The Hot Blood Of Saga

The Hot Blood Of Saga
Chapter 157 : In The Morning



AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA😫 ini sangat memalukan sekali!!!. teriak Keira di dalam batinnya sambil berendam di bathtub dan menutup wajahnya dengan kedua tangannya karena perasaan malu luar biasa akibat kejadian tembus dipagi hari.


siapa yang akan menyangka bahwa tembusmu bisa sampai seperti itu apalagi kau tidur dengan Alex semalam sehingga…yah bisa kau ketahui sendiri lah. Ucap diri Keira lain yang langsung keluar dari tubuhnya dan berbicara kepadanya secara telepati.


huwee…aku sangat malu…! mereka pasti akan mengingatnya. rasanya ingin sekali aku melompat dari jurang saja atau menenggelamkan diriku didanau es😭.


sudah-sudah. Kau tidak perlu khawatir. Alexmu telah menyelesaikan Semuanya jadi walaupun mereka ingat, mereka tidak akan mengatakan apa-apa atau menyebarkannya lho.😅


Tapi kau tidak tahu akan hobi manusia yang suka ghibah lho. Di depan tidak mengatakan apa-apa tapi dibelakang, siapa yang tahu.


'Hadeh… percaya deh sama manusia itu. Selain itu, apa yang akan kau lakukan pada bibirmu nanti?'. Pertanyaan dari dirinya sendiri membuat Keira teringat akan malam itu dimana Alex telah mencium bibirnya secara lapar sehingga bibirnya menjadi memerah dan pipinya berubah menjadi merah merona saat mengingat malam itu.


Cie cie cie 😆 merona nih yeh.


Berisik💢 sudah balik ketubuhku sekarang. Ketus Keira dalam batinnya saat dirinya yang lain telah menggodanya. Keira yang lain hanya tersenyum saja lalu ia pun kembali masuk kedalam tubuh Keira.


TOK TOK TOK


''nona, pakaiannya sudah siap". Ucap salah satu pelayan sambil mengetuk pintu kamar mandi.


"ng… terima kasih". Balas Keira lalu melanjutkan merendam tubuhnya di bak mandi.


Sementara itu…


pelayan 1: "aku rasa yang dikatakan oleh tuan muda Alex tidak benar deh".


eh? apa yang mereka bicarakan?. Pikir Keira yang merasa terusik sekaligus penasaran dengan pembicaraan mereka saat salah satu dari ketiga pelayan yang dikamarnya dari pagi saat menyebut nama Alex.


Sehingga ia diam dan mendengarkan percakapan mereka melalui Indra pendengaran Serigalanya.


pelayan 2 :" eh? apa yang kau maksudkan tidak benar?".


pelayan 1 :" begini, kalian tidak ingat semalam di mobil Lamborghini tuan muda bagian jok belakang ada beberapa pembalut segala merek?".


pelayan 2 :" Ah! kau benar. Tuan muda sudah pasti tidak akan memakai itu melainkan sudah pasti nona ini yang memakainya".


pelayan 3 :" itu berarti bahwa nona muda sedang datang bulan dari semalam dan tembus dipagi hari, makanya aku merasa curiga dengan tembusannya kok dibelakang bukan di depan. Tapi kenapa tuan muda mengaku bahwa ia telah melakukannya dengan nona itu, ya? bahkan Tn. Jhon sampai mengira tuan muda melakukannya secara buas".


eh? Alex mengatakan apa 😓? kami melakukan apa😓? apa maksudnya Alex buas😓?. Pikir Keira.


pelayan 2 :"oh, mungkinkah tuan muda menjaga Image nona muda supaya tidak ada yang tahu bahwa dia sedang datang bulan dan tembus dirumah Orang?".


pelayan 1 :" oh itu sungguh manis. Tidak kusangka bahwa tuan muda akan melakukan hal itu. Nona ini sangat beruntung,yah".


Sebenarnya kalian ini sedang membicarakan APAAAAAA?!. Teriak Keira dalam batinnya karena tidak paham juga maksud pembicaraan mereka bertiga.


Tidak lama kemudian Keira telah selesai mandi dan berpakaian dengan pakaiannya yang baru dari yang dia pakai kemarin, kemudian Tn.Jhon menjemputnya menuju ke ruang makan dimana Keira melihat Alex sudah duduk di kursi dengan meja makan yang besar dan mewah itu.


Keira dapat melihat betapa Tampannya Alex pagi ini apalagi dengan jaket kulit hitam yang melekat di tubuhnya membuat kesan dingin dan kegagahannya bertambah dan Jantungnya berdetak kencang saat melihat laki-laki itu.


"Tuan muda". Panggil Tn. Jhon. Alex melirik dan melihat Keira sudah tiba.


"se-selamat pagi, Alex".


mengapa aku terlihat gugup begini saat mengatakan selamat pagi kepadanya?. Pikir Keira.


"duduklah". Alex menyilahkan Keira untuk duduk didekatnya sehingga Keira duduk lalu seorang pelayan meletakkan serbet putih di pangkuannya.


"kita akan pergi setelah sarapan". Ucap Alex menolak keinginan Keira yang mencoba ingin pergi meninggalkan kediamannya.


Mendengar ucapan Alex membuatnya ingin sekali mengomel namun ia urungkan karena ada kepala pelayan dan beberapa pelayan yang berdiri di sekitar mereka berdua.


"tapi…".


"aku tidak bisa membiarkan orang yang aku sayangi pergi tanpa memakan sesuatu apalgi orang yang aku sayangi masih dalam keadaan terluka". Ucap Alex bernada pelan tapi tegas sehingga Keira manyun saat Alex tetap bersikukuh dengan keputusannya.


dasar Alex, tapi mengenai luka… kenapa aku tidak merasakan sakit ya? bahkan semalam aku tidak merasakan rasa sakit sama sekali dari luka ini. Pikir Keira Ketika ia merasa bingung dengan rasa sakit yang mendadak hilang dari semalam.


"selain itu, kenapa kau memakai masker? bagaimana bisa kau dapat makan jika kau memakai masker?". Tanya Alex saat melihat Keira mengenakan sebuah masker tali diwajahnya untuk menutupi mulut dan hidung.


"sebenarnya, aku sedikit batuk dan aku tidak mau menularkan ke orang lain jadi aku memakai masker". Jawab Keira mencari alasan karena sebenarnya ia ingin menutupi bibirnya yang masih bewarna merah karena ulah Alex.


dasar bohong. Bilang saja bahwa kau ingin menutupi bibirmu yang telah aku… Batin Alex sambil tersenyum menyeringai terhadap Keira lalu ia pun melepaskan masker itu dari Keira sehingga Keira melotot tajam kepadanya.


"makanlah dulu. baru pakai masker dan Tn.Jhon, beritahu pelayan untuk membuatkan teh jahe lemon hangat untuknya".Pinta Alex.


"baik tuan muda". Lalu Tn. Jhon memerintahkan salah satu pelayan untuk membuatkan teh pesanan Alex sedangkan Keira menjadi terdiam karena melihat cara Alex memperlakukan dirinya saat ia berada di rumahnya begitu baik walaupun ia merasa tidak enak pada pekerja rumah yang bekerja di kediaman Keluarga Adrian.


"kau harus makan agar ada energimu untuk memulai hari disekolah walaupun aku masih khawatir dengan keadaan dirimu akibat kejadian kemarin. Kau yakin ingin sekolah saja, tidak istirahat?". Ucap Alex khawatir sambil memegang tangan kiri Keira yang berada di atas meja dan Keira hanya membalas ucapannya dengan sebuah senyuman paksa karena dia tidak tahu harus berkata apa kepada Alex apalagi Alex cukup puas melihat senyuman Keira dan Keira tidak perlu mengatakan apa-apa lagi karena khawatir jika Alex akan memaksanya untuk tidak sekolah hari ini padahal ia ingin berjumpa dengan kedua temannya dan saudaranya.


tidak lama kemudian sarapan pagi telah dihidangkan, dua sampai tiga orang pelayan menyajikan makanan yang telah dibuat oleh koki bintang lima di dapur kediaman Adrian, Keira sungguh takjub dengan makanan yang dihidangkan untuknya dan Alex dengan tampilan yang dibuat mewah.


"ng…ini…".


"ini adalah apa yang telah dipersiapkan oleh koki dengan usaha yang keras untuk tuan muda dan nona.


ini adalah daging bakar sapi dengan saus Truffle putih, dan juga nasi goreng gulung omelette dengan saus tomat yang dibuat sendiri dari tomat segar terbaik dari perkebunan keluarga Adrian". Tn. Jhon menjelaskan secara detail mengenai makanan mereka yang telah disediakan.


Keira mengiris daging bakar dan memasukkan potongan daging kedalam mulutnya, didalam mulutnya, ia bisa merasakan dagingnya begitu juicy dipadukan dengan Saus Truffle putih sehingga Keira menikmati makanan paginya dan Alex tersenyum puas melihat Keira yang begitu menyukai makanan yang telah dibuat oleh koki di mansionnya.


Tidak lama kemudian setelah sarapan…


"eh? ini…".


"sepeda motormu yang baru". Ucap Alex menunjukkan sebuah sepeda motor sport yang sama dengan Sepeda motor yang selalu digunakan Keira bahkan kemarin sebelum hancur terbakar.


Keira melihat seluk beluk sepeda motor sport yang diberikan oleh Alex untuknya baik merek dan warna sepeda motornya sama dengan yang digunakannya selama ini. Kecuali harganya, kedua bola matanya membulat ketika melihat harga sepeda motor sport baru itu dua kali lipat dari miliknya sendiri.


"ini lebih mahal dari sepeda motorku yang sebelumnya lho. Aku tidak bisa menerima ini".


"kau harus menerimanya lagipula, sepeda motormu yang sebelumnya sudah hancur terbakar apalagi setiap tahun pasti'kan harga kendaraan akan naik".


"tapi tetap saja…".


"aku tidak suka menerima penolakan. Terima hadiahku atau aku akan memec-".


"baiklah! aku terima sepeda motor ini. Kau puas? tidak perlu mengancam segala Alex". Keira sungguh kesal dengan Alex yang mencoba mengancam akan memecat pelayannya yang dipagi hari karena bagaimanapun Keira sungguh tidak tega kepada pelayan yang bekerja di Mansion Alex dan Alex tahu itu.


"sudahlah! berikan kuncinya padaku. Aku mau kesekolah💢". Kesal Keira meminta kunci sepeda motornya tanpa memandang Alex karena rasa kesalnya dipaksa.


"kau akan mendapatkan kunci beserta sepeda motornya di sekolah nanti. Aku sudah menyuruh mereka untuk mengantarnya ke sekolah".


"tunggu, kalau begitu Aku naik apa?". Tanya Keira dan Alex menjawabnya dengan tersenyum menyeringai.