
''tapi, kakak penasaran dengan manusia brengsek ini. Mengapa ia menginap disini?''.
''kakak, dia ini bukanlah brengsek''. Ucap Keira yang tidak suka dengan umpatan Leo ke Alex.
aku senang sekali karena kau mengatakan itu kepada saudaramu yang menyebalkan ini.🙂
''karena bagiku dia bukan brengsek…🙁 tapi dia adalah si bajingan brengsek''😄 Ucap Keira yang ternyata hanya memperbaiki umpatan Leo saja dengan menampilkan senyumannya saat mengatakannya.
Oi !!. Alex kesal saat mendengar ucapan Keira yang ternyata terselip umpatan untuknya namun yang dia lakukan hanyalah bersabar mendengarnya sedangkan Leo tersenyum senang mendengarnya. Setidaknya Sekarang ini Keira bersikap netral diantara kedua laki-laki yang bersaing untuk mendapatkan perhatiannya.
''Keira, bisakah kita bicara berdua sebentar ?''.
Ucap Leo bangkit dari tempat duduknya saat Keira akan duduk sehingga Keira tidak jadi duduk dan berjalan mengikuti langkah kaki Leo dari belakang.
''apa yang ingin dibicarakannya dengan Keira ?''. Tanya Alex ke Myesha yang sangat penasaran dengan pembicaraan antara adik dan kakak.
''jangan khawatir. Ini hanya pembicaraan seorang kakak laki-laki yang khawatir dengan adik perempuannya saja. Yang penting, jika kau benar-benar mencintai Keira, kau harus berjuang untuk mendapatkan hati Leo. dan karena sindrom yang dimilikinya, kau harus berjuang keras, oke?''.😉 Ucap Myesha yang mengedipkan matanya ke Alex sebagai tanda bahwa dia mendukung hubungan antara Alex dan Keira dan Alex senang mendapatkan dukungan dari kekasih Leo sendiri karena Myesha juga ingin Keira bahagia seperti ia bahagia dengan Leo.
''Lho Tan, kau mau kemana?''. Tanya Myesha saat melihat Tania bangkit dari tempat duduknya.
''aku mau menonton kak karena film dramanya sudah dimulai sekarang''. Jawab Tania sambil melihat ke arah Arlojinya.
''heh? tumben sekali kau mau nonton film bergenre drama''. Ucap Silvana yang tahu sekali bahwa Tania tidak menyukai sesuatu bergenre drama seperti sinetron, film bahkan cerita novel. Bahkan Keira, Silvana dan Dion juga tahu tentang hal itu.
''hehe, ini dramanya seru lho''.
''memang judul dramanya apa, Tan?''. Tanya Myesha yang penasaran dengan yang ingin ditonton oleh Tania begitu juga dengan Silvana dan Dion. Hanya Alex saja yang satu-satunya tidak penasaran karena memikirkan hal yang lain.
''Power Ranger.'' 😎
''hah?''.😶
'' Aku nonton dulu ya''. 😃 Ucap Tania yang pergi meninggalkan ketiga orang itu dengan ekspresi wajah yang berbeda saat mendengar Jawaban Tania.
''memangnya power ranger itu termasuk drama, ya?''. Tanya Silvana ke Dion mengingat ia juga tidak suka menonton film genre drama melainkan horror sehingga ia tidak tahu namun saat mendengar judul film itu membuat ia penasaran.
'' entah. Aku bukan penggemar film drama karena selama ini yang kutonton hanyalah kartun dan acara memasak''.🤷🏻♂️
haruskah aku katakan kepada mereka bahwa itu bukan drama?. Pikir Myesha yang juga bingung saat mendengar judul film yang ditonton oleh Tania.
Sementara itu di beranda…
''kakak… bicaralah denganku. Jangan berdiam begini… apakah kau marah kepadaku?. Katakanlah, kak jika kau marah padaku".
Ucap Keira yang mengharapkan Leo mau berbicara dengannya dikarenakan sejak diberanda, Leo diam saja dan hanya memandang ke luar sana padahal dia yang ingin mengajak Keira berbicara.
Leo melirik ke arah Keira, terlihat wajahnya menunjukkan rasa sedih seakan Ia marah padanya. Leo membuang nafas lalu tersenyum dan mengelus kepala Keira yang membuat Keira senang saat Leo melakukan belaian kasih sayang di kepalanya.
''aku tidak marah kepadamu, sayang. Aku hanya sedang berpikir saja… selain itu, apakah si kepala badak itu tahu siapa kita?''. Leo bertanya untuk memastikan dan dijawab Keira yang membuat Leo menghembuskan nafas kasarnya.
''inilah yang kakak khawatirkan, Kei. Kakak khawatir bagaimana jika suatu hari ia mengetahui bahwa kita adalah seorang Werewolf ? apakah kau berfikir bahwa ia akan menerima kenyataan bahwa ia mencintai seseorang yang ternyata bukanlah seorang manusia seperti dia?''.
"jika kau tidak tahu, Mengapa kau menerima dia sebagai kekasihmu? apakah kau sudah melupakan Elias?!". Tanya Leo yang tidak habis pikir mengapa Keira mau menerima Alex yang tidak tahu siapa mereka sebenarnya.
"melupakannya…?. Tentu saja aku tidak melupakan Elias, kakak. Aku tidak tahu tentang takdir dalam hidupku kakak…
Alexlah yang mendatangiku bukan aku. Aku berusaha untuk menjauhinya namun ia tidak menyerah untuk tetap dekat padaku.
Keberadaannya memang menggangguku namun keberadaannya membuatku merasa nyaman senyaman saat aku bersama dengan Elias.
Mungkin kakak tidak tahu ada hal yang unik dari dirinya, aku sendiri tidak tahu apa…
kakak juga tidak tahu dari sifat jeleknya, ia memiliki hal yang baik dari dirinya.
Kakak tidak akan menyangka betapa beraninya dirinya saat aku dan Alex terjebak di dalam bukit hitam, ia mempertaruhkan nyawanya demi menyelamatkan diriku yang sekarat saat aku tersiram air hujan di malam bulan purnama walaupun kerangka malam ada disekitar kami''.
Ucap Keira yang masih teringat dengan kenangan malam itu di bukit Hitam di pulau Lamiya.
''astaga… kau tidak apa-apa kan?! mengapa tidak ada yang memberi tahuku apa yang terjadi padamu saat di Lamiya?. Apakah Mommy dan Daddy tidak tahu?!". Leo sungguh terkejut saat tahu apa yang terjadi pada adiknya dan sangat kesal karena tidak ada satupun yang memberitahunya.
''aku tidak apa-apa kakak. Jangan marah kepada mereka karena akulah yang meminta mereka untuk tidak memberitahu kakak juga Mommy dan Daddy.
Aku tidak ingin membuat kalian khawatir dengan keadaanku disana lagipula, jika tidak bukan karena Alex, aku mungkin sudah tidak ada disini bersama dengan kalian semua, kakak.
Kakak… sesungguhnya Alex sangatlah berjasa dan ia pun melakukan apapun yang tidak aku sangka-sangka dari orang seperti dia sehingga hatiku pun menjadi luluh kepadanya".
Saat Keira mengatakannya, Keira tersenyum saat mengingat hal-hal yang dialami bersama dengan Alex. dari saat di kapal pesiar, pulau Lamiya bahkan saat Alex mengungkapkan perasaannya di depan nisan Elias. Ia sungguh bahagia mengingat kenangan semua itu bersama Alex namun ia juga sedih saat sebagian kenangan itu hampir membahayakan nyawa Alex.
''Jujur saja… Kakak tidak mau hatimu kembali sedih dan kecewa jika suatu hari nanti dia tahu dan meninggalkanmu. Kakak ingin kau bahagia''. Ucap Leo bernada lirih karena memikirkan kebahagiaan Keira.
Mendengar ucapan Leo membuat Keira tidak bisa berkata apa-apa karena Keira tidak tahu harus berkata apa pada Leo. Ia tahu maksud ucapan dari Leo baik dan ada benarnya terlebih lagi dengan perbedaan dunia menjadi penghalang terbesar dalam hubungan mereka.
Tapi apa daya…
hatinya yang telah lama menangis karena Kehilangan cinta yang lama, telah berlabuh kepada seorang laki-laki yang berasal dari bangsa manusia.
Walaupun hanya setengah hati namun hati dan perasaannya telah memilih Alexander Adrian, seorang laki-laki yang dingin diluar namun menyimpan kesedihan dan kesepian didalamnya dan tidak ada yang tahu takdir apa yang akan membawa mereka pada akhirnya, yang akan dilakukan Keira sekarang adalah memberikan dan merasakan cinta yang dia dapatkan dari laki-laki itu walaupun hanya sesaat.
Tidak lama kemudian…
''Kei, kau bicarakan apa dengan kakakmu?''. Tanya Alex secara berbisik kepada Keira padahal yang merasa werewolf yang duduk di ruangan tamu bisa mendengarnya.
''ng… hanya pembicaraan sebatas kakak beradik saja. dimana Tania?''.
Tanya Keira saat menyadari bahwa Tania tidak diantara mereka.
''dia?. Oh, temanmu itu sedang menonton tv. Katanya sih menonton drama power ranger''.🤔
''huh? memangnya power ranger itu drama?''.