The Hot Blood Of Saga

The Hot Blood Of Saga
Chapter 7 : A Teen Wolf In High School



*t**iga hari kemudian*...


"Keira. makanannya sudah siap. Ayo sarapan".


Panggil Dion dari dapur. Keira tidak menjawab.


Gadis itu sibuk menyisir rambutnya yang panjang dan bergelombang itu lalu dia membuka laci meja riasnya dan mengeluarkan sebuah kotak aksesoris berwarna maroon dengan hiasan kupu-kupu di atasnya. Keira membuka kotak itu dan mengeluarkan sebuah kalung liontin berbentuk seperti buku dengan hiasan batu safir sebagai matanya. dia Memakai kalung pemberian hadiah dari Elias tiga tahun yang lalu itu dan saat menyentuh liontin itu, Keira dapat merasakan perasaan Elias dan dapat melihat yang sedang membuat desain liontin itu, meminta tukang perhiasan membuatnya, dan ekspresi bahagia Elias mendapatkan pesanannya telah selesai dibuat dan saat melihat senyuman tulus Elis menghadiahkan dan memakaikan kalung itu padanya. Keira bersyukur memiliki kemampuan untuk melihat dan merasakan saat menyentuh sesuatu.


air matanya mulai berlinang di matanya saat menggunakan kemampuannya tersebut. dia dapat merasakan perasaan alias yang dicurahkan nya pada liontin itu. Keira menyeka air matanya. ya tidak ingin ada air mata yang mengalir di hari pertamanya bersekolah sebagai murid SMA di sekolah Fallen.


dia berdiri dan menatap dirinya di cermin. memandangi dirinya memakai seragam sekolah SMA Fallen yang terdiri dari bawahan rok hitam pendek diatas lutut dan kemeja putih dipadu dengan jas hitam sekolah dan dasi hitam ditambah dengan sepatu sekolah hitam model Boots dan kaos kaki hitam setengah lutut melekat pada kakinya. walaupun sepatu sekolah model Boots bukanlah fashion yang cocok dalam gaya sekolah bagi gadis yang suka bergaya namun tidak mempengaruhi Keira sama sekali bahkan Walaupun dia memakai celana panjang dan jaket kulit hitam ditambah helm saat mengendarai sepeda motornya ke sekolah mengingat Keira anak Bikers tidak membuatnya masalah sama sekali.


Apakah kau dapat melihatnya Eli? aku akan sekolah seperti yang kau inginkan... Aku akan ada di tengah-tengah Manusia Biasa. Aku memenuhi permintaan terakhirmu... Aku harap kau dapat melihatnya...


"Selamat pagi".


kata Keira tapi dion tidak membalas. dia sibuk memandangi Keira. Rambutnya yang hitam panjang kelam bergelombang rapi tanpa hiasan dan wajahnya cantik dan daripada gadis bermake-up lainnya dan dia begitu manis dengan seragam yang dikenakannya. Keira memang sungguh cocok memakainya. Padahal dia tahu saudaranya ini memiliki Paras cantik dan manis tetapi tak mengapa saat dia memakai seragam sekolah baru terlihat pancarannya lebih bersinar?.


"Dion?kau baik-baik saja?". tanya Keira sambil duduk.


"oh. aku baik-baik saja. Kau sungguh manis saat memakai seragam itu". Puji Dian melihat kecantikan alami Keira Padahal dia tahu Keira tidak pernah memakai atau membeli alat make up apapun yang dibutuhkan oleh para gadis pada umumnya hingga menguras uang banyak namun hal itulah yang membuat Keira menarik dan lebih cantik entah karena dia memakai bahan-bahan kecantikan alami di hutan atau mungkin makhluk supernatural seperti werewolf atau vampir memang tercipta memiliki wajah dan tubuh sempurna.


"sudahlah Dion. kau juga tampan saat memakai seragam SMA Fallen nanti".


"aku tahu. Sungguh Aku tidak menyangka kau akhirnya mau menerima tawaran orang itu dan juga membuat aku bersekolah di tempat yang sama denganmu".


"bukan hanya kita, Tania dan Silvana akan bergabung bersama kita tapi aku memang tidak menerima tawaran beasiswa dari grup Fallen Dion".


"apa? bagaimana? mengapa".


"5 alasan".


"5alasan?".


"pertama, menurutku beasiswa itu sebaiknya diberikan pada orang yang lebih berhak misalnya pada anak yang kurang mampu tapi punya prestasi atau berbakat".


"benar juga. selama ini kita hanya homeschooling membuat kita tidak tahu bagaimana prestasi kita di pendidikan formal tapi aku ragu sekolah itu akan menerapkan beasiswa pada anak yang kurang mampu ya mengingat sekolah itu ..."


"tepat sekali. kedua, mereka memberiku beasiswa ke sekolah itu pastinya hanya untuk menutupi dan membuat diam berita miring yang akan merusak nama sekolah itu. kau masih Ingat'kan?".


"ah! siswa yang mau bunuh diri itu? aku ingat. tapi berita itu akhirnya tenggelam juga".


"uang bisa melicinkan segalanya Dion. mereka pasti menyuap para wartawan untuk itu. seseorang pernah bilang ada uang kau bisa menutupi kebenaranan, bisa juga membeli keadilan".


"seseorang juga pernah mengatakan bahwa keadilan itu ada pada mereka yang memiliki uang".


"tepat sekali. ketiga, beasiswa itu dimaksudkan dalam bakatku bermain biola sedangkan aku tidak lagi memainkan alat itu semenjak..."


"Keira..."


"keempat... mereka akan meminta berkas-berkas data tentangku. kau tahu kan aku sudah dinyatakan meninggal sebagai Keira Black dan aku tidak mau mereka atau siapa pun memasuki kehidupanku lagi. aku berterima kasih pada the Aurora... tidak hanya membuat Keira Black dinyatakan meninggal, mereka membuat hukum pemerintahan dan notaris bahwa Keira retizen memang terlahir di dunia ini".


"aku bisa mengerti itu.yang kelima?".


"Aku tidak mau sendirian jadi aku ingin kau bersamaku walaupun kau akan bersekolah sama denganku 5 hari lagi sedangkan tanya dan Silvana diminta oleh The Aurora untuk menjaga kita dan berkas mereka akan siap dua minggu lagi".


"The Aurora?? berarti...".


"yah. aku membuat kita bersekolah di sana alih-alih kita mendapatkan beasiswa kecuali Tania karena The Aurora yang menjalankan adalah Ayah nya. Dengan begitu kita aman. mereka yang membuat dan mengurus berkas yah walaupun aku terpaksa menyetujui bahwa kita harus bersekolah di SMA Fallen atas permintaan mereka". Kata Keira sambil melanjutkan makannya.


"karena itu sekolah yang terbaik di kota ini. ngomong-ngomong Kita kelas berapa?".


"kelas 2. kita akan masuk kelas 2 IPA. dan untungnya The Aurora tidak membuat alamat rumah ini berkas kau dan aku".


"kenapa? dan alamat apa yang dipakai".


"untuk amannya saja dan alamat yang kupakai adalah alamat twinsbells".


"jika kita berempat bersekolah, siapa yang akan menjaga..--".


"aku serahkan penjagaan wilayah pada cio yang merupakan Letnan wilayah ini Setiap kali kita bersekolah sampai pulang. Dia sangat handal di wilayah ini dan sangat buas saat melawan vampir".


30 menit berlalu. Keira dan Dian menyelesaikan sarapannya, Dian mengumpulkan piring kotor mereka dan meletakkannya di tempat cuci piring. sedangkan Keira mengambil jaket kulitnya dan sepeda motornya keluar di mana dia telah mengeluarkan sepeda motor miliknya terlebih dahulu.


"Terima kasih Dion". kata Keira sambil menaiki sepeda motornya dan menyalahkannya.


"tunggu, bawalah ini".ucap Dion menyerahkan sesuatu.


"kotak bekal makan siang?".


"jika kau tidak suka makanan buatan mereka, kau bisa makan makanan yang aku buatkan untukmu dan akan ku buatkan setiap hari jika kau mau".


"terima kasih. Tentu saja aku akan makan masakan buatan makan aku tahu kau lebih enak daripada mereka".


setelah memasukkan kotak bekal makan siangnya ke dalam tas, Keira pun pergi diikuti dengan lambaian Dion.


aku harap kau baik-baik saja di sana...


sementara itu di bandara...


masing-masing Mereka berdiri di sisi kiri dan sisi kanan dengan karpet merah terbentang di tengah untuk menyambut tamu yang penting. pintu pesawat terbuka dan keluarlah 3 laki-laki tampan dari pesawat itu dan mereka yang dibawah memberi hormat pada mereka karena mereka Bukankah anak kaya biasa tetapi di antara mereka bertiga yang ditunggu-tunggu adalah anak laki-laki yang keluar terakhir dari pesawat.


Alexander Adrian atau biasa dipanggil Alex. berusia 17 tahun, berwajah tampan dengan rambut hitam seperti warna gagak dan mata Sebiru es terlihat di mata kirinya karena mata kanannya nya ditutup dengan penutup mata seperti bajak laut akibat trauma masa kecil. walaupun begitu, dia tetap tampan bahkan lebih tampan daripada kedua sahabatnya Danny dan Noah dan mereka bertiga yang terlahir dalam kesempurnaan baik dalam paras maupun status sosial akan bersekolah di sekolah SMA Vallen yang pastinya akan mengguncang hati anak perempuan di sana dan membuat iri anak laki-laki di sana.


mereka menghampiri ketiga mobil yang telah disiapkan untuk mereka masing-masing. 3 mobil sport Lamborghini keluaran terbaru.


Alex masuk ke mobil sport warna hitam sedangkan Danny menaiki warna putih dan Noah warna silver. ketiga mobil itu melaju dengan kecepatan tinggi meninggalkan bandara menuju ke tempat yang tidak akan disangka sekolah itu mempertemukannya dengan takdirnya.


jam 7.15 pagi. cahaya matahari menyinari sekolah paling elite bernama SMA Fallen.


SMA Fallen adalah sekolah Elite dan terkenal di mana Tamatan dari sekolah itu akan dengan gampang masuk di 15 universitas terbaik di luar negeri dalam jurusan apapun. sekolah internasional yang memenangkan 65 penghargaan sebagai sekolah terbaik sejak berdiri 65 tahun yang lalu didirikan oleh keluarga Adrian. kepala keluarga Adrian sekarang adalah Harold dan istrinya Dylan.


mereka memiliki dua orang Putra dan seorang putri dan sekarang anak bungsu mereka Alex telah kembali dari liburannya dan kembali bersekolah di tempat keluarga Adrian menghabiskan pendidikan menengah atas mereka dari generasi ke generasi dan akan tiba saatnya Alex akan mewarisi kekayaan mereka dari turun-temurun termasuk mengurus ke-36 perusahaan Adrian walaupun sebenarnya Alfalah yang harus mengurus perusahaan-perusahaan Fallen milik keluarga Adrian itu karena Alfa adalah putra tertua di keluarga Adrian akan tetapi ada alasan mengapa Alex yang akan mengurus perusahaan-perusahaan itu dan hanya Alex yang tahu mengapa.


mengenai Alex, dia tetaplah seorang laki-laki tampan yang menarik lawan jenis walaupun sebuah penutup mata hitam dengan batu Turmalin biru ditengah ukiran di pinggirannya melekat di mata kanannya sehingga hanya mata birunya dan dingin seperti es terlihat di mata kirinya, kulitnya yang putih mulus, tubuhnya yang bagus atletis dengan otot perutnya yang berbentuk six pack dan semua yang ada pada dirinya sangatlah sempurna terlebih lagi kesan dingin dan misterius membuat para gadis pastinya tergila-gila padanya.


saat laki-laki Tampan itu kembali ke sekolah, semua siswi begitu merindukannya dan menyukainya seperti mereka menyukai Danni dan Noah. tak hanya para siswi, para siswa menyukai style mereka yang bagus dan berkelas walaupun mereka bertiga melanggar dress code di sekolah di mana murid-murid harus memakai seragam sekolah tetapi, Siapa yang peduli?? merekalah yang berkuasa di sekolah itu apalagi Alex maka dia bebas berpakaian apa saja dan diikuti oleh Danny dan Noah juga mereka tidak belajar bersama para siswa dan siswi karena mereka belajar di ruangan khusus di gedung sekolah itu yaitu ruangan Trinity, sebuah ruangan khusus untuk mereka bertiga belajar ditambah dengan guru-guru khusus terbaik mengajar mereka. bahkan ada ruangan khusus untuk mereka bersantai secara V.V.I.P seperti Cafe, bar dan alat permainan yang cukup menghibur seperti bilyard, Playstation 3 atau tenis meja.


walaupun Alex memiliki sifat yang dingin, tidak peduli bahkan angkuh, dia tetap dipuja Bagaikan Pangeran dan Alex hanya peduli pada dirinya sendiri dan juga pada Danny dan Noah yang merupakan sahabatnya dari kecil di mana mereka saling menghibur dan mengenal lebih dalam dari siapapun Bahkan mereka memiliki nama grup untuk persahabatan mereka yaitu Trinity.


sementara itu di parkiran sepeda motor...


Keira memarkirkan sepeda motornya di parkiran sekolah khusus sepeda motor. sambil melepaskan helm dari kepalanya yang menatap ke sekitar parkiran dan tidak menyangka bahwa cuma dia sendiri yang berpikir di sini.


"untuk parkiran sepeda motor di sekolah ini lebih luas dari parkiran twins Bells tetapi kenapa Rasanya cuma aku saja yang parkir di sini?".


dia melihat di sekelilingnya dan tidak ada sepeda motor apapun diparkir disekelilingnya. hanya sepeda motornya saja yang terparkir sendirian.


kurasa sekolah ini hanya memakai mobil mereka untuk pulang pergi atau memakai Supir untuk mengantar jemput mereka.. sifat orang kaya . Ck ck ck.


sementara itu, Alex telah tiba bersama Danny dan Noah di sekolah. mereka memakai mobil mereka di parkiran mereka yang khusus yang kebetulan berhadapan dengan parkir sepeda motor tempat Keira berada.


"Hei Alex, Noah.Kemarilah".


"lihatlah. ada orang yang memakirkan sepeda motornya di parkiran itu".tunjuk Danny.


"siapa peduli. Ayo masuk".


"tunggu Alex. Aku penasaran Siapa dia. dari jauh agak sulit melihatnya.kau juga penasaran Noah?".


"aku juga penasaran".


kedua orang itu penasaran ingin melihat Siapa yang di balik helm itu Sedangkan Alex terlihat tidak peduli dan sibuk memainkan smartphonenya tetapi ia sedikit penasaran juga hingga ia melihat ke depan.


"mau taruhan dia laki-laki atau perempuan?".


Ajak Danny.


"aku ikut. Aku pilih perempuan. jika aku menang apa yang akan kau berikan?". Noah menantang Danny tetapi bukan berarti dia ini tidak akan berani. Dia menyambut baik tantangan Noah.


"akan kuberikan salah satu mobil sport yang terbaik tapi kalau aku menang berikan salah satu koleksi keramik yang kau beli itu".


"setuju". mereka berjabat tangan sebagai tanda kesepakatan dalam pertarungan mereka dan melihat ke depan.


"sepertinya motorku akan sendirian di sini selama beberapa hari". kata Keira. dia melepaskan helm dari kepalanya dan terlihatlah wajah Keira dihadapan mereka bertiga.


"aku menang ,Danny".


"ya ya ya. kau mendapatkan mobilku. aku bisa membeli yang baru".


Danny tidak menyesal membuat taruhan yang mungkin membuatnya berakhir kalah. dia bersikap positif lagi pula, Mereka senang dan sering melakukan pertaruhan.


"tapi tidak kusangka dia perempuan. sangat jarang melihat perempuan menaiki motor besar itu. menurutmu gimana Alex? Alex??".


tidak ada jawaban dari Alex. Dia terpaku saat melihat gadis itu melepaskan helmnya dari kepalanya. rambutnya langsung turun dari helm memperlihatkan rambut panjangnya yang bergelombang begitu berkilau saat terkena sinar matahari. angin membelai lembut rambutnya dan wajahnya sehingga Jemari Keira sedikit merapikan rambutnya memperlihatkan wajah yang manis. hari ini alam seakan memainkan peran mereka untuk menarik daya tarik hati seseorang yang dingin terhadap hati seseorang yang sedih dan kesepian.


dia cantik...


"Hey Alex!". Panggil Danny berulang kali. akhirnya Alex mendengar panggilan Danny. melihat gadis itu membuat dia terpaku.


"Ayo masuk". Kata Alex.


apa yang aku pikirkan...? Mengapa aku berpikir dia cantik pada orang yang tidak aku ketahui seakan aku... terpesona? mustahil. pikir Alex.


Rasanya ada yang memperhatikanku.hmm... mungkin perasaanku saja.


Keira melihat ke samping tempat Trinity berdiri. setelah memarkirkan sepeda motornya nya, Keira melangkahkan kakinya pertama kalinya di halaman sekolah Begitu keluar dari parkiran. daun daun maple berguguran... berjatuhan. angin sepoi-sepoi meniup dedaunan Maple berjatuhan ke tanah seakan menyambutnya pertama kalinya hadir di sini sebagai ucapan selamat datang karena Keira bersekolah di sini.


daun maple... Aku merindukan masa-masa itu.


Keira teringat masa kecilnya. dirinya tersenyum memandang ke depan saat melihat dirinya masih gadis kecil bermain bersama Leo dan Dion di tengah-tengah tumpukan dedaunan yang berguguran di musim gugur. tawa gadis kecil yang bahagia bermain bersama kedua saudaranya dan tertidur bersama berselimutkan dedaunan Maple. dia juga teringat akan kenangan nya saat masih menjadi manusia dulu. dia bermain dan berlari mengejar daun maple lalu menghamburkannya saat terkumpul banyak Walaupun dia hanya anak kecil yang sendirian bermain di halaman. kenangan suka dan duka. cara mengambil sebuah daun maple yang besar dan menuliskan sesuatu di atasnya.


maple... Kaulah penyimpan dan pengingat masa Bahagiaku dan masa Dukaku. kaulah yang mengetahui lika-liku kehidupanku daripada siapapun walaupun kau tidak berbicara tetapi kau dapat melihatnya dengan menunjukkan dedaunan yang jatuh mengiringi setiap langkahku . sekarang kau menyambutku sebagai siswi SMA dengan mengiringi langkahku dengan menjatuhkan dedaunan mu di sepanjang jalanku. Terima kasih Maple.


dari pengagummu...


mungkin agak aneh bagi orang lain yang melihatnya mengagumi dedaunan yang berguguran tetapi Keira tidak peduli. dia adalah gadis yang menyukai alam dan kejadian alam seperti dedaunan Maple yang berguguran dan mencurahkan nya dengan menulis di daun itu. Keira melepaskan sebuah daun mapel yang ditulisnya itu dan membiarkan angin membawanya sebagai pembawa pesan tanpa tahu siapa yang akan membaca, hanya angin yang tahu.