
"wah wah wah, kalian sudah bangun ternyata anak-anak".Ucap laki-laki itu sambil tersenyum sehingga Danny dan Tania dapat melihat taringnya dan bola matanya yang berubah menjadi merah.
"uwaaah, kau siapa?!? kau itu apa?!?😨". Tanya Danny yang terkejut saat melihat gigi taring tajam dan bola matanya yang berubah menjadi merah.
"dia itu namanya vampire. dia suka menghisap darah seperti manusia. Setiap bulan pasti aja ada korbannya, bahkan yang sakit wasir pun dimangsa mereka juga 😑".Jawab Tania biasa saja dengan wajah datar.
"yah aku… hei, jangan sembarangan. Aku memang menghisap darah manusia tapi aku memilih-milih tahu!. Eh sebentar, kau tahu dari mana kalau aku vampire??". Tanya vampire itu setelah ia menyadari bahwa Tania tahu siapa dia.
"kau ini vampire baru bodoh ternyata. Kau menunjukkan jati dirimu kepada kami tahu". Jawab Tania.
"Oooooo..... jadi dia ini vampire? aku baru tahu kalau mereka benar-benar ada". Ucap Danny yang baru tahu tanpa ekspresi wajah yang takut melainkan biasa saja.
"yep".
"setiap bulan…berarti Pfuff...BWAHAHAHAHAHA😂".
"Ei, kenapa kau tertawa?". Tanya Tania ketika ia dan vampire itu melihat Danny tertawa terbahak-bahak.
"gimana aku tidak tertawa, coba pikir baik-baik. Setiap bulan dan hisap darah, tidakkah kau terpikirkan sesuatu yang mirip? ituloh yang selalu dipakai oleh mama kita setiap bulan".Tanya Danny di sela-sela tertawanya.
"hm…hisap darah…hm…yang dipakai mama setiap bulan… oh!💡 pembalut!".Jawab Tania yang teringat akan benda yang selalu dipakai oleh para perempuan setiap bulan.
"yep. Tepat sekali. Vampire itu seperti pembalut".
"BWAHAHAHAHAHAHA. Kau benar, mereka seperti pembalut 😂. Kalau dipikir-pikir lagi seharusnya vampire itu dipanggil dengan sebutan arwah pembalut bukan vampire 😂!".Ujar Tania dan seketika kedua anak itu tertawa terbahak bahak sedangkan vampire yang menangkap mereka langsung merasa kesal saat ia dan bangsanya sendiri diejek oleh kedua anak kecil.
"oh, aku harap dia bukan makhluk penasaran yang gentayangan karena semasa hidupnya tersumbat di dalam wc Karena kasihan sama wc nya😂". Ucap Danny dan seketika kedua anak kecil itu kembali tertawa terbahak bahak.
grr, Mereka berdua benar-benar 💢
''oh ya, kau tahu kelemahan Vampire?😃". Tanya Danny yang kembali bertanya kepada Tania tanpa teringat bahwa mereka diculik oleh makhluk yang mereka ejek sebagai arwah pembalut.
"tahu. Mereka lemah terhadap matahari dan bawang putih. Jadi kalau mau pergi kemana pun seandainya tidak ada matahari, jangan lupa bawa bawang putih karena bisa saja arwah pembalut dekat dengan kita😃". Saran Tania.
"ooooo... berarti orang-orang WIBU aman dong dari mereka😮".
" kenapa WIBU bisa aman dari mereka?Tanya Tania.
"karena kata papa, bau WIBU'kan Seperti bawang". Jawab Danny dan kedua anak itu kembali tertawa terbahak bahak sampai bengek dan mengeluarkan air matanya saking meledek sang vampire.
Dan Danny? sungguh menakjubkan bahwa ia tidak takut terhadap seorang vampire melainkan tertawa dan mengejek vampire. Bahkan sungguh menakjubkan dirinya tahu dan mengerti tentang pembalut dan kegunaannya. Entah darimana dan dari siapa dia tahu tentang roti bantal itu.
"sudah puaskah kalian mengejekku, hah!?💢".
"lah, anda tersinggung? padahal yang kami ejek vampire lho".Ucap Tania.
"menurut kalian ini aku siapa?! aku adalah Vampire! Vampire!!".Ucap Vampire itu membentak mereka.
"yah, kau memang vampire dan sungguh, vampire yang mengubah dirimu benar-benar apes menjadikan dirimu sebagai seorang vampire". Ucap Tania biasa saja mendengar bentakan dari vampire yang mereka tertawakan.
"kenapa yang merubah dia benar-benar apes?".Tanya Danny.
"karena vampire yang berdiri di hadapan kita ini adalah Vampire payah dan sudah pasti belum lulus training berburu lagi".
"hei, jangan sok tahu anak kecil!".
"lah memang kenyataannya begitu'kan? buktinya, vampire mana yang menangkap mangsanya Menggunakan jebakan? rata-rata mereka mengejar buruan itu sendiri tahu apalagi kulihat kau ini vampire baru'kan?". Tebak Tania.
"apa?!".
"yang dikatakannya benar paman. Dari film vampire yang kutonton, mereka tidak berburu seperti yang dilakukan oleh manusia. Seharusnya paman training berburu dulu kalau tidak paman akan mati karena seleksi alam". Danny memberikan sebuah saran untuk vampire itu.
"siapa yang kau panggil paman?!?💢 aku masih mudah tahu. Baru berusia dua puluh tahun. Kalian ini benar-benar sungguh membuatku marah. Kalian ini benar-benar ingin secepatnya aku bantai ternyata". Ancam Vampire itu. Danny diam namun dari Sorot matanya tidak ada terlihat ketakutan didalamnya melainkan ia memikirkan sesuatu bagaimana caranya ia dan Gadis kecil disebelahnya bisa keluar hidup-hidup.
Sedangkan Tania?.
Ia diam tersenyum geli mendengar ancaman dari seorang vampire amatir sehingga vampire itu merasa heran dengan Tania karena seorang anak kecil seharusnya menangis karena takut namun gadis itu berbeda.
"kenapa denganmu anak kecil".
"jangan panggil aku anak kecil paman. Namaku Tania, Tania Anista Rhyes". Ucap Tania memperkenalkan dirinya sehingga Danny tahu namanya.
ooooh 😯 jadi dia bernama Tania. Aku pernah mendengar nama belakangnya dari mana yah?. Pikir Danny saat Tania menyebutkan nama keluarganya yang terasa familiar.
Rhyes. Sepertinya aku pernah mendengar dimana yah?. Pikir Vampire itu saat merasa familiar dengan nama keluarga Tania.
"apakah kau ingat ketika kau menjadi seorang vampire, maka kau harus ingat bahwa bangsa Vampire memiliki musuh bebuyutan yang sama kuatnya atau mungkin lebih. Contohnya…".
"werewolf kah?". Tebak Danny menyela Ucapan Tania.
"yup".Tania membenarkan tebakan Danny dan vampire itu mulai berpikir lebih dalam lagi.
"Rhyes… werewolf… tu-tunggu dulu!!! mungkinkah kau?!?".
"yah, apakah paman tahu kesalahan paman? seharusnya anda tahu bahwa jangan pernah mengikat seorang Werewolf dengan tali biasa". Ucap Tania tersenyum jahat sambil menunjukkan bola matanya yang berubah menjadi kuning menyala seperti Serigala sehingga vampire amatir itu tahu siapa yang dia tangkap dan Danny…
"Woah, keren". Ucap Danny yang kagum dengan gadis kecil itu bukannya ketakutan sehingga Tania geleng-geleng kepala melihat Danny lalu Seketika Tania melepaskan tangannya dari tali yang mengikat tangannya dengan gampangnya lalu berdiri dan menatap tajam ke sang vampire itu.
jadi anak kecil ini seorang Werewolf dari keluarga Rhyes!!. Waktu itu aku diberitahu bahwa aku harus menghindari tiga jenis Werewolf Utara jika memasuki wilayah Werewolf bagian Utara dan salah satunya adalah Rhyes. Tapi…
"dasar bodoh. Kekuatan tidak harus diukur dari seberapa besar atau kecilnya seseorang. Seharusnya kau tahu itu apalagi yang kau Lawan adalah aku, sang panglima Utara adik dari panglima Selatan dalam bangsa Werewolf!
dan sebagai seorang perwakilan dari sang Alpha Utara, aku akan menghukum kejahatanmu yang telah memasuki wilayah Utara, melakukan perburuan terhadap seorang manusia diwilayah dan penculikan terhadap putri perdana menteri kerajaan Werewolf". Ucap Tania menatap tajam ke vampire itu dengan sikap dan ucapannya yang mirip dengan orang dewasa.
"memangnya nama ayahmu siapa? wilayah apa yang dimaksud? kau ini tinggal dimana? rumahmu dimana? siapa saja yang merupakan seorang Wherewolf?".Tanya Danny menyela Tania dan vampire itu dan membobadir mereka berdua dengan pertanyaannya.
"hei, kau diam saja. dasar bawel". Ucap Tania dan Vampire itu karena Mereka berdua merasa sebal dengan Danny yang ingin tahu terlalu banyak.
"…💢💢 hmp!".
Vampire itu mulai menyerang terlebih dahulu akan tetapi Tania langsung menghindar dari serangannya dan saat menghindari serangannya, tangan kanan Tania merogoh isi tas selempang kecil miliknya dan mengelua- sesuatu yang ternyata adalah sebuah bom asap yang selalu digunakan para tentara. Sungguh menakjubkan sekaligus mengherankan jika Tania memliki benda seperti itu, setidaknya bukan Granat.
''hei, apa yang kau- uwaaah". Danny langsung terlempar ke sudut ruangan yang banyak sekali ada kotak-kotak kosong saat Tania melemparnya langsung ke kotak-kotak itu.
"ouch! kau sudah gila ya?!". Pekik Danny yang kesal saat Tania melemparnya sehingga bokongnya menjadi sakit.
"mau bagaimana lagi, kau dapat menghalangiku dan membuatmu menangis saat aku menggunakan ini". Ucap Tania sambil menarik pelatuk bom itu.
dan saat menghindari serangan vampire itu lagi Tania langsung melempar bom itu tepat ke vampire itu bersamaan ia melompat mundur di kebelakang tepat disebelah Danny.
...KAAABOOOOOMM!!!💣💥...
''uhuk-uhuk! bom asap? mustahil bisa membunuhnya dengan bom asap tahu".
"hehe, bukan bom biasa. Kau tidak mencium sesuatu dari asap ini". Ucap Tania sembari melepaskan ikatan tali Danny. Saat Tania mengatakannya, Danny langsung mencium aroma asap putih dari bom itu dan langsung menyadari sesuatu.
"i-ini bau bawang putih ekstra pedas buatan rumahan".
"wah, kau tahu sampai sedetil itu ternyata"
Ucap Tania yang merasa kagum dengan penciuman Danny yang bisa tahu sampai buatan darimana bom itu sedangkan Vampire itu, selain terbatuk-batuk ia merasakan sakit ditubuhnya bahkan tubuhnya langsung membengkak dan merah.
"dasar gadis kurang ajar!".
"week😛"ejek Tania lalu ia mengambil sebuah tongkat besi yang ditemukannya dekat dengan Danny lalu ia langsung melemparkannya kearah vampire. Mengingat pelatihannya dalam menggunakan senjata tombak telah membuatnya mampu melempar tombak itu tepat sasaran dan tongkat besi yang dilemparkannya tepat sasaran yaitu dada sang vampire sehingga vampire itu langsung musnah meledak menjadi abu".
...( Flashback end…)...
''kau sekarang sudah ingat?". Tanya Danny.
"yah…aku ingat sekarang". Ucap Tania namun Danny terkejut saat Tania menarik kerah bajunya bahkan ada sorot mata kekesalan di mata Tania.
"aku ingat juga bahwa karenamu hubunganku dengan pacar pertamaku berakhir 💢".
"eh?😓".
"kau tidak ingat setelah itu?!?💢".
"setelah itu…🤔".
...(Flashback Tambahan…)...
''nah, dia sudah musnah. Bagaimana menurutmu wahai manusia?". Tanya Tania.
"biasa saja tuh". Jawab Danny berbohong karena sejujurnya ia kagum namun ia tidak mengatakannya karena malu mengutarakannya.
"hei, aku haus nih. ada bawa minum? tertawa tadi membuatku jadi haus". Kata Danny.
"oh. Aku hanya membawa susu. Kau mau?".
"boleh". Ucap Danny dan saat itu ponsel Tania berdering tepat ia mengeluarkan sebuah termos berisi susu.
"halo sayang 😆".
halo juga sayang 😆kamu lagi apa?. Tanya sang pacar pertama melalui telepon.
''aku lagi ngasih susuku ke anak laki-laki disebelahku".Ucap Tania memberikan susu dalam termos kepada Danny.
susu!! ngasih!! laki-laki!! tunggu dulu, itu berarti… Ray yang berusia sepuluh tahun mulai berpikir terlalu jauh dimana saat Tania mengatakan mengasih susu kepada laki-laki lain ia mulai membayangkan maksud Tania adalah Seperti ibu yang sedang menyusui si bayi. Padahal yang dimaksud oleh Tania berbeda.
Mungkin inilah salah satu perbedaan antara laki-laki dan perempuan, dimana laki-laki berpikir begini perempuan berpikir begitu sehingga sering terjadi salah paham dalam sebuah hubungan seperti Ray dan Tania namun Ray lupa satu hal bahwa mereka masih anak-anak.
''kita putus!''😤.
"eh????? kenapa???!!😨".
"aku tidak mau dengan perempuan yang tidak setia" Ucap Ray sambil memutuskan percakapannya dengan Tania di telepon.
''halo? halo halo???!".
"kau kenapa?". tanya Danny sambil menyerahkan termos itu kepada Tania setelah ia minum. Lalu ia melihat ekspresi wajah yang marah kepadanya dari gadis itu.
"ini semua gara-gara kau aku diputusin!. dasar orang asing perusak hubungan orang!". Ucap Tania saking kesalnya melempar termos itu langsung mengenai kepala Danny.
... (Flashback end…)...