The Hot Blood Of Saga

The Hot Blood Of Saga
Chapter 107 : Like sit or Squat,huh?



Sementara itu…


You had been Slain…


''ah sialan! padahal tinggal sedikit lagi".💢


U i u aa jeng jeng wala wala beng beng...


U i u aa jeng jeng wala wala beng beng.


PIP


''halo Keira, ada apa?". Tanya Tania yang bernada kesal saat ia kalah dari mobile legend.


''dimana Cio?. Aku mencoba untuk menghubunginya tapi ia tidak mengangkat ponselnya sama kali dan mengapa nada bicaramu terdengar kesal?''.


''oh, Cio sedang menjemput Blop dari rumah Silvana dan ponselnya sedang ketinggalan dan aku sedang tidak kesal tapi mengapa aku merasa nada bicaramu terdengar berbisik-bisik?".


Mungkin aku beritahu saja pada Tania tentang masalahku. Bagaimanapun dia mengerti tentang asmara.


Keira mulai menceritakan kronologis kejadian yang menyebabkan persaingan antar kakak vs pacar, sehingga ia meminta bantuan Cio mengingat Cio laki-laki lebih paham namun pada akhirnya ia meminta bantuan kepada Tania untuk mencari sebuah solusi.


disisi lain Tania manggut-manggut saja mendengar penjelasan panjang lebar Keira tentang Leo dan Alex.


''hm, begitu ya. Kalian seperti diibaratkan kau lebih suka wc duduk atau wc jongkok".😑


"hei, yang kau maksud istilah kau lebih suka ayah atau ibu kali. Masa mereka diibaratkan Wc".


"istilah kau lebih suka ayah atau ibu diistilahkan untuk orang tua lho. Yang diluar dari itu tidak cocok dengan mereka".


"lalu kenapa harus wc segala?".😧


"hehe. Habis beberapa saat yang lalu aku selesai BAB dari toilet, itupun keluarnya nyicil segala padahal aku sudah tidak BAB selama tiga hari.💩


Hh... aku iri pada laki-laki yang bisa keluarkan semuanya dalam wc sekaligus tidak lama setelah makan, sedangkan kita perempuan malah nyicil perhari.


Padahal, jika sampah makanan tidak dikeluarkan secara seluruhnya maka akan membuat berat badan perempuan akan dibilang naik saat menimbang berat badan ditimbangan. Tidak percaya, coba saja bandingkan sebelum BAB dan sesudah BAB".


ya ampun, begini nih kalau tidak hati-hati dalam bertanya, pasti bakalan merembet sampai ke BAB segala. ditanya apa dijawab apa… Hadeh.


Mungkin lebih baik kau diam saja saat ia mengatakan lebih suka wc duduk atau wc jongkok.


kau benar.


''halo? kau masih mendengarkanku, Kei?".


''aku masih mendengarkan. Bagaimana kalau kau datang saja ke rumahku?. Kau bisa membantuku mencairkan suasana tegang disini''.


dengan bantuan komedimu tentunya.


''hm…".


mungkin sebaiknya aku memang harus kesana untuk membantu sekaligus memberitahukan siapa penyerangnya dan memberitahukan informasi yang kudapat dari Samuel ini.


Aku yakin bahwa informasi dari Samuel itu benar karena ucapan seseorang yang akan tiada selalu benar.


"aku akan datang kesana".


tidak lama kemudian…


hidangan makan siang telah siap dan dihidangkan di meja makan. Makan siang kali ini terasa sangat berbeda bagi Keira kali ini rumah karena ada hawa-hawa persaingan antara Alex dengan Leo.


Mereka berdua duduk dengan Leo yang berada di tengah-tengah mereka. Sudah pasti mereka berdua melirik satu sama lain dengan tatapan benci.


disisi lain Keira dan Myesha yang duduk di sebelah Keira menghela nafas karena juga merasakan persitegangan antara kedua laki-laki itu sedangkan Tania yang duduk di sebelah Keira sedang sibuk memperhatikan kedua laki-laki yang sedang bersitegang.


''hm…".


"ngomong-ngomong Cio ada dimana?". Tanya Myesha untuk mencairkan suasana yang sedang tegang-tegangnya.


"Cio dirumahku sekarang. Sekarang ini pasti ia sedang makan siang disana".


disisi lain…


Cio duduk di kursi meja makan sambil menatap spageti menghitam di meja makan dengan perasaan yang mual.


Bagaimana tidak?.


Spageti hitam itu bukan berasal dari tinta cumi-cumi pada umumnya melainkan berasal dari tinta gurita alias tinta Blop dan mengapa Cio merasa mual dan tidak ingin memakannya karena Spageti tinta itu bukan diproses dulu seperti pada umumnya melainkan Setelah spageti sudah masak, Blop langsung menyemprotkan tinta dari tubuhnya ke spageti itu lalu menghidangkannya ke Cio begitu saja.


jika melihatnya melakukan itu ke spageti sudah pasti Cio tidak akan memakan mie itu karena sudah melihatnya sendiri seakan ia membayangkan seekor hewan sedang pup di makanannya.


🤢💦


Mengapa aku harus makan ini? Kakak enak banget makan disana sedangkan aku...🤦


ini semua gara-gara dia lupa mengisi bahan makanan di kulkas💢


Sementara itu di kediaman Keira...


''Sst, menurutmu bagaimana, Tan?". Keira bertanya kepada Tania sambil berbisik. Tania yang sedang mengunyah makanan memperhatikan kedua laki-laki itu.


dalam bayangannya, timbul sebuah imajinasi yang tidak disangka-sangka saat ia memperhatikan Leo yang sedang mengunyah makanan lalu tatapannya kembali beralih ke Keira.


''setidaknya kau beruntung karena kasih sayang kakakmu padamu masih berada di jalan yang benar, Keira.


Bayangkan saja jika kasih sayang kakakmu Leo berada di jalan yang salah ala shikopat.


aku bisa membayangkan demi membuat dirimu selalu berada disisinya, maka dari kecil ia akan mencekoki dirimu dengan ramu-ramuan yang membuatmu menjadi sangat lemah dan membutuhkan bantuan orang lain dalam kebutuhan hidup sehari-hari?.


atau bayangkan saja jika dia membuatmu lumpuh dengan mencungkil bagian tulang belakang terpenting untuk membuat kita bisa berdiri atau berjalan?". Ucap Tania secara berbisik-bisik yang mengemukakan sisi imajinasi horornya tentang Leo.


Mendengar ucapan Tania membuat Keira pun juga berpikiran yang sama walaupun dia seorang Werewolf, ia cukup mengakui bahwa Leo bisa saja menjadi kejam padanya walaupun kekejaman itu dianggapnya sebagai bentuk kasih sayang seperti dengan mencongkel paksa bagian tulang belakangnya kebawah untuk membuatnya menjadi lumpuh dengan begitu, ia akan selalu bersama dengan saudaranya untuk selamanya.


Hiiiiihhy


''hei, jangan membayangkan yang seperti itu dong". Gerutu Keira secara bisik-bisik karena merasa ngeri membayangkan bagaimana jika imajinasi Tania menjadi nyata.


''habis, imaji- hei!. imajinasiku tentang kak Leo telah membuatku mendapat ide membuat cerita novel bergenre horror yang berjudul 'Kakakku sang psikopat'.


di situ mengisahkan tentang seorang Kakak laki-laki yang sangat sayang pada adik perempuannya dan saking sayangnya, ia tidak mau adiknya bersama dengan laki-laki lain.


disitu ia mulai melakukan hal-hal yang tidak ada seorangpun yang menyangka padanya ke si adik seperti mencekoki adiknya dengan obat-obatan yang tidak diketahui sang adik sehingga ia mengidap penyakit kronis seperti asma, bah-".


"selamat untukmu karena perandaianmu yang tidak-tidak tentang kakakku telah membuatmu mendapatkan ide cerita itu''.💢


''sepertinya pembicaraan kalian tampak seru walaupun aku tidak tahu apa yang kalian bicarakan. Kalian membicarakan apa?''. Tanya Leo yang penasaran saat tanpa sengaja ia melihat Keira dan Tania berbicara secara bisik-bisik dengan frekuensi yang rendah sehingga werewolf di sekitar tidak mendengar percakapan mereka. Terutama Leo khususnya.


Pertanyaan Leo membuat tiga orang lainnya mengarahkan pandangannya ke Keira dan Tania yang juga penasaran.


''Tania memutuskan untuk membuat cerita novel bertemakan horror jadi aku bertanya ''bukankah kau mau membuat cerita novel bergenre drama?'' padanya tapi saat Tania mau menjawab kakak malah bertanya". Keira menjawab pertanyaan Leo dengan sebuah alasan yang semaksud akal mungkin agar terlihat ucapannya terkesan benar.


''hm, mengapa?". Tanya Leo ke Tania.


"hm🤔 selain susah memikirkan awal mula ceritanya, aku juga merasa emosi saat menulis ceritanya awal mula si tokoh utama hidup menderita karena si tokoh pria yang bajing*an, kak".?