The Hot Blood Of Saga

The Hot Blood Of Saga
Chapter 23 : Sun,Moon and Sirius



apakah aku mulai menyukai...Alex...?


Keira begitu bingung.Pertanyaan yang dia pertanyakan berputar-putar dalam kepalanya.Membuat dia sulit tidur di kamar.


Wajahnya, senyumnya, ucapannya saat mengatakan aku cantik.... entah mengapa rasanya membuat hatiku berbunga-bunga?aku tidak tahu apakah aku benar-benar memiliki perasaan yang sama? jika iya, Bagaimana dengan Elias...?


tidakkah dia merasa sedih disana bahwa kemungkinan jika aku memiliki perasaan yang sama dengan Alex maka, aku akan melupakannya...?


lalu, bagaimana dengan balas dendamku untuknya...?


saat dirinya berbaring di sofa, pandangannya menatap langit-langit kamar dan memikirkan hal yang dialaminya malam ini setelah pesta.


(flashback...)


setelah berdansa mereka berdua Melihat pemandangan di sisi kapal. Saat malam,lautan begitu tenang.Bintang-bintang menghiasi langit malam menemani sang bulan.Angin malam berhembus membuat yang merasakannya merasakan kulit mereka dingin yang menusuk.Alex tahu malam ini diluar pasti dingin, segera dia membuka jas blazer hitam single breastednya  yang dibuat dari bahan wool itu dan memakaikannya kepada Keira.


"eh?". Keira terkejut saat Alex mempakaikannya jaket yang dipakai Alex kepadanya.


"malam ini lagi dingin.kau bisa terkena flu nanti".


"lalu kau bagaimana,Alex?".


"aku tidak apa-apa".


bohong. aku tahu bahwa kau pasti akan kedinginan tetapi kau malah memberikan jasmu kepadaku...


"malam ini sungguh indah,ya".ucap Alex saat dia Melihat bulan dan bintang.


"benar.sangat indah". Keira melepaskan jas yang dipakaikan Alex kepadanya dan memakaikannya kembali ke Alex.


"kau lebih butuh daripada aku.aku tahan dingin,kok".


Kata Keira karena dia adalah seorang Werewolf jadi di tidak khawatir jika suhu dingin menderanya.


Alex kembali melepaskan jasnya dan seketika lengannya melingkar di pinggang Keira sedangkan lengannya yang lain memakaika jas tersebut ke mereka berdua.


"hei!".


"kita sama-sama butuh.tidak masalah kalau kita berbagi".


Pandangan Alex kembali ke depan.Keira memandang wajah Alex dari samping.


Alex dan Elias terkadang memiliki persamaan tetapi juga memiliki perbedaan... Elias diibaratkan seperti hangatnya matahari sedangkan Alex diibaratkan seperti dinginnya bulan...


"Keira".


"hm?".


"saat tunanganmu masih hidup,dia itu orang yang bagaimana?".


"eh? mengapa kau ingin tahu?".


Alex menoleh ke samping dan menatap Keira sambil tersenyum.Keira yang melihatnya membuat jantungnya menjadi berdebar-debar.


"aku ingin tahu karena persamaan kami yaitu sama-sama mencintai gadis yang sama dan aku ingin menjadi lebih baik darinya dalam mencintaimu".


"hei,aku kan tidak pernah mengatakan padamu bahwa aku memiliki perasaan yang sama dengamu".


"kau memang belum mengatakannya tetapi aku yakin suatu saat aku akan mendengarnya darimu.Karena itu, katakanlah Apa yang kau ketahui tentang dirinya".


"baiklah tapi aku ingin bertanya padamu, mengapa kau mencintaiku...?"


"entahlah.aku tidak tahu mengapa tetapi cinta itu ada dua jenis yaitu cinta dengan alasan dan cinta tanpa alasan dan aku mencintaimu tanpa alasan".


cinta tanpa alasan,ya.... Elias dan aku juga mencintai tanpa alasan... aku tidak menyangka bahwa dia juga mencintaiku tanpa alasan tapi apakah cinta tanpa alasannya akan bertahan jika dia tahu siapa aku sebenarnya...


"Elias itu baik,dia diibaratkan seperti hangatnya matahari,lalu..".


"matahari ya... baginya,kamu seperti apa?".


"hm,aku yah...dia mengatakan kepadaku bahwa aku seperti Sirius".


"sirius?".


"Sirius.bintang paling terang yang dapat dilihat pada malam hari.karena baginya,aku seperti cahaya yang selalu bersinar dihatinya yang sebelumnya terisi kegelapan didalamnya".


"bintang,ya... jika dia matahari maka aku adalah bulan".


"bulan?".


"bulan memang tidak sehangat matahari dan selalu nomor dua dalam menerangi dunia. tetapi bulan selalu setia menemani bintang walaupun awan-awan menutupi keberadaan bulan dan bintang, mereka tetap bersama bahkan selalu disisi bintang dan selalu bersama menghilang saat malam berganti pagi dan terbitnya matahari.Jika bintang tidak muncul maka bulan tidak akan muncul".


Keira tertegun mendengar ucapan Alex.Dia tidak menyangka bahwa Alex mengucapkan kata-kata yang melankolis seperti tadi.di Malam dengan bulan dan banyaknya bintang yang menerangi, mereka saling bertatapan.


"Ng...ini sudah larut,aku mengantuk.sebaiknya aku kembali ke kamar.kurasa mereka sedang mencari kita".


Kata Keira sambil melepaskan lengan Alex dari pinggangnya.


"hm, baiklah tapi aku disini dulu sebentar lagi".


"oh... baiklah kalau begitu.Selamat malam Alex"


"selamat malam Keira".Alex menatap Keira yang memunggunginya dan pergi.Setelah Keira tidak nampak lagi,dia kembali menatap bintang di langit.Diantara bintang-bintang,Alex Melihat bintang yang paling bersinar diantara bintang-bintang lainnya.


"aku rasa itu bintang Sirius".


(Flashback end...)


Apa yang harus aku lakukan sekarang...? Aku benar-benar bingung terhadapnya sekarang... Sekarang aku tidak tahu dengan perasaan ini dan aku tidak tega dengan Alex mengingat akhir-akhir ini dia menjadi lumayan baik walaupun masih menyebalkan...Apa yang harus aku lakukan...? Apa??


Keira berpikir dan terus berpikir hingga tidak terasa matahari telah terbit di timur dan menyadari bahwa dirinya bergadang semalaman.


"ugh! sudah pagi.memikirkan Alex membuatku tidak bisa tidur".


Keira mengeluarkan pakaian santainya dalam lemari berupa kaos putih polos lengan pendek dengan jaket biru muda lembut beserta jeans denim biru laut dan pakaian dalamnya.ia meletakkan pakaiannya yang bersih itu di atas tempat tidur lalu mengambil jubah mandi putih yang digantung dan membawanya ke kamar mandi.


didalam kamar mandi, sambil berendam di bathtub, Keira memikirkan kembali malam itu.


Elias dan Alex... Elias berhati hangat sedangkan Alex berhati dingin.


Elias tidak pernah menindas orang sedangkan Alex melakukan sebaliknya.


Elias adalah werewolf sedangkan Alex adalah manusia...


Kedua laki-laki itu memang berbeda tetapi mereka berdua sama-sama memiliki kesamaan salah satunya mencintai gadis yang sama namun perasaan mereka membuatku dilema.


Elias sudah tiada tetapi sampai akhir dia tetap mencintaiku dan aku menderita Kehilangannya...


Alex,Aku tidak mengenal dirinya bahkan pertemuan kami pertama kali tidak berakhir dengan baik tetapi dia memiliki perasaan terhadapku. Sentuhannya, suaranya bahkan aroma tubuhnya, entah bagaimana aku merindukan semua itu.Aku tidak pernah tahu apa perasaan yang kumiliki Sekarang ini.


Apa yang harus aku lakukan...? Jika aku memberi Alex sebuah kesempatan, bagaimana perasaan orang tua Elias juga Tania dan Cio jika aku mulai melupakan Elias? selain itu,bukankah aku akan membuat hidup Alex dalam bahaya jika Vampir mengetahuinya?.


Jika keluarga Oerloom mengetahuinya, bukankah aku akan membuat nyawa Alex terancam?


Elias, Apa yang harus aku lakukan sekarang..?


Di Restoran dek 10...


"Aku pesan belas burger keju,lima porsi iga bakar dan lima porsi pie daging.oh, minumannya milkshake vanila satu". Kata Keira sambil menyerahkan kembali buku menu kepada seorang yang pelayan yang mencatat pesanan mereka. pelayan itu mencatat pesanannya walaupun dia cukup terkejut seorang gadis memesan makanan untuk sarapan pagi dalam jumlah besar untuk gadis itu sendiri bahkan menu yang dia pesan lebih cocok untuk makan siang dan mengandung banyak kolesterol untuk gadis yang memiliki tubuh ramping dan sempurna itu.


Setelah pelayan itu pergi setelah mencatat pesanan mereka, Keira menyadari bahwa Dion,Cio, Tania dan Silvana menatapnya terperangah.


"apa?".


"Kei,kau memesan dalam porsi banyak untuk makanan yang lebih cocok untuk makan siang daripada sarapan hari ini.tidak apa-apa?".😓


"ayolah Dion.tidak salah kan memesan porsi banyak.Aku sangat lapar dan menu sarapan pagi rasanya kurang bagiku. lagipula aku'kan tidak apa-apa jika makan sebanyak itu karena kau tahu aku siapa".


"Keira benar, lagipula porsi sebanyak itu dibandingkan dengan seekor rusa hasil buruan rasanya kurang puas".


"betul,Cio.Silvana,kau tidak memesan porsi pancakenya lebih banyak?".Tanya Keira ketika sewaktu memesan makanan, Silvana hanya memesan satu porsi.Silvana menghela nafas mendengarnya.


"Aku ingin memesannya lebih banyak lagi tetapi, kalian tahu kalau aku seorang model. Aku hanya bisa makan banyak ditempat tertutup dan privasi sedangkan disini tempat terbuka".


"tapi, bukankah cuma kita yang ada disini?".


"oh Tania. disini tadi ada beberapa pelayan yang mengenaliku.kau tidak lihat sebelum memesan, Pelayan itu minta tanda tanganku. jika Dia melihatku makan banyak di sini dan juga memotret dan mempostingnya di social media,bukankah akan jadi pertanyaan seorang model bertubuh ramping makan banyak tetapi tidak ada perubahan dalam tubuhnya?".


"maka mereka pasti akan mempertanyakannya.Mereka mengira kau memuntahkannya padahal tidak".


"begitulah,Dion.huh! jadi model di dunia manusia ribet,ya.apalagi model dalam air.aku tidak bisa melakukan apa yang aku inginkan seperti makan banyak".


"oh Silvana, Bersabarlah. saat kita tiba di pulau lamiya, kau bebas makan apapun sebanyak mungkin".


"kau benar,Keira.Tetapi, Bagaimana dengan Trinity?".


"oh!kau benar Cio"


Mereka berlima menunggu makanan mereka tiba dan sebenarnya, tanpa keempat orang itu ketahui ada sebuah rencana dibalik banyaknya porsi yang dipesan Keira.Entah rencana apa yang akan dilakukan Keira yang jelas dia menunggu.


lima belas menit kemudian, makanan-makanan yang mereka pesan sudah tiba.Tepat saat itu,Keira melihat Trinity memasuki restoran tempat mereka berada.


Alex sudah datang.sudah saatnya menjalankan rencanaku. Aku tahu pria tidak suka dengan wanita yang makan banyak dengan rakusnya dan aneh di depan mereka.


Segera Keira memakan burger keju itu dengan lahap satu persatu seperti orang yang tidak makan selama seminggu.


"lihat gadismu,Alex".Tunjuk Danny.Alex Melihat Keira sedang makan dengan lahapnya.Ia tidak menyangka bahwa Keira makan sebanyak itu.


"wah, Aku baru kali ini melihat Keira makan seperti itu".


Alex terdiam melihatnya.Keira yang melanjutkan makan iga bakarnya dengan kedua tangannya melirik mereka sekilas mereka memperhatikan dan diam-diam dirinya tersenyum.


Nah Alex,kau adalah laki-laki berkelas.Apakah kau akan tetap menyukai seorang gadis yang makan rakus dan memiliki gaya makan yang aneh?.


"halo, bolehkah kami bergabung?".tanya Danny.


"Tentu saja".Cio menyilahkan mereka duduk bergabung bersama mereka.


Mereka bertiga duduk bersama.Alex duduk berseberangan dengan Dion dan dekat dengan Keira.Keira pura-pura acuh tak acuh dengan Alex sambil makan sementara Alex sedang memperhatikannya.


"hei,apakah temanmu suka makan seperti itu?"Danny berbisik kepada Tania Yang berada di sebelahnya.


"tidak juga.dia hanya merasa lapar saja".Bisik Tania yang bersikap biasa-biasa saja karena dia juga sama saja.


tidak ada yang tahu bahwa Keira melakukannya agar Alex merasa ilfil terhadapnya.Keira melakukannya walaupun harus merusak Citranya sebagai seorang putri yang anggun.


"Alex,kau mau memesan apa?".Tanya Noah sambil melihat menu.


"aku pesan yang sama dengan yang dimakan Keira".


"huh!?". mereka cukup terkejut mendengarnya. Apalagi Keira.Ia tidak menyangka bahwa Alex memesan menu yang dia pesan.


"hei,Alex.Aku memesannya Sangat banyak.kau yakin bisa menghabiskannya?".tanya Keira dengan mulut yang sangat berlepotan.


"melihat dirimu makan selahap itu membuatku sangat beselera dan ingin makan banyak.Aku yakin bisa menghabiskanya".Jawab Alex yang tersenyum menyeringai terhadapnya.


A...apa?


Mulut Keira sangat berlepotan.Dion mengambil sebuah tissue dan akan mengelapnya tetapi Alex sudah lebih dulu mengelapnya dengan sapu tangannya.


"kau sangat manis saat makan selahap itu".


Huh! dia tidak ilfil Melihatku makan seperti ini!? aku tidak menyangka bahwa Alex sangat menyukainya!.


"aku mau cuci tangan". Keira bangkit beranjak menuju ke sebuah toilet.Saat di toilet, Keira mencuci tangannya dan memejamkan matanya,lalu menggunakan Hexagon sehingga bagian dirinya keluar dari dalam dirinya.Saat membuka mata,Keira yang lain sudah ada di depannya.


"aku tidak percaya ini,dia tetap menyukaiku walaupun aku makan seperti itu tadi.Apakah itu sebuah kebenaran atau kebohongan?".


"kebenaran".


"bagaimana bisa kau mengatakan bahwa yang dikatakannya merupakan kebenaran?".


"hati yang telah mengatakannya.Alex itu, jangankan mengatakan hal ini terhadapmu, saat dia mengatakan bahwa dia jatuh cinta padamu, sudah tentu kebenarannya.tidak ada kebohongan dari kata-katanya maupun tindakannya".


"kalian ini merupakan bagian diriku tetapi mengapa kalian mendukungnya?".


"kami tidak mendukungnya.Kami mendukung Hati dan hati mendukung manusia itu. dengarkanlah kata hatimu, bukankah Elias dulu pernah mengatakan dengarkanlah Hatimu?".


"jangan membawa-bawa Elias dalam hal ini.apakah kalian satu suara terhadapnya?".


"yup.mungkin inilah takdir".


"takdir,huh. Takdir memisahkan aku dengan Eliasku tersayang untuk selamanya dan sekarang takdir juga yang mempertemukan aku dengan Alex.Aku tidak mempercayai takdir!".


"kau memang tidak mempercayai takdir tetapi inilah kenyataannya.Akuilah kau juga punya perasaan terhadap Alex".


"aku tidak punya perasaan apapun terhadap Alex!!". Dengan marah, tanpa sadar Keira meninju cermin toilet itu hingga pecah.


"mungkin kau bisa mengatakannya bahwa kau tidak punya perasaan terhadapnya tetapi suatu saat kau akan menyadarinya".Ucap bagian dirinya dan kemudian dia menghilang dan kembali lagi ke dalam diri Keira.


"aku tidak memilikinya... kalian salah".


Keira kembali mencuci tangannya terutama tangan kirinya yang mengalir darah segar hingga lukanya sembuh tanpa bekas dan darah menghilang.


Keira keluar dari toilet dan bergabung kembali dengan mereka.


"Keira,apa yang terjadi padamu?".


"apa maksudmu,Alex?". Keira tidak mengerti mengapa Alex terlihat khawatir terhadapnya.


"ini".Alex menunjukkan pakaian yang dikenakan Keira.Keira menyadari bahwa terdapat bercak-bercak darah melekat dipakaiannya.Keira tidak memperhatikan saat meninju cermin, darah dari tangan kirinya terciprat sampai ke kaos dan jaketnya.


"a...apa Alex, aku ini tidak apa-apa.lihatlah, tidak ada luka'kan?".Keira menunjukkan kedua tangannya terhadap Alex bahwa tidak ada sedikitpun luka ditubuhnya.


"kalau begitu, darimana...".


"ayolah Alex. kau pikir aku tahu? aku tidak tahu.jangan tanya lagi!!".Ucap Keira dengan nada Ketus walaupun dalam hatinya dia tidak bermaksud ketus terhadapnya.Alex Hanya khawatir.


aku tahu bahwa kau hanya khawatir tetapi bukan berarti kau harus mengetahui segalanya bukan?


"maaf...aku hanya khawatir saja".


Keira diam saja mendengar maaf dari Alex dan bersikap dingin terhadapnya.Mereka yang menonton tidak tahu harus berkata apa sedangkan Cio sedikit senang Keira ketus terhadap Alex.


Alex, mungkin lebih baik jika aku bersikap dingin dan ketus terhadapmu.perlahan tapi pasti kau akan mundur dariku karena bagiku, kita berbeda. Kau manusia sedangkan aku adalah seorang Werewolf. dan aku tidak boleh melupakan Elias,dengan begitu aku bisa lebih fokus pada balas dendamku ini. Kau adalah pria yang sempurna.Kau bisa mendapatkan gadis-gadis yang lain. bukan Aku..... bukan aku... bukan...


setelah makan, Keira kembali ke dalam kamarnya dan duduk di balkon kamarnya.Ia merenungkan dirinya sendiri tentang apa yang harus dia lakukan.


Tok tok tok


"Siapa?".


"ini aku".


"ada apa, Cio?".


"mau main bowling enggak sama kami?".


"tidak Cio.aku ingin sendirian sekarang".


"oh... baiklah kalau begitu...".


Maaf Cio, untuk sementara ini aku ingin sendiri..


Tidak lama kemudian...


Tok tok tok


"Siapa?".


"Ini aku. siapa lagi?".


"ada apa,Dion?".


"bukalah pintunya, Keira".


"...... pergilah,Dion".


"ayolah Keira.Bukalah pintunya".


mau tidak mau Keira hari membuka pintunya. Dia melihat Dion berdiri di depannya.


"ada apa?".


"aku melihat dirimu sedang tidak mood hari ini".


"kau tahu aku sedang tidak mood kan?".


"aku tahu karena itu aku akan mengajakmu memancing".


"memancing? Dion,Aku...".


"memancing menenangkan pikiran dan kegundahan hatimu.ikut,ya. aku sendirian nih".


"tapi...".


"ayolah".


"baiklah".