mereka dengan setengah hati. pertama yang membuka kado dari saudaranya yaitu sebuah boneka Teddy berwarna putih dengan bulu yang begitu lembut.


"Terima kasih Kakak". ucapnya menyukai hadiah dari saudaranya itu. selanjutnya membuka kado dari orang tuanya dan tentu saja gadis kecil itu tempat tidak senang dengan hadiahnya yaitu sebuah boneka gadis kecil dari porselen. begitu manis tapi dia tidak menginginkannya Padahal dia pernah meminta pada orang tuanya untuk hadiah yang lain.


"Terima kasih Tapi kalian tahu aku menginginkan kan anak anjing".


"Jangan memilih milih hadiah. seharusnya kau terima pemberian dari kami". kata sang ayah yang tidak senang mendengar kalimat yang keluar dari mulut anak perempuan itu.


"ayahmu benar. dan kau tahu kalau Anjing itu kotor dan pastinya akan merusak karpet mahal di rumah ini". kata sang ibu yang lebih memikirkan kan kondisi karpet mahal daripada perasaan sang anak. gadis kecil itu diam aja dan memilih masuk ke dalam kamar dan hanya membawa hadiah pemberian dari sang kakak. dari balik badan dia menitikkan air matanya. Saat memasuki kamar Dia teringat dengan doa yang dipanjatkan setelah meniup lilin ulang tahunnya.


Aku harap aku menghilang dari kedua orang tuaku yang tidak menyayangiku ini... mereka pasti bahagia


di malam harinya, pasangan suami istri itu bersiap-siap pergi ke sebuah pesta pernikahan namun saat pergi salah satu pelayan menghampiri mereka.


"Tuan, Nyonya. Nona muda sedang demam".


"mungkin hanya demam biasa. berikan obat dan Panggilkan dokter bila demamnya tinggi".


kata sang tuan tanpa memikirkan dan khawatir akan keadaan putrinya.


mereka keluar dan akan memasuki mobil hingga Tanpa mereka sadari Putri mereka berlari ke arah mereka.


"ayah-ibu. Jangan Pergi. aku sakit temani aku...".


gadis kecil itu memohon agar kedua orang tuanya tidak pergi sambil menangis. dia ingin sekali mereka memberinya kasih sayang walaupun saat dia sakit.


"kamu Jangan manja. ini hanya demam biasa. besok pagi Kau pasti sembuh jadi Biarkan kami pergi dan tidurlah". sang Ibu menepis tangan si gadis kecil dari gaunnya dan mereka memasuki mobil dan mobil itu pergi membawa mereka yang Gadis itu berusaha mengejar mobil itu hingga dia terjatuh. sang pengasuh panik melihat Nona muda yang diasuhnya seperti itu.


"ayaaahhhh...ibu.....hu.....".


pada larut malam mereka pulang ke rumah. di rumah itu entah kenapa suasananya terasa suram. pasangan suami istri itu melihat para pelayannya pengasuh menangis. di sekitar kamar Putri mereka. Sang putra juga menangis.


"Apa yang terjadi?". tanya sang ayah.


"nak,apa yang terjadi?".sang ibu menghampiri sang putra.sang putra melihat mereka dengan tatapan marah.


"kemana saja kalian ?!kami sudah menghubungi kalian Tapi kalian tidak mengangkatnya".


"apa yang terjadi? Kami ada di pesta dan..."


"apa kalian tahu bahwa Putri KALIAN TELAH BUNUH DiRI!? DIA MELOMPAT di JENDELA!!". perkataan Sang putra membuat mereka terkejut seperti tersambar petir mereka menyadari Putri mereka tidak disangka-sangka telah bunuh diri.


"Tidaaaaaak!!!". sang Ibu berteriak histeris. mereka berdua masuk ke dalam kamarnya dan melihat tubuh Putri kecil mereka terbujur kaku dan mereka telah menutupnya dengan selimut. sang dokter menghampiri mereka saat melihat orang tua gadis itu itu masuk ke dalam.


"kami sudah berusaha menyelamatkannya Tetapi dia sudah..."


"putrikuuuu......!!!"mereka menghampirinya.mereka mengguncang tubuhnya dan memanggil namanya namun ia tidak bergeming.gadis kecil itu telah pergi.


"kami disini sayang... jangan tinggalkan kami.."kata sang ayah diselah tangisan yang terisak-isak.


"kami minta maaf sayang... jangan tinggalkan kami..."ucap sang ibu. mereka berdua menyadari betapa berartinya Putri kecil mereka Namun semua itu sudah terlambat untuk memperbaikinya. Sang putra masuk ke dalam kamar dan melihat orangtuanya begitu hancur melihat kematian Putri mereka.


"kenapa baru sekarang... kenapa baru sekarang kalian menunjukkan kasih sayang kalian kepadanya...? dari kecil kalian mengabaikannya... tidak menyayanginya... dan saat dia tiada kalian baru menyesalinya sekarang?".


mereka terdiam mendengar perkataan dari putra mereka itu. selama ini mereka menyia-nyiakannya dan sekarang sudah terlambat.


(story' end'...)