The Hot Blood Of Saga

The Hot Blood Of Saga
Chapter 126 : Nggg... oops?



"eng… ngomong-ngomong Keira kemana? dia tidak main biola yah hari ini?". Tanya Keitha.


"Keira? oh dia sedang bersama dengan Silvana dan Dion di perpustakaan".


"oh dan kau, kenapa tidak bersama dengan mereka?".


"yah… ceritanya panjang kak". Tania mulai menceritakan tentang apa yang terjadi kepada Keitha yang dimulai dari pelajaran menggambar yang tidak dia sangka akan membuatnya dipanggil oleh kepala sekolah dan Kedua orang tuanya dipanggil dan bla bla bla.


Keitha mendengarkan cerita Tania dengan pipi yang berubah menjadi merah saat Tania menjelaskan secara detail dengan gambar yang dia sebut… uhuk… burung 😁


wah… tidak disangka-sangka juga gadis ini😮


siapa yang akan menyangka bahwa gadis berdada dan bokong tipis ini memiliki Pikiran yang liar?.🤷🏻‍♂️


"nah, sudah dulu ya kak. Jika aku bertemu dengannya aku akan bilang bahwa kau mencarinya''.


''tentu. Sampai jumpa". Tania pergi meninggalkan Keitha sendiri di pakiran namun mata kanannya melirik kearahnya dengan pikiran yang hanya Tania yang tahu.


"wah wah wah siapa ini. Bukankah ini adalah gadis bodoh yang menggambar apa Rachel?".


huh, kenapa aku harus bertemu sekarang dengan trio menor ini?💢😧


Tania Menggerutuh dalam dirinya sendiri ketika ia berjumpa dengan Britney, Rachel dan Violet di lorong sekolah yang mengarah menuju ke kantin sekolah. dan untuk apa mereka menghampirinya? tentu saja untuk masalah. Tania yang malang, semenjak ketiga gadis itu tidak berani lagi untuk membully Keira karena Alex telah berpacaran dengan Keira, Tania yang polos menjadi sasaran mereka.


Tapi mereka lupa bahwa Tania tidak bisa diremehkan karena ia tipe membalas perbuatan orang lain yang jahat kepadanya atau jahat kepada orang-orang terdekatnya.


Setidaknya Tania tidak pernah lupa bahwa ketiga gadis itu tidak juga jera.


"Tentu saja menggambar yang itu lho Brit''.Ucap Rachel tersenyum mengejek Tania.


''oh yang dia kira itu gambar burung yah''.Tebak Britney yang sok pura-pura tidak tahu dengan suara yang keras agar beberapa siswa dan siswi yang berada disekitar mereka bisa mendengarnya dengan tujuan untuk membuat Tania merasa malu.


Wah, benar kata orang bahwa dinding memiliki telinga. Mereka pikir aku peduli apa?😑. Ucap Tania dalam batin sambil berekspresi biasa saja sehingga Britney merasa sebal dengan ekspresi wajah Tania yang biasa saja.


"hei, apakah kalian tahu bahwa siswi kelas 2 IPA-2 ini telah dipanggil oleh kepala sekolah bahkan sampai kedua orang tuanya datang karena dia dengan bodohnya menggambar se-".


SMAAAAACK


''AAAAAAHHH! LADY PRIVATKU!!"😭 Britney menjerit bahkan Rachel, Violet dan siswa siswi yang melihatnya terkejut bukan main saat Tania menendang bagian ************ Britney sehingga Britney menjerit dan terbaring memegang bagian selangkangannya dengan kedua tangannya karena rasa sakitnya yang seperti ibarat wafer yang patah menjadi dua atauTelur yang pecah .


dan Rachel juga Violet dan beberapa siswi sekitarnya merasa ngilu sambil menutupi area zona nyaman mereka dengan kedua tangan mereka sendiri karena mereka bisa merasakan apa yang dirasakan oleh Britney sebagai seorang gadis.


"makanya jangan suka membully orang dong. Lho harus ingat bahwa suatu tidak selamanya tukang bully itu berada diatas. Mereka pasti akan mendapat karmanya ". Ucap Tania memberi nasehat untuk Britney setelah menendang bagian ************ Britney.


"kalian berdua, apa ada lagi yang mau kalian katakan?". Tanya Tania sembari memicingkan matanya menatap tajam ke arah Rachel dan Violet yang dibalas dengan gelengan kepala mereka karena takut apa yang dialami oleh Britney akan dialami oleh mereka juga.


Semoga saja dia tidak akan menggangguku lagi dan semoga saja mereka sadar dari kesombongan mereka ini yah walaupun yang aku lakukan ini terbilang jahat sih. Kalau dipikir-pikir lagi, entah mengapa aku yang menjadi tukang bullynya bukan mereka.


Mungkin ini namanya tukang bully malah dibully. Hadeeeh. Pikir Tania


"bagus. Oh ya, nanti berikan dia es pada bagian itu untuk menghilangkan denyut sakitnya".


"ah…ba-ik baik"😬💦


Jawab Rachel dan Violet secara serempak sambil membawa Britney pergi dengan keadaan masih nyut-nyutan sehingga jalannya pun terkangkang-kangkang dan para murid yang menonton membubarkan diri.


hm, mumpung mama dan papa masih belum jauh, sebaiknya aku kabarkan mereka tentang apa yang aku lakukan tadi agar mereka bisa kemari. Toh aku pasti bakalan dipanggil oleh kepala sekolah lagi karena ini.


"ya ampun anak ini. Hadeh" 🤦🏻‍


"ada apa sayang?".


''Biasa, Tania. coba lihat pesan yang dikirimkannya ini''. Antonia menunjukkan pesan yang dikirimkan Tania kepada Hara yang tertulis:


^^^From: My Daughter^^^


Papa mama, Sepertinya kalian harus balik lagi kesekolah deh. Karena Tania habis berbuat ulah ketua trio menor dan dia pasti ngadu ke kepala sekolah deh. hihi. 😁 ✌️


Jadi pastinya papa akan bertemu dengan papanya, lagi deh. Semangat ✌️


''ck ck ck pasti si manusia itu berulah lagi deh. kau mau ikut kembali bersamaku ke sekolah atau mau kuantar dulu ke rumah?".


"ikut kamu saja deh. Mungkin saja kau butuh bantuan untuk berdebat nanti dengan orang tuanya si manusia itu".


"hihihi, baiklah sayangku".


Sementara itu…


''wah Tania. Kau ini benar-benar''.


''adududuh''. dengan sebalnya, Keira mencubit pipi Tania sehingga Tania merasa sakit dan mengapa Keira mencubitnya?


tentu saja karena gambar Tania itu dan perbuatannya kepada Britney.


Tapi yang paling membuat Keira sebal adalah gambar Tania yang membuat dia sampai harus ke perpustakaan karena mencari sesuatu yang berhubungan dengan burung.


Tania melepaskan tangan Keira dari pipinya itu dan Hanya tersenyum cengengesan saat melihat Keira yang sedang sebal.


''hehe. Maaf tapi memang benar'kan mengapa itu disebut dengan burung padahal gak bisa terbang. Ngomong-ngomong Dion dan Silvana kemana?''


''mereka diruang musik. Ayo kita su-".


"Keira". Panggil Alex menghampiri mereka berdua lalu Keira terkejut saat Alex memeluknya erat.


"hei Alex. Ini sekolah lho". Ucap Keira yang tidak mau dilihat pada murid-murid lain dan guru saat Alex memeluknya.


"sebentar saja. Aku merindukanmu".


Ucap Alex yang tetap memeluk Keira walaupun Keira tidak membalas pelukannya.


dasar Alex. Padahal setiap hari kita bertemu. Pasti modusnya saja.Pikir Keira namun Keira tidak menyadari bahwa pelukan Alex kali ini dikarenakan adanya ketakutan Alex jika suatu hari nanti ia akan pergi meninggalkannya karena ayahnya sehingga ia memeluk Keira erat seakan ia tidak mau melepaskannya.


''Ehem!''. Alex melepas pelukannya saat Tania berdehem kepada mereka karena ia merasa risih melihat pelukan pasangan itu yang bisa dimaklumi karena ia sendiri sedangkan Keira sudah ada yang punya.


"hei, aku masih disini lho. Kalau mau mesra-mesraan cari tempat sepi seperti gudang misalnya".


"memangnya kami ini mau melakukan apa?💢 dan kau Alex, jangan memelukku di tempat yang-".


"aku mau bicara denganmu. Ikut aku".


"he-hei". Keira terpaksa mengikuti Alex yang menarik tangannya dan meninggalkan Tania sendiri.


"aish… enaknya pacaran".😑