The Hot Blood Of Saga

The Hot Blood Of Saga
Chapter 108 :The Older Brother's Assessment



''ng... baiklah. Semangat dalam menulis yah''. ucap Leo yang melanjutkan makannya.


hm… sekarang mari kita liat tentang Alex. Tania mulai memperhatikan Alex yang sedang makan itu secara lekat-lekat dan tidak disangka-sangka, sebuah senyuman iblis terukir di wajahnya bahkan pipinya menjadi merah. Intinya, ekspresi wajahnya Sekarang seperti ekspresi seseorang yang melihat sesuatu yang… wow.


ini anak kenapa melihatku dengan ekspresi mesum begitu??. Membuatku tidak nafsu makan dibuatnya.Pikir Alex saat menyadari bahwa Tania sedang memperhatikannya.


''hei, kenapa kau ini kenapa?".😧


"ah tidak ada apa-apa''. 😃💦


Hanya saja saat melihatmu dengan Keira, aku merasa melihat kau dan Keira Seperti Grey dan Anna dalam Fifty shades of grey


Pikir Tania yang mulai membayangkan jika Keira dan Alex menjadi tokoh dari film bergenre drama erotis.


Alex yang tidak mau ambil pusing dengan Tania melanjutkan makannya sedangkan Leo melirik sinis ke Alex.


kaya, dingin dan mungkin saja seorang psikopat. bagaimana bisa adikku yang manis ini ditakdirkan mendapatkan seorang kekasih seperti manusia ini yang kemungkinan besar ternyata dia juga matenya?. Pikir Leo yang berasumsi bahwa Alex memiliki bakat psikopat karena melihat kesan dingin, kasar dan angkuh pada Alex.


Begitulah Sifat kakak laki-laki yang memiliki Sister Complex, semua laki-laki yang didekat adiknya Sudah pasti ia tidak akan suka apalagi menilai buruk kepada laki-laki pilihan adiknya itu.


Apalagi Leo, tentu saja ia menilai tidak-tidak terhadap Alex dari melihat kesan diri Alex terutama saat ia mengingat bahwa ia pernah diberitahu bahwa Mate Keira berasal dari bangsa manusia.


paman Hara pernah cerita kepadaku bahwa manusia bernama Harold pernah mengunjungi Aurora bertahun-tahun yang lalu untuk menjodohkan putra bungsunya dengan Tania namun Paman menolaknya mentah-mentah.


hah, dasar manusia bodoh.


dia pikir bangsa kami akan melakukan hal yang suka jodoh menjodohkan itu. Manusia angkuh sepertinya tidak pantas bersanding dengan bangsa kami apalagi dengan suatu tujuan untuk memperluas bisnisnya, cih!.


Harold Adrian…


aku mendengar betapa angkuh dan busuknya dia di dunia manusia apalagi akan melakukan apapun walaupun cara kotor untuk ambisinya.


dan di kehidupan rumah tangganya…


aku mendapat informasi betapa malangnya istrinya itu. dikenal baik dan rapuh namun menghabiskan kehidupannya selama bertahun-tahun terbaring di tempat tidur dengan alat-alat medis yang menopang hidupnya sedangkan laki-laki itu? dia tidak peduli. Jangankan istrinya, kebahagiaan anak-anaknya ia tidak peduli.


dan yang membuatku khawatir, sifat buruk ayahnya pasti menurun ke anak ini. Keira bisa tidak bahagia jika itu sampai terjadi.


''kakak, kau tidak makan?". Tanya Dion saat melihat Leo tidak menyentuh makanan dipiring Leo lagi.


"aku akan makan, nyam"


Aku harus mencari tahu tentang Alex ini dengan baik baru memutuskan. Ucap Leo secara batin sambil menyuapi sesendok makanan ke dalam mulutnya.


Tidak lama kemudian mereka telah selesai makan siang dan sekarang mereka menikmati desert cake bluberi buatan Dion dengan ice cream yang dibawa oleh Leo dan Myesha.


''oh ya Keira, kakak membawakan untukmu".


"benarkah ? apa itu?". Keira merasa penasaran saat Leo menyerahkan sebuah kotak kado yang berukuran lumayan panjang ke Keira.


dengan antusias Keira membuka pita merah yang menghiasi kado itu sedangkan yang lainnya kecuali Leo penasaran dengan apa yang diberikan Leo kepada Keira.


''bagaimana Keira, kau suka dengan kapak yang aku hadiahkan kepadamu, adikku sayang''. 😃 Tanya Leo dengan bangganya saat Keira mengeluarkan isi kotak hadiah yang ternyata adalah sebuah kapak.


Myesha dan Dion hanya geleng-geleng kepala saat mengetahui Leo menghadiahkannya sebuah kapak, Tania memotret hadiah itu sedangkan Alex?.


kapak? kau menghadiahkan Keira sebuah kapak??. Hadiah macam apa itu yang diberikan oleh sang kakak kepada adiknya sendiri?!.


Tidak mengherankan waktu itu ada semacam alat perkakas bangunan di dalam tas Keira karena aku yakin dia yang memberikannya dengan mengatasnamakan keamanan Keira.


Tapi…


bayangkan saja jika Keira pergi ke bank membawa barang-barang seperti itu di dalam tasnya. Ia bakalan ditangkap dengan pasal percobaan perampokan.🤦🏼‍♂️


''bagaimana Keira, kau suka?". Tanya Leo dengan mata yang berbinar-binar berharap Keira suka dengan hadiahnya.


"ya kakak. Aku suka". Ucap Keira namun Keira memasang wajah yang datar atau tanpa ekspresi karena sesungguhnya Keira tidak tahu apakah ia harus menyukai hadiah dari Leo atau tidak mengingat hadiah yang diberikan Leo cocok jika Keira ingin menebang pohon atau orang.


"syukurlah kau suka dengan hadiah yang kakak berikan untukmu. Ini sangat cocok untuk melindungi dirimu diluar sana khususnya laki-laki dingin yang modelnya tukang memaksa kehendaknya terhadapmu''.


''eh?''.😕


apakah laki-laki dingin dan tukang paksa yang dia maksud itu aku?!💢 Pikir Alex yang menduga bahwa yang dibicarakan oleh Leo adalah dirinya karena saat Leo berbicara begitu, ia melirik sinis kearahnya dan Alex menyadari itu.


''Keira, aku membawakanmu sesuatu''. Ucap Alex sambil merogoh sesuatu di balik long Coat miliknya.


''apa ini?''. Keira bertanya saat Alex memberikan sebuah kotak kecil bewarna biru di telapak tangan Keira.


''hadiah untukmu agar aman dimanapun kau berada bila seandainya aku sedang tidak berada dekatmu untuk melindungimu''.


Ucap Alex sembari tersenyum lalu mengelus kepala Keira. Myesha tersenyum melihat pemandangan itu yang terasa manis baginya, sedangkan Dion melihat itu sambil makan cakenya dan Tania sedang berada di dalam toilet untuk menyelesaikan Panggilan alam.


Dan Leo?


dia langsung merasa kesal saat Alex mengelus kepala Keira dengan lembut dan pipi Keira menjadi merah merona karena perlakuan Alex itu.


dia ini benar-benar mencari kesempatan ya💢 mentang-mentang dia duduk disana bersama dengan Keira. Huh!😤


Leo mau beranjak bangkit dan berniat pindah ke tempat duduk di sebelah Keira namun Myesha keburu menahannya bangkit dengan memegang pergelangan tangan kiri Leo.


''mye-''.


''jangan macam-macam pindah kesana untuk mengusik mereka,ya''. Ucap Myesha bernada mengancam sambil melirik ke arah Leo dengan tatapan membunuh.


Mau tidak mau Leo terpaksa menuruti gadis yang dicintainya itu sambil merengut. Myesha yang melihat Leo ngambek hanya tersenyum geli sedangkan Alex yang menyadari bahwa Myesha mencegah Leo duduk diantara ia dan Keira tersenyum puas karena niat Leo mengganggu mereka gagal.


''Stun gun?". Ucap Keira saat ia mengetahui bahwa isinya adalah sebuah stun gun untuknya.


"yup. Tapi ini bukan stun gun biasa. Aku memesannya secara khusus untukmu. Gagangnya sangat nyaman untuk pegangannya, tahan lama, bahkan di alat ini ada sebuah alat pelacak yang tersambung ke ponsel milikku sehingga dimanapun kau berada aku bisa melihatmu di gps.


Selain itu kekuatan volume listriknya lebih besar dari stun gun biasanya sehingga cukup membuat orang pingsan dalam waktu tiga detik selama lima menit.


dengan begitu kau tidak perlu membawa alat yang memberatkan di dalam ranselnya lagi dan tetap aman dari orang-orang yang ingin menyakitimu".


bahkan aman dari kakak yang aneh seperti kakakmu. Ucap Alex dalam batin sambil menatap dingin ke Leo yang disambut dengan tatapan mata yang dingin oleh Leo.


''kau suka?".


"aku suka. Terima kasih atas hadiahnya Alex".


Terimakasih juga karena telah memikirkan keamanan diriku. Ucap Keira dalam hati yang tersentuh bukan karena hadiah yang diberikan oleh Alex melainkan Keira tersentuh dengan ucapan Alex yang ingin selalu menjaga dirinya sehingga Keira terus memperhatikan hadiah Alex sehingga mengacuhkan hadiah pemberian Leo yang membuat Leo terluka.


biasanya ia akan membawa hadiah yang aku berikan kepadanya ke dalam ranselnya namun kali ini, ia mengacuhkan hadiahku 😞


oh Keira, kakak sedih saat aku melihatmu lebih tersenyum kepadanya dibandingkan denganku, kakakmu sendiri. Hiks😢


disaat Leo merasa sedih, ia melihat Alex diam-diam tersenyum mengejek kepadanya. Menyadari bahwa Alex tersenyum mengejeknya membuat Leo merasa kesal.


Kau benar-benar mencoba untuk merebut adikku dariku?!. Jangan harap aku akan membiarkan hal itu terjadi!.😡


Melihatmu tersenyum mengejekku telah menyalakan genderang perang bagiku. Mulai sekarang kita berperang merebut perhatian Keira dan aku yakin bahwa akulah yang akan menang melawan dirimu, Alex! 💣💥⚔️ Ucap Leo dalam pikirannya.