
KRINGG!!
KRING KRING!
"Biar aku saja yang mengangkat teleponnya mama".
Tania berjalan menghampiri sebuah telepon rumah di atas meja yang terus berdering dan mengangkatnya untuk mengetahui siapa lawan bicaranya diseberang sana.
"halo,siapa ini?".Tanya Tania. Sang penelepon menjawab dan seketika raut wajahnya berubah menjadi terkejut namun senang.
"Alex? kau baik-baik saja'kan? bagaimana dengan Keira? apakah dia baik-baik saja?".
"nak, apakah yang menelepon itu Alex?".Hara menghampiri Tania saat Putrinya menyebutkan nama Alex yang berarti si penelepon adalah Alex. Antonia dan Silvana juga menghampirinya. Hanya Cio saja yang lebih memilih untuk duduk di sofa karena merenungkan kesalahan yang diperbuatnya.
"iya pa.Ini Alex. dia baik-baik saja. dia dan Keira sudah aman".
"syukurlah,papa mau bicara dengannya".
"sebentar Alex, ayahku ingin bicara denganmu".Tania menyerahkan gagang telepon antik itu kepada Hara sehingga Hara bisa berbicara dengan Alex yang tidak tahu berada dimana.
______________________________________________
Hara : "Alex, kau baik-baik saja, nak?".π
Alex : " aku baik-baik saja, paman. awalnya aku dan Keira dalam masalah besar tetapi sekarang kami sudah aman".βΊοΈ
Hara :"maafkan kami yang tidak dapat kesana untuk menolong kalian,nak".π
Alex :"tidak apa-apa paman. Kami mengerti betapa bahayanya tempat itu. Aku tidak menyalahkan kalian hanya saja...".
Hara :"hanya saja apa,nak?".
Alex menghela nafas. dia tidak tahu bagaimana mengatakan kepada paman yang baik padanya seperti seorang ayah pada putranya namun dia tahu harus mengatakannya sekarang juga karena Hara berhak tahu perasaannya.
Alex :".... hanya saja aku kecewa dengan putramu, Cio. Aku tidak menyangka bahwa dia tega melakukan itu padaku sehingga aku hampir saja.....".
hampir saja membuatku dan Keira terbunuh...
Alex :"untunglah kami berjumpa dengan Mambayo, paman. kami selamat berkatnya dan kami berada di tempatnya Sekarang".
Hara :"Mambayo? syukurlah, dia menolong kalian. Bersamanya kalian akan baik-baik saja".
Alex :" tentu saja paman. kami akan kembali ke hotel besok pagi karena hari ini sudah malam".
Hara :"ya,nak. Memang sebaiknya kalian pulang besok pagi. Oh ya, bagaimana dengan Keira sekarang?".
Alex :" Keira baik-baik saja paman. kalian tidak perlu khawatir. Sampaikan salam ku dengan yang lain terutama bibi dan katakan pada bibi bahwa aku tidak sempat memakan bolu labunya".
Hara :" pasti, nak. Akan paman sampaikan selamat malam,nak".
Alex :"selamat malam juga, paman".
______________________________________________
"apa yang dikatakan Alex, Hara?". Tanya Antonia setelah Hara menutup teleponnya ke tempatnya semula.
"dia baik-baik saja begitu juga dengan Keira. Untunglah Mambayo kembali dari perjalanannya di saat yang mereka akan kembali kemari besok dan Alex menitip maaf padamu Antonia".
"Syukurlah dan mengapa Alex meminta maaf kepadaku?"
"dia minta maaf karena dia tidak sempat memakan bolu buatanmu".
"hihi, anak itu. Aku bisa membuatkannya lagi untuknya besok".
"oh, kalau kue itu, Alex tidak perlu khawatir".
"kenapa emangnya, Silvana?". Tania penasaran.
"karena aku sudah memakan habis kuenya saat aku mendobrak pintu kamar Alex, hahaha"
"kau-appaaa!!?".
Sementara itu...
"setidaknya aku sudah memberitahu orang-orang di hotel kalau kami baik-baik saja sehingga mereka tidak khawatir lagi terhadap Keira".
dan aku akan mengurus Cio besok.
Alex selesai menelepon hotel dengan ponsel milik Mambayo dan secepatnya ia menutup ponsel itu saat ia melihat layar utama ponsel terdapat foto Mambayo memakai bikini yang seksi dengan corak macan tutul sehingga memperlihatkan belahan dadanya yang turun dan berkerut dan ia dipantai menikmati sinar matahari sambil menggunakan kacamata hitam dan berpose nakal.
huh! gambar ini sangat mengerikan. aku tidak menyangka nenek ini memakai bikini seksi diusianya yang tua dan... lupakan saja apa yang kau lihat, Alex.π§
"sudah selesai meneleponnya?".
"ah! kau mengagetkanku". Alex kaget saat Mambayo berada dibelakangnya tanpa disadari.
"ini". Segera Alex mengembalikan ponsel Mambayo ke pemiliknya dan sambil berusaha melupakan gambar yang dilihatnya di ponsel Mambayo.
aish, seharusnya aku tidak melihat foto seorang nenek-nenek pakai bikiniπ macan tutul itu. Sulit sekali bagiku melupakannya.π°
"nah manusia, apakah kau ingin bertanya sesuatu padaku? mumpung Keira masih berendam di sana jadi dia tidak perlu mendengarkan pertanyaan yang tidak ingin dia dengar".
"pertanyaan?".
Ah! aku lupa tujuanku menjumpainya di dapur untuk bertanya sesuatu kepadanya. Pikiranku teralihkan saat aku sebal mengetahui seorang nenek-nenek menyebalkan memiliki pengikut sosial media yang lebih banyak dariku. Lima belas ribu pengikut sosmed!? benar- benar tidak disangka. siapa sih pengikut nenek ini?
Alex berjalan dan duduk berseberangan dengan Mambayo di meja makan sehingga dia bisa berbicara dengan dukun gaul itu.
"aku ada beberapa pertanyaan, maukah kau menjawabnya?".
"aku akan menjawabnya tapi tidak di jamin semuanya karena ada sebuah pertanyaan yang tidak harus kau ketahui jawabannya karena jawabannya adalah rahasia dan rahasia tidak boleh dibocorkan, apakah kau sepakat, manusia?"
"hm... baiklah. Aku sepakat".
"apakah kau tahu makhluk apa yang diluar yang fisiknya Seperti rangka manusia itu? karena Keira tidak tahu namanya".
"oh monster itu,ya. tidak ada yang tahu nama makhluk itu tetapi Mereka dapat disebut sebagai penunggu bukit hitam atau bisa juga disebut dengan kerangka malam".
"kerangka malam? mereka itu makhluk apa sebenarnya? ".
"mereka adalah makhluk-makhluk yang... mistis. Malam adalah kekuatan mereka untuk hidup sedangkan pagi siang adalah kelemahan mereka. Saat matahari terbit, mereka akan berubah menjadi debu dan menghilang dan semuanya baik tanah atau pepohonan akan kembali seperti semula. Karena itu, tempat itu sangat berbahaya saat malam hari bagi makhluk hidup apapun karena mereka akan menghabisi makhluk hidup apapun yang memasuki bukit hitam bahkan tumbuh-tumbuhan tidak dapat hidup ditempat itu".
"lalu, Mengapa tempat itu bisa ada?".
"hm... ceritanya sangat panjang. Kau masih mau mendengarkan?".
"Tentu saja".
"tiga abad yang lalu, dulunya pulau Lamiya tidak berdiri sebuah hotel Rhyes seperti sekarang. dulunya pulau ini tidak bernama dan merupakan tempat tinggal sebuah desa dengan populasi lima ribu orang. desa itu merupakan tempat yang kaya akan pertanian kentang, pertenakan sapi dan tambang berlian. dulunya gua ini merupakan tambang berlian desa itu".
"desa yang kaya. berarti banyak orang yang pasti akan datang ke pulau ini".
"yah, mereka datang sebagai turis tapi tidak dengan tiga abad yang lalu. tiga abad yang lalu, tidak seorangpun orang luar yang berani kemari karena penduduk di desa memiliki sifat yang buruk sekali semenjak itu".
"buruk Bagaimana?".
"mereka adalah orang-orang barbar. Suka bertindak kasar, pemalas, tamak, egois, intinya para penduduk ini memiliki semua keburukan yang ada pada manusia sehingga orang-orang luar yang mengetahui bagaimana buruknya orang-orang itu tidak sudi untuk menginjakkan kaki di pulau ini dan mengadakan kerja sama".
"kau mengatakan bahwa penduduk dulu disini sangat pemalas'kan?".
"tepat sekali".
"kalau pemalas, bagaimana bisa mereka memiliki pertanian Kentang yang melimpah?".
"hihihi. Mereka membuat perjanjian dengan seorang iblis yang mereka sembah untuk untuk membuat pertanian Kentang mereka menjadi berlimpah, sapi-sapi terus mengeluarkan susu dan tambang berlian selalu ada berlian, akan tetapi...".
"tetapi apa....?". Tanya Alex dengan rasa penasaran saat mendengar cerita dari Mambayo. Mambayo menyipitkan matanya dibawah cahaya lampu pijar sehingga memperlihatkan mata pandanya lalu, nenek itu mulai menghisap sesuatu yang mirip seperti rokok.
"hei, nenek. Bukankah jika kau menghisap rokok akan semakin memperpendek hidupmu? π".
"ini bukan rokok, loh".
"bagaimana mungkin yang kau hisap bukan rokok?! asapnya mengepul begitu.
"oh ini permen rokok, loh. Aku menyukai Rasanya sehingga tanpa sadar muncul kepulan asap Saking menghisapnya terlalu dalam, hihihi".
yang benar saja. permen apaan sampai muncul asap begitu. Udah gitu nenek-nenek pula yang menghisap permen sampai berasap begitu.π’
"ya ampun, dasar anak muda sekarang. Masa yang beginian tidak tahu".π
"jangan meledek diriku, nenek tua. Aku ini masih muda,tahu".π’
Alex merasa kesal saat seorang nenek menyindir dirinya karena harga dirinya yang tinggi.
"mau dilanjutkan lagi enggak, ceritanya?".
"lanjutkan saja".
"hm, baiklah. siapapun tahu jika seseorang membuat perjanjian dengan iblis yang akan mengabulkan permintaan mereka, maka pasti akan ada konsekuensinya. Tidak ada yang gratis bagi iblis saat manusia-manusia di jalan sesat meminta sesuatu kepada mereka".
"dan permintaan sang iblis....".
"hihihi. Tentu saja tumbal. sang iblis meminta mereka untuk mengorbankan satu anak di bawah tiga belas tahun yang lebih dari satu sama gender setiap bulan purnama. Misalkan, sepasang suami istri disebuah rumah memiliki dua anak perempuan dibawah tiga belas tahun, salah satu anak perempuan itu harus mereka korbankan di malam bulan purnama dengan cara memenggal kepala anak-anak yang malang dan tidak berdosa dan mempersembahkannya.".
astaga.... kejam sekali, penduduk-penduduk itu. Jika seandainya aku terlahir tiga abad yang lalu dengan saudara dan orang tua yang sama, mana antara aku dan Alfa yang akan dikorbankan oleh orang tuaku? aku tidak sanggup membayangkannya.
"tidak masalah bagi para penduduk yang terbutakan akan kekayaan. Mereka punya banyak anak dan mereka masih menyisahkan anak sebagai penerus mereka walaupun tinggal satu atau sepasang di setiap rumah. Mereka menyanggupinya karena mereka lebih memilih harta daripada anak bahkan tidak perlu repot-repot untuk membohongi anak-anak mereka yang lain. seperti seorang anak kembar putra bertanya dimana saudara kembarnya saat ayahnya membawa pergi, sang ayah tinggal bilang bahwa saudaranya telah dimakan hewan buas. Sang anak tidak perlu bertanya lagi sekaligus sedih dan mereka tidak perlu mengadakan acara pemakaman karena mereka sudah tidak pernah atau mungkin mereka sudah melupakan caranya memakamkan seseorang Saking tamaknya mereka".
"Jiwa-jiwa yang malang... jiwa mereka pastinya tidak akan pernah tenang apalagi jiwa-jiwa anak-anak Malang yang tidak bisa merasakan bagaimana rasanya menjadi remaja..... dewasa dan mewujudkan cita-cita mereka karena hak mereka Untuk hidup sudah dirampas dari mereka untuk selamanya".
"kau benar, manusia. Mereka adalah anak-anak malang yang terpilih sebagai tumbal dari serakahnya orang-orang dewasa bahkan orang tua mereka sendiri menghianati mereka.....".
"kepala-kepala anak yang dikorbankan itu, dimana mereka mempersembahkannya?".
"hihihi.di bukit hitam ini. berjalan lurus dari gua ini sejauh tiga ratus mil kau akan melihat sebuah rawa-rawa. di rawa-rawa itulah mereka membuang mayat anak-anak mereka dan ditengah-tengah rawa terdapat sebuah altar. disanalah kepala anak-anak itu dipersembahkan. dirawa-rawa itu, arwah-arwah mereka belum bisa ke surga karena jiwa-jiwa mereka tidak tenang...".
"apakah kau tahu cara menenangkan jiwa mereka dan pergi ke surga?".
"..... aku tahu namun aku akan memberitahu caranya padamu suatu hari nanti disaat yang tepat".
"...hm, aku tidak mengerti tetapi, baiklah. Lagi pula apa untungnya Bagiku Untuk tahu caranya".
hihihi. Tentu saja ada keuntungannya bagimu, Alex. Suatu saat kau akan mengetahuinya demi seseorang.
"aku akan melanjutkan ceritanya. Jika kau mengira bahwa anak-anak yang polos di setiap rumah tidak tahu apa-apa tentang apa dan dimana orang tua mereka membawa saudara mereka justru mereka mengetahuinya seiring berjalannya waktu. Mereka tahu namun pura-pura tidak tahu karena mereka tidak bisa lari dari pulau yang berada di tengah-tengah lautan dan terisolasi dari dunia luar".
"tapi mereka bisa melawan, bukan ?"
"di bawah enam belas tahun melawan orang dewasa yang tamak dan pemuja iblis? mustahil bisa menang dan yang sudah berusia enam belas tahun memilih menutup mata seakan perbuatan orang tua mereka masing-masing terhadap saudara mereka dibenarkan dan dicontoh seakan mereka bersyukur selama ini orang tua mereka sendiri memilih mereka untuk hidup".
"bagaimana bisa anak berusia enam belas tahun menutup mata terhadap kematian saudara mereka yang menjadi tumbal?".
"waktu membuktikan hati seseorang,nak... orang tua adalah contoh dan panutan anak-anak mereka tidak peduli benar ataupun salah. Lagi pula, mereka yang melakukan kejahatan seperti itu tidak akan pernah dimaafkan sehingga jiwa mereka yang telah meninggalkan tubuh mereka sangat tersiksa di neraka. Iblis memang mengabulkan permohonan manusia yang memuja namun mereka lupa iblis tidak pernah melindungi para pemujanya dan menjamin mereka tidak tinggal di neraka".
"lalu, apakah mereka terus melakukannya?".
"yah. Mereka terus melakukannya. Anak-anak dibawah enam belas tahun ketakutan jika bulan purnama telah tiba karena memikirkan siapa yang dikorbankan selanjutnya. hanya anak-anak yang tinggal satu atau sepasang anak laki-laki dan perempuan yang bernafas lega. Kenapa? mereka tidak akan pernah di korbankan kecuali sang ibu hamil lagi dan melahirkan bayi dengan gender salah satu dari mereka. Para penduduk terus melakukannya hingga ada suatu kejadian yang menghukum mereka atas tindakan mereka".
"benarkah? kejadian apa?".
"hihihi. Memang benar bahwa para penduduk yang punya anak merupakan orang tua penduduk yang terburuk sepanjang masa namun bukan berarti pulau ini tidak memiliki sepasang orang tua yang baik.Kau masih mau mendengarkan?". tanya Mambayo sambil berdiri lalu berjalan menuju ke sebuah oven bakar untuk mengecek apakah pie daging buatannya sudah matang atau belum sambil mengaduk-aduk bubur kepitingnya.
"yah. Aku masih mau mendengarkan".
"hihihi. Aku senang melihat seorang manusia antusias mendengarkan ceritaku". Kata Mambayo sambil kembali duduk dan melanjutkan ceritanya.