The Hot Blood Of Saga

The Hot Blood Of Saga
Chapter 224 : Silvana Secret



di Twins bell…


"aku kembali". Salam Silvana saat memasuki cafe itu. didalam, ia melihat terdapat banyak pengunjung yang sedang menikmati pesanan mereka bahkan menunggu pesanan makanan dan minuman mereka tiba. Bisa dikatakan cafe itu sedang ramai.


Hanya saja, yang membuat Silvana terkejut bukanlah karena para pengunjungnya adalah gadis remaja semua melainkan orang yang bertugas sebagai pelayan.


"Danny??". Silvana melihat Danny Nash sedang sibuk mencatat pesanan salah satu meja. Ia bahkan memberikan sebuah senyuman kapitalisme pada pelanggan itu sehingga tidak heran wajah para gadis menjadi merona di karenanya.


Jarang-jarang bukan dilayani oleh laki-laki tampan yang terkenal, begitulah pemikiran mereka.


"selamat datang Silvana". Sapa Tania yang kemudian Silvana menghampiri Tania yang bertugas sebagai bagian cashier itu.


"hei, apa yang terjadi? kenapa Danny menjadi pelayan?. Kau menyuruhnya?".


"tidak juga, dia yang mau. Lagipula kita kekurangan orang karena Keira sedang ada urusan di klub sedangkan Kau pergi entah kemana. Bahkan kau tidak masuk sekolah hari ini. Jadi Danny menyarankan dirinya untuk membantu.


Siapa sangka pesona dan ketampanannya mampu membuat kafe menjadi ramai hari ini. Dia seperti kucing pembawa keberuntungan,yah". Tania menjelaskan dan memuji Danny bersamaan. Ia juga mengeluhkan Silvana dan Keira yang meninggalkannya dan Dion sendiri mengurus cafe.


"Keira sedang ada urusan di klub musik?. Apakah kau meninggalkannya bersama dengan Senior Keitha?".Tatapan Silvana berubah menjadi sebuah sorotan tajam saat gadis itu menyebut nama Keitha karena dia tahu rahasia Keitha.


"tentu saja. dia 'kan ketua klubnya selain itu, ada Alex juga yang menemani Keira. Laki-laki itu tidak tenang jika meninggalkan Keira sendiri bersama dengan orang lain".


"syukurlah. Memang benar jika Keira tidak bersama dengan orang itu sendiri". Ucap Silvana merasa lega.


"ini aneh. Dari nada bicaramu, kau tidak menyukai senior Keitha yah?. jika kau tidak suka, kenapa kau tidak menyukainya?. padahal dia baik lho".


"jangan hanya melihat dari luar Tania. Kita tidak tahu dibalik kebaikan itu hanya sebuah topeng yang menyimpan rencana yang mungkin saja akan menyakiti kita.


Karena itu, janganlah lengah dan terbuai akan kebaikan seseorang Tania. Kita tidak pernah tahu dia benar-benar baik atau ada udang dibalik batu". Silvana memperingatkan Tania untuk berhati-hati walaupun dia sendiri tidak mengatakannya mengapa ia tidak menyukai seseorang bernama Keitha itu.


"baiklah".Walaupun Tania bingung, Tania memilih menurut saja karena ada yang ingin dia tanyakan dan ingin ia beritahukan pada Silvana.


"selain itu, kau darimana saja?".Tania menginterogasi Silvana.


"aku… akan mengatakannya padamu nanti setelah para pelanggan sudah pergi".


"yah, kau benar juga. Lagipula, ada yang ingin kuberitahukan padamu Silva.


Mungkin sebaiknya kau bantu saja Danny terlebih dahulu".


"…baiklah".


Sebenarnya dia ingin memberitahuku tentang apa?.Pikir Silvana memikirkan ucapan Tania.


Setelah itu, Silvana membantu Danny dari mengantar pesanan bahkan membersihkan meja hingga pada akhirnya para pelanggan telah berpulangan dan persediaan bahan menjadi sangat sedikit sehingga Dion menutup cafe lebih cepat karena ia harus berbelanja lagi.


"aku pergi dulu".Ucap Dion seraya pergi untuk membeli bahan makanan yang akan digunakan untuk besok hingga yang tinggal di dalam cafe itu adalah Silvana yang sedang membuat sesuatu, Tania dan Danny yang sedang duduk di kursi salah satu meja.


"Terimakasih atas bantuanmu Danny. Aku tidak menyangka berkatmu, banyak pelanggan yang datang". Ucap Silvana sembari meletakkan tiga gelas milkshake coklat dengan ice cream vanilla diatasnya dan tiga piring sandwich daging untuk mereka di atas meja.


"yah walaupun semua pelanggan yang datang hari ini adalah para gadis kecentilan".


"kamu cemburu Tania?". Goda Danny saat mendengar nada tidak suka dari Tania.


"apa? siapa yang cemburu?!". Tania gelagapan saat di goda Danny sehingga ia memilih untuk meminum milkshakennya sedangkan Danny hanya tersenyum melihat Tania yang cemburu walaupun gadis itu tidak mengakuinya. Lagipula, Tania sendiri tidak mengerti mengapa ia cemburu saat gadis-gadis remaja tersenyum centil pada Danny.


"oh yah, seharian ini kau darimana saja Silvana sampai tidak masuk sekolah?".Tanya Tania mengalihkan perasaannya yang tidak karuan.


"maaf ya aku tidak memberitahumu, aku pergi mengunjungi anakku".Jawab Silvana memberitahu kebenaran tentang anaknya yang tidak diketahui oleh Tania sama sekali.


"an-APPPPPAAAAAAAA!!?".Tania terkejut Saat mengetahui bahwa Silvana punya anak sehingga saking terkejutnya, ia sampai tersedak oleh minumannya sendiri.


Danny yang menepuk punggung Tania juga terkejut bahwa teman Silvana dan kekasih Noah memiliki seorang anak.


"kok bis- tunggu, itu berarti ayahnya-".


"yah. dugaanmu tepat Tania".


"anak? berarti kau punya anak dengan mantanmu yang vampir itu?". Tanya Danny.


"yah.Huh? bagaimana kau tahu aku punya-".Silvana menjeda kalimatnya, ia melotot kearah Tania Seolah ia mencari jawaban darimana Danny tahu bahwaDia mempunyai seorang mantan kekasih yang berasal dari klan vampir.


"Danny berhak tahu terutama tentang siapa yang telah menghajar pacarmu itu lagipula, Danny seorang Watcher jadi wajar jika dia mengetahui sesuatu didalam bangsa kita ".


Tania menjelaskan.


"yah, kau ada benarnya Tania... ".


"tidak semuanya. hanya Keira, keluarga Keira, guru Madoc, Mam-".


"tunggu, kenapa guru Madoc juga tahu?".Tanya Danny menyela ucapan Silvana.


"aku akan memberitahu nanti, jadi dengarkan saja dulu apa yang dikatakan Silva".Ucap Tania.


"Mambayo bahkan saudaraku juga orang tua dan saudaramu Tania. Yang lainnya tidak tahu".


"termasuk aku. Aku tidak tahu bahwa kau memiliki anak dengan si bedebah itu. Mengapa kau tidak mengatakan apapun kepadaku?. Aku kira kita ini teman". Tania kesal saat Silvana tidak bercerita tentang kehamilan Silvana sendiri, bahkan ia kecewa yang lainnya tahu namun tidak mengatakan apapun padanya sedangkan Danny mengelus punggung Tania untuk menenangkannya.


"…aku Minta maaf karena tidak memberitahumu, Tania. Aku mohon jangan memarahi mereka terutama Keira karena tidak memberitahumu. Mereka tidak mengatakannya padamu karena aku yang meminta.


Aku ingin akulah yang memberitahumu Tania.


Jujur, aku mengetahui aku hamil saat itu sebelum penyerangan setahun yang lalu.


Saat itu, aku ingin memberitahumu semuanya, bahkan pada Emery bahwa dia akan menjadi seorang ayah namun... penyerangan itu...


Bagaimana bisa aku mengatakan kebahagiaan itu padamu disaat kau mengalami duka kehilangan seorang kakak ?


bagaimana bisa aku mengatakannya padamu saat kau berjuang hidup diantara hidup dan mati?


bagaimana bisa aku mengatakannya padamu saat aku mengandung benih dari orang yang hampir kau bunuh? .


Banyak pertimbangan dalam hidupku Tania...


aku minta maaf karena tidak mengatakannya padamu".


"apakah… dia tahu?".Tania bertanya tentang seseorang yang tidak disebutkan namanya karena pastinya Silvana tahu siapa yang dimaksud.


"…dia tidak tahu. Aku tidak pernah memberi tahunya. Bahkan tidak seorangpun dibangsanya tahu akan anak itu".


"syukurlah kalau begitu. Keluarganya pasti akan menghabisi anakmu karena bagaimanapun, anakmu seorang wolfblood".


"wolfblood? apa itu?".Tanya Danny saat mendengar Wolfblood pertama kali.


"begini, jika seorang vampir dan werewolf berhubungan itim, maka anak yang dihasilkan disebut sebagai wolfblood karena anak itu telahir hasil dari orang tua yang berasal dari kedua bangsa itu.


Seperti Silvana dari bangsa Werewolf dan Emery dari bangsa vampir, anak mereka disebut sebagai seorang wolfblood, Istilah untuk Werewolf + vampir". Tania menjelaskan.


"aku baru tahu namun sepertinya aku tidak pernah menjumpai bangsa kalian yang seperti itu saat aku mengunjungi Aurora bersama dengan orang tuaku".


"itu karena anak yang disebut sebagai wolfblood tidaklah banyak. Mungkin bisa dibilang jumlah mereka adalah 3336 dan mereka berada di tempat aman yang tidak diketahui oleh bangsa vampir sendiri".Ucap Silvana dengan nada prihatin.


"kenapa?".


"kenapa Anak-anak yang telahir sebagai wolfblood tidaklah banyak dikarenakan bangsa vampir akan menghabisi anak-anak itu bahkan darah daging mereka sendiri karena tidak mau anak mereka mengandung atau membuahi anak hasil campuran bangsa kami bahkan beberapa orang dibangsa kami dihabisi oleh mereka karena mengandung anak yang terdapat darah mereka atau karena menghamili anak mereka sehingga mereka menghabisi darah daging mereka sendiri tanpa ampun".


"itu kejam. Kenapa mereka, bangsa vampir tega melakukan itu?".


"…bangsa vampir adalah makhluk yang angkuh, menganggap derajat mereka lebih tinggi bagaikan majikan dan menganggap kami golongan derajat rendah seperti budak.


Mereka ingin bangsa mereka tetaplah murni. Mereka membenci pencampuran antara werewolf dengan vampir.


Mereka sangat jijik terhadap kami dan memandang hina kami, hingga mereka menghabisi siapapun vampir yang mengandung hasil campuran bangsa kami".


"mereka bangsa yang keterlaluan. mereka tidak buruk dari manusia membuang anak mereka ke tong sampah.


Apa salah anak-anak itu, mereka pasti ingin hidup, bagaimana mereka memutus kehidupan makhluk yang belum dimulai? ".Ucap Danny emosi bukan main saat mendengar penjelasan Tania.


"yah. Karena itu. Yang mulia raja yang dahulu menciptakan sebuah tempat yang aman untuk melindungi anak-anak itu. Lagipula mereka anak yang kehilangan orang tua karena dibunuh vampir atau anak yang ditinggalkan di bangsa werewolf untuk keselamatan mereka"Ucap Tania.


"dan aku adalah salah satunya… ibu yang tega meninggalkan anaknya demi keselamatan nya juga ibunya bahkan sialnya, yang kulakukan malah dapat juga menjaga keselamatan ayahnya". Ucap Silvana merasa ironis.


"mengenai mantanmu, apakah ia tidak boleh tahu tentang anak itu?".Tanya Danny.


"tidak. Dia tidak boleh tahu, aku yakin keluarganya tidak akan menghabisinya karena keluarga Dasper merupakan vampir golongan kelas atas. Mereka pasti akan menghabisi anakku Terutama Kendrick, ia tidak akan segan-segan menghabisi cucunya sendiri.


Bahkan, anakku tidak tahu siapa ayahnya, karena belum waktunya aku memberi tahunya.


Jika Emery tahu, pasti akan menggunakan anak itu untuk menekanku". Silvana sangat khawatir jika memikirkan Silver yang akan dimanfaatkan atau dihabisin.


"sudah pasti. Bahkan, ia akan…". Tania tidak sanggup melanjutkan kata-katanya, ia tidak bisa mengatakan bahwa Emery akan membawa Silvana pergi dari mereka semua menggunakan sesuatu yang berharga namun juga dapat menjadi kelemahan Silvana.


Tania tidak sanggup untuk memikirkan apa yang akan terjadi suatu hari nanti dimana kekhawatiranya menjadi kenyataan.