The Hot Blood Of Saga

The Hot Blood Of Saga
Chapter 10 : The Trinity



Malam Harinya ...


di ruangan perpustakaan rumah Keira,Keira sedang duduk di sana sambil mengetik sesuatu di laptopnya. Hari ini dia tidak keluar dulu untuk memantau. mendengar kata-kata dari 3 siswi yang mengetahui bahwa dia tidak tahu apa-apa tentang Trinity memutuskan untuk mengetahui tentang Trinity malam ini.


"aku menemukannya". Keira akhirnya menemukan data tentang Trinity dan diartikel tertulis data mereka.


Daniel Nash atau biasa dikenal dengan nama Danny.tujuh belas tahun . berwajah tampan dengan mata hitam obsidian dan rambut coklat seperti susu coklat. berasal dari keluarga Nash, keluarga kaya dan terkenal. anaknya Knox industri.


Knox industri? perusahaan senjata yang mempunyai sejarah 65 tahun itu!!??. Busur dan anak panahku berasal dari sana. Aku harus berhati-hati saat memesan anak panah nanti.


selain memiliki Knox, keluarga Nash memiliki 3 pulau, 5 pesawat jet, 35 klub-klub kelas tinggi.


Noah archer, 17 tahun berwajah tampan dengan mata Hazel dan rambut pirang. keluarga archer merupakan keluarga kaya pemilik gedung museum terkenal di Altair. seni kerajinan keramik juga pemilik resital archer juga 16 Resort kelas atas dan dan 50 salon terkenal khusus kelas atas.


resital Archer...ibu sering mengadakan resital disana sebagai violinist.apakah dia bermain biola sampai sekarang? Ahh...Masa bodoh bagiku.


Alexander Adrian. 17 tahun berwajah tampan dengan rambut hitam seperti warna gagak dan mata Sebiru es. dia adalah pewaris grup Fallen. perusahaan terkaya dan paling berpengaruh di dunia bisnis. mereka memiliki 130 perusahaan kelas atas di dunia Salah satunya berada di kota Levy yang menjadi pusatnya. mereka juga memiliki 60 hotel bintang 5, 50 Resort ternama bahkan pemilik sekolah Fallen dari playground sampai universitas.


Aku tidak menyangka mereka adalah Trinity. Yang benar saja!!.


"Trinity!!! Kalian kotoran!! dasar Alex Busuuuuukk!!".


Keira Berteriak meneriakkan mereka. dia meneriakkan mereka hingga dia tidak menyadari teriakannya itu membuat Dion terbangun dari tempat tidurnya.dan berlari keluar dari kamarnya menuju ke asal suara.


"ada apa???".


"Dion,kau membuatku kaget".


kata Keira melihat Dion berlari menghampirinya.Dan Dion merasa kesal.


"Seharusnya aku yang berkata seperti itu. teriakanmu membuatku terbangun".


"oh! maaf. maafkan Aku,ya".


"sudahlah.ada apa?".


"kau tidak akan menyangka dengan apa yang aku katakan. Aku berharap kalian bertiga segera bergabung denganku disekolah itu".


Ucap Keira dengan nada merengek seperti anak kecil.


"bersabarlah,kei.tidak lama lagi kita akan bersama".


"waktu terasa lama bagiku".


"itu karena kau menunggu.jika kau tidak memperhatikan waktu maka kau tidak akan sadar waktu begitu cepat".


benar dengan yang dikatakan oleh Dion, waktu akan terasa cepat bila kau tidak menunggu dan benar, tanpa terasa 2 hari telah berlalu.Dion bergabung dengan Keira, mereka satu kelas dan meja mereka saling bersebelahan.Keira menceritakan seluk-beluknya sekolah dan juga memperkenalkan Dion dengan Keitha walaupun dia masih curiga terhadapnya. Dion bergabung di klub musik untuk menemani Keira.


"selamat bergabung,Dion".laki-laki berambut coklat tua dan bermata coklat keemasan itu menyambutnya.


"terima kasih".


Keira juga menceritakan kepada Dion tentang para murid-murid di sini dan dia meminta Dian berhati-hati terhadap Trinity. dia takut Dion terkena masalah dengan Trinity saat dia tidak ada.


diCafetaria...


"tadaaaa!!. Inilah kantin".


"woaah!!".


Dion begitu takjub Saat memasuki kantin sekolah. Bagaimana tidak, interior yang dan dekorasinya tidak mirip seperti kantin sekolah pada umumnya melainkan lebih mirip sebuah restoran mewah. dia melihat yang membuat makan siang adalah enam koki terkenal dari restoran hotel bintang 5 dan makanan yang mereka buat begitu mewah. bahkan ada pelayannya juga,mereka tidak akan menemukan seperti ini di sekolah lain.


"Ayo kita duduk di sana,Dion".


Keira dan Dion pergi menuju ke sebuah meja yang dipilihkan oleh Keira dan duduk di sana.


"Apakah kau pernah mencoba makanan di sini, Keira".


"hmm.... tidak.aku tidak suka makanan dengan porsi sedikit dan mereka membuatnya dengan ukuran kecil dan sedikit.


perutku tidak akan kenyang ditambah lagi mereka memakai peralatan makan terbuat dari perak asli dan kau tahu perak kelemahan kami".


"aku tahu itu.makanya peralatan makan kita bahkan barang-barang dirumah tidak ada perak demi keselamatanmu".


mereka membuka kotak bekal mereka masing-masing. hari ini Dion membuatkan makan siang mereka berupa bola-bola nasi goreng dengan chicken katsu, makanan kesukaan Keira.


"asyik!! bola-bola nasi goreng chicken katsu. kesukaanku. karena inilah aku lebih suka makan siang dengan membawa bekal dibandingkan makanan buatan Chef di sini".


"tapi pasti buatan mereka lebih enak daripada buatanku".


"tidak. buatanmu lebih enak daripada buatan Chef lainnya karena kau membuatnya dengan cinta.itulah mengapa aku suka makanan buatanmu, saudaraku tersayang".


sebuah senyuman tulus terukir diwajah Dion atas pujian Keira. memang benar bahwa dia memasak makanan dengan penuh cinta.


Mereka pun makan,Keira makan dengan lahap hingga tiga Siswi yang Keira temui dua hari yang lalu datang menghampiri mereka sambil membawa makanan buatan Chef di tray mereka masing-masing dan segelas anggur di tangan mereka yang satunya masing-masing.


"oh ya ampun! menyedihkan sekali! lihat kedua saudara ini,makan siang dengan membawa bekal".


cih! memang apa salahnya makan siang dengan membawa bekal,bukan urusanmu, Britney!


Keira dan Dion memilih tidak menggubris mereka dan terus makan sedangkan Britney tidak berhenti mencoba mengganggu.


"anak baru! kenapa kalian makan makanan aneh seperti ini? tidak kelihatan ya ada makanan disana?".


"kelihatan".


Keira menjawab disela-sela makannya tanpa melihat wajahnya yang menyebalkan itu.


"lalu".


"500 Gold untuk makan siang dengan porsi Kecil? yang benar saja".Kata Keira.


"Jadi kalian bakalan terus makan pakai kotak makan yang tidak sedap itu?".


"ya, rencananya sih begitu".


Jawab Dion secara acuh tak acuh sambil menikmati makanannya.


"Eueww..!".


Britney mengeluarkan sebuah parfum dari saku jasnya. Ia pun mulai menyemprotkan parfumnya ke sekitar makanan mereka.


"Hei!apa yang kau lakukan!?".


Dion mencoba melindungi makanan mereka dari semprotan parfumnya Britney tapi gadis itu tak peduli hingga Keira Kehabisan sabar.


TAAAKKK!!!!


"Adduuuuhh!!".


BRUUUK!


Rachel dan Violet terkejut melihat Britney terjatuh dan makanan yang dipegang oleh Britney ikutan jatuh mengenainya.


Bagaimana Britney terjatuh? tentu saja Sepatu botsnya Keira menendang tepat di bagian Hak Heelsnya yang memiliki tinggi 5 centi sehingga Haknya lepas dan membuat Britney Kehilangan keseimbangan. Beberapa murid melihatnya dan menertawakan Britney.


"oops! sepertinya sepatu botku tanpa sengaja membuat hak sepatu kirimu patah,yah".


Kata Keira yang tersenyum puas melihatnya.


Rachel Dan Violet segera membantu Britney berdiri sedangkan Britney Menatapnya dengan marah.


"Kau!!".


"aku tidak menyangka hak sepatumu bisa gampang patah. Aku kira asli".


orang bilang yang menabur dia yang menuai..


kau yang mencari masalah kaulah yang mendapat ganjarannya.Hahaha..


"sebaiknya kau segera membersihkan dirimu. kau tidak ingin Trinity melihatmu seperti ini bukan?".


"yang dikatakan saudaranya ini benar,kau ingin Alex melihatmu seperti ini?". Kata Rachel.Jika saja Dion tidak mengatakan Trinity mungkin saja Britney dan Keira akan berakhir dengan perkelahian dan itu akan memancing gen serigalanya Keira bisa-bisa jati diri Keira sebagai Werewolf akan ketahuan dan manusia bakalan tahu bahwa ada werewolf hidup disekitar mereka.


"awas saja kau nanti anak baru!".


Ketiga Gadis itu akhirnya pergi meninggalkan mereka berdua makan.


"Aku tidak menyangka kau akan melakukan hal seperti itu".


"Masih mending aku yang melakukan. Bagaimana jika saat dia mengganggu Tania sudah dari sini?".


"mungkin lebih parah lagi".


Kedua saudara itu kembali melanjutkan makan siang mereka sambil memastikan kalau semprotan parfumnya Britney tidak mencemari makanan mereka lalu seseorang datang mendekati mereka.


"Halo Keira.Dion".


Keitha datang menghampiri mereka dengan tray makanan di kedua tangannya.


"Ha... halo".


"Halo, Keitha". mereka berdua menyapa Keitha dengan sopan walaupun Keira merasa tidak nyaman dengan Keitha menghampiri mereka. instingnya masih mencurigainya.


"bolehkah aku makan bersama kalian?". tanya keitha.Dion menatap Keira dan Keira mengangguk kepada Dion.


"silahkan".


"terimakasih".


di Twinsbell.....


Jam Menunjukkan pukul 8 malam. waktunya cafe untuk tutup. mereka mulai membersihkan Cafe itu sebelum pergi.Keira mengangkat piring piring kotor di atas meja dari para pelanggan di jam-jam terakhir, Tania sedang menyapu dan mengepel lantai sedangkan Silvana mengelap meja meja dan merapikan kursi sementara Dion mencuci piring-piring kotor yang diberikan oleh Keira dan membersihkan dapur. selagi menunggu Dion dan Tania menyelesaikan pekerjaannya, Keira dan Silvana mulai berbicara mengenai hari-hari Keira di sekolah bersama Dion.


"benarkah?. laki-laki itu ketua dari Klub musik?".


"benar.tapi aku merasa curiga terhadapnya".


"tapi kau bilang kepada kami bahwa dia orang baik".


''dia memang baik tapi Aku khawatir bahwa kebaikannya itu hanya pura-pura".


"mengapa kau masih mencurigai Keitha itu? padahal kami berdua senang kau memiliki teman lain disekolah karena takut kau akan menyendiri".


"oh Silva...aku memang penyendiri".


"apa?".


"orang-orang di sekolah itu sangat menyebalkan.mereka juga menganggap rendah diriku.Mungkin lebih baik Kalau aku menjauh dari mereka sampai lulus".


"apa yang terjadi pada Alpha kami? yang menjaga kami dari para vampir,yang terkadang menolong manusia dari kejamnya dunia?".


"alpha yang kamu maksud Sekarang terbatas gerakannya di sekolah.aku bisa berbuat apa?"


Bulan purnama...


Ketiga serigala berlari dengan serigala berbulu putih memimpin mereka. ketika Serigala itu berlari mengejar seorang vampir yang dengan berani memasuki wilayah mereka disertai dengan suara lolongan mengiringin mereka.Vampir itu dalam wujud Kelelawar terbang menghindari ketiga serigala itu.serigala itu memalingkan wajahnya ke serigala coklat yang berada di sisinya.seakan berbicara secara telepati,serigala coklat itu pergi ke sisi kiri meninggalkan serigala putih dan abu-abu itu sedangkan kelelawar itu menghilang.


kelelawar itu terbang dan akhirnya mendarat disebuah cabang pohon dan berubah.Ia lompat dari pohon dan mengira dirinya lolos dari ketiga serigala itu.


"dasar para Werewolf bodoh. Kalian tidak bisa menangkapku".


Dengan senyum kemenangan, vampire itu melesat dan hampir keluar dari perbatasan namun tiba-tiba...


"Aaaargh!!!!!".


vampir itu jatuh ketanah saat serigala coklat menerkamnya. Ia berusaha melepaskan tangan kanannya yang diterkam Tania,sang serigala coklat.tak lama kemudian, serigala abu-abu yaitu Silvana datang dari arah berlawanan langsung menerkam tangan vampire lainnya.


"lepaskan aku serigala sialan!!!".


"wah wah wah! kerja bagus, teman-teman!".


vampir itu mengarahkan tatapannya kedepan. dia melihat keira menghampirinya dengan senyuman puas di wajah gadis itu melihat mangsa telah tertangkap.


"dasar werewolf sialan!!! bagaimana kalian bisa tahu!!?".


"kau pikir kami bodoh.Utara adalah wilayahku jadi aku tahu tujuanmu pasti ingin keluar dari wilayah ini.Karena itu aku mengirim panglimaku ke arah yang berlawanan".


"jika kau bunuh aku,maka kau akan menyesal karena membunuh bawahan dari Clan Uhtred".


vampire itu mengancam Keira dengan harapan kira melepaskan dia pergi Tetapi dia lupa bahwa yang dia ancam itu bukan sembarangan werewolves melainkan sang Alpha, pemimpin wilayah utara. Keira tertawa mendengarnya.


"aku tertawa karena ini lucu seorang bawahan vampir mengancam seorang pemimpin Werewolf Utara".


seketika bola mata kira berubah menjadi kuning menyala, urat-urat nadinya baik di leher maupun di tangannya terlihat jelas. dia mulai bertransformasi menjadi serigala.


"mari kita mulai hukumannya".


kira telah berubah menjadi serigala berbulu putih. dia langsung menerkam Vampir itu. malam itu,tidak satupun suara yang terdengar selain teriakan vampir itu saat ketika Serigala itu merobek-robek robek tubuhnya sebagai bentuk hukum alam.


Pagi harinya di SMA Fallen...


"ini".


"Terima kasih Dion".


Keira menerimaCappucino dingin yang dibalikkan oleh Dion untuknya dan meminumnya untuk menghilangkan rasa kantuknya lalu mereka berjalan menuruni tangga menuju koridor sekolah.


"Benarkah Tania dan Silvana kemari ditunda 2 hari lagi?".


"benar. karena penyusup yang semalam kami bunuh adalah bawahan dari Clan Uhtred, penjagaan bakalan di perketat".


"mengapa bawahan Clan Uhtred berani memasuki wilayah yang sudah jelas dilarang?".


"aku rasa...".


"Kyaaa!!! Trinity!!!"


sekali lagi kerumunan para siswa-siswi berlari menuju ke mereka.saat seseorang meneriakkan nama Trinity maka,massa akan muncul dan berjajar di kedua Sisi pintu masuk seakan mereka adalah penggemar yang menunggu idolanya datang atau masuk.


"murid-murid sekolah ini tidak waras.memangnya mereka idola".


Bisik Keira memperhatikan dari jauh.


"sebenarnya iya.kau tahu'kan siapa Alex dan kedua sahabatnya itu".


"cih!".


yang mereka bicarakan telah tiba. ketiga laki-laki itu masuk disambut teriakan bahagia dari beberapa kerumunan murid SMA Fallen. cahaya matahari memancarkan silau ketiga orang itu Alex, tentu saja begitu tampan dengan long Coat hitam dengan bulu hewan mengelilingi kerah Coatnya.


mereka berjalan hingga dihadapan mereka terdapat seorang Siswi kelas 1 berambut ikal dengan Bandana merah.


"Ka Alex, mohon terimalah coklat buatanku ini".


ucap Gadis itu tersenyum malu-malu sambil menunjukkan sebuah coklat yang dibuat menyerupai kue.


lelaki itu terdiam, semua menunggu apa yang akan terjadi begitu juga dengan Keira dan Dion hingga secara mengejutkan, Alex menerima buatan gadis itu. sang pembuat merasa senang Alex menerima coklat buatannya hingga harapannya tinggi untuk mendapatkan hatinya tetapi ternyata tak disangka Alex dengan sengaja menjatuhkan coklat buatannya itu ke lantai. seperti harapan Gadis itu yang naik setinggi langit tiba-tiba jatuh Kandas turun ke bawah. para penonton terkejut. Britney, Rachel dan Violet menertawakan adik kelas mereka itu. ketiga laki-laki itu pergi hingga Keira dan Dion berada di hadapan mereka.


"minggirlah, kalian menghalangi jalanku".


kata Alex dengan nada yang dingin. Keira diam tetapi dalam hatinya dia ingin mengumpat dan memaki ketua Trinity ini tetapi beruntung Dion segera menariknya sebelum terjadi masalah dan Trinity pun pergi naik ke atas.


"Apa yang kaulakukan,Dion?".


"mencegahmu. aku tahu apa yang ingin kau lakukan terhadapnya tetapi ingatlah. kau bisa dalam masalah".


Dion berusaha mengingatkan Keira untuk berhati-hati agar tidak terjadi masalah antara Alex dengannya dan keira harus mengakui bahwa apa yang dikatakan Dion memanglah benar walaupun hatinya berteriak ingin memarahin Alex.


"ya yah.aku paham".


perasaan marah...


merasa kesal...


dan rasa frustasinya dia limpahkan dalam alunan musik biolanya. betapa hatinya ingin berteriak seakan mengatakan kepada ketua Trinity itu betapa kejamnya dia melakukan hal itu kepada siswi itu.


Apakah begitu caramu memperlakukan orang-orang yang berada di sekitarmu karena kau lebih kaya dari mereka!? Tidakkah Kau keterlaluan terhadap siswi yang dengan segenap hatinya membuat cokelat khusus untukmu! kalau kau tidak menyukainya seharusnya kau menolak secara halus tanpa menyakiti perasaannya. Tidakkah Kau terpikir olehmu Bagaimana jika dia akhirnya melompat dari atap!!?.


akhirnya Keira berhenti memainkan biolanya. kedua orang yaitu keitha dan Dion memberikan tepuk tangan yang meriah untuk performanya.


"terima kasih".


"alunan biolamu begitu merdu. aku bisa merasakan rasa kekesalan dan kemarahan dalam permainan biolamu. apakah ada masalah yang kau hadapi?".


"Ng... tidak... tidak ada Kak Keitha.Mungkin karena stress dalam belajar yang kuhadapi ini".


"baiklah tapi...".


dengan lembut, Keitha mengelus kepala Keira. Gadis itu terkejut Mengapa terasa nyaman baginya.


"jika ada masalah maukah kau memberitahuku? aku bisa menjadi teman curhatmu dan membantumu karena sejak kita bertemu aku sudah menganggapmu sebagai adik".


Keira... dia begitu baik dan kau berasa nyaman saat dia mengelus kepalamu , Apakah kau akan tetap mencurigainya...?


"ada apa? kau memikirkan sesuatu?".


"Aku sedang tidak memikirkan apa-apa. ngomong-ngomong terima kasih kak Keitha".


"baiklah. kalau begitu aku pergi dulu. aku harus masuk ke kelas sekarang".


kata Keitha sebelum dia pergi.


"tunggu!!".


Keira menghentikannya pergi. laki-laki itu membalikkan badannya dan melihat Keira menghampirinya.


"sebelumnya kata Kakak ada tiga orang anggota lain selain aku dan Dion tetapi aku tidak pernah melihat mereka sejak aku bergabung dengan Klub ini".


"kau ingin tahu ya?".


"yah. karena Aku ingin mengenal mereka".


"begini Keira. sebenarnya aku ingin mengenalkanmu pada mereka tetapi aku takut mereka akan mempengaruhi dirimu".


"mempengaruhiku bagaimana?".


"seperti dirimu mereka punya bakat, juga punya potensi seperti dirimu tetapi tidak seperti dirimu, mereka menyia-nyiakan bakat mereka. mereka terlalu sibuk dengan dunia mereka sendiri, tidak menurut padahal orang tua mereka pada mereka untuk meneruskan bakat mereka secara temurun di masa depan".


"kalau begitu, Kenapa kau tidak mengeluarkan mereka saja dari klub?".


tanya Keira sedangkan Keitha menghela nafas.


"Aku ingin tetapi jika mereka bertiga Aku keluarkan maka jumlah anggota klub ini akan menjadi 2 orang yaitu kau dan saudaramu maka klub ini pun akan disband".


"Jangan khawatir... tiga hari lagi kedua sahabatku akan bersekolah di sini. mereka juga bisa memainkan alat musik. mereka pasti tidak akan keberatan bergabung denganmu".


untuk pertama kalinya sejak mereka bertemu, Keira tersenyum kepada Keitha dan keitha membalas senyuman itu dengan senyuman.


"aku keluar dulu ya".


Keitha pun pergi keluar tetapi sebelum membuka pintu, tatapan matanya melirik kepada Keira yang sedang berbicara dengan Dion.


Aku senang perlahan kau mulai percaya padaku. tunggulah misiku selesai maka aku akan memberitahumu siapa aku sebenarnya.


"!!".


"ada apa,Keira?".


tanya Dion melihat keira celingak-celinguk kesana-kesini.


"aku... tidak apa-apa".


sebaiknya aku tidak memberitahu dia bahwa aku merasakan Aura yang aneh tetapi indra penciuman ku tidak merasakannya. sebaiknya aku tanya pada guru Madoc nanti Setelah dia selesai mengajar ketiga brandal Trinity itu.


"setelah Kau bermain biola tadi Apakah kau merasa lega sekarang?".


"kurasa begitu".


"bagus,ayo kita ke tempat kolam renang.aku ingin melihatnya".


kata Dion sambil berlari karena penasaran.


"tunggu,Dion."


kata Keira sambil mau minum cappuccinonya tetapi dia urungkan saat melihat Dion terjatuh namun yang menjadi masalah adalah minuman coffe Dion melayang dan tepat mengenai long coat yang dipakai oleh Alex Trinity berjalan dihadapan mereka.


"Dion!!".


Keira panik dan berlari menghampiri Dion. sementara Dion melihat kesalahan yang tidak sengaja dia lakukan. segera dia berdiri dan meminta maaf kepada Alex dengan harapan Alex mau mengampuninya.


"Maafkan aku senior. aku tidak sengaja".Ucap Dion tepat Keira berada di sampingnya.


"kamu pikir meminta maaf itu gampang".Kata Alex dengan dinginnya.


"kalau begitu aku akan menggantinya dengan yang sama sekarang".


"Berapa banyak uang yang kau punya? apakau merasa lebih kaya dariku".


"apa?".


"walaupun uangmu banyak tidak berarti kau bisa mendapatkan baju sama yang kau pakai sekarang.Long Coat ini buatan khusus densainer ternama Christie.dia membuat pesanan secara khusus".


"kalau begitu,apa yang harus aku lakukan agar senior memaafkanku?". Tanya Dion dengan rasa takut jika Alex memintanya melakukan hal yang membuat Keira marah.


Dion saudaraku, jangan merendahkan dirimu dihadapan manusia brengsek ini.


"berlutut dan menggonggong seperti anjing".


"apa?".


"bukankah kau ingin dimaafkan olehku? berlutut dan menggonggonglah seperti anjing".


"Hei! kau sudah kelewatan batas! saudaraku sudah minta maaf!dia tidak sengaja!!".


"Keira!".Dion terkejut saat Keira membentak Alex.


Keira sudah tidak tahan lagi, dia diam saat siswa itu dipermalukan Alex karena memakai baju yang sama dengannya. dia juga tetap diam saat Alex tidak menghargai kue buatan seorang siswi untuknya. dia cukup diam dan bersabar tetapi saat saudaranya dihukum secara kelewatan oleh Alex Jujur Saja, Keira tidak tahan lagi. dia tidak peduli lagi walaupun Dion mencegahnya. Keira berjalan menghampirinya dan menatapnya.


"kau pikir Dia mau sengaja jatuh? minta maaf sudah cukup, tidakkah kau sudah sangat keterlaluan?".


"siapa tukang ikut campur ini? anak kelas 2, kenapa kau sangat tak sopan sekali?".


tanya Alex yang baru sekali ini Bertemu Dengannya saat di koridor. Danny menghampirinya dan membisikkan sesuatu di telinga Alex.


"oh, Jadi kau gadis yang terkenal itu? diberitahu orang-orang menceritakan aksi heroikmu. menyebalkan sekali!".


"untung sekali aku bisa membuatmu kecewa'.


"Apakah sudah menjadi konsep mau untuk tidak berpikir tentang statusmu dan sok ikut campur? Kenapa kamu ikut campur urusan orang lain?".


"orang lain yang kau maksud adalah saudaraku. "kurasa di kamusmu tidak ada kata saudara atau persaudaraan"?".


"saudara?".


Alex menghela nafas. untuk pertama kalinya dia merasa tersinggung dan kesal pada seseorang hingga dia memikirkan sesuatu untuk menghukumnya.


"Ayo kita lihat seberapa hebat Persaudaraan yang kau katakan ini. Mengapa kau tidak menggantikannya untuk berlutut dan menggonggong seperti anjing?".


"apa?".


"akan kulupakan ini semua jika kau menggantikannya sebagai gantinya".


Keira terdiam. Dion tidak tega saudaranya diperlakukan seperti itu demi dirinya. Gion ingin maju dan meminta maaf Tapi Keira menghentikannya.


"Jangan khawatir".


Keira tersenyum kepada Dion lalu berbalik menatap Alex dengan marah. tiba-tiba secara mengejutkan Keira mendorong Alex hingga terjatuh. Danny dan Noah terkejut begitu juga Dion dan lebih mengejutkan lagi dia menuangkan Cappucino dinginnya tepat diwajah Alex.


"hei! kau sudah tidak waras ya!?".


Alex merasa marah. untuk pertama kalinya ada seseorang memperlakukannya dengan buruk seperti yang dialaminya sekarang ini.


"ya! aku sudah tidak waras. Apakah dia punya uang lebih banyak darimu katamu? Memangnya kau sendiri yang menghasilkan uang itu? kau bertanya ini konsepku untuk menjadi tukang ikut campur? konsep ku adalah tidak menuruti orang kurang ajar yang hebat karena mempunyai keluarga yang lebih kaya. kenapa?!".


Keira mengeluarkan sesuatu dari saku jasnya. siapa sangka Keira bakalan membawa buku cek untuk berjaga-jaga. Keira menuliskan jumlah nominal di satulembar cek itu Lalu merobek dan melemparkannya langsung ke Alex.


"mungkin 3juta Gold cukup untuk membayar long coat milikmu di laundry untuk menghilangkan noda nya, jika merasa kurang kirimkan tagihannya kepadaku".


Kata Keira sambil melemparkan sebuah kartu tentang twinsball kepada Alex. kedua orang itu pun pergi meninggalkan mereka bertiga terutama Alex yang sangat marah merasa dipermalukan dan terhina. jika ada yang melihatnya maka tidak ada yang mempercayai Keira mempermalukan seorang pewaris Fallen Group. seketika ia merobek-robek cek yang diberikan Keira tadi dengan kesal.


aku tidak butuh uang darimu. yang ku butuhkan adalah membalasmu