
"Tania, hari ini aku yang akan melakukan patroli di hutan. Sekarang ini kita tidak boleh lengah bahkan kita tidak boleh mereka sampai menerobos masuk ke dalam wilayah kita". Ucap Silvana beranjak bangkit dari kursinya dengan wajah yang serius.
''aku ju-".
"tidak Tania. Hari ini kau tidak usah berpatroli, kau ingatkan bahwa kau harus ikut dengan ayah dan ibumu dalam sebuah acara nanti malam?". Tania langsung cemberut saat Silvana mencegahnya memantau hari ini dikarenakan adanya sebuah acara nanti malam dimana ia harus ikut mengingat Tania adalah salah satu anak dari Hara dan Antonia.
"aish, aku malas datang ke acara itu dengan kerumanan manusia dewasa dimana mereka pasti akan berbicara tentang bisnis dan bisnis.
Setidaknya aku punya alasan untuk tidak pergi lagipula kan ada Cio".
"ayolah Tania, tidak setiap hari kau datang keacara itu apalagi diacara itu mereka memperbolehkan membawa anak-anak dan juga paman dan bibi pasti ingin menghabiskan waktu bersama dengan Putri mereka yang sebentar lagi akan memiliki adik lagi".
"hmp, iya iya. Aku datang tapi jangan harap aku akan bersikap sopan karena aku benci dengan hal kepalsuan. Setidaknya kau punya alasan untuk tidak datang malam ini bersama dengan kami". Ucap Tania yang mau tidak mau terpaksa pergi pada akhirnya apalagi jika Sahabat perempuannya tidak bersamanya karena Hara dan Antonia juga mengajak Silvana dan Keira. Jika saja Emery tidak melakukan penyerangan terhadap Keira, mungkin Tania berada di pesta ulang tahun perusahaan rekan bisnis Hara yang berasal dari bangsa manusia bersama Keira dan Silvana.
Sangat tidak menyenangkan melihat laki-laki tampan tanpa kedua gadis itu.
''jangan sedih. Kan ada Dion, paman dan bibi kan juga mengajak Dion apalagi dengan Keira yang berada di Aurora Sekarang ini pasti Emer akan menjadikan Dion sebagai sasaran karena Dion juga termasuk anak dari yang mulia Lestat dan Lyora sehingga Dion tidak boleh sendiri malam nanti".Ucap Silvana mengingat bahwa jiwa Dion bisa terancam mengingat Dion juga bagian dari keluarga kerajaan bangsa werewolf walaupun Dion hanyalah seorang manusia dan anak angkat.
"tapi kalau aku dirumah pasti aman karena diseluruh bagian rumah telah terpasang bawang putih segar yang merupakan kelemahan Vampire apalagi aku berada di Wilayah Utara pastinya akan selalu ada prajurit yang memantau rumah kami dari jauh".
"yah, aku tahu itu Dion tapi kau harus ingat bahwa tidak selamanya vampire itu bertindak bodoh. Mereka pasti akan menemukan siasat untuk menyerangmu.
Apakah kau tahu kisah sang Raja dan sang raksasa?".
"cerita itu?. Aku pernah mendengar tentang cerita itu tapi apa hubungannya?".Tanya Dion yang tidak mengerti maksud dari ucapan Silvana.
"dalam cerita itu, agar sang raksasa bisa menculik sang ratu, sang raksasa telah melakukan tipuan terhadap sang ratu sehingga sang ratu keluar dari pelindung yang telah dibuat sang raja untuk melindungi sang ratu saat sang raja dan saudaranya pergi.
kau paham dengan ceritaku'kan sekarang, Dion?".
"…aku paham Silva. Mereka akan melakukan tipuan agar aku bisa keluar dari rumah itu, dari wilayah Utara… aku paham sekarang". Ucap Dion yang mulai mengerti maksud Silvana saat Silvana menceritakan tentang Cerita itu dan ia terpaksa mengikuti keinginan Tania dan Silvana karena ia tidak mau egois walaupun dia ingin sekali tetap dirumah saja.
"Karena itu Dion, kau akan bersamaku malam ini. Mari kita bersenang-senang di pesta payah itu sekalian cuci mata untukmu melihat-lihat gadis-gadis dengan gaun terbuka dan boing-boing montok". Ajak Silvana sambil merangkul leher Dion dan mengedipkan sebelah matanya.
"hihi, iyah iya".
"dasar kalian😑".
Sementara itu di kediaman Dasper…
"astaga, Emer. Apa yang terjadi padamu?! dari mana saja kau?!". Ucap Jovanka memberi pertanyaan dan pernyataan kepada Emery yang baru saja pulang dengan wajahnya yang terluka dan sebuah darah biru segar terdapat di sudut bibir Emery.
Emery diam saja saat Saudarinya bertanya melainkan duduk disofa untuk mengistirahatkan tubuhnya yang masih terasa sakit baginya.
"Emer, Jawab aku. Darimana saja kau dan siapa yang membuatmu begini?".
"ada apa ini?". Tanya Aarav muncul diantara mereka tepat saat Emery ingin menjawab pertanyaan Jovanka. Jovanka menunjuk ke arah Emery dan Aarav melihat Emery sedang terluka.
"apa yang terjadi padamu, Emer?". Tanya Aarav sambil duduk di sofa yang berhadapan dengan Emery sedangkan Jovanka sedang membersihkan wajah Emery yang berdarah dengan handuk basah.
"dimana kau barusan?. Bukankah kami menyuruhmu untuk istirahat? kau masih belum pulih, Emer".
"apa?!. Kau melawan sang Alpha werewolf dari Utara itu?!. Bodoh kau Emer, kau telah menunjukkan kepadanya bahwa kau telah kembali Emer!. Tidakkah kau bisa sabar menunggu hingga dirimu benar-benar pulih?". Ucap Aarav yang tidak habis pikir dengan jalan pikiran Emery yang terlalu terburu-buru dalam mengambil tindakan.
" Aarav benar. Kau terlalu terburu-buru. dia bukanlah lawan yang mudah untuk dikalahkan. Apakah dia yang telah membuatmu seperti ini?".
"… tidak dia hanya menghabisi kelima anak buah kita saja namun dia tidak sempat untuk melawanku karena aku telah melukainya duluan namun…"
"Namun apa?". Tanya Aarav.
"… kalian tidak akan percaya bahwa saat aku akan berhasil menghabisinya, tiba-tiba saja seorang vampire yang tidak aku ketahui telah menolongnya bahkan Vampire itulah yang telah membuatku babak belur demi menolong gadis itu".
"apa?!. Itu mustahil Emer, bagaimana bisa ada seorang vampire yang telah menolong musuh bangsanya sendiri?. Itu namanya pengkhianatan terhadap bangsa kita". Kata Jovanka yang tidak menyangka bahwa ada seorang vampire yang telah melukai Emery demi menolong Keira.
"itu benar kakak. Aku tidak tahu mengapa laki-laki itu menolong gadis itu namun aku bisa melihat dari matanya bahwa dia melakukannya secara tulus tanpa ada maksud tersembunyi atau siasat didalamnya.
Ia murni menolongnya dan menghajarku Seolah-olah aku telah menyakiti orang yang sangat berharga untuknya".Ucap Emery yang teringat saat betarung dengan laki-laki itu, ia dapat melihat sorot matanya yang marah dengan apa yang dilakukan oleh Emery dan ia dapat melihat ketulusan dimatanya yang merah itu, berbeda sekali dengannya yang pernah menolong Silvana dengan maksud dan tujuan tertentu hingga tidak disangka ternyata ia memiliki perasaan terhadap Silvana namun sudah terlambat.
dari matanya, aku bisa melihat betapa berartinya anjing sialan itu bagi vampire itu Seakan-akan sebuah benang merah telah terhubung dengannya.
Apakah mereka berdua memiliki sebuah hubungan yang tidak diketahui oleh siapapun?.
jika tidak, mengapa ia menolong gadis itu?
jika yah, hubungan apa antara dia dan gadis itu?.
Siapa sebenarnya vampire itu dan berasal dari mana dia sebenarnya?.
aku harus mencari tahu tentang kebenaran ini.
Sementara itu di Aurora…
Alex memandang ke arah luar jendela sambil memegang gelang charm yang ingin dia berikan kepada Keira namun setelah tahu bahwa Keira bisa terancam hidupnya karena perak membuat ia mengurungkan niatnya untuk memberikan sebuah hadiah.
Ia membuka jendela lalu melempar gelang itu sangat jauh karena dia sudah tidak peduli lagi dengan gelang yang akan melukai Keira.
Setelah ia membuangnya, Alex berbalik badan dan berjalan menuju kearah Keira yang sedang tidur pulas.
Tangannya mengelus kepala Keira dengan lembut sehingga Keira mulai membuka mata saat ada yang mengelus dirinya.
"tidurlah sebentar lagi, setelah itu kita pulang yah".Ucap Alex. Keira tersenyum dan menggelengkan kepalanya.
"aku ada janji dengan paman dan bibi untuk datang bersama dengan mereka ke pesta".
"tidak boleh. Kau tidak boleh kesana dulu, kau harus istirahat. Paman Hara dan bibi Antonia pasti akan mengerti". Ucap Alex menolak keinginan Keira untuk pergi ke pesta sehingga Keira menjadi cemberut karena Alex.
"ya sudah. Aku mau pulang saja". Gerutu Keira sedangkan Alex tersenyum melihat kecemberutan Keira karena baginya saat melihat Keira cemberut membuat dia menjadi manis.
"baiklah. Ayo kita pulang".