
"baiklah… mungkin kau ada benarnya, Tania. Aku harus menunggu sampai waktunya tepat".
"bagus kalau begitu. Oh yah, kapan kau akan mengenalkan Alex kepada yang mulia?".
"hm…entahlah. Aku tidak tahu, aku sendiri saja tidak pernah dikenalkan Alex sama kedua orang tuanya apalagi hubungan kami masih terbilang baru".
Sementara itu…
disebuah hutan, dua serigala besar sedang belari didalam hutan.
Satu serigala coklat dan satu serigala coklat kemerahan belari bersama dihutan diikuti oleh beberapa serigala lainnya hingga kedua Serigala itu berhenti belari ketika berhadapan dengan dua serigala besar lainnya, yang satu serigala putih seputih salju dan yang satunya lagi serigala putih bercorak abu-abu.
Kedua serigala itu dan serigala-serigala lainnya menundukkan kepala memberi hormat kepada kedua Serigala itu kemudian Serigala-serigala itu mulai berubah menjadi manusia dan kedua serigala yang memimpinnya Serigala yang berubah menjadi manusia adalah Hara dan Antonia.
"selamat datang yang mulia raja. Yang mulia ratu". Ucap Hara mewakili semua werewolf yang datang untuk memberi salam kepada sepasang suami-istri yang merupakan werewolf barusan yang tidak lain adalah Raja Lestat dan Ratu Lyora, kedua orang tua Keira dan Leo.
"terima kasih telah datang Hara. Seharusnya kalian tidak perlu repot-repot untuk menemui kami". Ucap Lestat.
"betul Hara, kami hanya ingin memberi kejutan kepada putra putri kami dengan tidak memberitahunya bahwa kami datang kok".
Ucap Lyora.
"walaupun begitu, sudah menjadi kewajiban bagi kami untuk menyambut kedatangan anda yang mulia". Ucap Hara.
"betul yang mulia, apalagi saat ini kedua anak anda sedang bersekolah di jam segini". Ucap Antonia.
"kau benar Antonia. Mengenai anak-anak, bagaimana kabar anak-anakku terutama kabar putri kecilku?".
Sementara itu…
"ngomong-ngomong Tania, kenapa kau bepura-pura hilang ingatan?".
"eh?".
"kau pikir aku tidak tahu bahwa kau sedang berbohong?. Aku ini teman sekaligus pemimpinmu sehingga aku tahu bahwa kau sedang bepura-pura hilang ingatan ditambah lagi dengan aktingmu benar-benar payah".
Keira mencecar Tania yang bepura-pura hilang ingatan sehingga mau tidak mau Tania harus mengatakannya.
"begini. Kau ingat bahwa kau memerintahkanku tentang mencari tahu siapa vampire itu. Aku juga mencari petunjuk tentang vampire itu dan ucapan Samuel terakhir kali membuatku mendapatkan sebuah petunjuk bahwa dia adalah anak angkat Oerloom sehingga jika kita tahu siapa dia maka kau bisa tahu dimana mereka sekarang berada".
"yah, lalu?".
"aku menduga bahwa anak angkat itu kemungkinan besar bersekolah di sini, Keira".
"apa? kau yakin?".
"tentu saja tapi ini hanya pendapatku saja. Namun, coba kau pikirkan tentang guru Madoc. Mengapa dia disini?".
"tentu saja untuk menjaga kita terutama aku".
"kau yakin? bahkan ada panglima dan Jendral disisi Alpha Utara tidak membuat mereka yakin bahwa kau aman? pastinya ada sesuatu.
Coba kau pikir, mengapa mereka meminta kita bersekolah disekolah yang terkenal akan kesombongan para anak-anak kaya yang manja dan bisanya menjadi beban orang tua?".
Keira terdiam mendengar kata-kata Tania. Ia pun merasa Tania ada benarnya juga karena ia juga mencurigai guru Madoc ditambah lagi dengan mereka yang menyuruh mereka untuk bersekolah di SMA Fallen padahal mereka tahu bahwasanya mereka tidak menyukai anak-anak manusia yang terkenal angkuh di sekolah SMA Fallen.
"baiklah. Kau mungkin ada benarnya, tapi ada satu hal yang membuatku tidak mengerti?".
"apa itu??".
"bagaimana bisa kau bersama dengan Danny Nash kemari??".
"oh itu karena dia tahu siapa kita bahwa kita adalah seorang Werewolf 😅".
"APAAAA!!?".
Tidak lama kemudian diruang musik…
didalam ruangan itu, ia melihat Tania dan Keira telah menunggunya dan tidak ada rasa takut diwajahnya sama sekali karena berhadapan dengan kedua werewolf yang berwujud dua gadis cantik.
"silahkan duduk Danny". Keira menyilahkan Danny duduk di kursi yang kosong dan diantara kursi yang kosong, Danny memilih duduk di kursi kosong disebelah Tania.
Seketika Tania menjadi manyun lalu menggeser kursinya menjauh dari Danny.
Sedangkan Danny juga menggeser kursinya mendekati Tania sehingga pada akhirnya mereka sibuk geser menggeser kursi sehingga Keira menjadi geleng-geleng kepala melihat kedua orang itu.
"Kau ini. Jangan geser-geser kesampingku dong💢".
"yah makanya jangan menggeser dariku dong". Danny tidak mau kalah dari Tania.
"apa kau bilang?!".
"sudah-sudah. Jangan bertengkar 😑😧". Hardik Keira yang tidak tahan melihat semua itu.
Kedua orang itu diam lalu terpaksa Tania mau tidak mau mengalah dan membiarkan Danny duduk disampingnya dan hari ini dirinya benar-benar bete, sudah dikalahkan Silvana dalam rangking kelas eh malah berjumpa lagi dengan laki-laki yang tidak ingin dia temui, ckckck.
Entah ini namanya Kharunia atau apes, tidak ada yang tahu.
"ng… jadi Danny, kau adalah seorang Watcher?".
"yah. Begitu juga dengan kedua orang tuaku. Ngomong-ngomong, salam untukmu yang mulia putri". Danny memberikan hormat ala kesatria kepada Keira.
"kau tidak perlu seperti itu kepadaku. Anggaplah aku hanya seorang gadis biasa". Ucap Keira yang merasa tidak enak pada Danny yang memberi hormatnya seperti itu kepada dirinya sedangkan ia tahu bahwa Danny termasuk golongan orang-orang yang selalu mendapat hormat dari bawahan seperti Alex dan Noah.
"jadi Danny, kau tahu sejak awal siapa kami tapi kenapa kau tidak memberi tahu kami?".
"maafkan aku yang mu-".
"Keira saja. tidak apa-apa kok".
"maafkan aku Keira, waktu itu aku hanya ingin waktu yang tepat untuk mengatakannya mengingat aku terus bersama dengan teman-temanku di pulau Lamiya apalagi saat itu aku baru tahu siapa kalian saat aku berkunjung ke pulau Lamiya saat liburan musim panas lalu".
"Jadi begitu. Apakah paman dan bibi Rhyes tahu tentang hal ini?".
"ya. Mereka tahu bahkan mengenalku karena aku pernah ke Aurora bersama dengan kedua orang tuaku sehingga mereka tahu siapa aku
bahkan kami berutang Budi kepada tuan dan nyonya Rhyes juga kepada bangsa kalian".
"utang budi??".
"yah. dulu orang tuaku pernah diserang oleh musuh ayahku dan saat itu ibuku mengandung diriku. Kami terjebak dan saat itu kandungan ibuku dalam masalah dimana aku mendadak lahir tidak pada waktunya.
ayah yang berusaha mati-matian untuk melindungi kami mengira bahwa hidup kami bertiga cukup sampai disini waktu itu.
Namun keajaiban datang saat sepasang Serigala membunuh musuh ayahku beserta bawahannya. Saat itu Ayah dan ibuku terkejut saat melihat dua Serigala berusaha menjadi manusia yang ternyata adalah kedua orang tua Tania tapi mereka mengesampingkan ketakutan mereka melainkan berterima kasih kepada kedua orang tua Tania karena menyelamatkan nyawa mereka apalagi kedua orang tuaku yakin bahwa kedua orang tua Tania merupakan werewolf yang baik. Jika tidak, tidak mungkin mereka akan menolong kami saat itu.
Kedua orang tua Tania juga menyelamatkan jiwaku yang saat itu masih dalam kandungan.
Mereka membawa kami ke Aurora untuk mendapatkan perawatan medis disana.
Sejak saat itu, kami keluarga Nash Sangat berutang Budi kepada keluarga Rhyes bahkan kepada bangsa kalian.
Bahkan kami bekerja sama dalam industri senjata untuk membantu kalian".
"oh ya?. kalau begitu, Kenapa harga busur panahku mahal sekali?😒". Gerutu Keira yang teringat akan mahalnya senjata miliknya.
"ahahahah😅💦 maafkan aku karena bawahanku tidak tahu sama sekali bahwa kaulah yang memesan barang khusus itu. Aku akan mengembalikan sebagian uangmu"Ucap Danny.
"tidak usah Danny. Aku ikhlas akan itu". ucap Keira. Sedangkan Tania…
yah… aku malah dikacangi pula sama mereka 😑. Gerutu Tania di dalam batinnya.