The Hot Blood Of Saga

The Hot Blood Of Saga
Chapter 88 : The Philosophy Of Love



Sementara itu di kediaman Rhyes…


"Sayang, dimana anak-anak?" Tanya Antonia yang mendapati diruang keluarga hanya Hara yang sedang menonton Tv kabel sendirian.


"Sedang di dalam kamar, hiks". Ucap Hara yang menoleh ke Antonia dan menjawabnya.


"sayang, kenapa kau menangis? apakah kau sedang merindukan Elias mengingat besok adalah hari memperingati kematian Elias hingga kau menangis?".


Ucap Antonia yang melihat ada air mata menggenang di pelupuk mata suaminya itu. dan perasaan sedih mulai menghampiri dirinya


"huh?. Siapa yang menangisi Elias, sayang? aku memang merindukannya tapi aku tidak menangisinya".


"lah, lalu kau menangisi apa?".


"tuh".Hara menunjuk ke televisi. Antonia menoleh melihat film yang dalam mode pause. Seketika perasaan sedih Antonia berubah menjadi kekesalan.


BLEETAAK!.


"Adaow. Kenapa kau menjitak kepalaku sayang? wajahmu kok terlihat kesal begitu?".


"gimana tidak kesal?!💢 Jika yang kau tangisi film telenovela tidak masalah. Tapi yang kau tangisi malah Naruto!. Seharusnya kau ingat umur dong".


"ayolah sayang. Ini sangat sedih… guru Asuma tewas ditangan Hidan… padahal, Kurenai sedang mengandung anaknya". Ucap Hara sembari menyeka air matanya pakai tisu basah.


"bodoh amat. Aku mau tidur saja". Dengan perasaan sebal, Antonia beranjak pergi meninggalkan Hara yang melanjutkan film yang ditontonnya dan ia kembali menangisi film itu.


dasar Hara. Dia sudah bapak-bapak malah menonton Naruto. Padahal Naruto lebih cocok ditonton Anak-anak. Tidak mengherankan tindakan aneh Tania menurun darinya. Hadeh…


Sementara Antonia yang sedang kesal, Hara yang sedang menangisi kepergian Asuma dalam serial Naruto, Cio sedang mengukur ukuran dada Tania dengan meteran di dalam kamar karena mereka tidur di kamar yang sama dengan tempat tidur model dua tingkat.


"Gimana, Ci? Sudah ada perbedaan atau belum setelah minum vitamin dari Mamba?" Tanya Tania dengan penuh harap.


"ng…itu…"


bagaimana caranya agar dapat memberitahumu bahwa ukuran lingkar atas dan bawah… tidak ada bedanya?!.


Cio menegadah wajahnya keatas. Ia melihat


mata hazel Tania yang berbinar-binar berharap dapat kabar bagus. Sudah pasti ia tidak tega untuk mengatakan kebenaranannya


"ng… anu... apakah vitamin yang kau minum itu… selalu rajin… kau minum?".


"kalau itu, ada satu atau dua hari aku tidak minum sih".


ah… kesempatan!


"kau ini bagaimana? vitamin itu harus kau minum rutin. Tidak boleh putus, lihatlah. dadamu masih ukuran AA".


"AA? bukankah lebih bagus dibandingkan dengan minus A?".


"ng… Sebenarnya AA lebih kecil dibandingkan dengan minus A".


DOENG!


Tania Syok mendengar kenyataan dari Cio bahwa ukurannya masih sama saja sehingga ia pun tidak dapat berkata apa-apa karena ia merasa disekitarnya langsung menjadi gelap seketika setelah mendengar pernyataan yang menyakitkan bagi dirinya.


"hei, jangan sedih… nanti tumbuh kok walaupun perlu waktu". Hibur Cio .


"kau tidak mengerti… aku ingin sekali memakai bra seperti Keira dan Silvana, bukan miniset… aku ingin sekali berlari-lari di pantai memakai bikini, bukan baju renang bergambar bebek".


Wah… untuk yang satu ini aku tidak tahu harus berkata apa.


"kau tahu kita ini kembar fraternal tapi banyak orang-orang menganggap bahwa aku adalah kau karena dadaku yang flat ini.😞 ah…! mungkinkah…"😱


"mungkin kenapa?".


"mungkinkah selama ini aku hidup di gender yang salah?!".


Hadeh, ngaco nih anak😑 Pikir Cio melihat prasangka Tania yang terlalu jauh.


"Coba lihat gambar gadis ini. Menurutmu bagaimana?" Tanya Cio sambil menunjukkan sampul majalah bergambar atlet wanita sedang skating.


"menurutku biasa-biasa saja deh".😑


"oke. Sekarang Menurutmu, bagaimana dengan gambar yang ini?". tanya Cio kembali dengan menunjukkan atlet laki-laki binaraga yang memamerkan otot-otot dadanya.


"WOW! SEXY! UHUY!!".😆 Pekik Tania kegirangan melihat gambar yang ditunjukkan oleh Cio sehingga darah mulai menetes dari hidungnya.


"woi, jangan mengotori sepraiku dengan darahmu, dong". Gerutu Cio yang dengan cepat membersihkan hidung Tania yang mulai mimisan dengan tissue.


"hei, ini kan salah dirimu juga menunjukkan gambar itu sehingga aku menjadi mimisan".


"kamar ini sudah cukup menyeramkan mengingat Kau sering membenturkan kepala ke dinding hingga berdarah sehingga makin lama kelamaan Kau telah membuat dekorasi pada dinding kamar ini. huh".


"setidaknya unik, bukan?. Selain itu, mengapa kau menunjukkan dua jenis gambar itu kepadaku?"


"aku menunjukkan gambar-gambar ini kepadamu untuk membuktikan kau ini gadis tulen atau bukan dan karena kau lebih menyukai gambar laki-laki sudah pasti gendermu sudah tepat".


"ayolah.Aku mengetahui jenis trik ini dari Mambayo tahu".


"Hmp! tapi mengapa dadaku Seperti ini?".


"hm… aku rasa, mungkin saja karena kau sering mengejek dada Mama yang ukurannya kecil sehingga Moon goddess memberimu ukuran yang lebih kecil lagi". Jawab Cio yang memberi Jawaban yang dilarangnya sendiri.


"hei, aku kan mengatakan yang sejujurnya. Oh, mungkinkah ukuran zona terlarangmu kecil karena sering mengejek ukuran zona terlarang milik papa?".😳


"Hei! jangan bawa-bawa ukuran zona terlarangku untuk kau bandingkan dengan ukuran dadamu itu.💢 Lagi pula, mana mungkin aku mengejek papa jika aku sendiri tidak pernah tahU ukuran miliknya itu. Selain itu, milikku tidak kecil tahu!. Memangnya kau tahu darimana dengan hal begituan?!".


Ucap Cio yang kesal dengan Tania sambil menutupi area zona terlarangnya dengan kedua tangannya.


"usia dari tiga sampai lima tahun, saat kita mandi bareng".


"ITU BEDAAA KAKAKKK!! APAKAH KAU SAMA SEKALI TIDAK TAHU SEMAKIN BERTAMBAH UMUR, SEMAKIN BERUBAH PADA BAGIAN TUBUH ITU!".💢💢💢


Sumpah deh, bagaimana bisa aku terlahir kau memiliki kembaran perempuan seperti dia ini?!. Apa aku punya dosa di kehidupanku yang sebelumnya??.


"hm… kau tahu, Ada yang ingin sekali kutanyakan padamu sebagai perwakilan laki-laki di dunia ini karena aku sangat penasaran mengingat Mengapa para wanita tidak pernah bertanya tentang hal ini kepada laki-laki Padahal mereka sudah pasti sangat penasaran".


" kau ingin bertanya apa kepadaku sampai kau berkata sebegitunya?". tanya cio dengan nada bete.


"ng… begini. Apakah zona terlarang kalian tidak merasa kesempitan saat kalian memakai celana dalam?. ".


DOENG!!!


…!!!Astanaga…😲 siapa yang akan menyangka bahwa kakakku akan bertanya tentang hal sensitif bagi kaum laki-laki pertama kali?. Apa yang harus aku jawab padanya sekarang.


"ng…mungkin lebih baik jika kau tanyakan saja pada kekasihmu, kakak".


"hei, aku ini belum ada punya kekasih. Lagi pula kepada siapa hatiku ini akan berlabuh?".


Sementara itu di suatu tempat…


"Ha- haaa- haaatchi!!''.


"Kau sedang flu, Dan?".


"huh, tidak. Mungkin karena debu saja Noah". Jawab Danny yang berpikir begitu.


Di kamar si kembar…


"lagi pula, kau tahu sendiri. Tidak semua laki-laki bisa dipercaya dalam cinta. Seperti Minggu lalu saat seorang siswa di sekolah menyatakan suka padaku dan ingin menjadi pacarku sehingga ia mengatakan hatinya ada diriku, jika tidak percaya belah dadanya".


"oh yah. Silvana pernah menceritakannya padaku".


"tidak kukira ia langsung membatalkan ucapannya bahwa ia menyukaiku saat aku minta pembuktiannya dan lari".


Gimana dia tidak lari. Kau langsung membawanya ke rumah sakit dan langsung meminta dokter bedah untuk membelah dadanya. Semua laki-laki pasti bakalan lari jika begitu.


Pikir Cio yang menatap Tania tanpa Ekspresi di wajahnya.


Tania membaringkan tubuhnya di atas tempat tidur Cio dan membaringkan kepalanya ke pangkuan Cio dengan sebuah pikiran menari-nari di kepalanya.


"Selain itu, apa kau tahu perbedaan cinta antara laki-laki dan perempuan?".


"perbedaan?".


"kau tahu dalam cinta setiap makhluk hidup dibagi tiga yaitu cinta pada pasangan, orang tua dan diri sendiri. Bagi laki-laki, saat mencintai seorang wanita dia akan merasa kaya sedangkan bagi wanita saat mencintai seorang laki-laki akan merasa menjadi gembel".


"huh? kok bisa??".


Wah, jika ia membicarakan sesuatu seperti ini, aku merasa dia sungguh pintar. Sekarang ini dia pasti membicarakan tentang defenisi cinta menurut dirinya sendiri.


"laki-laki akan tetap merasa kaya karena 50% sampai 60% ia mencintai dirinya sendiri karena itu sering kali dijumpai laki-laki dengan ego yang tinggi. Lalu, 20% sampai 25 ia memberikan cintanya kepada orangtuanya dan sisanya ia berikan pada pasangannya. Apalagi saat pasangannya memberikan cinta yang banyak, sudah pasti ia akan merasa kaya".


"kala perempuan?".


"kalau perempuan.… 15 % sampai 25% persen ia mencintai dirinya sendiri, 30% sampai 45 persen cintanya kepada orangtuanya dan sisanya ia berikan sisa Cinta itu kepada pasangannya bahkan ia rela memberikan cinta pada dirinya sendiri ke pasanganya sehingga hampir tidak ada lagi cinta yang tersimpan pada dirinya. Padahal menurutku, seharusnya perempuan itu tidak boleh memberikan cinta sebanyak itu kepada laki-laki".


"kenapa?".


"hm... jika diberi terlalu banyak tanpa sisa, itu disebut cinta buta. dan laki-laki itu… sulit sekali dicari kesetiaannya terhadap cinta.


Mungkin mereka banyak sekali memiliki kesalahan. tapi karena cinta buta itu, sang perempuan tidak peduli apakah laki-laki yang dipilihnya menyakitinya, mengkhianatinya, atau menyiksanya… ia tidak peduli walaupun laki-laki yang dipilihnya membalas cintanya dengan air mata dan kesedihan.


Hanya pada saat cintanya kepada dirinya sendiri lebih besar daripada cintanya kepada pasangannyalah yang akan membuat si perempuan itu menyadari bahwa yang dia jalani selama ini bukanlah cinta, melainkan kesengsaraan.


Cinta memang sangat indah jika dua insan sama-sama memiliki perasaan yang sama yaitu saling mencintai. Namun cinta bisa menjadi jebakan saat salah satu dari dua insan telah Kehilangan rasa cinta kepada pasangannya".


"Woah… dari mana kau bisa mendefenisikan cinta seperti itu?".😃


"hehe… dari film yang ditonton mama. Aku tidak tahu judulnya tapi aku ingat ada bait soundtrack-nya yang mengatakan: ku menangis, membayangkan… begitu deh".