
Perlahan-lahan, Cahaya matahari terus merayap menuju ke langit. sang matahari menyambut hari yang baru dan memperhatikan semua kehidupan makhluk hidup di yang tinggal dibumi bumi.
Seperti Keira salah satunya. Gadis itu telah tiba di rumah besar berwarna putih yang menjadi tempat tinggalnya saat ia berusia tujuh tahun. Keira meminta dibuatkan rumah di wilayahnya dengan tujuan agar lebih dekat dengan wilayah Utara dan sekitarnya.
Raja Lestat dan Ratu Lyora mengabulkan keinginannya dan tentunya Keira tidak sendirian tinggal di rumah besar itu karena ada Dion, manusia yang dibuang di dalam hutan saat masih bayi dan diangkat anak oleh raja dan ratu werewolf dan menjadi saudaranya.
Keira ingat pertama kali bertemu Dion sebelas tahun yang lalu dan mereka menjadi dekat layaknya saudara. Ia sangat menyayanginya sebagai saudara yang sesungguhnya karena mereka berusia sama, mereka dekat dan saling menemani satu sama lain seperti sembilan tahun yang lalu, Dion ikut tinggal bersamanya dan ia membenci orang tua Dion yang tega membuangnya dalam hutan dan untunglah raja dan ratu menemukan dan merawatnya layaknya anak sendiri bahkan Dion tidak perlu menjadi seperti mereka karena Dion memiliki hak untuk menjadi apa yang dia inginkan.
Tidak seperti dirinya, dulu ia memiliki hak namun haknya sebagai manusia biasa sudah lama Hilang sejak terlahir ke dunia.
Dion sudah bangun sepertinya.
gumam Keira setelah melihat lampu di serambi rumah sudah mati.
Pandangan nya tertuju pada jendela kamarnya yang dilantai dua. Masih terbuka, Dia lupa menutupnya semalam. Segera ia melompat dengan kekuatannya itu dan dalam sekejap Keira sudah berada di balkon kamarnya.
Keira memasuki kamarnya, menutup pintu jendelanya dan menyibak gorden jendela kamarnya berwarna biru sehingga cahaya matahari masuk kedalam kamarnya.
Keira menjatuhkan dirinya diatas tempat tidurnya yang beralaskan seprai biru berbahan satin. Pandangannya tertuju pada langit-langit kamar seakan dirinya memikirkan sesuatu atau seseorang, hanya dialah yang tahu. Keira terus melamun hingga suara ketukan pintu membuyarkan lamunannya.
"masuk".
Keira mepersilahkan orang yang mengetuk pintu kamarnya untuk masuk sambil duduk di sisi tempat tidur.
"pagi Keira".
Dion masuk ke dalam kamar Keira dan menutup pintu di belakangnya.
"pagi Dion". Tatapannya tertuju pada sesuatu yang dibawa Dion untuknya.
"seharusnya kau tidak perlu repot menyetrika pakaianku,Dion".
Kata Keira sambil membantu Dion memasukkan pakaiannya ke dalam lemari.Ia merasa tidak enak pada Dion mengingat Diolah yang lebih banyak mengurus rumah ini daripada dirinya karena ia lebih sering ke hutan malam-malam untuk memantau wilayahnya dan semenjak kejadian pagi ini membuatnya memperketat penjagaan wilayah sehingga Dion yang harus mengurus sebagian besar pekerjaan dirumah ini.
"jangan seperti itu. Aku tidak masalah lagi pula, aku mengerti kau sibuk karena tanggung jawab wilayah ini ada ditanganmu".
"maafkan aku yang tidak bisa membantumu dirumah".
"tidak apa-apa. yang penting kau pulang dengan selamat cukup melegakan bagiku lagi pula,kau selalu membantuku dicafe jadi tidak masalah". setelah meletakkan pakaian Keira di lemari,dia akan pergi keluar dari kamar Keira.
"aku akan membuat sarapan, mandilah dulu dan turun untuk makan".
"tunggu.biar aku saja yang membuat sarapan" .
Keira bangkit dan mengajukan dirinya untuk membuat sarapan tetapi Dion tertawa mendengarnya.
"mengapa tertawa? aku tahu kalau aku tidak sehebat dirimu dalam memasak tapi kau tidak perlu menertawakan aku".
Keira mendengus kesal melihat Dion menertawakan dirinya.
"oh! maaf saudariku. aku tidak bermaksud menertawakanmu namun itu lucu karena terakhir kali kau melakukan itu kau menghabiskan persediaan daging mentah di kulkas".
"Hei!". dengan kesal, Keira melemparkan bantalnya tepat ke wajah Dion.
Di dapur, Dion menyiapkan kopi dengan alat pembuat kopi mengingat Keira yang bepergian semalam, sudah pasti Keira tidak tidur dan walaupun Keira adalah manusia serigala, tetap saja seorang makhluk hidup butuh istirahat alias tidur yang cukup untuk menjaga kondisi tetap prima agar dapat memantau wilayahnya dengan baik dan melindungi diri dari para vampir.
Saat kopi dimasak, ia menyiapkan mentega untuk membuat pancake. Dia membuat dirinya Sibuk dalam hal memasak karena keinginannya adalah menjadi seorang koki dan makanan yang dibuatnya terbukti enak.
dihari ulang tahunnya dua bulan yang lalu, raja dan ratu telah menghadiahkannya sebuah cafe sehingga ia dapat memperdalam bakatnya dengan bantuan Keira, Tania dan Silvana untuk mengelola cafe itu.
hasilnya, cafe mereka terbukti ramai berkat ia dan ketiga orang penting dalam hidupnya.
Lima belas menit kemudian, Keira bergabung dengan Dion di meja dapur. Rambut Keira yang hitam panjang bergelombang rapi tanpa hiasan dan wajah alami tanpa make up tetap membuat wajahnya cantik dan manis.celana panjang hitam berbahan denim dan kaos v-neck ungu dipadukan dengan jaket kulit hitam yang selalu dipakainya membuatnya tampak keren dan sepatu bot hitam kulit mensempurnakan penampilannya.
"pancake? bagaimana dengan daging?".
"sudah habis. padahal aku membelinya kemarin dan siapa yang menghabiskannya diam-diam?". Dion menyipitkan matanya di balik kacamatanya menatap Keira seakan ia mengatakan kaulah pelakunya sedangkan Keira yang tahu dari raut wajah Dion mengalihkan pandangannya dari Dion sambil bersiul seakan ia tidak mengakui bahwa dia pelaku dari hilangnya daging di kulkas.
Dion hanya menghela nafas melihat kelakuan saudarinya itu. lebih baik kehilangan daging di kulkas rumah daripada di cafe.Bukannya satu tapi tiga yang mengincar persediaan daging di sana dan terpaksa ia memakai kunci perak dan gembok perak pesanan khusus untuk itu dan hanya dialah yang punya akses mengambil daging di penyimpanan itu.
"aku akan membelinya nanti tapi jangan diulangi lagi".
"aku akan berburu nanti".
"baiklah tapi aku tidak mau kau membawa daging rusa sebagian besar tinggal tulangnya seperti Minggu lalu".
"hehe.Aku lapar".
mereka duduk berseberangan di meja bundar besar buatan porselen dan mulai makan tanpa ada yang bicara.Saat Dion memakan makanannya, Keira makan dengan lahap dan meminta porsi ke dua.
"seperti biasa, masakanmu memang yang terbaik,Dion". puji Keira.
"terima kasih. aku juga senang kau selalu memakan masakan yang aku Buat dengan lahap".
"hmm. Makanan yang kau buat selalu enak bahkan Elias...".
Keira terdiam.mendadak ia berhenti makan. Ekspresi wajahnya yang semula ceria berubah menjadi sedih. Ia melirik kesamping kiri kursinya. Ia teringat Elias selalu duduk disampingnya saat makan.
(flashback...)
"wow Dion, makanan yang kau buat selalu enak. tidak mengherankan Keira makan dengan lahap tanpa sadar Keira makan sudah porsi yang kelima".puji Elias
"kau juga makan dengan lahap, Elias.Kau terus minta tambah dan kau benar saudaraku ini memang sangat enak dalam membuat makanan". Keira ikut memuji masakan Dion.wajah Dion bersemu merah muda karena mendengar pujian untuknya.
"aww kalian. aku sangat senang kalian menyukai buatanku".
"nanti ajarin aku bagaimana cara membuat makanan seenak ini ya.Aku ingin membuatnya untuk Keira".
(flashback end...)
aku tidak akan pernah tahu rasanya makanan yang kau buat, Elias...
"Kei-...".
"apakah kau ingin secangkir kopi lagi,Dion?". Keira bertanya sambil bangkit dari duduknya.Alih-alih mengalihkan pembicaraan.
"tidak,biar aku saja yang mengambilkan kopi untukmu".Dion bangkit dari tempat duduknya sedangkan Keira kembali duduk tanpa mengatakan apapun.sambil membawa kopi yang sudah dibuatnya dari tadi,ia juga mengamati Keira yang sedang Makan dari balik punggungnya.ia merasa sedih melihat saudarinya itu. Andai Elias masih hidup, mungkin Keira akan tetap seperti dulu,Bahagia.
Keira menyelesaikan sarapannya yang kelima, meminum gelas kopinya yang ke enam, lalu mengumpulkan piring kotor mereka dan meletakkannya di bak cuci piring.
Kemudian,ia mengambil jaket kulitnya yang tergantung di kursi dan memakainya, mengambil kunci sepeda motornya lalu pergi keluar dimana Dion telah mengeluarkan sepeda motor Dion dan miliknya.
"ini". Dion menyerahkan helm Keira yang berwarna hitam padanya. Keira memakai helmnya, menyalahkan sepeda motornya yang bewarna biru jenis sepeda motor sport seperti milik Dion yang bewarna putih.Sepeda motor sport ini terkadang banyak yang digunakan laki-laki karena kecepatan dan membuat daya tarik wanita, bahkan dapat ditemukan dalam balapan liar karena fisik kendaraan itu yang mirip dengan sepeda motor balap.tapi tidak pada Keira, gadis itu suka mengendarai sepeda motornya itu karena selain kecepatan dapat menimbulkan rasa adrenalin baginya bahkan beberapa werewolf tipe yang suka di kota seperti Tania dan Silvana suka mengendarai kendaraan yang dipakai Dion dan Keira saat ini.
"tidak ada yang ketinggalan Dion?".
"tidak ada". jawab Dion. Bersama-sama mereka mengendarai kendaraan mereka masing-masing menuju jalan keluar dari hutan dan tidak lama di tengah jalan, sepeda motor merah milik Tania dan Hijau milik Silvana telah bergabung dengan mereka.
Bersama-sama, keempat pengendara itu melaju dengan cepat meninggalkan apa yang ada dibelakang.