
Noah: Silva, aku mendengar bahwa kau tidak masuk sekolah tadi. Kau juga tidak memberitahuku sama sekali. Aku sangat khawatir padamu.
Apakah kau baik-baik saja?.
''Noah…". Gumam Silvana saat membaca pesan masuk dari Noah.
"apakah pesan itu dari Noah?. dia bertanya apa?".Tania penasaran dengan pesan masuk di ponsel Silvana.
"dia bertanya mengapa aku tidak masuk sekolah tadi. Ini salahku karena tidak mengatakan apapun padanya".Jawab Silvana sembari membalas pesan Noah.
^^^Silvana: ''Aku baik-baik saja. Maaf membuatmu khawatir, Noah... Aku sedang... tidak semangat untuk bersekolah tadi''.^^^
dalam pesannya, Silvana memberikan sebuah alasan bohong pada Noah. Ia tidak mungkin mengatakan yang sebenarnya pada Noah.
Noah: "begitu ternyata… bagaimana kalau kita pergi Jalan-jalan besok, Silva? hanya kau dan aku".
^^^Silvana:"baiklah… mari kita Jalan-jalan besok. Itu jika kau mau bertanggungjawab karena telah mengajakku bolos besok".^^^
Noah: ''LOL, Jangan khawatir untuk hal itu. Aku jamin kau akan aman. Besok aku akan membuat izin untukmu. Lagipula, kau pasti lelah karena beban belajar".
^^^Silvana:''😄💕".^^^
Silvana tersenyum melihat pesan mereka hingga kemudian…
"apa katanya?".Tanya Tania.
"dia ingin mengajakku Jalan-jalan besok. Mungkin…".
"tapi Silvana, kurasa ada baiknya kau tidak pergi sampai malam, Silva. Kau pasti tahu apa yang akan terjadi besok'kan?".
"yah… bulan purnama… aku tahu itu. Jangan khawatir, aku akan berhati-hati".
...(Sementara itu di suatu tempat…)...
disebuah ruangan kamar, Emery duduk disofa sedang martub*si sembari menatap sebuah foto Silvana yang berbingkai perak itu dan mencium foto itu tepat dibagian bibir ketika hasratnya dalam martub*si telah terpenuhi.
"cepat atau lambat, aku pasti akan mendapatkanmu kembali.
Kau… tidak akan bisa meninggalkanku… lagi.
Aku bersumpah akan membuatmu mencintaiku lagi, walaupun hal itu aku melakukannya dengan paksa.
Kau… hanya akan menjadi milikku, selamanya. Kau tidak akan pernah menjadi milik laki-laki manapun selain aku, bahkan si manusia itu.
Kau menyedihkan, Silvana.
Kau mencintai makhluk yang ditakdirkan untuk menjadi buruan, sedangkan kau sendiri adalah seorang pemangsa.
Tapi Jangan khawatir, aku telah kembali.
Kupastikan aku akan mendisiplinkan dirimu yang telah berpaling dariku. Akan kubuat dirimu kembali seperti dulu. Gadis yang mencintaiku.
Aku tidak perlu buru-buru, aku harus melakukannya secara perlahan-lahan hingga saat kesempatan itu tiba, aku akan mengambilmu dari mereka dan membawaku pergi bersamaku dirumah besar ini...
Tempat yang tersembunyi, aku telah membangunnya sejak lama tanpa siapapun yang tahu bahkan keluargaku sendiri.
Bahkan aku telah menghabisi Orang-orang yang membangun rumah ini agar mereka menutup mulut dan pastinya tidak akan ada yang tahu dimana kita berada. Bahkan ayahku, saudaraku dan Putri Lestat itu tidak akan bisa melacak keberadaan kita ditempat ini".Emery tersenyum jahat. Setelah meletakkan foto Silvana di atas meja dan membersihkan bagian pribadinya dengan tissu, Emery bangkit lalu berjalan menuju ke sebuah patung kucing di atas tempat buku. Ia memutar kepala kucing ke kiri dan seketika, dinding didekat Emery terbuka menjadi dua dengan menunjukkan sebuah jalan di dalamnya dengan api-api menyala di obor yang terpasang di dinding disepanjang jalan dalam ruangan itu.
Emery berjalan memasuki ruangan itu hingga ia berhenti ketika didepannya terdapat sebuah patung dewi yang memegang sebuah permata.
batu permata itu Terlihat seperti berlian beukuran telapak tangan orang dewasa namun batu berwarna biru laut mengeluarkan aura gelap disekelilingnya. Bisa dipastikan batu itu bukanlah permata biasa melainkan sebuah permata yang memiliki sebuah kekuatan tersembunyi bahkan Emery tersenyum licik karena dia tahu fungsi baru itu.
Perasaannya terhadap Silvana telah membuatnya menjadi psychopath. Rasa cintanya telah menjadi sebuah obsesi, bahkan ia tidak bisa menerima kenyataan bahwa Silvana meninggalkan dirinya walaupun pengkhianatannyalah yang membuat Silvana meninggalkan dirinya.
Dia adalah seorang laki-laki yang egois. Tidak bisa menerima bahkan membiarkan gadis itu untuk melangkah maju mencari kebahagiaan karena Emery tahu kebahagiaan Silvana adalah menjauh darinya dan Emery tidak bisa melakukan hal itu.
Mungkin jalan yang terbaik Bagi gadis itu agar bisa bahagia tanpa gangguan dari seorang mantan yang terobsesi adalah jika gadis itu melenyapkan Emery.
...Namun, yang menjadi pertanyaan…...
...Apakah…...
Silvana akan menghabisi laki-laki yang telah memberinya sesuatu yang paling berharga di dunia yaitu seorang anak…?.
Apapun itu, hanya Silvana yang bisa memutuskannya…
disisi lain Sang mantan yang sedang memikirkan sebuah rencana, Sedangkan Noah sang kekasih yang sekarang sedang duduk termenung di sofa sembari menatap sebuah cincin perak di kotak cincin.
Laki-laki itu memesan sebuah cincin perak bertatahkan batu safir dan dengan cepat permintaannya telah selesai dihari itu juga.
"haruskah aku melakukannya?".Noah bertanya-tanya pada dirinya sendiri.
Sementara itu, Keira dan Alex baru saja menikmati kencan mereka di karnaval, mereka bergandengan tangan. Lebih tepatnya, Alex menggandeng tangan Keira.
"jadi, bagaimana dengan kakakmu sekarang?".
"jangan khawatir. Aku akan meminta maaf nanti. Aku yakin dia tidak akan ngambek padaku. Ia sayang padaku".
"tapi dia terlalu protektif padamu".
"hihihi. Apa boleh buat. Ia khawatir padaku, ia sangat sayang padaku dan peduli padaku sehingga dia tidak bisa mempercayai laki-laki yang dekat padaku begitu saja.
Semua ada proses tapi cepat atau lambat, ia pasti akan menerimamu".
"tapi, kau pasti jenuh dengan perlakuannya bukan? ".
"…enggak. Aku tidak keberatan apalagi aku mengerti".Jawab Keira sembari tersenyum.
"kenapa?".
"…mungkin kau tidak pernah mengerti akan hubungan apa persaudaraan antara aku dan Kakakku Leo. Ia memang sosok yang kuat, namun di balik semua itu…
dia sosok yang sangat khawatir akan keadaan diriku. Setiap kami tidur bersama… aku tahu dia selalu menangis dalam diam saat memandangi wajahku yang sedang tidur sambil memegang tanganku tidak lepas sama sekali walaupun dia tertidur juga pada akhirnya".
Leo… menangis?. Pikir Alex.
"…bagaimana kau bisa tahu dia menangis?".
"aku selalu menemukan bekas air mata di bantal yang selalu dia tiduri. Lagipula, pendenfaranku tajam sehingga aku bisa mendengar suara isakkanya.
Aku bisa saja bangun setiap dia menangis namun, aku tahu dia pasti tidak ingin aku melihatnya mengeluarkan air mata".
"kenapa dia menangis?". Tanya Alex. Keira menghentikan langkah kakinya sehingga Alex ikut juga berhenti. Ia melihat sebuah senyuman di wajah gadis itu. Sebuah senyuman sedih dan bahagia tercampur menjadi satu.
"… dia menangis untuk mensyukuri bahwa aku kembali dalam hidupnya setelah…".
"setelah…?".
"setelah aku bangkit dari kematian".