
"hei, kalian tadi sedang membicarakan apa?". Tania penasaran sehingga begitu didalam mobil dan jalan, ia langsung bertanya kepada Danny.
"huh? oh. hanya pembicaraan biasa saja. Tidak perlu kau pikirkan".Jawab Danny sembari fokus ke jalan sambal l mengemudikan mobilnya di jalan.
biasa saja? tapi, mengapa dari raut wajah kalian terasa serius tadi? udah begitu tegang pula lagi. Pikir Tania ketika saat keluar dari kamar mandi, ia melihat kedua laki-laki itu terlihat sedang membicarakan hal yang serius dari raut wajah mereka ditambah lagi ia merasakan aura ketegangan saat ia keluar dari kamar mandi.
Sayang sekali ia tidak mendengar apa yang mereka bicarakan karena suara keran air juga saat mencuci wajahnya, ia juga sedang mendengarkan musik di earphone ditambah lagi kedua laki-laki itu berbicara dengan pelan sepekan bisikan sehingga ia tidak terlalu tahu apa yang dibicarakan oleh mereka.
"sudahlah. Ngomong-ngomong, kita mau kemana?".Tanya Tania sambil fokus ke handphonenya bemain among US.
"ke hotel".
"oh. begi-".
tunggu dulu!! hotel? dia mengatakan hotel?!.
hotel!!? hotellll!!!. Kedua bola matanya membesar saat Danny menyebutkan hotel sebagai tujuan mereka sehingga ia langsung menoleh dan melotot tajam kearah Danny.
"hentikan mobilnyaaaaaaaaaaa!!!!!". Teriak Tania sekencang mungkin sehingga Danny langsung mengerem mendadak saat Tania beteriak kencang.
"ada apa? kenapa kau beteriak?".Tanya Danny sambil menggosok-gosok telinganya yang terasa sakit karena teriakan Tania barusan.
ia menoleh kearah Tania, ia melihat gadis itu melipat kedua tangannya memeluk dirinya sendiri dan juga wajahnya memerah. Ia sungguh tidak tahu ada apa dengan gadis itu.
"kenapa?".
"jangan sok bertanya kepadaku. Kau pikir aku tidak tahu laki-laki macam apa dirimu?!.
Apalagi keturunan dari mafia segala.".
"hei, memangnya aku melakukan apa?😧".
"jangan pura-pura tidak tahu. Kau pikir aku tidak tahu apa yang akan kau lakukan padaku di hotel?. Pasti melakukan hal sesat itu kan?
aku yakin itu karena papa bilang Jika pasangan yang tidak memiliki ikatan pernikahan pasti akan bertindak senonoh karena aura yang membuat mereka terjerat dalam jurang sesat'kan?!💢".
"eh??😶".
"Tidak!!. Aku masih belum sanggup melihat batang dan biji itu!😫 Aku tidak tahu batangnya sudah bersih atau masih jorok!. Apalagi bagaimana jika ukurannya besar?! Aku tidak mau!!
Aku masih memikirkan masa depan, tidak mau ternoda dulu!. Tidak Danny, jangan paksa aku dulu. Tidak!!ðŸ˜".Ucap Tania dengan wajahnya yang memerah dan merengek, ia mengatakannya dihadapan Danny seakan ia tahu apa tujuan Danny membawanya ke hotel.
" • • • 😶😓". Danny terdiam mendengarnya. Wajahnya menjadi merah memanas setelah mendengar ucapan Tania yang terasa panas.
Ia tidak menyangka bahwa Tania akan berpikir begitu, mungkin hikmah yang diambilnya kali ini adalah mengatakan tujuannya membawanya ke tempat itu.
"apa yang kau pikirkan?. Aku mengajakmu ke sana hanya untuk sarapan dan juga aku sedang ada urusan pekerjaan disana, tahu. Kau pasti belum makan kan sampai kau berpikir begitu?".
"eh?". Tania melongo mendengar penjelasan Danny.
" Selain itu, aku bukanlah laki-laki yang memaksakan kehendak tahu. Jangan karena aku membawamu ke hotel dan karena aku anak mafia, aku akan melakukan hal yang tidak kau inginkan itu".
Selain itu, aku ini pembersih tahu. Tapi apa dia perlu tahu juga tentang milikku ini?. Pikir Danny.
"eh? benarkah?".
"benar. Seharusnya kau bertanya kepadaku mau apa kita disana, bukan ambil spekulasi tidak-tidak".
"oh.hehe, habis papa bilang kalau ada pasangan tanpa pernikahan ke sana pasti mereka akan berbuat sesat ".Ucap Tania cengengesan sambil menggaruk belakang kepalanya yang tidak gatal.
mungkin lebih baik kau mendengarkan ibumu daripada ayahmu. Batin Danny.
"dan juga…".
"kau ingat apa yang kau katakan padaku waktu itu saat kita liburan di pulau Lamiya?".
"eh?".
...(Flashback… (penggalan Eps: 52))...
"begini, sebenarnya ada cara dan macam-macam gaya dan aku tidak tahu bisa menjadikan bayi tetapi yang aku dengar gaya ini membuat mereka bisa menjadi liar".
" benarkah!? gaya apa itu!?". Tanya Tania dengan mata yang berbinar-binar menatap Danny.
"gaya gurita".
...( Flashback end…)...
"kau sudah ingat kan?".Tanya Tania mencoba mengingatkan.
Ah iya, aku baru teringat aku pernah memberitahunya salah satu gaya melakukan hal itu yang enak dan aku malah… malah…
AAAAAAH AKU MALAH MENJELASKAN HAL BEGITUAN SECARA DETAIL KEPADANYA!! AKU LUPA DIA GADIS YANG POLOS!!!. Batin Danny beteriak saat mengingat apa yang telah dia katakan kepada Tania saat itu. Ia tidak ingat bahwa dia mengatakannya kepada seorang gadis yang polos polos sableng.
Kau bodoh sekali Danny. Batin Danny.
"eh? kau kenapa?". Tanya Tania kaget saat Danny membenturkan kepalanya di setir mobil.
"tidak kenapa-kenapa. Dan mohon maafkan aku karena aku mengatakan hal itu waktu itu. Bisakah kau menghapus apa yang aku katakan waktu itu dipikiranmu?".
"yah, kalau hanya kata-kata sih bisa tapi sayangnya aku tidak bisa menghapus itu dari pikiranku".
"kenapa?".
"karena saat setelah kau mengatakannya padaku, malam waktu itu aku melihatnya secara rinci di internet".Jawab Tania polos dengan Pipinya yang memerah.
"……".
bukankah umur 16 tahun masih dilarang menonton film sesat?. Pikir Danny.
Tapi kalau dipikir-pikir lagi… Pikir Tania sambil menoleh ke arah jendela dan kemudian pipinya menjadi merah merona dan tersenyum cengengesan ketika memikirkan sesuatu sehingga Danny terheran-heran memikirkan apa yang dipikirkan oleh gadis itu sekarang.
Beberapa menu kemudian, mereka tiba ditujuan. Sebuah hotel bintang lima dengan nama Luxury hotel. Setelah memarkirkan mobilnya, Danny keluar lalu membuka pintu mobil penumpang agar Tania bisa keluar.
Sesuatu yang biasa dilakukan oleh lelaki gentleman jika bersama dengan seorang gadis.
"Tunggu".
"ada apa?".Tanya Tania saat Danny menghentikan langkahnya. Danny tidak menjawab melainkan jemari-jemari tangannya sedang memperbaiki poni Tania yang sedikit berantakan lalu ia pun mengeluarkan sesuatu dari saku jasnya yang ternyata adalah sebuah jepitan rambut bergambar kupu-kupu 🦋 lalu menyematkannya ke bagian sisi rambut Tania.
"nah sekarang kamu sudah manis". Puji Danny yang membuat pipi Tania menjadi Merah merona dan sungguh, Tania tidak tahu mengapa Danny memperlakukannya seperti barusan itu. Ia sungguh tidak tahu dan tidak mengerti sehingga ia hanya diam saja saat Danny memuji dirinya.
Lalu, Danny menggenggam tangan kirinya dan mengajaknya masuk ke dalam hotel dan menuju ke dalam restoran yang berada di dalam tempat itu.
beberapa saat kemudian…
Ini sungguh aneh, aneh sekali… mengapa ia bertindak gentleman dengan membukakan pintu mobil untukku dan juga memberikanku jepitan rambut segala?. Pikir Tania saat ia membaca menu tetapi matanya melirik kedepan kearah Danny yang sedang membaca menu yang tersedia di restoran itu.
Ia tidak tahu sama sekali mengapa dan apa tujuannya Danny mengajak dirinya berkencan padahal dia tidak mempunyai hubungan dengannya.
"kau sudah memesan?". Tanya Danny mengalihkan pandangannya ke arah Tania dan Tania segera kembali melirik ke menu semula.
Tania tidak ingin dia tahu bahwa ia memandangin Danny sambil memikirkan sesuatu.
"eh? ah! ya💦".