
Elias pergi secepat mungkin ke tempat dia piknik tadi.ia berharap Keira tidak marah dan ngambek.jujur saja,Keira tampak manis saat dia ngambek namun menjadi masalah jika dia sampai dia ngambek karena jika itu terjadi maka Keira tidak mau bertemu dengan orang yang membuatnya ngambek selama 3 hari.
memang tidak masalah menunggu tiga hari tapi perasaan tapi perasaan itu hal yang lain. jangankan 3 hari, sehari saja sudah cukup membuat alias sangat merindukan Keira dan ingin selalu bertemu dengannya setiap hari kapanpun dan dimanapun.
Tak lama kemudian Elias tiba di tempat di piknik tadi bersama Keira. Elias dapat melihat Keira duduk di bawah pohon tapi tidak sendiri. dia bersama dengan Leo Sang Pangeran Werewolf alias Alpha di wilayah Selatan dan juga saudara Keira sang Alfa di wilayah utara. Jujur Saja, ia merasa malas berjumpa dengan Leo jika dia bersama dengan Keira. bukan karena hubungan buruk, hubungan dia dengan Leo cukup baik tetapi jika menyangkut adiknya hal yang lain lagi.
Leo sebagai kakak sangat menyayangi Keira tapi sangat cemburu dan over protective jika ada laki-laki lain dekat dengan Keira selain dirinya dan Dion. Leo merasa terancam karena laki-laki lain yang dekat dengan adik perempuan satu-satunya bisa merebutnya dimana waktu dia bersama Keira pasti akan terbagi dengan laki-laki yang dekat dengan Keira dan dia adalah laki-laki itu.
Elias Rhyes,Sahabat Leo yang mencintai Keira dan melakukan apapun untuknya. Elias juga punya adik perempuan yang juga sahabat Keira.Tania. Dia pasti akan melakukan hal yang sama seperti yang Leo lakukan walaupun dia suka mengomelinya Lantaran kenakalannya bersama Cio.Berbeda dengan Keira,dia adalah adik perempuan yang baik Budi dan polos.semua laki-laki pasti ingin adik perempuan seperti dia.
andai aku bisa tahu bagaimana perlakuan kakak laki-laki manusiamu kepadamu, Keira...
jujur Saja.dia hanya mendengar dari dari Keira bahwa ayah ibu manusianya tidak sayang padanya tetapi dia tidak pernah menceritakan apakah saudara manusianya sayang padanya atau tidak tetapi dia tidak akan memaksa Keira mengatakannya sampai dia sendiri yang mengatakannya.
"Keira".
merasa ada yang memanggilnya.Keira menoleh. Elias berada di depannya.Ia melambaikan tangannya ke Elias sedangkan Leo,dia menyambutnya dengan wajah bete.
saat Elias menghampiri mereka,ia merasakan Aura gelap dan dingin yang berasal dari Leo.Sebaliknya, Keira menyambutnya dengan wajah yang gembira dan Aura yang dirasakan begitu terang dan hangat.
"syukurlah kau datang, Elias ".Kata Leo sambil memaksakan senyumnya pada Elias di depan Keira.
aku berharap kau lupa dan pulang saja tadi.
seharusnya kau mengurus adik-adikmu saja.
"salam yang mulia pangeran".sapa Elias juga memaksakan senyumnya pada Leo demi Keira.
Mengapa kau disini?pasti kau mengganggu kencan kami'kan? dasar sister complex..
"aku jumpa kakak disini.jadi selama menunggumu, aku ditemani kakak dan mengobrol". Kata Keira tanpa tahu atau menyadari bahwa ada persaingan antar kakak vs pacar?
duh! mereka berjumpa nih.aku tahu kak Leo tipe cemburu banget kalau ada Elias.
mungkin dia menyadari persaingan antar kakak vs pacar itu.
"oh iya,kakak kenapa gak jumpai Dion sekalian dirumah? dia juga kangen kakak".
maaf kakak, tapi pergilah ...
batin Keira.
"aku juga ingin berjumpa dengannya.tapi kurasa Elias ingin aku disini lebih lama bersama kalian benar'kan Elias?".
maaf saja,Aku tidak akan membiarkan kalian berdua dan Dion...? dia bersama Silvana jadi tidak mungkin dia ada di rumah.jadi tidak mungkin aku kesana kan.
"Ten..tentu saja tapi Dion pasti sedih kau tidak menemuinya".
ayolah yang mulia... segeralah pergi.
(ditempat lain tapi dapat melihat mereka...)
"kasian.Kakak mengganggu kencan mereka".
"kita samperin yuk."
(ditempat piknik...)
"Kakak.Keira."
sebuah suara memanggil mereka.kedua orang yang dipanggil menoleh dan mereka melihat Dion dan Tania Datang.
"halo Dion, Silvana".sapa Elias.
"halo kak Elias".
"salam panglima Elias".
"kalian tidak perlu formal begitu.cukup panggil namaku saja.aku lebih suka kalau namaku saja yang disebut".
"baiklah panglima ah! maksudku Elias".
"begitu lebih baik".
"kakak,aku senang kakak datang. ayo kita ke rumah.aku akan membuat makanan.Kami baru saja memetik BlackBerry segar".
ajak Dion sambil mengapit tangan kananLeo.
"ta...tapi..".
"aku bantu,ya". kata Silvana sambil mengapit lengan Kiri Leo. Mereka membawanya pergi. dia tidak bisa apa-apa bila Dion membawanya.
"tapi... mereka...--".
"mereka akan menyusul nanti".Kata Dion sambil mengedipkan matanya ke Keira dan Elias secara diam-diam.
Terima kasih,Dion...
Setelah Ketiganya pergi, Elias berlutut layaknya Ksatria dan mencium pipi kiri Keira yang langsung membuka Wajahnya berubah menjadi merah merona.
"maaf,ya.aku mengejar mereka karena mereka agak jahil".
Keira melihat wajah Elias.terlihat penyesalan tergambar diwajahnya.Ia merasa bahwa Elias Takut dirinya akan ngambek.Ia tahu bahwa bila dirinya mengambek pada seseorang,maka ia tidak mau ketemu lagi selama 3 hari.
padahal, tidak ada yang tahu bahwa Elias pengecualian.dia juga tidak tahan jika dalam sehari saja tidak berjumpa dengannya. mungkin inilah cinta, kau tidak akan tahan seharipun bila berjumpa dengannya.
terkadang Cinta memang aneh dan rumit. mereka melakukan apapun Atas Nama Cinta.
kedua tangan Keira menyentuh kedua pipi Elias. tatapan mata mereka bertemu. dia dapat melihat senyuman Keira begitu manis dan membuatnya tenang dan hangat.
"tidak apa-apa. Aku sangat mengerti dirimu, walaupun aku penasaran apa yang mereka nyanyikan".
"Ng... itu...hanya lagu anak-anak biasa. tidak perlu dipikirkan".
aku harus menyuap si kembar sepertinya agar mereka tidak mengatakan pada Keira tentang lagu yang mereka nyanyikan tadi.
mereka berdua kembali ke tempat piknik tadi dan merebahkan diri di atas rumput dibawah pohon menikmati keindahan alam dan hembusan angin yang berhembus memberi kesejukan kepada mereka.
"sandwich tadi, sausnya enak sekali. aku merasa itu bukan saus yang biasa dijual di toko.apakah benar?".
"tentu saja bukan dari toko yang biasa dibeli manusia.Aku membuatnya sendiri".
"benarkah? apa saja bahan-bahannya?". Tanya Keira sambil menatap Elias yang berada di sebelahnya.
"rahasia tapi akan kuberitahu suatu saat nanti".
"kalau begitu, aku akan menunggu".
mereka kembali menatap langit.mereka dapat melihat betapa cerahnya hari ini sambil menikmati embusan angin membelai wajah mereka.
"Apakah makanannya habis?".
"habis.Kami menghabiskannya waktu aku menunggumu..".
"sayang sekali,tapi aku menikmatinya"
"menikmati makanannya?".
Elias tersenyum dan menggelengkan kepalanya karena bukan itu jawabannya.
"bukan itu jawabannya".
"kalau begitu apa?".
"Eli...".
Keira terdiam.ia menoleh ke samping.ia melihat Elias memandanginya dengan senyuman yang membuatnya merasa hangat.
ia menatap Elias dan tersenyum.Kedua tangannya menggenggam kedua tangan Elias dan mencium punggung tangannya.
"aku juga bahagia bersamamu. aku menikmati kebersamaan kita dan aku ingin waktu berhenti agar kita terus tetap seperti ini".
1 jam telah berlalu, mereka sudah duduk di atas perahu di tengah danau di mana Eli sedang mengkayuh perahu mereka sedangkan Keira sedang asyik melihat beberapa ekor kura-kura yang diantaranya sedang berenang di sekitar mereka, ada yang sedang merangkak naik di batang pohon tua yang tenggelam di danau, bahkan ada yang berenang menuju tepi danau. sekali-kali keira mencelupkan tangannya ke dalam air sehingga dapat merasakan sejuk nya air danau.
sebuah senyuman Terukir di wajah alias melihat kebahagiaan di wajah gadis itu tetapi sebuah pemikiran muncul terbesit dibalik senyumannya itu.
"Keira". Keira menoleh ke arah saat Elias memanggilnya. dia dapat melihat ada keseriusan di wajah Elias dan melihatnya berhenti mengayuh perahu mereka sudah pasti ada pembicaraan yang serius yang jadi pertanyaannya adalah apa yang ingin dibicarakan nya?.
"Adakah ingin kau tanyakan padaku Elias?"
"Bagaimanakah pandanganmu tentang Tuan Madoc?".
"Madoc?dia merupakan guru yang terbaik di bangsa werewolf. dia mengajarkan banyak hal yang dia miliki, bahkan pengetahuan yang ku perlukan sebagai Alpha di wilayah ini".
"benarkah?".
"tentu saja. Apa kau tidak suka dengan guru Medoc?".
"Tentu saja aku menyukainya. aku mengenal dia sebagai guru yang baik karena aku juga belajar darinya".
"dia guru yang baik. bukan hanya aku saja.Dion, Tania, Silvana bahkan Cio belajar darinya".
"Aku tahu itu. hanya saja aku ingin tahu..--"
"tahu tentang apa?".
"Apakah kau bahagia menempuh pendidikan seperti ini ?".
pertanyaan Elias membuat Keira tercengang. Keira tahu madoc adalah Werewolf yang baik. dia mengajarkan segalanya pada dirinya juga pada saudaranya Dion Namun karena pertanyaan Elias membuat Keira bingung menjawab apa Karena sejujurnya ada bagian yang hilang namun dia tidak mau mengakui itu.
"Tentu saja aku bahagia .Memangnya ada apa?".
"Apakah kamu bahagia berteman dengan Tania Silvana dan Cio walaupun mereka bukan manusia?".
"Tentu saja aku bahagia. apa inti dari pembicaraan ini, Eli? pertanyaanmu ini membuatku tidak nyaman".
"Maafkan Aku aku. Aku hanya ingin tahu Apakah kamu pernah terbesit sekali saja menginginkan pendidikan secara formal di sekitar manusia biasa maksudku memiliki teman-teman manusia?".
"tidak". Jawab Keira secara mantap namun jawaban yang keluar dari mulutnya tidak membuat Elias puas.
"tidak? mengapa?''.
Keira menoleh ke arah lain.la tidak sanggup mengatakan alasannya bila menatap orang didepannya.
"aku tidak memiliki harapan itu Elias. pernah aku ingin memiliki teman saat aku kecil dulu dan menunggu waktuku tiba untuk sekolah namun aku telah mengubur keinginan itu setelah aku..... Terima kasih buat nya. karena dia aku tidak bisa merasakan hal itu".
"kau masih membencinya?".
Matanya melirik ke Elias.terdapat rasa marah di mata indigonya Namun rasa marah itu tidak tertuju pada Elias.
"bukan cuma ayahku, Aku juga benci ibuku dan saudaraku. mereka tidak pernah ada saat aku butuh mereka. mereka membuatku kesepian, kehidupanku yang kukenal saat masih manusia biasa Bukankah dikelilingi keluargaku melainkan dikelilingi pelayanan pengasuh! ".
"Keira ..."
"MEREKA TIDAK PERNAH ADA SAAT AKU BUTUH MEREKA! MEREKA MEMBUATKU KESEPIAN. KAU TIDAK PERNAH TAHU BAGAIMANA RASANYA DUDUK DIMEJA MAKAN YANG BESAR TAPI HANYA AKU SENDIRI YANG MENGISI TEMPAT DUDUK DIANTARA BANGKU KOSONG". Keira Berteriak, air mata berlinang di pelupuk matanya.Dia teringat bagaimana rasanya makan malam sendirian tanpa ada keluarga saat dia berusia Empat tahun.Bukan hanya sekali melainkan ia mulai merasakan sejak dia mulai bisa berbicara dan berjalan.
"jangan menangis... maafkan aku membuatmu menangis". ucap Elias merasa bersalah. dia pun menyeka air matanya dan juga merasa sedih mendengarnya. keluarga manusia Keira tidak memberikannya cinta dan kasih sayang sebelum akhirnya ia pergi dari mereka selamanya.Begitulah takdir kehidupan. Terkadang bisa beruntung mendapatkan cinta dan kasih sayang orang tua seperti Elias, tetapi bisa juga sebaliknya seperti Keira.
"bukan salahmu, Elias...Kau tidak perlu minta maaf. Kau hanya bertanya lagipula, aku mendapatkan pengganti mereka yang lebih baik. Aku punya ayah Lestat, Bunda Lyora, dan kakakku Leo. merekalah keluargaku yang sesungguhnya. Mereka mencintaiku dan aku mencintai mereka".
ucap Keira sambil menunjukkan senyumnya yang ceria dan Elias senang melihat senyuman itu.
"dan aku bahagia Dion juga hadir di hidupku sebagai sahabat dan saudara manusia ku".
"dan aku bahagia kau hadir di hidupku Keira. aku ikut bahagia orang disekitarmu menyayangimu dan mencintaimu aku ikut bahagia orang di sekitarmu menyayangimu dan mencintaimu sepenuh hati".
"aku juga bahagia kau hadir di hidupku Elias". Keira melompat dan memeluk Elias.Elias terkejut Dan Hampir saja membuat perahunya oleng.
"Keira, kau membuat perahunya hampir terbalik". Gerutu Elias tetapi Keira malah senang.apa lagi Elias memeluk Keira dengan Kuat.
"tidak apa-apa. kan ada Eliasku tersayang. yang selalu ada dan melindungiku". Kata Keira sambil membenamkan dirinya dalam pelukan Elias.
"dasar nakal😑. ngomong-ngomong Keira".
"aku pernah mendengar dari Leo bahwa Kau pernah menolak keinginan yang mulia Lestat dan Lyora untuk menyekolahkanmu di sekolah manusia. Mengapa kau menolak?".
Keira mengangkat wajahnya untuk melihat Elias dengan tatapan bete ke Elias.
"jadi ini inti pembicaraan mu yang berputar-putar sehingga membuatku menangis".
"untuk membuatmu menangis aku sungguh minta maaf. aku tidak ada maksud membuatmu menangis tetapi akupenasaran".
"kau ingin tahu Mengapa aku menolak?"
Elias mengangguk dan Keira melepaskan diri dari pelukan agar bisa menjawab pertanyaan Elias dengan menatap wajahnya langsung.
"aku ini Werewolf Eli, Aku bukan bagian dari mereka lagi bahkan kurasa sejak aku lahir sudah bukan bagian dari mereka. agak aneh bagiku berada di tengah mereka dan aku takut tidak dapat beradaptasi dengan mereka".
"tapi aku yakin kau pasti bisa melewatinya. Keira ku yang kukenal tidak mengenal takut Dan bagaimana menurut hati juga pikiranmu?".
"kau tahu hati dan pikiran tidaklah sependapat. pikiranku berkata bahwa aku lebih baik menjauh dari mereka Para manusia sedangkan hatiku berkata beda".
"dan kau mendengarkan pikiranmu?".
"yah. aku mendengarkan pikiranku. tetapi perasaan aku mendengarkan hatiku".
"kau benar... hati dan pikiran memang tidak sama. selalu berlawanan. tidak apa-apa jika kau mendengarkan pikiranmu tetapi Maukah suatu saat kau mendengarkan hatimu...?".
Keira terbangun dari tidurnya. air matanya mengalir. Bagaimana tidak? Ia bermimpi. ia bermimpi bahwa dia merasa kembali ke 5 tahun yang lalu dan dia melihat Elias Waktu itu. masih hidup dan dia sangat merindukan sosok laki-laki yang sangat dicintai itu.
Elias... ku tersayang... aku sangat rindu padamu...
Keira menangis dalam diam. takut dan tidak mau Dion melihatnya dan khawatir hingga kemudian ia teringat sesuatu. segera kita bangkit dari tempat tidur dan mengeluarkan kotak besar berwarna biru di bawah kasurnya. di dalam kotak itu terdapat surat surat cinta dari Elias untuknya install yang akan selalu dia simpan sampai kapanpun karena surat-surat ini merupakan kenangan dia bersama Elias Namun bukan surat-surat itu yang dia ambil melainkan sebuah botol kecil yang didalamnya terdapat sebuah surat.
Jangan dibuka sampai waktunya tiba...
Keira menatap surat yang di dalam botol itu dan merasa bahwa sudah waktunya Ia membuka dan membaca surat yang ditulis di surat itu. Ia yang melepaskan pita surat itu dan di dalam surat itu bertulis:
*K**eira ku tersayang...
jika kau membaca surat ini berarti aku yang memintamu membacanya atau mungkin aku sudah tidak ada lagi didunia ini...
Aku ingin berharap bahwa pilihan pertama yang mungkin terjadi namun jika pilihan kedua yang terjadi padaku maka aku ingin kata keinginan terakhirku...
mungkin saat ini usiamu sudah 15? atau 16? Aku berharap kau tidak terlambat membacanya... keinginan terakhir ku hanyalah satu melihatmu bersekolah di sekolah manusia... Kau pasti ingat percakapan kita di danau waktu itu... Aku mengatakan ini padamu karena aku pernah melihat beberapa siswi sekolah dari SMA berjalan-jalan bersama temannya. aku dapat melihat ekspresi bahagianya waktu itu mengingatkanku padamu dan aku merasa bahwa Siswi itu mungkin saja dirimu Keira...
Aku ingin kau dapat merasakan dirimu menjadi bagian dari sebuah sekolah sebagai seorang siswi walaupun hanya 2 tahun atau 1 tahun lebih. aku tahu hatimu berkata Kau tidak peduli bahwa itu sekolah manusia karena kau tidak takut dan tidak akan menjauh seperti pikiran yang kau ucapkan 5 tahun yang lalu...
hal yang ku inginkan adalah... Maukah kau... mendengarkan hatimu sendiri sekali saja...? itulah yang ku inginkan*...
Salam cinta dariku...
Elias Rhyes
"Elias... Aku akan mengabulkan keinginan terakhir mu...".