
Di ruang musik...
"Aku tidak menyangka bahwa kau akan meletakkan foto-foto itu ke page sekolah".
"Aku tahu, Silva. Aku ingin memberi pelajaran kepada mereka bertiga itu dengan memberikan kenyataan itu dan aku yakin mereka bertiga pasti akan menangis sejadi-jadinya. Hahaha!".
"aish, jika saja kau tidak membawa pil buatan Lambayo itu, mungkin mereka tidak akan menyadari bahwa-".
"Bahwa apa!?". Tanya Tania sembari menarik kerah baju Dion karena dia tahu ujung dari ucapan Dion. Dion menyadari apa yang dia katakan saat menatap wajah Tania yang memelototi dirinya dengan tajam seakan ia berkata: berani katakan dadaku rata, kau mati. Walaupun bibir tidak berucap namun mata mengatakannya.
Hiiiiihhy!! Seram banget!😨
"bahwa.... kau meminum itu. yah, aku mau bilang begitu".😰💦 Ucap Dion meralat ucapannya. Mungkin pelajaran yang dipetik Dion kali ini ialah, jangan mengatakan sesuatu yang bersifat sensitif kepada perempuan. Khususnya dengan perempuan jenis supernatural seperti Tania.
"oh, begitu ternyata. Aku kira kau mengatakan apaan, hihi". Tania melepaskan tangannya dari kerah baju Dion dan menepuk pundak Dion sembari tersenyum menatap laki-laki berkacamata itu.
"i~iya. Aku me~mang berkata begitu, haha".
"baguslah. Kau'kan laki-laki, jadi tidak tahu bagaimana rasanya menjadi perempuan".
"haha...".😅
" Untunglah hanya foto. setidaknya aku lega kau tidak memberi mereka tentang hubunganku dengan Noah".
Aku bersyukur setidaknya kau memikirkan diriku sebagai sahabatmu ini, Tania.Pikir Silvana yang menyusukuri itu. Mungkin.
"oh, aku tadi berniat untuk mengatakannya". Kata Tania dengan memasang wajah yang polos.
Tania ... terimakasih membuatku menyadari bahwa persahabatan itu begitu rapuh Seperti kaca. Pikir Silvana yang menyadari bahwa teman tidak selamanya dapat dipercaya begitu saja.
"haha...jadi kau berniat untuk mengatakannya, ternyata".Silvana bangkit dari tempat duduknya lalu, ia berjalan mendekatinya sembari tersenyum.
"itu ka-!!!".
"Jika kau mengatakannya, ingatlah untuk berhati-hati dalam memilih makananmu setiap kali kau mau makan. Kita tidak akan tahu apa isinya'kan?".
Hiiiiihhy!!! Seramnya!!. Tania Bergidik ngeri mendengar kata-kata yang diucapkan oleh Silvana. Sebuah ancaman halus dilontarkan kepadanya. Ia tidak tahu kapan dan dimana Silvana akan melakukannya jika ia sampai salah bicara.
"aku hanya bercanda lho. Jangan dianggap serius, dong".💦
Tania Segera meralat ucapannya itu dengan mengatakan bahwa ia hanya bercanda sehingga seketika, Raut wajah Silvana yang seram berubah menjadi ceria seakan tidak terjadi apa-apa.
"Halo semuanya". Sapa Keitha yang datang tidak tahu sejak kapan dan Berjumpa lagi dengan teman-teman Keira.
"halo, Keitha"
Kok, aku tidak mencium bau kedatangannya,yah?. Pikir Tania.
"Halo, kak Keitha". Balas ketiga orang itu secara serempak.
Ini aneh, dia datang sejak kapan?. Pikir Silvana yang yakin bahwa dia tidak melihat Kedatangannya.
"sudah tiga hari tapi, kami baru saja melihatmu disini. Apakah kau sedang sibuk?".
"Sibuk? tentu saja tidak Dion. Aku..... sedang tidak masuk sekolah tiga hari ini".
"Eh? kenapa?".
"aku...ng... aku ada urusan penting sehingga aku tidak masuk sekolah selama tiga hari ini".
"ohh.....".
"oh yah. Keira mana?".
" Oh, Keira. Dia tadi disini, tapi ia berada di taman sekarang". Kata Silvana sembari main bass.
Di Taman...
Gadis itu duduk di bangku taman sambil memasang wajah yang bete saat melihat ponselnya. Bagaimana tidak? ia tidak menyangka bahwa Alex mendapatkan nomor teleponnya dan ia mengetahuinya saat mengecek nomor kontaknya yang ternyata ada nama Alex Adrian tercantum dalam nomor kontaknya.
Dia! bagaimana bisa dia mendapatkan nomor teleponku!? apakah waktu di Lamiya, dia diam-diam sedang mengambil ponselku dan mencatat nomorku?.
Selagi Keira berpikir, tiba-tiba saja ponselnya berdering dan wajahnya langsung cemberut mengetahui bahwa yang dipikirkannya menelepon dirinya.
Hmp! sebaiknya aku tidak usah mengangkat teleponnya saja deh.
Keira memutuskan untuk tidak mengangkatnya hingga ponselnya berhenti berdering sehingga disisi lain, tentu saja si penelepon merasa kesal karena Keira tidak mengangkat teleponnya.
"ada apa? kenapa kau marah-marah?". Tanya Noah yang sedang melihat Alex marah dan gusar.
"Siapa lagi, Noah ! aku menelepon dia tapi dia tidak mengangkat teleponnya sama sekali!".
"mungkin dia sibuk. Kau tahu para gadis".
"sesibuk apa dia sampai dia tidak mengangkat telepon dariku, Danny!?. Aku tahu bahwa dia tidak akan mengangkat telepon dariku".
Alex begitu gusar saat Keira tidak mengangkat telepon darinya sehingga ia memiliki sebuah ide agar gadis itu mengangkat teleponnya.
Tidak lama kemudian...
PIP! PIP! PIP!.
Hm...Smz...!!
"apa-apaan ini!!?". Keira terkejut bukan main saat membaca pesan masuk dari ponselnya yang ternyata dari Alex dan lebih terkejut lagi saat ia melihat isinya.
Dia ini! dia sudah gila, apa!?. Awas saja!. Pikir Keira yang merasa kesal saat ia membaca pesan dari Alex yang bertuliskan:
Jika kau tidak mengangkat telepon dariku kali ini, Jangan salahkan aku bila aku memberitahu seisi sekolah bahwa kita selalu tidur bersama saat liburan bersama di pulau Lamiya. Kau tidak ingin mereka salah paham'kan?
dasar brengsek! beraninya dia mengancamku Seperti ini. Kita tidak melakukan apa-apa tahu!.
Keira begitu marah membaca pesan itu namun ia masih bisa mengontrol emosinya sehingga yang dia lakukan sekarang adalah Menunggu Alex menghubunginya.
Hingga tidak lama kemudian, yang ditunggu-tunggu menghubungi dirinya. Segera Keira mengangkatnya.
"Hei, brengsek! awas saja kalau kau berani mengatakannya kepada seisi kelas! kau tidak akan pernah melihatku lagi disekolah ini!". Ancam Keira sembari meninggikan suaranya. Ia tahu bahwa Alex mencintai dirinya dan pasti Alex tidak mau jika sampai ia keluar dari sekolah sehingga ia membuat ancaman itu untuk mencegah dan membalasnya.
hei, aku hanya bercanda saja, kok. Jangan marah.
Bercanda? aku meragukannya. Pikir Keira. Gadis itu tidak mungkin percaya begitu saja dengan ucapan Alex karena instingnya merasa ragu Juga.
"dari mana kau tahu nomor teleponku?". Tanya Keira sembari merendahkan suaranya.
dari ibunya sahabatmu. Siapa lagi?.
Aduh bibi. Kenapa harus kau yang telah memberitahunya?.
"Sekarang, apa maumu?".
bukankah aku sudah membisikkan sesuatu kepadamu saat di taman?.
"aku lupa. Kau membisikkan sesuatu kepadamu saat sedang mengantuk. Mana ingat". Jawab Keira karena ia memang tidak ingat
dasar Keira. Aku tidak menyangka dia pelupa.
Pikir Alex yang merasa kesal saat Keira lupa dengan ucapannya.
aku akan mengatakan sekali lagi padamu dan kau harus mengingatnya baik-baik. Besok temui aku jam lima sore. Nama tempatnya akan aku kirimkan nanti. Jangan sampai kau telat. Jika telat, kau mati.
Ucap Alex sembari mengakhiri pembicaraan mereka.
Apa-apaan dia ini!? dasar menyebalkan!.
Haruskah dia mengancamku segala!?
Sementara Keira sedang dalam keadaan kesal, Alex justru bahagia. Ia bisa mengajak gadis itu untuk pergi kencan walaupun yang dia lakukan agar ia mau pergi dengan cara mengancamnya.
"wah, tidakkah kau sedikit...".
"aku tahu, lain kali aku akan mencoba dengan lebih lembut".
"kau mau mengajak gadis itu kemana?".
"itu rahasia Danny".
"hei, bagaimana kalau kita kencan ganda?". Usul Noah.
"Kencan ganda? enak saja. Aku tidak mau". Alex menolak usul sahabatnya itu karena dia tidak mau kencan pertamanya harus ada orang lain selain dia dan Keira tentunya.
Ia berharap banyak.